Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Gerakan Indonesia Raya / Partai Gerindra (Seri 2)

Oleh BUTONet 2

koalisigerindraSuhardi (Ketua Umum DPP Partai Gerindra):

Pendekatan Partai Gerindra ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan kemajuan berarti.

Meski belum tahu kapan finalisasi koalisi dilakukan, namun pendekatan Gerindra sudah menunjukkan kabar menggembirakan.

Tentang koalisi (dengan PKS), mungkin sekali. Tunggu sehari dua hari sudah ada perkembangan. Koalisi dengan PKS, mantap !!! (Manuver Gerindra mendekati PKS memang tampak serius.Setelah bertemu dengan Presiden PKS Anis Matta, capres Prabowo Subianto juga sudah bertandang ke rumah Ketua Majelis PKS Syuro Ustaz Hilmi Aminuddin — Redaksi BUTONet 2).

Pendekatan Gerindra ke partai lain juga menunjukkan hasil menggembirakan. (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 26/4/2014).

__________________________________________________________________

Prof Asep Warlan Yusuf (Pengamat Politik Universitas Parahyangan, Bandung):

Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto — dua hari yang lalu di kediaman Wiranto — sangat mungkin berujung pada koalisi kedua partai. Tapi, untuk menduetkan Prabowo-Wiranto, tidak mungkin terjadi.

Menduetkan capres-cawapres yang dua-duanya dari tentara agak susah. Resistensi dan penolakannya akan besar. Akan banyak black campaign juga.

Jadi, andaipun berkoalisi, cawapres bukan Wiranto. Apalagi, penggabungan Gerindra-Hanura belum cukup untuk mengajukan capres-cawapres. Untuk mengusung Prabowo sebagai capres mungkin akan dicari dari dua partai lain yang saat ini didekati Gerindra, yaitu PAN dan PPP.

Wiranto juga akan sangat menerima skenario itu. Wiranto juga sadar diri. Apalagi partainya cuma meraih 5 persen suara. Dia mungkin hanya ingin tampil untuk mendorong, tidak untuk maju cawapres (Rakyat Merdeka Online, Sabtu, 26/4/2014).

__________________________________________________________________

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Mulai hari ini (Jum’at, 26/4), PPP melakukan pendekatan komunikasi secara proaktif mengingat dua pekan terakhir kami berkonsentrasi pada penyelesaian masalah internal. PPP saat ini berada pada kilometer nol untuk berkoalisi.

Dengan demikian, PPP masih menempatkan seluruh poros koalisi pada peluang yang sama. Baik kepada Jokowi-PDI-P, Prabowo-Gerindra, ARB-Golkar, maupun poros keempat bersama Partai Demokrat.

PPP membuka diri pada semua opsi politik, bermodal politik sebesar 45-50 kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dari persyaratan pengusungan calon minimal 112 kursi (Kompas, 26/4/2014).

__________________________________________________________________  

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Pertemuan akan digelar dengan Jokowi, Prabowo, dan semua partai politik (parpol). Pertemuan dengan parpol (partai politik) dan capres bertujuan menyamakan platform dan visi-misi koalisi ke depan.

Kami masih window shopping ke semua parpol dan kandidat sampai akhir pekan depan (Kompas, 28/4/2014).

__________________________________________________________________  

Aburizal Bakrie / ARB (Ketua Umum DPP Partai Golkar):

Rencana kedatangan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ke kediaman saya kemungkinan untuk membicarakan koalisi.

Intinya, silahturahim saja. Saya kan kenal Pak Prabowo bukan setahun dua tahun saja. Mungkin saja ada pembicaraan koalisi.

Kemungkinan koalisi hanya terjadi jika ada kesamaan platform serta visi dan misi antara kedua partai. Tentu harus dilihat bagaimana platformnya. Sama-sama kita lihat dulu itu.(REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 29/4/2014).

__________________________________________________________________  

Sohibul Iman [Anggota Tim Khusus (penjajakan) Koalisi PKS-Partai Gerindra (yang dibentuk oleh Majelis Syuro PKS)]:

Tim [yakni Tim Khusus (kajian soal atau penjajakan) Koalisi PKS-Partai Gerindra] bertugas merumuskan poin-poin yang akan dibicarakan dengan tim calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ada banyak hal yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi, terutama yang akan menjadi agenda bersama kalau PKS dan Gerindra jadi berkoalisi. Kalau tak kami konfirmasi, kan, kami tidak tahu.

Prinsipnya, PKS siap berkoalisi dengan pihak-pihak yang mau membangun komunikasi dengan PKS. Sejauh ini, kami nilai Partai Gerindra yang paling serius karena itu kami balas juga dengan keseriusan. Mudah-mudahan dalam waktu singkat [ada pertemuan dengan Prabowo Subianto, karena pada Senin sore (28/4) tim baru menggelar rapat untuk merumuskan bahan-bahan pembicaraan nanti — Redaksi BUTONet 2] — Kompas, 29/4/2014.

