Askar Wataniah dan Peluang Kerjasama Indonesia-Malaysia

Ahttp//www.eleyyusnita.wordpress.comgaknya pernyataan yang dikeluarkan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) bahwa warga negara Indonesia di perbatasan wilayah Kalbar tidak ada yang direkrut menjadi paramiliter Askar Wataniah bentukan Malaysia (Kompas, 16 / 2 / 2008) dapat dianggap sebagai bantahan atas pemberitaan gencar media massa nasional beberapa hari terakhir ini.

Kita tidak tahu apakah itu juga merupakan respons dari apa yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI (Tentara Nasional Indonesia) Agustadi Sasongko Purnomo, tanggal 11 Februari (2008) lalu, yang menyebutkan bahwa Malaysia merekrut pemuda-pemuda Indonesia bergabung dalam pasukan paramiliter yang dinamakan  “Askar Wataniah”.

Atas dasar itu bukankah naif sekali penilaian peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti bahwa tidak masuk akal dan absurd jika Malaysia berani mengambil risiko merekrut warga negara Indonesia (WNI) sebagai Askar Wataniah karena baik Indonesia maupun Malaysia sesama anggota ASEAN tengah membangun sebuah komunitas keamanan (security community) bersama, apalagi kedua negara juga punya komite khusus (General Border Committee), yang rutin membahas persoalan perbatasan kedua negara. Ikrar juga meyakini masyarakat Indonesia di daerah-daerah perbatasan tidak akan kehilangan rasa nasionalisme mereka walau kondisi perekonomian mereka pas-pasan, serba kekurangan. Apalagi mengingat kawasan perbatasan kedua negara, seperti Kalimantan, bukanlah daerah konflik atau rawan gerakan separatisme (Kompas15 / 2 / 2008).

***

TENTU saja ceroboh sekali dan tidak taktis jika Malaysia langsung merekrut WNI sebagai Askar Wataniah. Apalagi tindakan demikian tidak memiliki legitimasi yuridis yang terkait dengan hubungan kedua negara. Artinya, jika memang Malaysia sungguh-sungguh hendak menjadikan WNI (rakyat Indonesia) sebagai bagian dari program perekrutan paramiliter mereka, pastilah akan dilakukan dengan menerapkan kaidah-kaidah strategi-taktik dalam kerangka yuridis formal yang diakui keabsahannya oleh kedua negara.

Dalam hubungan itu kemungkinan langkah taktis (strategis) yang diambil adalah dengan memanfaatkan peluang atau kondisi obyektif — namun memiliki keabsahan yuridis — yang tersedia. Ini juga akan mengesankan Malaysia tidak berambisi menerapkan program perekrutan paramiliter (Askar Wataniah) yang personelnya berasal dari rakyat Indonesia.

Asumsi saya ini sangat beralasan, setidaknya mendapatkan rujukan dari pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah / Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi bahwa kalaupun ada (WNI yang direkrut menjadi paramiliter Askar Wataniah), mereka sudah beralih kewarganegaraan Malaysia (Kompas, 16 / 2 / 2008).

Panglima Komando Daerah Militer VI Tanjungpura Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suhartono Suratman juga berpendapat, “Mungkin yang menjadi anggota Askar Wataniah adalah mantan WNI yang mendapatkan kewarganegaraan Malaysia. Dengan demikian, hak dan kewajiban mereka akan mengikuti aturan Malaysia, misalnya memperkuat militer dengan menjadi Askar Wataniah.” (Kompas, 15 / 2 / 2008).

Empat Kondisi Obyektif

Atas dasar apa yang dikemukakan di atas kita dapatkan kesimpulan awal, setidaknya ada empat kondisi obyektif yang dengan cerdas dan strategis dimanfaatkan Malaysia. Pertama, kenyataan konkret bahwa daerah teritorial Indonesia yang berada pada batas perbatasan (border line) masih sangat terbelakang dan masyarakatnya hidup dalam lilitan kemiskinan. Realitas obyektif ini secara tangkas dijawab Malaysia dengan membangun infrastruktur jalan raya — dan sebagainya — di sepanjang daerah perbatasan (Kalimantan) yang membentang sekitar 2.400 km seraya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi pada sejumlah daerah mereka yang berada pada batas negara.

