Asal-Usil (“Asal-Usil” ini merupakan usilan / sorotan atas artikel “Matematika dan Islam”)

matematikabrKita   akui  bahwa  Aryabhata — matematikawan  India — telah  memasukkan  bilangan “nol”  dalam  sistem  perhitungan  (876  Masehi).  Dan  kemudian  melalui  tiga  serangkai  berkebangsaan  India  pula, yakni  Brahmagupta, Mahavira,  dan  Bhaskara  lahirlah  operasi  Aritmetika  yang  mengikutsertakan  “nol”.  Tetapi, bangsa  Arab  lah  yang  mampu mengembangkan  bilangan  “nol”  itu  dalam  dunia  teknologi  (engineering).

Sebagaimana  diketahui  bahwa  bilangan  apa  pun  yang  dipangkatkan  dengan  nol  hasilnya  sama  dengan  satu.  Dan  bahwa  1 +  0 = 1  atau  n + 0 = n.  Dengan  begitu  angka  0  bernilai  pasti.  Namun  “nol”  bisa  memiliki  nilai  yang  tak  pasti  (tak  terhingga).  Jika  suatu  bilangan  dibagi  nol, hasilnya  “tak  terhingga”.  Atau  dengan  mengalikan  suatu  bilangan  dengan  nol, hasilnya  tidak  ada  (alias  nol).

Gara-gara  bilangan  nol  itu  pula,  masyarakat  dunia  pernah  dibuat  bingung  dalam  menentukan  kapan  memasuki  Milenium  Ketiga, yang  terkenal  dengan  risiko  millenium   bug-nya, yang  mengancam   sistem  komputer  dan   elektronik   itu. Begitu  seriusnya   ancaman   tersebut   sehingga   selain  dilakukan   langkah   penanggulangan, juga  perencanaan     keadaan   darurat   (contingency   planning)  dan   penanggulangan       musibah   (disaster   recovery   planning).

Atas  dasar  realitas  tersebut, pantaskah  bila  bilangan  nol  itu  dinamakan  bilangan   ghaib?  Kalau  jawabannya: “Pantas”, bukankah  berarti  bahwa  hukum  yang  berlaku  dalam  dunia  bathin   atau  ghaib (jangan  masuk  dulu  ke  bahasan  ghaib   al-Ghaib)  bersifat  tidak  pasti?  Nah, kalau  pada  alam  ghaib   saja  sudah  bersifat  tidak  pasti, bagaimana  pula  dengan  alam  nyata  (shahadah)  atau  alam  lahir (zhahir)?  Bukankah  dalam  alam  nyata  ini  berlaku  prinsip  relativitas  (kenisbian)  dan  ketidakpastian, sebagaimana  yang  bisa  dikuatkan  dengan  “Teori  Relativitas”-nya  Einstein  dan  “Teori  Ketidakpastian”-nya  Heisenberg?

***

ADA   yang  berpendapat  bahwa  algoritma  merupakan  metode  atau  prosedur  yang  terdefinisikan  secara  baik  guna  memecahkan  suatu  masalah  (umumnya problem-problem matematika atau yang berkaitan dengan manipulasi  informasi). Sebagian pakar mengatakan bahwa prosedur-prosedur tersebut terus berproses tanpa henti.

Jika prosedur-prosedur tersebut bergerak tanpa henti, bisakah kelak ia  menembus dunia  ghaib  (bathin) dan kemudian dirasionalisasikan atau  dieksperimentasikan?  Dengan algoritma, bisakah nantinya gradasi wujud (tasykik  al-wujud) yang berlapis  ganda:  zhahir  (lahir)  dan  bathin  (batin) — seperti  yang dirumuskan oleh Mulla Shadra — dipadukan menjadi  Wahdat  al-Wujud  (Wujud yang Esa), seperti diteorikan oleh Ibnu ‘Arabi?

Tetapi, bila algoritma  merupakan prosedur yang terdefinisikan, bukankah  “defenisi” — menurut Aristoteles — terpaut pada perhatian tentang sifat esensial dan universal dalam persoalan apa pun? (Aristoteles, “Posterior  Analitics“, halaman 160).  Kemudian, bukankah Plato menempatkan  “definisi” sekaligus sebagai metodologi filsafat yang dianutnya?

