Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik

Oleh La Ode Abu Bakar

 

PEMIMPINDalam kehidupan apa pun peranan pemimpin sangat diperlukan karena dialah yang memutuskan kebijakan, mengarahkan apa dan siapa saja yang dipimpinnya demi tercapainya tujuan atau visi yang diprogramkan bersama. Perwujudan dari ciri dan karakter dasar demikian akan dinilai melalui kearifan, keksatriaan, dan perilaku atau akhlak Sang Pemimpin.

Apa saja indikator dari kearifan, keksatrian, dan akhlak luhur itu? Untuk menjawabnya, berikut ini kami sadurkan pesan atau nasehat La Ode Taru (almarhum) — Yarona Liya Mancuana — salah seorang Tokoh Masyarakat (Adat) Buton, keturunan Sultan I : Qaimuddin atau Murhum (Halu Oleo) dari jalur Sapati / Mahapatih  (Perdana Menteri/Panglima Perang Kesultanan Buton) La Ode Arafani atau Sapati Bâluwu, salah seorang arsitek utama di balik “Perjanjian Bongaya” (18 November 1667) antara VOC/Belanda dan Sultan Hasanuddin (Kerajaan Gowa/Makassar), menyusul kekalahan tragis pasukan Gowa di Selat Buton — lihat Prof JW Schoorl dalam Jurnal Bijdragen, Deel 141 (1985), Foris Publication Holland / USA.

Istri  La  Ode  Taru  adalah  Wa  Ode  Mutiah, sepupu  Sultan  La Ode  Fâlihi (ayahanda La Ode Manarfa); sedangkan  putera  mereka  (La  Ode  Bosa) menikah  dengan Wa Ode Aisyah [keponakan Sultan XXXII La Ode Muhammad Asyikin, yang juga adalah keturunan Sultan Murhum dari jalur Sapati La Singka (kaomu “Tapi-tapi”)]. Dari pernikahan La Ode Bosa dan Wa Ode Aisyah, lahir La Ode Abubakar (penyadur dan pengulas artikel/tulisan ini).

Bersama Sultan IV Dayânu Ikhsanuddin dan Syarif Muhammad, yakni seorang Habib/Sayyid keturunan Rasulullah Muhammad Saw (yang melanjutkan misi Islamisasi Sayyid Abdul Wahid yang keturunannya banyak menjadi pejabat di Kesultanan Buton), Sapati La Singka merumuskan Konstitusi Martabat Tujuh : “Undang-Undang Dasar Kesultanan Buton” yang berspektrum konvergensi ajaran Tasawuf (Haqiqah), Syariah (tentu saja di dalamnya termasuk ilmu “Tariqah”), dan “Kearifan Lokal” (local wisdom / local genius) sebagai landasan “demokrasi ilahiah” khas Kesultanan Buton, yang pengimplementasian atau penegakkannya diawasi oleh “Siolimbona” — bersama-sama “Sara Kidina” (dewan masjid keraton Wolio/Buton) — yakni semacam dewan permusyawaratan/perwalian rakyat yang merepresentasikan seluruh kekuatan masyarakat tanpa elitisme kesukuan, hubungan darah, pengaruh politik eksklusif atau uang (money politic), dan seterusnya.

Leluhur Sultan Murhum di Tanah Buton berpangkal dari Raden Sri Batara (putera Raden Wijaya, Raja I Kerajaan Majapahit) yang istrinya adalah Ratu Wa Kâ Kâ — Raja I Kerajaan Wolio (cikal bakal Kesultanan Buton) — di mana sang Ratu merupakan puteri dari Kublai Khan (Kaisar Mongol, Tiongkok) dari hasil pernikahan dengan Raden Ratna Kesari, Puteri Raja Kediri/Daha di Tanah Jawa.

Realitas hubungan dagang yang akrab antara penguasa-penguasa di Tanah Jawa [sejak sebelum runtuhnya Kerajaan Kediri (1222)] dengan kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Buton (sebelum terbentuknya Kerajaan Wolio yang merupakan embrio dari Kesultanan Buton) antara lain diungkapkan oleh HJ Van Den Berg dalam bukunya: “Dari Panggung Sejarah Dunia I”.

