Dewan Perwakilan Daerah dan Revisi Undang-Undang Kehutanan

nasional.kontan.co.idPanitia Ad Hoc (PAH) II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 (UU Kehutanan) dan sinkronisasi antara UU yang telah direvisi tersebut dengan UU Pertambangan, UU Lingkungan Hidup, UU Pemerintahan Daerah, serta UU lain yang terkait dengan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan sumber daya manusia,” demikian yang kita kutib dari harian Kompas, 24 November 2006.

Lebih lanjut dijelaskan, PAH II menilai UU Nomor  41 / 1999 sudah tidak representatif lagi karena bukan hanya tidak mengakomodasi hak masyarakat adat atas hutan adat, melainkan juga tidak mencerminkan pluralitas hukum. Menurut Ketua Tim Kerja Revisi UU Kehutanan PAH II, sifat UU ini masih sentralistik dan absolut, seperti UU zaman kolonial.

Terhadap rencana revisi UU Nomor 41 / 1999 tersebut, pertama saya menanggapinya secara epistimologis (salah satu cabang filsafat) mengingat proses awal pembentukan suatu rancangan undang-undang (RUU) dimulai dari penyusunan naskah akademis yang di dalamnya harus mengandung landasan filsafat (baca: “filsafat hukum”). Perlu ditandaskan bahwa keabsolutan tidak selamanya berkonotasi negatif atau sentralistik, dan oleh karenanya harus dibedakan dari monopolisme atau pendominasian. Tuhan yang salah satu sifat-Nya adalah “Absolut” memberikan kebebasan kepada makhluk-Nya (manusia) untuk menentukan pilihan, kendati pilihan-pilihan tersebut diberi arahan menuju kepada sesuatu yang konstruktif dan produktif.

“……sesungguhnya Kami (Allah SWT) menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (membangun kerjasama konstruktif) . [Al-Qur’an Surah (QS) 49 : 13]

Sungguh usahamu sekalian (manusia) sangat beraneka ragam.”
(QS 92 : 4)

Substansi dari ayat-ayat di atas adalah bahwa “ke-Absolut-an” bukanlah lawan dari “kerelatifan”, sebab jika eksistensi sesuatu yang “Absolut” bergantung pada sesuatu yang “relatif” atau ada saling ketergantungan di antara keduanya (reciprocal dependence relation), maka yang “absolut” itu menjadi “relatif”; dan dari perspektif logika yang paling sederhana saja hal itu sangat mustahil, sebab “kerelatifan” identik dengan “ketidakabsolutan” atau “ketidakmutlakan”. Jika “Yang Mutlak” itu adalah sesuatu yang “Ada”, pertanyaannya: Mungkinkah “ketidakadaan” ada bila tidak ada “Ada” yang ada?

Kalau UU Kehutanan yang hendak direvisi itu terkait dengan persoalan absolutisme dan sentralisme, maka pertanyaan mendasar di atas harus bisa dijawab, sebab kita perlu menghindari untuk membuat sesuatu yang sesungguhnya kita tidak pahami. Dikhawatirkan, jika tidak hati-hati, niat baik revisi UU tersebut akan berbalik menjadi semacam “kebohongan publik”.

Lebih lanjut, kendati dua ayat Al-Qur’an di atas mengandung semangat pluralitas dan multikultural, namun untuk ayat QS 49 : 13 paradigmanya terkesan masih bersifat ”top-down”.  Karena relasi antara “Khalq” (Sang Pencipta) dan “makhluq” itu bersifat dialogis (dalam bahasa ilmu kimia disebut  reversible reaction dan dalam wacana fisika mekanika bisa dipahami dari Hukum Newton III: Aksi = Reaksi), maka harus ada paradigma “bottom-up” sebagai padanannya atau komplemennya (lihat juga QS 36 : 36 yang menekankan tentang paradigma berpikir “the couple existence”). Ini merupakan bagian sangat kecil dan awal dari pemahaman Keadilan Ilahi (al ‘adlul Ilâhiy). Pemahaman awal tentang Keadilan Ilahi itu bisa disimak lewat buku al ‘adlul Ilâhiy (karya Ayatullah Murtadha Mutahhari) dan  Falsafatuna (karya Ayatullah Muhammad Baqir Sadr).