Sebagian pakar berpendapat bahwa algoritma tidak saja berwujud sebagai program-program komputer, tapi ia juga bisa berwujud tindakan yang dilakukan oleh kehidupan yang tengah mencari kesempurnaan dan terus berupaya mengatasi dirinya sendiri.  Tetapi, bukankah untuk itu semua harus ada pembedaan antara esensi umum (general  essence) — yakni indikator sifat sesuatu yang ingin diketahui — dan esensi partikular  (particular  essence  atau  specific  difference)?  Kemudian, secara epistemologi, logiskah bila esensi partikular dapat diketahui dengan merujuk pada sesuatu (benda) yang  lain?  Dalam kaitan ini menarik dikemukakan pertanyaan Suhrawardi (filsuf Iran — lahir 1171 Masehi): “Bagaimana sesuatu yang tidak diketahui bisa menjadi indokator  (point  of  reference) untuk mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu yang tidak diketahui?

***

JELAS, Abu Ja’far Muhammad bin Musa  al-Khawarizmi (lahir di Khiva, Provinsi Al-Khawarizmi, Irak) adalah seorang pelopor matematika modern yang telah berjasa dalam menciptakan hitungan-hitungan al-jabar, algoritma, dan geometri.  Ia pula yang mengembangkan aplikasi angka nol dalam artimatika modern.

Juga patut dikemukakan bahwa Khawarizmi pernah memimpin suatu lembaga  riset — Darul  Hikmah  — dalam masa kekuasaan Khalifah Makmun ar-Rasyid (Dinasti Abbasiah); dan dia pun seorang pecinta mazhab  Ahlul Bait Rasulullah Shalallahu alaihi wa âlihi wassalam (Saww),  sehingga sangat  menghargai pluralitas (realitas plural).  Seperti yang dikatakan Fichte (1762-18140,  filosof  Jerman: Was fur eine philosophie man wahle hangt davon ab, wasfur ein Mensch man ist  [jenis filsafat (keyakinan atau mazhab) yang dipilih seseorang akan menentukan jenis manusianya].

Oleh karenanya, tidak ada seorang pun yang bebas mazhab; sebab ketika dia mengatakan “tidak bermazhab”, maka pada saat itu dia telah menobatkan dirinya sebagai penganut “mazhab yang mengharamkan mazhab”.

***

ARTIKEL ini ditampilkan bukan sebagai  keterjebakan pada “pendekatan monumental” (Friedrich Nietzsche: 1844-1900) atau “pendekatan nostalgia” (Bryan S. Turner:1987) dalam membaca ritme sejarah. Disadari bahwa cara berfikir nostalgis senantiasa memiliki ciri khas: cenderung  kurang peka pada realitas di sini dan kini, bahkan juga sering kali memiliki kekaburan visi ke depan. Bagaimanapun ummat Islam tidak boleh puas dengan slogan (Jerman): “Seht, das Grosse ist schon da” (lihatlah kebesaran penuh menjulang di masa lampau).

Kendati kita percaya ungkapan bijak (Perancis) L’histoire se repete  [sejarah (pasti) berulang], tapi sepatutnya kita menempatkan sejarah seperti yang dipahami oleh Ali Syari’ati (intelektual Iran), yakni bukan sebagai kumpulan fakta yang “membisu”, tetapi harus direkonstruksi secara dinamis disesuaikan dengan tuntunan masyarakat yang tertindas  (mustadh’afinQS 28:5). Atau bisa juga disikapi seperti yang dinyatakan oleh Marthin Luther King (1959) bahwa “semua sejarah mengajarkan bagai samudera bergejolak menerpa karang menjadi bebatuan; dan ia (sejarah) merupakan gerakan tegas orang-orang yang tak henti-hentinya menuntut hak-hak mereka dan selalu memporakporandakan tatanan lama”. [**]

_______________________

“Asal-Usil” ini dikerjakan oleh Aba Zul (La Ode Zulfikar Toresano), Koordinator Umum  Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN) yang sejak Maret 2014 juga belajar mengabdikan diri sebagai Pemimpin Redaksi  BUTONet 2.

Tulisan ini juga pernah dumuat dalam  Jurnal ISLAM LiBeRaL?  edisi Juni 2004.

Facebook Comments

You May Also Like

65 thoughts on “Asal-Usil (“Asal-Usil” ini merupakan usilan / sorotan atas artikel “Matematika dan Islam”)

  1. Hi, Neat post. There is a problem with your website in internet explorer, might check this… IE nonetheless is the market chief and a good part of other folks will pass over your fantastic writing due to this problem.

