Asal – Usil (“Asal-Usil” ini merupakan usilan / sorotan atas artikel “Seks di Barat”)

Dalam masyarakat neoliberal — seperti di Barat — cinta cenderung disamakan semacam libido atau suatu intensitas metabolis yang mendesak dari naluri seksual. Pandangan ini cenderung menganggap bahwa cinta sebagai sesuatu yang tak dapat disublimasikan dalam istilah-istilah ke-Ilahi-an. Dengan kata lain, mereka memperlakukan cinta seakan-akan tidak memiliki asal-usul spiritual, juga tidak memiliki kualitas dan tujuan kemanusiaan hakiki.

Dari cara pandang seperti ini tidak heran bila ungkapan atau pembuktian cinta selalu dilakukan melalui kontak seksual (bebas), tak perduli dengan akibat-akibat fisik [seperti: penyakit kelamin, hepatitis, dan kanker leher rahim (yang dipicu oleh human papilloma virus / HPV, yang menginfeksi selaput lendir leher rahim)], psikologis atau spiritual yang ditimbulkannya.

Betrand Russel, seorang filsuf, mengatakan bahwa hilangnya keperawanan bisa saja diakibatkan oleh tindakan sukarela (suka sama suka) dari dua insan. Jika kejadian tersebut dianggap sebagai tindakan pelanggaran kesucian seorang perawan, maka haruslah ada pembuktian adanya perkosaan sebelum tindakan tersebut dikutuk.

Karena mereka memanifestasikan cinta secara kehewan-hewanan, maka ukuran ketertarikan lebih kepada bentuk fisik. Maka tak heran bila seorang laki-laki, misalnya, dalam waktu serentak bisa mencintai (?) segerombolan perempuan; dan sebaliknya. Tentu saja, cinta seperti itu adalah “cinta semu” (gombal).

***

DAPAT dipastikan, setiap pelaku free sex — yakni salah satu hasil liberalisme di bidang kebudayaan — tidak akan bisa menjaga auratnya. Padahal menjaga aurat sangat dianjurkan oleh agama, demi kemanfaatan manusia itu sendiri.

Suatu ketika, Rasulullah Muhammad Shalallahu  alaihi  wa  âlihi  wassalam (Saww) ditanya oleh seorang laki-laki, “Wahai Rasulullah, apa yang seharusnya kami lakukan dan apa yang harus kami jauhi dari masalah aurat?” Rasulullah Saww kemudian menjawab, “Peliharalah auratmu kecuali kepada isteri-isteri dan para hamba sahaja yang ada dalam pemeliharaanmu.”

Berdasarkan asal katanya, “aurat” berarti “cela” atau “aib”, atau juga kekurangan pada diri manusia yang perlu dijaga serta disembunyikan agar tidak sampai terlihat oleh orang lain.

Terkait dengan ini, muncul pertanyaan, adakah jaminan bahwa para pelaku free sex itu tidak saling membeberkan aib pasangannya, terutama ketika ia merasa cemburu karena pasangannya tidak setia lagi mencitainya? Bukankah — dengan begitu — mereka akan dihinggapi rasa cemas, apalagi jika ia (atau keluarganya) memiliki status sosial tertentu? Bukankah kecemasan yang ditumpuk-tumpuk bisa melahirkan rasa cemas berlebihan (excessive fear) yang mengakibatkan penderitanya takut luar biasa (panik)?

“Dicintai secara mendalam oleh seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang secara mendalam memberimu keberanian,” begitu kata Lao Tze (filsuf Tiongkok yang hidup sekitar abad ke-6 SM). Memang betul, hilangnya rasa cinta dari seseorang akan mengakibatkan kelemahan atau kecemasan; meski — sesungguhnya — cinta sejati hanya layak ditujukan kepada Yang Maha Dicintai (Maha Pecinta), yakni Allah SWT.

Jadi, bisa saja, gangguan jiwa masyarakat perkotaan yang permisif juga disebabkan karena seks bebas. Lalu bagaimana nalarnya, masyarakat yang menderita gangguan jiwa seperti itu bisa melakukan aneka kegiatan produktif sesuai dengan tuntutan masyarakat modern?