Selanjutnya, mari kita simak ayat berikut:

Bergotong-royonglah kamu sekalian dalam kebaikan ……”
(QS 5 : 2)

Ayat ini memberi peluang lebar kepada komunitas di desa-desa dan pelosok-pelosok untuk memberdayakan diri mereka termasuk merumuskan tata aturan yang mengikat kehidupan mereka berikut relasinya dengan lingkungan yang lebih luas di luar mereka.

Kita tahu bahwa persoalan hutan itu berkaitan erat dengan hak ulayat (hak adat) dan kearifan lokal. Maka sistem atau prinsip pengelolaan dan pelestarian hutan di setiap daerah pasti berbeda-beda. Pertanyaannya, sudah adakah pemetaan hukum-hukum atau norma-norma adat dari berbagai daerah yang berkaitan dengan kehutanan itu? Jika belum ada, pantaskah kita memaksakan pembuatan RUU Kehutanan dengan usungan antara lain untuk memperjuangkan keragaman hak-hak adat lokal yang berkaitan dengan pengelolaan dan pelestarian hutan? Jangan-jangan kita malah terjebak lagi pada paradigma sentralistik yang berciri top-down policy dan meminggirkan pluralitas, padahal itu justru yang hendak kita singkirkan bersama. Maksud  saya, pemetaan tersebut diperlukan karena dari sana hukum-hukum atau norma-norma adat dan budaya-budaya lokal yang erat kaitannya dengan pelestarian dan pemberdayaan hutan bisa tampak transparan ibarat gaya-gaya tercecer yang kemudian dibuatkan gaya resultannya. Gaya resultan inilah yang nantinya antara lain dijadikan sebagai bahan baku pembentukan payung hukum nasional yang antara lain berupa (disebut sebagai) “Undang-Undang Kehutanan”.

***

SEMENTARA itu, di negeri ini sering kali areal pertambangan didesain menerobos kawasan hutan, baik itu berupa hutan lindung, taman nasional, maupun hutan adat. Demikian pula dengan perluasan perkebunan yang mengorbankan hutan. Maka pernyataan: ……sinkronisasi antara UU Kehutanan yang telah direvisi dengan UU Pertambangan, ……” patut dikoreksi karena mengandung kelemahan logika bahasa yang tentu saja bisa memengaruhi substansi UU yang akan direvisi.

Selain itu, bukankah hutan adat terkait erat dengan sistem “penghayatan kepercayaan” (bukan “agama”) atau “kearifan” komunitas atau suku-suku lokal, yang notabene hak-hak mereka belum terakomodir sepenuhnya dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk) yang baru saja disahkan oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)? Maka, kalau mau kritis dan betul-betul hendak membangun sistem hukum di negeri ini, DPD harus terlebih dahulu membenahi UU Pertambangan (dan juga menyoroti undang-undang lain yang terkait, seperti antara lain UU Adminduk itu, meski sekadar dalam bentuk  dissenting opinion) ketimbang UU Kehutanan.

Meminjam alur berfikir filsuf Immanuel Kant, rapat-rapat atau sidang-sidang dalam parlemen di negeri ini (termasuk DPD) jangan terperangkap pada penggunaan rasio yang berlebihan, yang melampaui batas kemungkinannya untuk berpikir logis karena manusia lebih dari sekadar makhluk rasional, di mana selain rasio murni untuk memahami dan rasio praktis untuk menjalankan tindakan, manusia juga memiliki daya perasaan untuk mempertimbangkan tujuan tindakannya.