Begitu langgengnya hubungan tersebut sehingga terus berlanjut pada masa Kerajaan Majapahit. Catatan terakhir tentang hubungan Kerajaan Majapahit dan Buton (Butun), misalnya, dapat ditemui dalam kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca, seorang pujangga kenamaan yang hidup dalam masa kekuasaan Raja Majapahit IV: Hayam Wuruk.

***

 Te Sama Nu Mansuana I Henangka

 (Oleh La Ode Taru)

  • Te tandai mia leama mingkuno atu, nomaeka kene noambanga nosayi te d
  • Te tandai mia dahani atu, noboasako tawa nosayi te giu atu modo

          nodahani enaileamano kene daono.

  • Te tandai mia banâra atu, nosimbiti nobisaraako te giu kumobe

          kene giu sumala naraho dikedemano.

  • Te tandai mia mosega atu, nomaeka digiu iaibuako kene nosimbiti

          digiu ileama ako.

  • Te tandai mia dao atu, nosimbiti nohokodao te giu lumeama.

 

Pesan/Nasehat Orang Tua yang Patut Diteladani (Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik)

  • Pertanda orang yang berakhlak baik itu, (adalah) ia takut dan malu berbuat kejelekan.
  • Pertanda orang arif (pandai) itu, (adalah) bertutur dan berbuat apa pun nanti setelah mengetahui manfaat dan mudhorat-nya.
  • Pertanda orang jujur itu, (adalah) ia berani mengatakan segala yang benar dan apa pun yang salah dengan mendudukkannya sesuai dengan proporsinya (keadilan proporsional).
  • Pertanda orang ksatria itu, (adalah) ia takut berbuat aib dan berani (berinisiatif) berbuat segala yang bermanfaat.
  • Pertanda orang jahat itu, (adalah) ia berani merusak segala sesuatu yang baik.

 

Ulasan tentang Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik:

1. Orang yang berakhlak baik adalah mereka yang tahu menghormati sesamanya secara proposional, berperilaku cermat atau hati-hati, pandai menjaga perasaan orang lain, dan menjadi suri teladan yang baik.

Tambahan dari Redaksi  (BUTONet 2):

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu.
(Al-Qur’an 3 : 159)

 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu …”
(Al-Qur’an 33 : 21)

 

Sesungguhnya kamu (Muhammad Saww.= Shallallahu ‘alaihi wa âlihi wa sallam) benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Al-Qur’an 68 : 4)

 

“… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, …”
(Al-Qur’an 2 : 83)

***

2. Orang yang arif (pandai) adalah mereka yang jernih berpikir, cepat dan tepat menetapkan kebijakan (bukan peragu), pandai menghargai pendapat siapa pun, tidak ragu mengemukakan yang benar maupun yang salah [tentu saja dalam hal ini La Ode Taru sudah memasukkan pertimbangan dimensi ruang dan waktu, juga aspek strategi-taktik, sebagaimana yang pernah diteladankan oleh Rasulullah Muhammad Saww. (Shallallahu ‘alaihi wa âlihi wa sallam) — Redaksi BUTONet 2], dan tidak pelit (segan atau malu) menyumbangkan pikiran serta sumber daya yang dimilikinya (tentu saja bukan didasari kesombongan atau riya Redaksi BUTONet 2).

Tambahan dari Redaksi  (BUTONet 2):

Maka ambillah (kejadian) itu untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan (akal).”
(Al-Qur’an 59 : 2)

Berkata rasul-rasul mereka: Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?
(Al-Qur’an 14 : 10)

Kebenaran datangnya dari Allah, janganlah (engkau) termasuk orang-orang yang ragu.
(Al-Qur’an)

 

Bersegeralah engkau beramal seakan-akan engkau akan mati esok hari.
(Nasehat Islami)

 ***

3. Orang yang jujur adalah mereka yang berani berterus terang, pantang menutup-nutupi kepalsuan, dan teguh membela kebenaran (dengan menunjukkan yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah).