  2. Do not draw overdose of canada drugs pharmacy as it may advance to the stony-hearted fettle problems like box pain, express heartbeat, breathlessness, etc. If charmed in favourable amount go to your physician immediately. american family physician are not an quibble in event of side effects. Like every physic, it also has side effects. But approximately its fallouts are mild. Serious side effects are also linked with it but seldom seen in men winsome this drug. Its side effects vary from actually to yourself depending on divers things and cannot be predicted.

  3. Hydrochlorothiazide France Mastercard Accepted Propecia Ipogonadismo buy viagra Need Generic Worldwide Provera C.O.D. O Comprare Viagra In Svizzera 24 Hour Canadian Pharmacy

  4. Fundada en Estados Unidos en 2002, Tratamiento Disfuncion Erectil nació gracias a la asociación de más de 200 especialistas mundiales en materia de urología, sexología, psicología, andrología, tantra y taoísmo. Bien, esta amiga era mi pareja y me afectó bastante emocionalmente. Comprar cialis online sin receta..

  5. La prevalencia de la impotencia sexual aumenta con la edad y con la presencia de otras enfermedades, como diabetes, hipertensión, enfermedades cardiacas, obesidades, etc. Ahora le ha llegado el momento a tu pareja.

  6. Buy Prevacid Cheap Viagra Rezeptfrei Schweiz Order Lasix Cheap cialis Buy Betnovate No Presc Uk Generic Cheap Dutasteride 0.5mg Baldness C.O.D. Effets Secondaires Viagra Et Cialis

  7. Cheapeast Stendra No Doctors Consult Tarif Viagra Pharmacie Us Based Online Pharmacy viagra Mail Order Macrobid Visa Accepted Free Shipping Propecia Veneficios

  8. Esas drogas no deben ser usadas sin supervisión médica, no sólo por los riesgos de los efectos adversos, sino también porque sin una completa evaluación pueden resultar ineficaces. Comprar cialis generico en farmacias..

  9. Men who fail to seek treatment for erectile dysfunction often feel as though they are alone in their suffering but nothing could be further from the truth. During an injection test, also called intracavernosal injection, a health care professional will inject a medicine into your penis to cause an erection. Erectile dysfunction (ED), also known as impotence, is the inability to get and maintain an erection. The health care professional will evaluate how full your penis becomes and how long your erection lasts. http://buycialis.online/blog/why-is-cialis-more-powerful-than-other-ed-drugs.html

  10. You may need to try several medications before you find one that works. These medications can have side effects. If you’re experiencing unpleasant side effects, talk to your doctor. Buy cialis online france. They may be able to recommend a different medication. If you’re experiencing psychological ED, you may benefit from talk therapy.

  11. Sexual dysfunction is more common as men age. According to the Massachusetts Male Aging Study, about 40% of men experience some degree of inability to have or maintain an erection at age 40 compared with 70% of men at age 70. And the percentage of men with erectile dysfunction increases from 5% to 15% as age increases from 40 to 70 years. Buy cialis online new zealand. It is common for men with erectile dysfunction to have an underlying physical basis for it, particularly in older men. However, psychological factors may be present in 10% to 20% of men with erectile dysfunction.

  12. De hecho, aproximadamente el 25% de los nuevos casos de DE son hombres menores de 40 años. Por ejemplo, una enfermedad física menor que hace que tu respuesta sexual sea más lenta puede generarte ansiedad con respecto a mantener una erección. La causa más común de DE es el daño a los nervios, arterias, músculos lisos y tejidos fibrosos, a menudo como resultado de una enfermedad. Donde Comprar Viagra generico con seguridad.

  13. Es de utilización en los hombres que pueden iniciar la erección pero no mantenerla. Esto incluye varias preguntas para saber desde cuándo y bajo qué circunstancias experimenta signos de Disfunción Eréctil. Elegir un tratamiento de DE es una decisión personal. Donde Comprar Levitra en valencia. Acupuntura: Otro tratamiento alternativo para curar la impotencia es la acupuntura, una práctica oriental que se basa en la aplicación de pequeñas agujas donde se encuentran las terminaciones nerviosas, la acupuntura se utiliza para tratar muchas afecciones incluyendo la disfuncion eretil.

  14. They also sell cialis in a variety of presentations such as soft tablet, for men who have a difficult time swallowing pills, and in regular tablets which come in a variety of dosages.

Leave a Reply

Your email address will not be published.