Kedua, dengan mengikuti hukum alam (sunnatullah), “ada gula, ada semut”, praktis masyarakat kita yang tinggal di daerah-daerah perbatasan itu banyak yang kemudian mencari nafkah di Malaysia. Bahkan mereka menggunakan dua macam mata uang, ringgit Malaysia dan rupiah, dalam kegiatan perekonomian sehari-hari.

Ketiga, atas dasar pertimbangan efektifitas, efisiensi, bahkan kenyamanan hidup, masyarakat kita yang melakukan kegiatan ekonomi di Malaysia kemudian akan lebih cenderung menetap di sana yang akhirnya mendorong mereka untuk beralih kewarganegaraan, dari WNI menjadi warga negara Malaysia. Pilihan ini, tentu saja, semakin menguat bila masyarakat kita (baca: WNI laki-laki) menikah dengan warga setempat (Malaysia).

Keempat, dengan dibukanya peluang-peluang kerja dan profesi baru bagi seluruh warga negara Malaysia — tanpa memperdulikan latar belakang mereka (meski tadinya di antara mereka ada yang WNI) — maka dapat ditebak bahwa masyarakat kita yang telah beralih kewarganegaraan itu akan memilih jenis-jenis pekerjaan atau profesi yang menarik dan dapat melindungi keberadaan mereka. Salah satu profesi menarik yang ditawarkan pemerintah Malaysia adalah menjadi anggota “Askar Wataniah”. Betapa tidak, hanya dengan melakukan latihan 12 jam per hari, setiap anggota akan menerima 48-68 ringgit Malaysia (ada juga yang mengatakan Rp 3 juta per bulan). Itu berarti tanpa harus agresif melakukan perekrutan, calon anggota Askar Wataniah akan terekrut dengan sendirinya. Dengan begitu, adakah celah untuk mempersalahkan pemerintah Malaysia terkait dengan pola perekrutan anggota Askar Wataniah itu?

***

YANG  jelas, kita patut bertanya, mengapa isu Askar Wataniah ini baru mencuat sekarang, menjelang kuatnya isu tentang rencana pemotongan anggaran pertahanan TNI (Tentara Nasional Indonesia) sebesar 15 persen (dari total pagu anggaran bidang pertahanan tahun 2008 sebesar Rp 36,39 triliun), padahal Askar Wataniah itu — menurut keterangan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Kolonel Ramli — sudah ada sejak Malaysia diduduki Jepang pada Perang Dunia II, dan ia diakui pada 1 Juni 1958 (Kompas, 20 / 2 / 2008).  Masak  sih  intelijen kita tidak memiliki informasi tentang hal itu?

Potensi Ancaman

Dengan alur skenario seperti dipaparkan di atas, persoalan yang kemudian muncul, apakah masih relefan kita mempertanyakan kadar semangat nasionalisme (Indonesia) masyarakat Indonesia yang telah menjadi anggota Askar Wataniah itu? Bukankah mereka telah diikat oleh hak dan kewajiban sebagai warga negara Malaysia, apalagi sebagai bagian dari kesatuan bela negara (Malaysia)?  Kemudian, bila di antara mereka ada yang Muslim, bukankah ajaran Islam sangat menjunjung tinggi komitmen terhadap perjanjian (sebagai anggota Askar Wataniah) yang telah disepakati? Kalau sudah begitu, bagaimana menempatkan kesetiaan terhadap negara asal (Republik Indonesia) di satu pihak (baca: “nasionalisme”) dan loyalitas terhadap perjanjian sebagai warga negara Malaysia (anggota Askar Wataniah) yang Muslim di pihak lain?

***

BILA dilihat dari sudut pandang kita (inward looking), agaknya kita cukup melokalisir pengamatan pada akar persoalan utama yang melahirkan geger tentang Askar Wataniah itu, yakni rendahnya kesejahteraan masyarakat kita yang tinggal di daerah-daerah perbatasan. Dengan begitu, sebagai langkah awal, kita cukup meningkatkan kesejahteraan mereka, antara lain dengan membangun infrastruktur di sana.