***

SUNGGUH, banyak sekali persoalan yang terkait dengan UU Pertambangan yang merupakan sepupu dari UU Kehutanan. Tapi sekadar catatan buat DPD, saya akan tunjukkan realitas terbatas untuk eksploitasi minyak dan gas di Pulau Jawa saja: (1) 20 Mei 1971, sumur pengeboran minyak Pertamina di Kedokan Bunder Unit III Bongas, Cirebon, meledak dan menyemburkan minyak bercampur lumpur sehingga menggenangi daerah sekitarnya; (2) 1 September 1984, sumur eksplorasi Pertamina di Pasirjadi A, Subang, terbakar akibat kebocoran gas yang keluar dari lubang sumur yang tersambar percikan api; (3) 24 Oktober 1995, kebakaran hebat di kompleks kilang minyak Unit Pengolahan IV, Cilacap. Dalam perisitiwa ini, 590 rumah rusak, 738 sumur air tanah tercemar debu, dan jelaga BBM (bahan bakar minyak) terbakar; (4) 26 Februari 2002, kebakaran menimpa sumur eksplorasi minyak Randublatung 01, Blora, di mana 1.096 warga terpaksa mengungsi; (5) 16 Maret 2004, sumur pengeboran minyak milik Pertamina di Struktur Pondok Tengah, Desa Bunibakti, Bekasi mengalami kebocoran dan menyemburkan gas. Ratusan warga mengungsi; (6) 15 Februari 2005, enam pekerja Proyek Langit Biru Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan, Indramayu menderita luka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat pipa gas nitrogen — yang sedang mereka pasang — meledak; (7) 7 Desember 2005, salah satu sumur minyak tua milik Pertamina Operasi Hulu Jawa Bagian Timur yang terletak di Ledok, Blora terbakar dan meledak; (8) 29 Mei 2006, sumur pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Sidoarjo mengalami kebocoran. Gas dan lumpur panas dari sumur tersebut keluar ke permukaan tanah dengan luas genangan hingga mencapai 195 ha (19 / 8 / 2006). Warga yang mengungsi mencapai 11.603 jiwa, dan banyak merusak infrastruktur dasar serta membuat pincang jalannya perekonomian Jawa Timur (dan Indonesia Timur); dan (9) 29 Juli 2006, sumur Sukowati-5 di Desa Campurejo, Bojonegoro menyemburkan gas ke permukaan. Sedikitnya 2.672 warga di sekitar lokasi mengungsi dari rumah mereka.

***

DARI data-data di atas semakin jelas bahwa seharusnya yang perlu diprioritaskan adalah revisi UU Pertambangan dengan terlebih dahulu mengingatkan pemerintah agar jangan sampai negara bertindak seperti tukang teror yang mengancam kehidupan rakyat. DPD juga perlu mengkaji, bukankah sebaiknya eksplorasi dan pemanfaatan energi tidak terbarukan (non renewable energy / NRE) dikurangi secara drastis seraya menggantikannya secara besar-besaran dengan energi terbarukan (renewable energy / RE). Tapi, dalam rangka pemanfaatan RE itu, rakyat tidak boleh dijebak dalam politik mobilisasi dan homogenisasi untuk memilih jenis RE tertentu, misalnya “minyak tanaman jarak pagar” (jatropha curcas) atau gas alam.

Pemakaian energi nuklir pun perlu dikaji oleh DPD, namun harus dikritisi negara mana yang layak dimintai bantuan teknologinya. Misalnya, apakah pantas dipilih negara yang secara tradisional selalu mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dan menempatkan kita sebagai ancaman?

Atau, dalam rangka mengoptimalkan kerjasama OPEC dan menghindari bencana serta kerusakan lingkungan, tidakkah sebaiknya Indonesia menjalin kerjasama memperbesar kapasitas dan memperbanyak kilang pengolah minyak (oil refinery) saja ketimbang  ngotot  membuat sumur-sumur minyak atau gas yang baru? Bukankah sejauh ini kita sudah berhasil menggandeng National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC) dan Petroleus de Venezuela (PDVSA) untuk membangun kilang yang minyak mentahnya (crude oil) disuplai oleh kedua perusahaan tersebut? Jelas, di masa datang, Iran akan kelebihan minyak dan gas karena untuk kebutuhan dalam negerinya segera disubstitusi dengan energi nuklir. Bukankah peluang ini layak dimanfaatkan Indonesia?

Kenyataan lain yang patut dipertimbangkan bahwa, sejak merdeka, pemerintah telah memberi 812 izin eksplorasi pertambangan yang meliputi 75 persen wilayah Indonesia. Kendati baru 10 persen beroperasi, bumi Nusantara sudah hancur parah. Bagaimana jika semua izin tersebut direalisir?