__________________________________________________________________  

Aburizal Bakrie / ARB (Ketua Umum Partai Golkar):

Mungkin saja (pertemuan saya dengan Prabowo Subianto akan membahas koalisi Partai Gerindra dan Partai Golkar); tentu kita ke depan sama-sama lihat itu.

Pembicaraan koalisi dengan Gerindra bukan kali ini terjadi. Pembicaraan sudah beberapa kali dengan Gerindra. Secara pribadi saya sudah mengenal Prabowo cukup lama. Sebagai sahabat, saya menerima kunjungan Prabowo. Kenalnya sudah lama sekali. Jadi beliau lebih muda. Kemari begitu saja. (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 29/4/2014).

__________________________________________________________________  

Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar):

Kami (saya dan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra) sepakat untuk membicarakan lagi (koalisi) pada kesempatan berikutnya. Golkar dan Gerindra masih sangat mungkin berbicara soal koalisi pada pertemuan-pertemuan berikutnya. [Ini diungkapkan Aburizal pada Selasa (29/4) saat menggelar jumpa pers di kediamannya di Menteng, Jakarta].

(Dalam pertemuan dengan Prabowo tadi) Sama sekali belum ada pembicaraan posisi calon presiden (capres) atau cawapres. Saya tidak mundur dari capres, Pak Prabowo juga tidak (Kompas, 30/4/2014).

__________________________________________________________________  

Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra):

Tadi kami (saya dan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar) sepakat meneruskan pembicaraan lebih intensif dan rinci untuk kepentingan bangsa dan Negara ke depan. Kami serius untuk membicarakan penggabunagan kekuatan (Kompas, 30/4/2014).

__________________________________________________________________  

Tifatul Sembiring (Anggota Majelis Syuro Partai keadilan Sejahtera / PKS):

Belum ada keputusan final mengenai hal itu (kemungkinan PKS berkoalisi dengan Partai Gerindra). Keputusan PKS akan berkoalisi atau mendukung calon presiden (capres) tertentu akan diumumkan sebelum 18 Mei mendatang. Jika koalisi yang dibangun untuk mendukung capres tertentu itu kalah, PKS juga siap mengambil pilihan politik untuk beroposisi (Kompas, 30/4/2014).

__________________________________________________________________  

Mardani Ali Sera (Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera / PKS):

Hubungan PKS dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) masih sebatas penjajakan.

Kami masih penjajakan. Dengan partai-partai politik Islam juga jalan terus, peluangnya masih ada. Karena masih sebatas penjajakan, PKS masih belum sampai tahap menyodorkan opsi calon wakil presiden (cawapres) untuk pendamping Prabowo Subianto. Bab yang lain harus bareng-bareng dengan parpol yang ikut koalisi.

Penjajakan dengan Gerindra masih sebatas membahas kerangka umum dan arah kebijakan dalam pemerintahan nanti. PKS, belajar dari pengalaman selama sepuluh tahun terakhir mengenai platform koalisi. Dari pengalaman, kalau transaksional akan banyak masalah.

Selain penjajakan dengan Gerindra, PKS juga terus menjalin komunikasi dengan parpol-parpol islam, seperti PKB, PPP, PAN, dan PBB. Harapannya bisa membentuk Poros Islam, peluangnya masih ada.

Peluang itu masih terbuka lebar karena PKS maupun partai-partai islam lainnya hingga kini masih belum menetapkan koalisi. Belum ada pengumuman, lima parpol ini intensif menjalin komunikasi (TEMPO.CO, Jakarta, 1/5/2014).

__________________________________________________________________  

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Saya sangat yakin, peluang Partai Gerindra menggandeng tiga partai politik (parpol) berbasis massa Islam itu dapat terwujud. Ini semuanya proses. Pembicaraan itu (soal peluang Partai Gerindra menggandeng tiga parpol berbasis massa Islam: PAN, PKS, dan PPP untuk berkoalisi) berlangsung setiap hari. Jadi, tidak harus selalu diberitakan.

Partai Gerindra tidak sedang tersandera lantaran belum memenuhi persyaratan 20 persen kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Proses pendekatan terus dikomunikasikan untuk mencapai kesepakatan resmi. Karena itu, salah besar kalau sejumlah pengamat menilai Gerindra tersandera karena tidak ada parpol lain yang mendekat.

Tiga parpol berbasis massa Islam juga tidak sedang memposisikan diri dalam artian jual mahal. Kami menghormati setiap mekanisme internal calon mitra koalisi sebelum mengambil keputusan. Karena itu, kami tidak melihat ada upaya bagi PKS, PAN, dan PPP untuk berpaling.