Oleh karenanya, mulai sekarang pemerintah perlu merubah pola pembangunan yang tadinya dimulai dari Pusat (Jakarta) ke Daerah menjadi dari Daerah Terluar (seharusnya dirubah sebutannya: “Daerah Terdepan”) ke Pusat sehingga akan dapat diserap banyak tenaga kerja dengan pendapatan yang kompetitif, di samping akan terjadi penguatan Otonomi Daerah. Dengan kata lain, pemerintah jangan lagi melulu mengandalkan pendekatan keamanan (security approach), tetapi lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach). Tentu saja ini harus diberlakukan bagi semua daerah (di seluruh Nusantara atah Tanah Air) yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, bukan hanya yang berada di Kalimantan.

Sementara itu, dari perspektif outward looking, layakkah kita mempersoalkan agenda terselubung (hidden agenda) tertentu dari pihak Malaysia di balik proyek besar perekrutan anggota Askar Wathoniah itu? Bagi yang menganggapnya layak, segera saja terlintas dalam benak mereka perihal skenario ekspansionistik Malaysia atas Indonesia. Beberapa argumen penguat segera disodorkan oleh mereka antara lain: (a) Realitas sejarah menunjukkan bahwa di tahun 1960-an (di era pemerintahan Bung Karno) Malaysia pernah diduga terjebak dalam agenda imperialis bin kolonialis, dan di era reformasi kini pun mereka juga mencaplok Pulau Sipadan dan Ligitan yang secara historis kita anggap merupakan bagian dari wilayah Indonesia; (b) Jumlah personel Askar Wathoniah — yang berlatih dengan persenjataan modern — saat ini mencapai 45.000, dan diproyeksikan menjadi 80.000 personel pada tahun 2020 nanti (sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, yang kami kutib dari Harian Kompas, 15 / 2 / 2008); (c) Anggaran pertahanan Republik Indonesia (RI) jauh kurang kompatibel dibandingkan Malaysia, dan bahwa ketersediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kita pun sangat ketinggalan jauh dari negara jiran itu; dan (d) Seringnya Malaysia melakukan tindakan-tindakan provokatif, di antaranya sejumlah klaim atas hak cipta produk-produk budaya dan kesenian Indonesia, terus bergesernya tiang-tiang patok perbatasan negara (di Kalimantan) ke arah wilayah RI, terus dilakukannya pembalakan liar (illegal logging) di hutan Kalimantan yang melibatkan helikopter-helikopter besar Malaysia (Kompas, 12 / 2 / 2008), dan juga belum adanya jaminan penghentian manuver Angkatan Laut Malaysia khususnya di sekitar perairan Pulau Ambalat. Dan satu hal lagi, meskipun secara yuridis formal pola perekrutan anggota Askar Wataniah itu cukup absah, namun etiskah bila Malaysia seenaknya menebarkan potensi konflik dan rasa saling mewaspadai di antara TNI (dan juga rakyat Indonesia) dengan personil-personil Askar Wataniah yang tadinya merupakan WNI?

***

BILA ketimpangan-ketimpangan seperti dipaparkan di atas tidak segera dicarikan jalan keluarnya, pasti kelak akan merugikan kedua belah pihak, terutama Indonesia, yang antara lain dapat dirinci sebagai berikut: (1) Terpicunya kemungkinan perang dingin antara kedua negara, yang kemudian bisa mengarah kepada saling curiga, dan akhirnya berdampak negatif terhadap kerjasama di berbagai bidang; (2) Terbangunnya alasan untuk mendorong pemerintah Republik Indonesia menambah lagi pembentukan minimal satu Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan guna merespons kemungkinan terjadinya ancaman — berikut kemungkinan munculnya sejumlah persoalan yang terkait dengannya — di daerah perbatasan, yang tentu saja hal itu akan menimbulkan resistensi dari kalangan masyarakat sipil karena bertentangan dengan agenda reformasi TNI; (3) Semakin sulitnya dilakukan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, mengingat hingga saat ini anggaran tahunan yang disediakan untuk kebutuhan TNI, yang besarnya sekitar Rp 36,6 triliun (itu pun menurut rencana masih dipotong sekitar 15 persen atau Rp 5,5 triliun — Kompas, 19 / 2 / 2008), nyaris habis dipakai untuk kesejahteraan prajurit; padahal anggaran tersebut semestinya juga harus secara proporsional dialokasikan untuk membiayai pemeliharaan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) — yang antara lain bisa dipakai untuk melindungi daerah-daerah perbatasan negara — mengingat sekitar 70 persen alusista TNI umurnya sudah tua dan seharusnya tidak layak lagi dipakai (Kompas, 6 / 2 / 2008); dan (4) Terpicunya peningkatan percepatan perlombaan senjata di kawasan Asia Tenggara, yang kemudian juga akan mendorong negara-negara di kawasan ini untuk terus menaikkan anggaran pertahanan mereka, dan nantinya bermuara pada pengurangan alokasi anggaran untuk peningkatan kesejahteraan rakyat mereka serta diraupnya keuntungan oleh negara-negara besar pemasok (penjual) atau produsen peralatan dan mesin perang.