Catatan tambahan dari Redaksi  (BUTONet 2):

Tentu saja “keterusterangan” di sini berbeda dengan “keluguan” (“kepolosan”), sebab keterusterangan didorong oleh kecerdasan, sedangkan keluguan adalah buah dari kepandirian/kebodohan. Esensi kejujuran juga meliputi transparansi/keterbukaan dan akuntabilitas, di mana kesemuanya sangat diperlukan dalam pembangunan demokrasi atau masyarakat madani (civil society).

Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran (menegakkan transparansi) dan saling menasehati untuk kesabaran.”
(Al-Qur’an 103 : 2-3)

 

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu (yakni “perbuatan bertanggung jawab” = ‘aqabah)?”
(Al-Qur’an 90 : 12)

 

Sesungguhnya Kami (Allah Swt) telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat  (tanggung jawab) itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
(Al-Qur’an 33 : 72)

 ***

4. Orang yang ksatria adalah mereka yang berani bertindak membela kebenaran, tidak ragu memberantas ke-bathil-an, setia membela yang patut dibela, dan pantang berkhianat.

Tambahan dari Redaksi  (BUTONet 2):

Dalam bahasa agama, ksatria di sini mungkin hampir sama dengan “amanah”.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Al-Qur’an 5 : 8)

 

Dan bertolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan bertolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(Al-Qur’an 5 : 2)

 

Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menegakkan keadilan dan mengusahakan perbaikan.
(Al-Qur’an 16 : 90)

***

5. Orang yang jahat adalah mereka yang tidak takut berdusta, gemar berkhianat, licik atau bengis merampas hak orang lain, gemar merusak ketentraman, menghalalkan segala perbuatan tercela untuk kepuasan hawa nafsunya semata.

Tambahan dari Redaksi (BUTONet 2):

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun (partikel subatom — Redaksi BUTONet 2), niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.
(Al-Qur’an 99 : 8)

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, …
(Al-Qur’an 17 : 37)

Sesungguhnya orang-orang jahat itu mengabdi pada hawa nafsu mereka tanpa ilmu pengetahuan.”
(Al-Qur’an 30 : 29)

 ***

[Penyadur dan Pengulas: La Ode Abubakar (Aba Ode)].

—————————-

* Penyadur dan Pengulas adalah cucu dari La Ode Taru. Beliau juga adalah budayawan dan sejarawan  Buton yang banyak dijadikan sebagai nara sumber oleh para peneliti tentang Kebudayaan Buton, baik dalam negeri maupun luar negeri; selain sebagai  Pemimpin Umum majalah budaya Buton “Wolio Molagi” dan Ketua Umum Yayasan Pelestarian Budaya Wolio Buton. [Artikel ini dikutib dan diedit kembali oleh La Ode Zulfikar Toresano (Pemimpin Radaksi BUTONet 2) — putera La Ode Abubakar — dari Majalah Budaya Buton “Wolio Molagi” Edisi II, Tahun I, Mei 1999].

Facebook Comments

You May Also Like

49 thoughts on “Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik

  1. Durante el sueño el organismo hace una verificación general del estado de salud y una de las verificaciones es la erección. El tabaco actúa de la misma forma que el alcohol.

  2. Propecia For Sale Pharmacy Propecia Libido Low Testosterone Viagra Generico Sildenafil Citrato 100 Mg Priligy 90mg Canada Keflex And Diflucan Canadian Pharmacy Rip Off

  3. Discount Legally Elocon Best Website Levitra 10mg Venta De Viagra En Barcelona cialis 5mg Zithromax And Tylenol Cold Generic Propecia Bangalore Buy Albendazole Online

  4. Los problemas relacionados con la impotencia requieren la intervención del médico quien, a través de una serie de formularios y pruebas, deberá descartar la presencia de alguna enfermedad psicológica o física que pudiera producir el problema. Ellos no están bajo la presión tener que causar un coito normal.