 ***

BEBERAPA ahli berpendapat bahwa perempuan rentan terhadap gangguan kecemasan karena dalam tubuhnya lebih banyak terjadi proses hormonal. Perempuan mengalami menstruasi, kesiapan reproduksi, hingga minum pil kontrasepsi. Pendapat ini tidak perlu dituding diskriminatif (bias jender).

Untuk mengatasi kecemasan, para pakar menyarankan — antara lain — agar kelebihan adrenalin dihilangkan (dengan berjalan sebentar atau lari-lari di tempat), mengubah suara (karena rendah dan lembutnya nada suara dapat menimbulkan kesan terjaganya emosi), dan mengubah ekspresi wajah (dengan melembutkan urat dahi dan mencoba tersenyum).

“Perhitungankanlah ucapan dan pekerjaan kalian serta batasilah pembicaraan kecuali mengenai kebaikan.”
[Imam Ali  karamallahu  wajhah (kw)]

“Lidah orang berakal berada di belakang hatinya, dan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.”
(Imam Ali  kw)

“Menjaga air-muka adalah hiasan bagi orang yang miskin (menderita — Forum SPTN / BUTONet 2), sebagaimana
syukur adalah hiasan bagi orang kaya.” (Imam Ali  kw)

 ***

NAMUN, apa pun metode penanggulangannya, cara efektif untuk menghilangkan kecemasan akibat praktik free sex adalah dengan menghentikan perbuatan tercela itu atau sama sekali tidak mencoba melakukannya.

Memang betul agama memberikan solusi bahwa untuk mengatasi segala penyakit hati (baca: “penyakit qalbu”) — termasuk kecemasan — diperlukan dzikryang bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (ala bi dzikrillah tatma’inal qulub). Tapi, bukankah konyol sekali  jika ada orang yang melakukan percabulan sambil melafadzkan dzikr?

Singkatnya, free sex bisa melahirkan sejumlah kecemasan. Bagi perempuan dewasa yang belum menopause, yang mempraktikkan free sex, kecemasannya bisa menghambat menstruasi; dan — secara medis — ini dapat menimbulkan kanker indung telur. Nah, bukankah dengan begitu semakin memperparah kecemasan?

Sementara itu, praktik  free sex di kalangan remaja telah banyak memunculkan praktik aborsi, kendati telah digalakkan penggunaan alat-alat kontrasepsi.

Para pembela praktik aborsi kadang mengemukakan argumen: Jika para pengkritik aborsi sangat menghargai nasib janin yang berpotensial menjadi manusia, mengapa mereka tidak menghargai hak-hak perempuan yang memilih untuk melakukan aborsi, yang nyata-nyata telah menjadi manusia? Bukankah tidak semua Gereja Katolik melontarkan hujatan atas aborsi?

Memang, ini merupakan konsekuensi logis (?) dari perjuangan hak perempuan untuk menentukan hak atas alat reproduksi atau otonomi tubuhnya (pro-choice), meski telah menimbulkan penentangan dari kelompok yang sangat membela hak hidup janin (pro-life).

Tapi, ingat, bukankah dengan praktik aborsi akan membahayakan si pelaku dari segi fisik (mulai dari pendarahan sampai kematian) maupun psikologis? Untuk Indonesia saja, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 1,5 juta abortus per tahun dan 2.500 di antaranya berakhir dengan kematian. Tetapi, menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Khofifah Indar Parawansa (2001), ada 2,25 juta perempuan yang melakukan aborsi, dan sekitar 900.000 di antaranya adalah kalangan remaja yang belum menikah.

Jika Liberal Catholic Church di Belanda tidak mengecam praktik aborsi, bagaimana pula dengan pandangan kelompok-kelompok pendukung liberalisme di Indonesia?