Bahkan, proses penjajakan bisa dilanjutkan untuk menggandeng Partai Golkar dan Partai Hanura. Sama PPP kita saja tetap optimis. PAN, PKS juga lah. Rencana ada tiga parpol yang kita usahakan bicara finalisasi itu (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

__________________________________________________________________

Fakhruddin [Ketua DPC PPP Kota Yogyakarta]:

Dukungan (kepada Prabowo Subianto sebagai capres) kami (Dewan Pimpinan Cabang PPP Kota Yogyakarta) putuskan setelah survei sederhana kepada sekitar 500 orang pengurus struktural PPP di Yogyakarta. (Dukungan ini diumumkan menjelang pertemuan Dewan Pimpinan Wilayah PPP se-Indonesia, Jum’at, 2 April 2014) —Kompas, 2/5/2014.

__________________________________________________________________  

Suhardi [Ketua Umum DPP Partai Gerindra;Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta itu]:

Dalam waktu dekat ini bakal ada sebuah kabar baik terkait koalisi. Kelihatannya sudah tampak semakin bagus, kedekatannya sudah sangat tinggi.

Petinggi Partai Gerindra secara intensif melakukan diskusi dengan PKS dan PAN. Hanya saja, hingga kini belum ada langkah pembicaraan terkait posisi calon wakil presiden (cawapres). Meski PKS berpeluang menyodorkan Anis Matta dan PAN memiliki Hatta Rajasa, pendamping Prabowo akan diputuskan bersama.

Saya sangat yakin banyak partai yang akan merapat ke Gerindra. Selain PKS dan PAN, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura, serta Partai Golkar juga masih bisa bergabung. Karena itu, figur cawapres yang diusung nantinya merupakan pilihan bersama mitra koalisi.

Pertemuan sudah sangat sering, dari berbagai level. Belum bicara soal cawapres.

Kami tidak khawatir dengan peluang pencapresan Prabowo karena masih ada waktu. Kami tidak akan terburu-buru untuk mendaftarkan diri ke KPU. Kami juga tidak khawatir dengan wacana poros keempat yang digawangi Partai Demokrat. Menurut kami, partai yang disebut bakal merapat ke Demokrat memiliki kedekatan dengan Gerindra.

Atas dasar itu, kami yakin tiket pendaftaran Prabowo tidak akan terancam. Kalaupun gagal menggandeng banyak partai, koalisi dengan satu partai juga sudah lebih dari memenuhi persyaratan. PAN saja sudah cukup, PKS cukup, apalagi kedua-duanya dari segi kursi. Saya optimistis (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

__________________________________________________________________

Philips J Vermonte [Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS)]:

Pilihan Ical / ARB (Ketua Umum Partai Golkar) berduet dengan Prabowo (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) akan sangat problematik. Ical punya banyak isu yang diangkat media, ditambah figur Prabowo yang kontroversial. Ini akan menjadi beban terhadap peluang mereka di pilpres (pemiluhan umum presiden), sangat sulit.

Perolehan suara Partai Golkar dibandingkan Partai Gerindra akan menjadi hambatan dalam menjadikan Ical sebagai cawapres. Pasalnya, internal Golkar dinilai tak akan menerima jika tidak mengajukan capres.

Akan tetapi, kalau duet ini terjadi, maka saya tidak terkejut karena di antara dua tokoh ini ada banyak irisan. Keduanya memiliki  chemistry  yang cukup baik untuk menjadi mitra koalisi. Namun, untuk duet ini terjadi, harus melalui forum Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) KOMPAS.COM, Jakarta, 3/5/2014.

_________________________________________________________________

Sharif Cicip Sutarjo [Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif; Menteri Kelautan dan Perikanan]:

Semua kemungkinan (koalisi dalam Pemilihan Presiden 2014) bisa terjadi. Namun dengan Pak Prabowo, Pak Ical / ARB sudah punya hubungan lama, dan sudah bicara soal pembangunan ke depan, sudah klop. Chemistry juga sudah ada.

Pertemuan Pak Ical dengan Pak Prabowo pada Selasa lalu juga belum memutuskan apakah akan saling bersaing atau berkoalisi. Kedua tokoh itu hanya bertemu membicarakan program masing-masing dan ternyata memiliki kesamaan cara pandang.

Di antara obrolan keduanya, juga sempat terlontar tawaran menjadi calon wakil presiden bagi Ical. Namun, tawaran itu dibalas Ical dengan menawarkan Prabowo sebagai calon wakil presidennya.

Pertemuan Ical dengan Prabowo berbeda dibandingkan pertemuan Ical dengan Jokowi. Saat bertemu dengan Jokowi, Ical sepakat untuk saling bersaing sebagai bakal capres. Sementara itu, bersama Prabowo, belum ada keputusan apa pun. Jadi pertemuannya sangat cair. Belum ada yang putus. Nanti kita lihat pada Rapimnas bulan Mei, kemungkinannya bisa saja terjadi. (KOMPAS.COM, Jakarta, 3/5/2014).

_________________________________________________________________

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + 8 =