***

SEANDAINYA skenario buruk tersebut terjadi, yang paling mengkhawatirkan kita adalah ketidakmampuan untuk membiayai penyelenggaraan negara. Dalam kondisi seperti ini, bukankah rentan sekali dilakukan penjualan aset-aset strategis bangsa (misalnya sejumlah Badan Usaha Milik Negara / BUMN tertentu) dan pengurasan sumber daya alam negeri ini?

Terkait dengan empat butir yang disebutkan di atas, adakah itu masuk dalam lingkaran pengaruh intelijen negara-negara besar yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara, di mana menurut catatan, jumlah personelnya saja mencapai 500.000 orang.

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, Indonesia dan Malaysia harus mencermati ini, jangan sampai mereka diadu seperti jangkrik oleh kekuatan-kekuatan asing.

Peluang Kerjasama

Tentu saja, sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia lebih baik berupaya menemukan interseksi-interseksi dalam hubungan mereka, yang kemudian potensi yang didapatkan dari sana harus ditransformasikan secara selaras dan terkoordinasi menjadi pengembangan kerjasama-kerjasama konstruktif — dalam berbagai bidang — untuk kemanfaatan kedua belah pihak (“mutual benefit” atau “simbiosis mutualistik”).

Oleh karena itu mendesak sekali dibuatkan  database  terkait dengan potensi-potensi yang ada di daerah-daerah perbatasan kedua negara, yang kemudian dibuatkan pemetaannya (mapping). Dari hasil pemetaaan inilah yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan kerjasama. Dengan perspektif yang dimekarkan, dapat kita katakan bahwa pada sejumlah tempat di sepanjang jalur perbatasan kedua negara perlu dibangun pusat-pusat pertumbuhan secara bersama (Indonesia dan Malaysia) dengan cluster model yang dikoordinasikan kedua belah pihak dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat kedua negara, terutama yang tinggal di daerah-daerah perbatasan. Bila masalah kesejahteraan di wilayah perbatasan itu tidak ditangani segera, bukan saja akan menimbulkan ancaman seperti telah dikemukakan di depan, tetapi bahkan bisa mengakibatkan maraknya penyelundupan barang dan perdagangan manusia (trafficking). Tentu saja masuknya barang melalui jalur tidak resmi (penyelundupan) akan mengganggu sistem produksi nasional Indonesia.

Sementara itu, masalah  trafficking, sengaja kita singgung di sini karena jalur-jalur illegal sering dijadikan sebagai pintu keluar-masuk. Apalagi  trafficking merupakan jenis kejahatan internasional yang kini dianggap sangat membahayakan, di mana menurut estimasi Organisasi Buruh Internasional, keuntungan tahunannya di seluruh dunia mencapai 31,6 miliar dolar AS. Dan khusus untuk Indonesia, setiap tahunnya diperdagangkan kira-kira 2,5 juta orang, di mana sekitar 43 persen di antaranya adalah korban eksploitasi seksual komersial dan pelacuran (Kompas, 20 / 2 / 2008). Oleh karenanya, masalah pemberdayaan “daerah-daerah terdepan” harus segera ditetapkan sebagai prioritas dalam agenda kerja pemerintah. Semoga! [**]

_______________________

La Ode Zulfikar Toresano (Aba Zul) adalah Koordinator Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN) dan sejak Maret 2014 juga bekerja sebagai Pemimpin Redaksi  BUTONet 2.

Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnal DPD Plus DIGITAL (yakni sebuah media digital yang dikelola oleh Forum SPTN), kemudian juga dalam http//forumsptn-indo-military-watch.blogspot.com pada Maret 2008

Facebook Comments

You May Also Like

559 thoughts on “Askar Wataniah dan Peluang Kerjasama Indonesia-Malaysia

  1. Just wish to say your article is as surprising. The clearness in your submit is simply spectacular and i can assume you’re knowledgeable in this subject.
    Well together with your permission allow me to grasp your RSS
    feed to stay updated with impending post. Thank you one million and please
    carry on the rewarding work.

  2. You’re so cool! I don’t suppose I’ve read something like
    that before. So good to find somebody with genuine thoughts on this
    subject matter. Really.. thanks for starting this
    up. This web site is one thing that is needed on the web, someone with a little originality!

  3. I’ve been browsing online more than 2 hours today, yet I never found any interesting
    article like yours. It is pretty worth enough for
    me. Personally, if all web owners and bloggers made good content as
    you did, the web will be a lot more useful than ever before.

  4. Does your website have a contact page? I’m having a tough
    time locating it but, I’d like to send you an e-mail.
    I’ve got some recommendations for your blog you might be
    interested in hearing. Either way, great website and I look
    forward to seeing it expand over time.

  5. Howdy just wanted to give you a quick heads up. The words in your article seem
    to be running off the screen in Safari. I’m not sure if this is
    a format issue or something to do with web browser compatibility but I figured I’d post to let you know.
    The layout look great though! Hope you get the issue resolved
    soon. Many thanks

  6. It is apppropriate tie tto maake soke plans foor the future andd itt is time tto bbe happy.
    I’ve read thhis post annd iif I could I wissh to suggest yoou
    feew interesting thins oor suggestions. Pethaps youu could wrute nsxt arricles reerring tto
    this article. I wish to rad even more things bout it!

  7. Hey! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to
    check it out. I’m definitely enjoying the information. I’m book-marking and
    will be tweeting this to my followers! Terrific
    blog and great style and design.

  8. We are a group of volunteers and opening a new scheme in our community.
    Your website provided us with valuable information to work on. You’ve done
    an impressive job and our whole community will be thankful to you.

  9. Профессиональные услуги дизайнера Тут всегда найдется множество заказов для всех креативных и творческих людей, которые не желают расставаться со своим талантом! Тут можно легко искать заказчиков по вот таким направления деятельности, как: моделирование, живопись, дизайн, чертеж, полиграфия и верстка, создание маркет-китов, брендбуков, лого и не только!Все очень просто – они уже вас ждут и желают договориться.
    Помощь для бизнеса, получите бесплатно тестовую подписку.

  10. naturally like your website however you need to take a look at the spelling on quite a few of your posts.

    Several of them are rife with spelling problems and I find it very bothersome to tell the truth
    then again I’ll definitely come back again.

  11. You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be
    actually something which I think I would never understand.
    It seems too complex and very broad for me. I’m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of
    it!

  12. Hi there! I simply would like to give a huge thumbs up for the nice data you could have right here on this post. I will probably be coming again to your weblog for more soon.

  13. I loved as much as you’ll receive carried out right here.
    The sketch is attractive, your authored subject matter stylish.
    nonetheless, you command get bought an shakiness over that you
    wish be delivering the following. unwell unquestionably come further formerly
    again as exactly the same nearly a lot often inside
    case you shield this increase.

  14. naturally like your website but you need to take a look at
    the spelling on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling problems
    and I in finding it very troublesome to tell the reality however I will definitely come again again.

  15. After checking out a few of the blog posts on your web site,
    I truly like your way of writing a blog.
    I book-marked it to my bookmark webpage list and will be checking back soon. Please check out my website too and tell me what you think.