Kendati dewasa ini (1997) telah ditemukan obat aborsi (mifepristone) yang dapat memicu kontraksi kandung peranakan, namun bisakah keamanannya dipertanggungjawabkan? Masalahnya, berbagai penemuan tidak lepas dari unsur spekulatif, yang dalam bahasa agama disebut mengundi nasib (judi) atau tebak-tebakan. Domba Dolly, misalnya. Pada awalnya diklaim sebagai keberhasilan teknologi kloning (kloning Dolly ditemukan pada tahun 1996 oleh Dr Ian Wilmut, pakar embrio dari Instutut Roslin, Edinburg, Skotlandia). Penelitian selanjutnya membuktikan, ia sangat rentan terhadap penyakit, yang mengakibatkannya mati setelah beberapa tahun kemudian. Tentu saja, manusia tidak pantas diproyekkan seperti domba Dolly itu.

***

MUNGKIN saja dalam membela perilaku negatifnya, para penikmat “seks bebas” akan mengemukakan suatu hasil penelitian (2002) bahwa hubungan seks bisa membuat perempuan bersikap terbuka, bersahabat, komunikatif, dan rileks. Dan juga senyum akan selalu menghiasi bibir mereka, selain tidak ada sikap dingin dan kaku pada diri mereka. “Bukankah dengan keriangan (keceriaan) itu akan memicu peningkatan kapasitas produksi zat neuropeptida yang efektif memperkuat daya tahan tubuh terhadap gangguan badaniah?” begitu kira-kira mereka berapologi.

Namun, dapat dipastikan, hubungan seks yang nikmat tersebut hanya harus berlangsung antara pasangan suami-isteri. Dari berbagai data yang diungkap para konsultan seksologi tampak bahwa perselingkuhan mudah mengakibatkan gangguan kejiwaan. Dalam kasus seperti itu, hubungan suami-isteri biasanya menjadi “dingin”. Maka, untuk mengatasi hubungan yang “dingin” itu sering kali dilakukan fantasi seks (farafiliak), terutama ketika melaksanakan foreplay, yakni pemanasan sebelum berhubungan seks, untuk mencapai orgasme.

Meski farafiliak dapat dianggap sebagai salah satu bentuk penyimpangan seks (dari sudut pandang agama), namun penderitanya cenderung tidak menganggap dirinya sakit (jiwa). Mereka baru mendapat terapi para ahli kesehatan jiwa tatkala perilakunya menimbulkan konflik dalam keluarga atau masyarakat luas.

Anehnya, ada konsultan seksologi yang mengadviskan perlunya fantasi seks, padahal dari sudut pandang agama hal itu tidak dibenarkan. Setidaknya telah terjadi zinah dalam tataran pemikiran (khayali).

***

TIDAK jarang hubungan “dingin” suami-isteri sebagai akibat dari perselingkuhan akan menyebabkan perceraian yang kemungkinan memicu depresi klinis yang muncul dalam bentuk seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan arthitis. Dalam hubungan ini patut pula diteliti adakah korelasi antara aneka penyakit klinis yang diidap oleh anak-anak muda dengan “putus cinta” (broken love).

Menarik dikemukakan hasil penelitian yang dilakukan (terhadap sekelompok perempuan) oleh Dr Karen A Matthews — dan koleganya — dari University of Pittsburg (1998), bahwa terdapat hubungan antara penebalan arteri karotid dengan sifat-sifat pendengki (hostile), suka menahan (beda dengan mengendalikan) kemarahan (hold in their anger), bahkan juga merasa malu di depan umum (feel self conscious in public).

Sebagaimana diketahui sifat-sifat ini erat kaitannya dengan pribadi-pribadi yang menderita “ broken love” atau “broken home”. Ini belum lagi dirinci dari dampak negatif lainnya akibat hubungan seks bebas, misalnya tertularnya penyakit gonorrhea (yang bisa mengakibatkan keguguran), hepatitis, dan HIV / AIDS; juga terjadinya infertilitas. Atau dalam tataran yang paling sederhana, suatu penelitian (2002) yang dilakukan oleh Julia Hippiley Cox (University of Nottingham, Inggris Tengah) menemukan bahwa jika salah satu pasangan menderita asma, depresi, radang dinding lambung, tekanan darah atau kadar kolesterol tinggi, maka pasangannya cenderung menderita penyakit yang sama.

Berarti, jika seseorang menjalin hubungan mesra dengan sepuluh orang, misalnya, dalam kurun waktu yang bersamaan, maka terdapat sepuluh kali kemungkinan peluang tertular penyakit-penyakit yang diidap oleh para teman intimnya itu.

