Bersikaplah dengan Baik Terhadap Anak-anak (Nasehat Rasulullah Muhammad Saww)

sikap-terhadap-anakOleh Arsalan Zibaî

Rasulullah Muhammad Saww (Shallalahu  ‘alaihi  wa  âlihi  wa  sallam) mewariskan sejumlah bimbingan dan nasehat terkait dengan sikap dan perilaku terhadap anak-anak, salah satunya: “Setiap ciuman yang diberikan orang tua kepada anaknya mendapatkan ganjaran tempat tertentu di surga.”

Dalam tujuh tahun pertama kehidupannya, seorang anak harus diperlakukan laksana tuan atau majikan (yang harus dilayani, ditaati, dan ditolerir semaksimal mungkin karena tahapan ini merupakan tahap pemeliharaan), sedangkan selama tujuh tahun kedua (berusia 7 hingga 14 tahun) ia sudah dapat dibimbing dan diarahkan bagai hamba (karena pada periode ini ia sudah menyerap penalaran logis serta teori-teori abstrak dan merasa tertarik untuk mengetahui segalanya), dan kemudian pada tujuh tahun ketiga (14 hingga 21 tahun) — yakni tatkala di usia remaja (pikiran menjadi kuat dan kedewasaannya mulai membuka wawasan pengetahuan yang luas) — ia laksana menteri yang mulai bisa diberi peran atau pelibatan (dikondisikan) sebagai asisten dan pemberi masukan atau saran.

Dalam  sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah Saww membandingkan anak-anak dengan bunga, yang sangat lembut dan peka, sehingga memerlukan kecermatan (ketelatenan) untuk mengasuhnya. Ada lagi Hadits lainnya — yang diriwayatkan para Imam Ahlul bait (Imam-imam dari Keluarga Suci Rasulullah Muhammad Saww) — yang menyebutkan bahwa perilaku yang pantas kepada anak-anak dapat mengakibatkan pertumbuhan mereka berlangsung baik dan akan menjadi pribadi-pribadi terpuji yang   memperlakukan sesamanya juga dengan pantas.

Dalam hubungan itu, Rasulullah Saww dan para Imam Ahlul Bait mengajarkan agar setiap orang tua perlu meluangkan waktu untuk senantiasa bermain dengan anak-anak mereka dengan beradaptasi dalam kehidupan (dunia) kanak-kanak, karena hal itu akan dapat membantu anak-anak menerima/mencerap perasaan dan pelajaran (bimbingan) yang sangat bermanfaat  bagi diri  mereka sendiri maupun lingkungan sosialnya. Terkait dengan ini Rasulullah Saww bersabda, “Dalam lingkungan anak-anak, bersikaplah (beradaptasilah) seperti anak-anak.”

Sementara itu Imam ‘Ali  karramallahu  wajhah  mengatakan, “Siapa pun yang mengasuh  anaknya harus menempatkan diri (beradaptasi) dalam dunia kanak-kanak.”  Beliau (Imam ‘Ali  alaihissalam) juga menasehatkan agar orang tua senantiasa mencium anaknya karena hal itu akan mendatangkan “Rahmah” (Kasih Sayang Allah).

Lebih lanjut, para Imam Ahlul Bait — termasuk Imam ‘Ali a.s — menasehatkan agar orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang besar kepada anak-anak mereka, misalnya (dari hal yang dianggap sepele) dengan mengucapkan salam terlebih dahulu (lebih awal) kepada anak-anak mereka atau menjawab salam dengan ramah, dan menunjukkan penghargaan (yang disertai ketulusan), sehingga membuat anak-anak merasa dicintai/disayangi, diperhatikan, dan dihargai.

Selain itu diriwayatkan pula bahwa Rasulullah Saww selalu menyambut hangat/ramah anak-anak  dan memperlihatkan kasih sayang serta perhatian kepada mereka; bahkan beliau sering bermain bersama anak-anak, baik terhadap anak-anak beliau sendiri (yakni puteri beliau, Sayyidah Fâthimah az-Zahrah r.a, sepupu beliau Saydina ‘Ali a.s, kemudian cucu-cucu beliau: Saydina Hasan a.s dan Saydina Husein a.s, dan lain-lain)  maupun anak-anak orang lain. Dan hal itu sungguh merupakan contoh terbaik dan indah. Rasulullah Saww juga mengajarkan agar jangan sekali-kali mengejek (merendahkan/meremehkan) anak-anak, terutama terkait dengan perilaku kekanak-kanakan mereka, dan tidak membiarkan mereka menganggap diri bodoh (tidak memiliki kemampuan).