  16. Thanks for ones marvelous posting! I actually
    enjoyed reading it, you can be a great author. I will
    make sure to bookmark your blog and may come back someday.
    I want to encourage yourself to continue your great job,
    have a nice evening!

  17. With havin so much content and articles do you ever
    run into any problems of plagorism or copyright infringement?

    My website has a lot of exclusive content I’ve either created myself
    or outsourced but it looks like a lot of it is popping it up all over the web without
    my permission. Do you know any methods to help reduce content from being ripped off?
    I’d certainly appreciate it.

  18. Every community offers something remarkable, so allowing in the interest in any event the concluding condition night stimulus, be persuaded to discontinuance your specific community calendar. It’s also good orun.clasdif.se/terve-vartalo/uusimmat-pikavipit.php investigating if your community has an online ammunition or blog aimed at serving you feel the entirety your burgh or township has to offer. The more sharp you advised of your neighborhood.

  19. I blog often and I genuinely thank you for your information. This great
    article has really peaked my interest. I am going to book mark your website and keep
    checking for new details about once per week. I opted
    in for your RSS feed too.

  20. Woah! I’m really loving the template/theme of this website.
    It’s simple, yet effective. A lot of times it’s challenging to get that “perfect balance” between superb usability and appearance.
    I must say you have done a fantastic job with this. Additionally, the blog
    loads extremely quick for me on Firefox. Exceptional Blog!

  21. Good post. I learn something new and challenging on websites I
    stumbleupon every day. It’s always helpful to read content
    from other authors and use a little something from their websites.

  22. Having read this I believed it was rather enlightening.
    I appreciate you taking the time and energy to
    put this informative article together. I once again find myself spending a lot
    of time both reading and posting comments. But so what,
    it was still worthwhile!

  23. Рассказ нашёл, советую прочесть

    Лето выдалось жарким, в один из вечеров очередной жары я ждала своего мужа дома. Мне всего то 21 год, но я уже 2 года как замужем, живем с мужем отлично… если бы не тот день….

    Я решила приготовить особое блюдо для мужа, его любимое, но продуктов для него не хватало и я собралась в магазин на углу, совсем рядом от дома. Так как торопилась то решила не переодеваться и пошла в чем была. А одета я была в шелковый халатик на поясе, люблю в нем ходить по дому, он довольно короткий, но не впринцепе в нем можно выходить на улицу чтоб не было стыдно. На ноги я надела первое что попалось, а попались мне довольно высокие изящные сапожки на каблуке, перед выходом посмотрев на себя в зеркало я дажу удивилась увидев насколько это выглядит сексуально и немного вызывающе. Но решив что уже темнеет, а идти мне совсем немного переодеваться не стала.

    Пройдя уже полдороги до магазина я вдруг спохватилась «Вот дура-то! Кошелек забыла!». Но мою мысль довольно беззастенчиво прервал вопрос:

    -Девушка, а девушка, а что это вы тут в халатике да сапожках разгуливаете, да еще и попкой так виляете? Еще и остановились, никак меня ждали?

    Я находилась еще в себе поэтому сказала не думая:

    -Да я кошелек дома забыла вот и остановилась, в магазин иду.

    Подумала «дурацкая привыка задницей вилять!»
    ЧИТАТЬ ДАЛЬШЕ

  24. A man is considered to have erectile dysfunction if he regularly finds it difficult getting or keeping a firm enough erection to be able to have sex, or if it interferes with other sexual activity.

  25. Have you ever considered about adding a little bit more than just
    your articles? I mean, what you say is important and everything.
    But imagine if you added some great images or videos to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with pics and videos,
    this blog could definitely be one of the very best in its field.
    Excellent blog!

  26. It’s amazing to go to see this website and reading the views of all mates regarding this
    piece of writing, while I am also eager of getting familiarity.

  27. hello!,I like your writing so so much! percentage we keep up a correspondence extra approximately your post on AOL?
    I require an expert in this space to unravel my problem.
    Maybe that is you! Having a look forward to peer you.

  28. Simply wish to say your article is as amazing. The clarity in your post is just great and i could assume you are an expert on this subject.
    Well with your permission let me to grab your feed
    to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please continue
    the gratifying work.