Maka, tidak ada cara yang paling aman selain hanya berhubungan seks dengan pasangan hasil pernikahan yang sah.

Isteri-isterimu adalah (bagaikan) tanah tempat kamu bercocok tanam,
maka datangilah tanah tempat bercocok- tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki
.”
[Al-Qur’an Surah (QS) 2: 223]

Bercocok tanam tidak hanya memerlukan ilmu dan teknologi tertentu, tapi juga harus memerhatikan di mana benih harus ditebarkan. Artinya, adalah tidak etis jika menebarkan benih (menanam tanaman) di tanah orang lain, apalagi jika tanah tersebut belum layak ditanami.

 ***

MEREBAKNYA  free sex  semakin diperparah dengan dijadikannya perempuan sebagai obyek atau komoditas di internet atau VCD porno. Melalui produk-produk teknologi seperti itu, para kapitalis memanipulasi kesadaran manusia dengan janji-janji untuk kebahagiaan, kemurnian, kebijakan, kesempurnaan, atau keabadian mereka (manusia). Pertanyaannya, adakah strategi kebudayaan untuk menangkal invasi para kapitalis itu?

 ***

MEMANG, free sex seakan-akan merupakan persoalan personal. Tapi, jika kita mempertimbangkan dampak negatif dari penyakit-penyakit yang diakibatkannya — seperti telah dipaparkan di atas — maka ceritanya menjadi lain. Untuk aborsi saja, telah mengakibatkan peningkatan angka kematian Ibu melahirkan yang kemudian mengakibatkan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index / HDI) suatu bangsa.

Jadi, persoalannya bukan lagi sebatas wilayah personal, tapi sudah melebar kepada persoalan atau dimensi sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama pada suatu bangsa. Dari sini terbukti bahwa  free sex  telah melanggar hak-hak asasi (kesehatan, psikologis, dan spiritual) manusia, bahkan masyarakat. Di sinilah naifnya liberalisme itu.

 ***

KENDATI kita menolak free sex, bukan berarti kita harus membunuh naluri seksual. Bagaimanapun — berdasarkan wataknya — naluri seksual merupakan naluri istimewa yang dianugrahkan oleh Allah SWT, sehingga harus dipelihara serta dikelola dengan baik, bukan mengeksploitasinya secara liar.

Seorang sahabat Rasulullah Saww, Usman ibn Mazh’un, mengabdikan dirinya semata-mata kepada pemujaan kepada Allah, sehingga praktis ia berpuasa setiap hari, dan bangun di malam hari untuk menunaikan shalat malam. Istrinya melaporkan hal itu kepada Rasulullah Saww. Nabi bergegas mendatangi Usman, lalu berkata:Wahai Usman! Ketahuilah, bahwa Allah tidak mengutus aku untuk menganjurkan hidup kebiaraan. Syari’atku mendorong dan mempermudah pemenuhan kehidupan manusia yang alami. Aku mengerjakan shalat, berpuasa, dan melakukan hubungan suami-isteri. Oleh karenanya, mengkuti aku dalam Islam berarti menyesuaikan diri dengan sunnah-sunnah yang kutetapkan, yang mencakup tuntunan bahwa laki-laki dan perempuan harus menikah dan hidup berkasih sayang secara harmonis.

Dalam kasus tersebut memang Usman ibn Mazh’un dengan disiplin menunaikan ibadah ritual. Tapi, sayang ia terperangkap dalam sifatnya yang egois, sehingga melanggar hak asasi isterinya.

***

DALAM bukunya, Sexual Ethics in Islam and in the Western World, Ayatullah Murtadha Mutahhari menulis: “Prinsip kebebasan (seks — Forum SPTN / BUTONet 2) individu merupakan dasar dari realisasi sosiologi hak-hak manusia, sehingga mengandung implikasi-implikasi sosial. Pandangan bahwa kebebasan pribadi seorang individu — yang dilahirkan dalam keadaan bebas (dengan membawa hasrat-hasrat dan kehendak-kehendak diri) — harus dihormati selama ia menghormati hak-hak orang lain, dapat dipandang sebagai pandangan yang menyesatkan. Karena — terlepas dari kebutuhan untuk menjauhkan konflik-konflik antara pribadi — adalah perlu sekali bagi setiap masyarakat untuk mengakui bahwa kepentingan-kepentingan yang lebih tinggi dan lebih besar dari seseorang haruslah (dengan sadar) membatasi kebebasan-kebebasan individualnya.”