  5. I liked as much as you will receive performed right here. The caricature is attractive, your authored subject matter stylish. nevertheless, you command get got an edginess over that you would like be handing over the following. sick undoubtedly come more formerly once more since exactly the same nearly a lot regularly inside case you protect this hike.

  6. Using some home remedies and taking good care of the hair may help enhance thickness and growth. A person should see their doctor if they are concerned about hair loss, especially if they are taking supplements or have made dietary changes and are losing hair.

  7. Spelling Amoxicillin Propecia Herz Amoxicillin Clavulanate Aka Augmentin 250m cialis 5 mg Pediatric Dose Of Amoxicillin For Strept accutane discount card Cheapest Place To Buy Propecia

  8. A nivel biológico, una erección se da cuando el cuerpo cavernoso del que está constituido el miembro, se llena de tanta sangre que los vasos sanguíneos que lo recubren hacen que este se hinche, provocando de esa manera la erección.

  9. Examination focusing on your genitals (penis and testicles) is often done to check for ED. For best results, men with ED take these pills about an hour or two before having sex. The success rate for getting an erection firm enough to have sex is as high as 85% with this treatment. Age was the variable most strongly associated with ED. https://cialis.fun/

  10. Whether you suffer from ED, or hope to prevent the condition, here are six tips to overcome impotence without the side effects of the little blue pill. Buy cialis online uk. Today’s most common treatments for erectile dysfunction are prescription-based. These mostly short-term treatments, however, do not treat the underlying cause of the problem and have side effects. They include headaches, facial blushing, stomach aches, dizziness and painful erections lasting for many hours.

  11. In rare cases, a man may always have had ED and may never have achieved an erection. This is called primary ED, and the cause is almost always psychological if there is no obvious anatomical deformity or physiological issue. Less commonly, psychological factors cause or contribute to ED, with factors ranging from treatable mental health illnesses to everyday emotional states that most people experience at some time. Buy cialis online 20 mg.

  12. Las causas de disfuncion erectil son variadas y dependen de cada hombre en particular, presentándose una gran diferencia entre aquellas orgánicas (relacionadas con algún trastorno o enfermedad), psicológicas (relacionadas con trastornos psicológicos) y las relacionadas con el consumo de sustancias. El efecto se alcanza a los 30-120 min viéndose retrasado por la ingestión de alimentos, por lo que se toma 1 h o más antes de la actividad sexual en dosis única. https://comprarlevitra.com/

  13. Puede encontrar que el simple hecho de reconocer sus problemas y ser honesto con su pareja le quita parte del peso. Más hombres han buscado ayuda y regresado a la actividad sexual normal debido a tratamientos mejorados y exitosos de la DE. La disfunción eréctil y la enfermedad cardiovascular poseen prácticamente los mismos factores de riesgo, como es hipertensión, arteriosclerosis, obesidad, tabaco, drogas o alcohol. Comprar Viagra generico en espaГ±a. En advertencias: En caso de antecedentes de disminución o pérdida súbita de la visión de uno o ambos ojos, se debe analizar el riesgo del uso del medicamento. La secuencia completa incluye los impulsos de los nervios en el cerebro, en la columna vertebral y en el área alrededor del pene, así como las respuestas de los músculos, los tejidos fibrosos, las venas y las arterias en y cerca de los cuerpos cavernosos. Después de completar un examen físico y revisar su historial médico, su médico le hará algunas preguntas y le realizará algunas pruebas para descartar las causas médicas de su DE.

  14. Esta información es esencial, por lo que debe expresarse con toda naturalidad. En otros casos, podrían necesitarse medicamentos u otros tratamientos directos. Homeopatía: Los tratamientos impotencia con homeopatía son tratamientos alternativos que se combinan con los remedios caseros ya que son opciones que naturales fabricadas en laboratorios, tanto para la erección como para la causa que provoca el problema. Comprar Levitra contra reembolso en espaГ±a disfunciГіn erГ©ctil e infertilidad.

Leave a Reply

Your email address will not be published.