  29. Hello, There’s no doubt that your website might be having web browser compatibility problems.
    When I look at your site in Safari, it looks fine however, if opening in IE, it’s
    got some overlapping issues. I merely wanted to give you a quick heads
    up! Other than that, great website!

  30. I think this is one of the most important info for me.
    And i’m glad reading your article. But want to remark on some general things,
    The website style is wonderful, the articles is really excellent :
    D. Good job, cheers

  31. That is very fascinating, You’re an overly skilled blogger.
    I’ve joined your feed and stay up for searching
    for more of your wonderful post. Additionally, I have shared
    your web site in my social networks

  32. Hello just wanted to give you a quick heads up. The words in your post seem
    to be running off the screen in Ie. I’m not sure if this is a formatting issue or
    something to do with browser compatibility but I figured I’d post to let you
    know. The style and design look great though! Hope you get
    the issue solved soon. Thanks

  33. How Can I Get Some Acyclovir On Line Dutasteride Medicine Provera viagra Discount Mail Order Fedex Shipping Fluoxetine Best Website Pharmacy Le Viagra Medecine

  34. Hey! I know this is kinda off topic nevertheless I’d figured I’d ask.

    Would you be interested in trading links or
    maybe guest authoring a blog article or vice-versa? My site
    goes over a lot of the same topics as yours and I think
    we could greatly benefit from each other. If you might be interested feel free
    to send me an e-mail. I look forward to hearing
    from you! Great blog by the way!

  35. Я никогда не подозревала, насколько изощренной может быть фантазия людей. Мне открыла глаза наша няня, Юлия Мирославовна Линченко из Харькова, тел +380957168219, оказавшаяся самой настоящей извращенкой. Кто бы мог подумать, что взрослая женщина затеет эротические игры с крошечным ребенком, с раздеванием и прочими элементами??? Это полный, простите, пипец. Узнала случайно, старший сын поставил камеру в комнате, он у меня блоггер, и ведет тему в Инстаграм о семейном быте. То, что я увидела, описывать не стану, но запись есть для возбуждения уголовного дела. Правда, сама Юля куда-то исчезла, буду признательна, если поможете найти, она должна ответить перед законом!

  36. I am typically to running a blog and i really respect your content. The article has actually peaks my interest. I’m going to bookmark your web site and preserve checking for brand spanking new information.

  37. Hmm it looks like your site ate my first comment (it was super long) so I guess I’ll just sum it
    up what I submitted and say, I’m thoroughly enjoying your blog.

    I too am an aspiring blog blogger but I’m still new
    to the whole thing. Do you have any points for first-time blog writers?
    I’d really appreciate it.

  38. Hi my friend! I want to say that this article is awesome, nice written and come
    with almost all significant infos. I’d like to look more posts like this
    .

  39. Wow that was strange. I just wrote an very long comment but
    after I clicked submit my comment didn’t show up.
    Grrrr… well I’m not writing all that over again.
    Regardless, just wanted to say superb blog!

  40. After looking into a number of the blog articles
    on your web site, I seriously like your technique of
    blogging. I added it to my bookmark webpage list and will be checking back soon. Please check out my website as well and let
    me know your opinion.

  41. Great blog here! Also your website loads up fast! What web host are
    you using? Can I get your affiliate link to your host?
    I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

  42. Do you mind if I quote a couple of your articles as long as I provide credit
    and sources back to your website? My website is in the
    very same area of interest as yours and my visitors would really benefit from some of the information you present
    here. Please let me know if this okay with you.
    Thanks!

  43. But when you are struggling with ongoing stress, anxiety and even depression, your brain won’t be able to send that signal and start the process.

  44. Pero la disfunción eréctil no es necesariamente una parte inevitable del proceso de envejecimiento. Si bien la disfunción eréctil es un problema profundamente personal, no es algo que deba sufrir solo. La culpa y la vergüenza son sentimientos que comúnmente están relacionados con problemas de salud mental, como la depresión. Problemas persistentes para tener una erección. En muchos casos, se necesita un poco de prueba y error. Tradicionalmente los urólogos, quienes se especializan en problemas de las vías urinarias, han tratado la DE; sin embargo, los urólogos sólo son responsables del 25 % de las menciones de Viagra en 1999…

  45. Like tadalafil, it was introduced in the early 2000s as an alternative to sildenafil with a slightly longer half life, making it a longer lasting ED treatment. The most common brand name for vardenafil is Levitra. Like sildenafil and tadalafil, vardenafil is available as a prescription medication in most countries. Buy cialis online canada. Compared to sildenafil, which lasts for three to five hours, vardenafil usually lasts for five to eight hours, after which it remains active in the body but doesn’t provide as strong an effect.