Mutahhari kemudian mengajukan skenario yang diberikan oleh Betrand Russel tentang bagaimana moralitas individu dapat dipandang dalam konteks sosial:Misalkan Tuan A hendak berbuat sesuatu yang berguna untuk dirinya, tetapi merugikan tetangganya. Lalu ia melaksanakan maksudnya itu, dan menimbulkan gangguan terhadap para tetangganya. Para tetangganya itu kemudian membuat keputusan yang maksudnya:Kita tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat disalahkan olehnya’. Jelas, situasi seperti ini memiliki implikasi sosial.”

Menurut Mutahhari, dalam kasus di atas, Russel menekankan penilaian penalaran dan intelektual, dan bahwa moralitas mengandung pengertian tentang perlunya mengharmoniskan aspek-aspek pribadi dan sosial dari perilaku invidu. Demikian ulasan kami, semoga bermanfaat. [**]

___________________________

“Asal-Usil” ini dikerjakan oleh La Ode Zulfikar Toresano  (Aba Zul), Koordinator Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional (Forum SPTN).

Pernah dimuat dalam  Jurnal ISLAM LiBeRaL?  edisi  Juni 2004.

Facebook Comments

You May Also Like

81 thoughts on “Asal – Usil (“Asal-Usil” ini merupakan usilan / sorotan atas artikel “Seks di Barat”)

  1. “Hey there, You’ve done a fantastic job. I’ll definitely digg it and personally recommend to my friends. I’m sure they’ll be benefited from this website.”

  2. I like the valuable information you provide in your articles.

    I’ll bookmark your blog and check again here regularly.
    I’m quite sure I will learn many new stuff right here! Best of luck for the next!

  3. You actually make it seem so easy along with your presentation however I find this topic to be actually
    one thing which I feel I might never understand. It sort
    of feels too complex and very vast for me. I am taking a look forward to your next post, I will attempt to get the cling of it!

  4. What i don’t understood is in truth how you’re no longer actually a lot more smartly-liked than you might be right
    now. You are so intelligent. You already know therefore
    significantly on the subject of this topic, made me in my view believe it from a
    lot of varied angles. Its like men and women aren’t involved until it’s one thing to
    do with Woman gaga! Your own stuffs excellent. At all times
    maintain it up!

  5. My brother recommended I might like this web site. He was totally right.

    This submit actually made my day. You can not imagine
    simply how so much time I had spent for this information! Thank you!

  6. Thanks , I have recently been searching for info about this subject for ages and
    yours is the greatest I’ve discovered so far.
    However, what concerning the bottom line? Are you
    positive about the source?

  7. Does your blog have a contact page? I’m having problems locating it but,
    I’d like to shoot you an e-mail. I’ve got some recommendations for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great site and I look forward to seeing it improve over time.

  8. Right here is the right web site for anybody who really wants to find out about this topic.
    You know a whole lot its almost tough to
    argue with you (not that I personally will need to…HaHa).
    You certainly put a brand new spin on a topic that has been written about for years.
    Excellent stuff, just great!

  9. whoah this weblog is excellent i love studying your articles.
    Stay up the good work! You recognize, many individuals
    are hunting round for this information, you can aid them greatly.

  10. Hey! I know this is kind of off-topic however I had to ask.
    Does building a well-established website like yours take a massive amount work?
    I’m completely new to blogging however I do
    write in my diary every day. I’d like to start a blog
    so I can share my experience and thoughts online.
    Please let me know if you have any recommendations or tips for new aspiring bloggers.
    Thankyou!

  11. Hi! I could have sworn I’ve been to this site
    before but after going through some of the posts I realized it’s new
    to me. Anyways, I’m certainly delighted I came across it
    and I’ll be book-marking it and checking back
    regularly!