Kita juga dinasehatkan agar tidak terlalu berlebihan membatasi anak dan tidak selalu mencampuri urusan/aktivitas mereka dengan perintah-perintah yang tidak tepat, apalagi yang berupa omelan atau cercaan/celaan, karena menurut para Imam Ahlul Bait, hal demikian bukanlah perilaku terpuji, dan justru dapat mengakibatkan anak-anak menjadi keras kepala (sejak masa remaja mereka). [**]

Catatan:

Rasulullah Muhammad Saww bersabda: “Anak adalah majikan selama 7 tahun (tahapan pertama); dan hamba selama 7 tahun berikutnya (tahapan kedua), dan kemudian ia menjadi menteri selama 7 tahun (tahapan ketiga). Maka, bila ia menunjukkan sifat yang baik pada usia 21 tahun, ia adalah anak yang  baik; kalau tidak, tinggalkanlah ia (terutama jangan perlakukan lagi seperti majikan), karena bila engkau masih memeliharanya (memanjakannya) pada usia 21 tahun, berarti engkau telah melemparkan tanggung jawabmu kepada Allah.”

______________________

Diterjemahkan dan diedit dari http://mahjubah.com/article_1960_0.html oleh Wa Ode Zainab Zilullah Toresano dan Tim Penerjemah (www.sorotparlemen.com, Selasa, 22/9/2015).

Facebook Comments

You May Also Like

24 thoughts on “Bersikaplah dengan Baik Terhadap Anak-anak (Nasehat Rasulullah Muhammad Saww)

  1. Great blog here! Also your website loads up fast!

    What host are you using? Can I get your affiliate link to your host?
    I wish my website loaded up as fast as yours lol

  2. Zyprexa disfuncion erectil. Es su momento, donde tiene que ayudarnos. Esas drogas no deben ser usadas sin supervisión médica, no sólo por los riesgos de los efectos adversos, sino también porque sin una completa evaluación pueden resultar ineficaces. Cialis jelly 20 mg…

  3. Fertility Pills Online Canadian Health Mall Pharmacy Genetic Viagra Using Mastercard viagra Levitra By Bayer Isotretinoin Tab Internet Pharmacy With Free Shipping Order Propecia Non Prescription

  4. Viagra Sold In The Usa Testosterone Patches Online Buy Chewable Kamagra viagra Best Place To Order Generic Cialis Side Affects To Amoxicillin In Children

  5. This article will concentrate on the non-scarring types of hair loss. Did you know that hair loss isn’t the same as going bald? Often, a person’s hair will regrow after they receive treatment for the underlying cause.

  6. Sexual dysfunction is more common as men age. According to the Massachusetts Male Aging Study, about 40% of men experience some degree of inability to have or maintain an erection at age 40 compared with 70% of men at age 70. And the percentage of men with erectile dysfunction increases from 5% to 15% as age increases from 40 to 70 years. Buy cialis online visa. It is common for men with erectile dysfunction to have an underlying physical basis for it, particularly in older men. However, psychological factors may be present in 10% to 20% of men with erectile dysfunction.

  7. Physical reasons for ED range from heart disease and diabetes to high blood pressure and obesity. Damage to your nerves or arteries can cause problems with erections, too. Lack of exercise, drinking, and smoking can lead to problems. Buy cialis online eu. On the mental and emotional side of things, anxiety, depression, and stress all play a role. Relationship issues can also be a factor. With so many possible causes, your doctor has a number of tests he can use to figure out the best treatment for you..

  8. Si alguno de estos sistemas se ve comprometido, puede causar ED. Aunque las causas psicológicas de la disfunción eréctil pueden ser más complejas que las causas médicas, aún son tratables. Consumo de tabaco y alcohol: El consumo del tabaco no solo puede generar impotencia por si mismo, sino que además afecta a las venas y al sistema circulatorio, otro desencadenante de la DE. Este síndrome es curable en más de 70 por ciento de los casos. Onde comprar Viagra generico mais barato. Por lo general, la erección inicia por diversos estímulos sensoriales como la vista, audición olfato y tacto, los cuales envían impulsos desde el cerebro y la médula espinal al pene, que a su vez relajan los músculos lisos del cuerpo cavernoso (dos cámaras situadas dentro del pene), para hacer fluir la sangre, lo cual no sucede de manera normal en la disfunción eréctil.

  9. Es de utilización en los hombres que pueden iniciar la erección pero no mantenerla. Esto incluye varias preguntas para saber desde cuándo y bajo qué circunstancias experimenta signos de Disfunción Eréctil. Elegir un tratamiento de DE es una decisión personal. Comprar Levitra en madrid. Acupuntura: Otro tratamiento alternativo para curar la impotencia es la acupuntura, una práctica oriental que se basa en la aplicación de pequeñas agujas donde se encuentran las terminaciones nerviosas, la acupuntura se utiliza para tratar muchas afecciones incluyendo la disfuncion eretil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.