  46. This one’s not actually a test, but your doctor will likely start with questions about your medical and sexual history. The reason is simple: He wants to better understand how ED affects you and see whether there might be a clear cause for it. Buy cialis online south africa. When you talk about past surgeries, medicine you take, injuries, and lifestyle choices, your doctor can learn about diseases or other issues you might have that might lead to ED. By asking about your sexual history – your relationships, sex drive, if you ever get erections – he can begin to figure out whether the problem is more likely to be physical or mental.

  47. Una vez que haya hablado con su pareja sobre sus problemas, es posible que desee considerar ir un paso más allá con la terapia psicosexual. A veces, la disfunción eréctil se debe a una combinación de cuestiones físicas y psicológicas. La DE es tratable a cualquier edad, y el conocimiento de este hecho ha ido creciendo. Intente inhalar lenta y profundamente durante un conteo de 5 y luego contenga la respiración durante 5 segundos antes de exhalar lentamente durante otro conteo de 5. La excitación sexual masculina es un proceso complejo que involucra al cerebro, las hormonas, las emociones, los nervios, los músculos y los vasos sanguíneos. https://comprarlevitra.com/

  48. Cualquier trastorno que cause una lesión en los nervios o que deteriore el flujo de sangre al pene puede causar DE. Muchos de estos desencadenantes están relacionados y puede verse afectado por más de uno. De hecho, los sentimientos de inutilidad y culpa inapropiada son uno de los criterios clínicos para el trastorno depresivo mayor, de acuerdo con el DSM-5. Se puede comprar viagra generico en farmacias sin receta. La mayoría de las causas de la disfunción eréctil pueden tratarse, los primeros resultados aparecen, aproximadamente, en 3 meses. El mejor tratamiento para la DE psicológica tratará el problema desde su raíz. Colesterol: El colesterol LDL (malo) con valores elevados en conjunto con la baja del colesterol HDL (bueno), o el aumento de los triglicéridos, se conoce una enfermedad que daña las arterias, que son obstruidas, y afectan también a la erección porque no permiten una circulación adecuada en el pene.

  49. Enfermedades neurológicas: Como lo mencionamos en el anterior, la erección se produce con la circulación sanguínea, pero es el cerebro el que indica dicho proceso mediante la excitación y los estímulos sexuales. Existe también el llamado anillo de constricción. Ejercicios: Hay determinadas rutinas de ejercicios que son recomendados como complemento de los tratamientos para la impotencia masculina. Comprar Levitra en usa. Si pasa mucho tiempo mirando y masturbándose con pornografía, podría hacer que desarrolle expectativas poco realistas sobre el sexo o sobre sus parejas sexuales. En algunos casos, los hombres que experimentan abuso o trauma sexual en la infancia pueden desarrollar problemas de erección más adelante en la vida.

  50. In a normal man, this PDE5 works in conjunction with cGMP to ensure proper blood flow to the organ when there is a sufficient level of sexual stimulation. However, when the balance between these two substances becomes upset, the PDE5 can begin to lower the amounts of blood that make it to the penis. This is where the main component of Cialis, called Tadalafil, comes in.

  51. They also sell cialis in a variety of presentations such as soft tablet, for men who have a difficult time swallowing pills, and in regular tablets which come in a variety of dosages.

  52. The Tadalafil becomes attached to the PDE5. This means that blood is allowed to have increased circulation and a man who takes a Cialis will discover that there is plenty of blood to create an erection. The binding mechanism of action with Tadalafil is highly effective, working in approximately four out of five men with erectile dysfunction or impotence. – http://cialis.fun/

Leave a Reply

Your email address will not be published.