  12. Howdy! I know this is kind of off topic but I was wondering if you knew where I could
    locate a captcha plugin for my comment form?
    I’m using the same blog platform as yours and I’m having problems finding one?
    Thanks a lot!

  13. My brother recommended I might like this blog. He was totally
    right. This post truly made my day. You cann’t imagine
    just how much time I had spent for this information! Thanks!

  14. It is the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve read this post and if I could I wish to suggest you some interesting things or advice.
    Perhaps you could write next articles referring to this article.
    I wish to read even more things about it!

  15. I don’t know whether it’s just me or if perhaps everybody else experiencing problems with your site.

    It appears like some of the written text in your content are running off the screen.
    Can somebody else please comment and let me know if this is happening to them as well?

    This might be a issue with my web browser because I’ve had this happen before.

    Cheers

  16. Working Auto Liker, ZFN Liker, autoliker, Photo Auto Liker, Autoliker, Autolike International, Autoliker, Autolike, Auto Liker, Photo Liker, Status Auto Liker, autolike, Increase Likes, auto liker, Status Liker, auto like, Auto Like

  17. I like what you guys are up too. This sort of clever work and coverage!
    Keep up the excellent works guys I’ve incorporated you guys to my own blogroll.

  18. Hello there! I could have sworn I’ve been to this blog before
    but after going through many of the articles
    I realized it’s new to me. Nonetheless, I’m definitely pleased
    I came across it and I’ll be bookmarking it
    and checking back often!

  19. If some one desires to be updated with hottest technologies therefore
    he must be go to see this site and be up
    to date all the time. pof natalielise

  20. Hi there just wanted to give you a brief heads up and let you know a
    few of the images aren’t loading properly. I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different web browsers and both show the same outcome.

  21. Thanks for ones marvelous posting! I actually enjoyed reading it, you can be a great author.I will
    be sure to bookmark your blog and will often come back later on. I want to encourage yourself to continue your great job, have a
    nice weekend!

  22. Hello, I think your blog might be having browser compatibility issues.
    When I look at your website in Firefox, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up! Other then that,
    fantastic blog!

  23. Além disso, o tabagismo é outra das principais causas da impotência sexual, pois o cigarro reduz o fluxo de sangue no órgão sexual, podendo dificultar a ereção ou impedi-la completamente. Cuando hay un orgasmo o cuando el estímulo para la erección acaba, el cuerpo cavernoso se vacía, el pene vuelve a quedar flácido.

  24. You really make it seem really easy along with your presentation however
    I to find this matter to be really one thing that I believe I
    would by no means understand. It seems too
    complicated and very wide for me. I’m taking a look forward to your subsequent post, I will try to get the
    hold of it!

  25. La andropausia es la perdida paulatina de vitalidad y respuesta sexual del hombre acorde con el paso del tiempo. Cuando el cerebro está lidiando con el estrés, se vuelve mucho más difícil permanecer enfocado en las relaciones sexuales.

  26. Unquestionably believe that which you said. Your favorite reason seemed to be on the web the simplest thing
    to be aware of. I say to you, I definitely get irked while people consider worries that they plainly do
    not know about. You managed to hit the nail upon the
    top and also defined out the whole thing without having side-effects
    , people can take a signal. Will probably be back to
    get more. Thanks

  27. Thanks for the good writeup. It in fact was once a leisure account
    it. Look complex to far brought agreeable from you!
    However, how can we keep in touch?

  28. After looking at a handful of the blog posts on your web
    site, I really like your way of writing a blog. I saved
    it to my bookmark webpage list and will be checking back soon. Take a
    look at my website as well and tell me your opinion.

  29. Does your website have a contact page? I’m having trouble locating it but, I’d like to shoot you an e-mail.
    I’ve got some recommendations for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great website and I look forward to seeing it develop over
    time.

  30. Howdy just wanted to give you a brief heads up and let you
    know a few of the images aren’t loading correctly. I’m
    not sure why but I think its a linking issue. I’ve tried it in two
    different browsers and both show the same outcome.

  31. My programmer is trying to persuade me to move to .net from
    PHP. I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on numerous websites for about a year and am concerned about switching to another platform.
    I have heard very good things about blogengine.net.

    Is there a way I can transfer all my wordpress content into it?
    Any help would be greatly appreciated!

  32. Alopecia areata has been compared by some to vitiligo, an autoimmune skin disease where the body attacks melanin-producing cells, leading to white patches. Unlike alopecia areata patches, which are perfectly smooth, hair patches in trichotillomania show broken-off hairs.

  33. Excellent blog right here! Also your website lots up very fast!
    What host are you the use of? Can I get your affiliate
    hyperlink for your host? I want my site loaded up as quickly as yours lol

  34. Podemos encontrar, incluso, productos “piratas” que se ofrecen como auténticos y pueden ser letales, como llegan a ser los originales que se autoadministran sin conocer los efectos secundarios. Comprar cialis super active..

  35. Pero ¿qué pasa con los hombres jóvenes y sanos? Este dispositivo llena el pene de sangre al ejercer un ligero efecto de vacío. Le harán preguntas sobre su deseo sexual (libido), su capacidad para lograr y mantener una erección, su capacidad para alcanzar el orgasmo, su nivel de satisfacción con las relaciones sexuales, así como su satisfacción sexual en general.

  36. Your doctor may point out ‘risk factors’ that can be changed or improved. If you have symptoms like needing to pee more often, your doctor may also need to examine your prostate. The Massachusetts Male Aging Study reported a prevalence of 52%. 2 The study demonstrated that ED is increasingly prevalent with age: approximately 40% of men are affected at age 40 and nearly 70% of men are affected at age 70. These could stem from relationship conflicts, life’s stressors, depression or anxiety from past problems with ED (performance anxiety). http://buycialis.online/blog/know-the-basics-of-cialis-before-you-start-taking-this-ed-drug.html

  37. All of these medicines work by relaxing smooth muscles and increasing blood flow in the penis during sexual stimulation. You should not take any of these medicines to treat ED if you are taking nitrates to treat a heart condition. Nitrates widen and relax your blood vessels. Buy cialis online uk. The combination can lead to a sudden drop in blood pressure, which may cause you to become faint or dizzy, or fall, leading to possible injuries. Also talk to your health care professional if you are taking alpha-blockers to treat prostate enlargement. The combination of alpha-blockers and ED medicines also could cause a sudden drop in blood pressure.

  38. Una vez que haya hablado con su pareja sobre sus problemas, es posible que desee considerar ir un paso más allá con la terapia psicosexual. A veces, la disfunción eréctil se debe a una combinación de cuestiones físicas y psicológicas. La DE es tratable a cualquier edad, y el conocimiento de este hecho ha ido creciendo. Intente inhalar lenta y profundamente durante un conteo de 5 y luego contenga la respiración durante 5 segundos antes de exhalar lentamente durante otro conteo de 5. La excitación sexual masculina es un proceso complejo que involucra al cerebro, las hormonas, las emociones, los nervios, los músculos y los vasos sanguíneos. https://comprarlevitra.com/

  39. Comprar Viagra generico preГ§o. Sin embargo, debe saber que resolver la impotencia psicológica puede no ser tan simple como tomar Viagra (citrato de sildenafil). Fármacos: Los fármacos indicados como tratamiento para la disfuncion erectil tienen el accionar del conocido viagra y se toman en el momento del coito para poder conseguir una erección. Un estudio publicado en una edición de 1998 de Psychosomatic Medicine muestra un vínculo claro entre la depresión y la disfunción eréctil en los hombres.

  40. disfuncion erectil falta de deseo. Una erección reflexiva se debe a la estimulación física, mientras que una erección psicógena se desencadena por imágenes visuales o mentales. disfuncion erectil guia de practica clinica. Además de estas pruebas de laboratorio, su médico también puede pedirle que complete un autoinforme para evaluar su nivel de función sexual.

  41. The Tadalafil becomes attached to the PDE5. This means that blood is allowed to have increased circulation and a man who takes a Cialis will discover that there is plenty of blood to create an erection. The binding mechanism of action with Tadalafil is highly effective, working in approximately four out of five men with erectile dysfunction or impotence.

Leave a Reply

Your email address will not be published.