Oleh karenanya, bukankah lebih baik pemerintah konsisten saja dengan program revitalisasi pertanian yang pernah dicanangkannya karena sektor ini terkait erat dengan kehidupan rakyat banyak dan tidak mengancam kelestarian lingkungan? Kendati demikian, saya  berpendapat bahwa sektor pertanian yang dimaksud harus lebih diprioritaskan pada sektor kelautan (maritim). Jadi paradigmanya bukan lagi land-based. Ini penting karena 2/3 dari wilayah RI merupakan perairan dengan garis pantai sepanjang 81.000 km (nomor 2 setelah Kanada), dan di dalamnya terdapat sekitar 17.000 pulau. Tragisnya, pemerintah kurang memerhatikan pulau-pulau terluar (baca: “pulau-pulau terdepan”), padahal kedudukan pulau bagian dalam dan luar atau pulau besar dan kecil dalam konstelasi geostrategi Indonesia adalah sama.

Seharusnya, pulau-pulau terluar itu juga dimasukkan dalam rencana umum tata ruang nasional dengan memerhatikan kepentingan  stakeholders (rakyat, pemerintah, dan para investor).

Strategi penguatan laut / bahari (maritime based) mendesak dilakukan, sehingga devisa negara bukan lagi mengandalkan sektor migas (minyak dan gas) dan pertambangan — termasuk kehutanan — yang selain porsi bagi hasilnya maksimum hanya 30 persen untuk pemerintah, juga banyak merusak lingkungan hidup (itu pun belum ada jaminan transparansi dalam sistem produksi atau pengembangannya).

Pengabaian pemerintah atas pembangunan maritim itu bukan saja terlihat dari kurangnya perhatian atas pemberdayaan pulau-pulau terluar, tapi juga dari alokasi dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) bagi pengembangan sektor perikanan, di mana selama tiga tahun terakhir hanya dikucurkan minimal Rp 2 triliun per tahun. Akibatnya, devisa yang disumbangkan kepada negara masih di bawah Rp 1,7 triliun. Bila dilihat dari potensi sebagaimana dipaparkan di atas, bukankah ini suatu tragedi? Apalagi pembangunan maritim bukan sebatas sektor perikanan. [**]

_______________

La Ode Zulfikar Toresano (Aba Zul) adalah Koordinator Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN) dan sejak Maret 2014 belajar mengabdi sebagai Pemimpin Redaksi  BUTONet 2.

Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnal DPD Plus Digital Nomor 3 / Tahun Ke-1, 19 Oktober 2006  dan Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) / Oktober 2006.

Facebook Comments

You May Also Like

77 thoughts on “Dewan Perwakilan Daerah dan Revisi Undang-Undang Kehutanan

  1. Hey! Someone in my Facebook group shared this site with us so
    I came to look it over. I’m definitely loving the information. I’m book-marking and will be tweeting
    this to my followers! Superb blog and outstanding design.

  2. I’m not sure where you’re getting your information, but great topic.

    I needs to spend some time learning much more or understanding
    more. Thanks for fantastic information I was looking for
    this info for my mission.

  3. Nice post. I was checking constantly this blog and I’m impressed!

    Very helpful info particularly the last part 🙂 I
    care for such information much. I was seeking this particular information for a long
    time. Thank you and best of luck.

  4. Simply desire to say your article is as astonishing.
    The clearness for your submit is just excellent and that i could suppose you’re a professional on this subject.

    Fine with your permission let me to clutch your feed to stay updated with
    impending post. Thanks 1,000,000 and please continue the enjoyable work.

  5. I’m not that much of a online reader to be honest but your
    blogs really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to
    come back down the road. All the best

  6. Great items from you, man. I have understand your
    stuff previous to and you’re simply too wonderful.

    I really like what you have bought here, really like what you’re stating and the way in which wherein you assert
    it. You’re making it enjoyable and you still take care of to keep it sensible.
    I can’t wait to learn far more from you. That is actually a wonderful web site.

  7. Hello! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog.
    Is it hard to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast.
    I’m thinking about setting up my own but I’m not
    sure where to start. Do you have any tips or suggestions?
    Cheers

  8. These two conditions occur frequently as men age, with studies showing that sexual enjoyment declines and sexual activity decreases with increasing lower urinary tract problems.

  9. Hi there! I know this is sort of off-topic however I had to ask.
    Does managing a well-established website such as yours take a
    large amount of work? I am completely new to writing a blog but I do write in my journal daily.

    I’d like to start a blog so I can easily share
    my experience and feelings online. Please let me know if you have any ideas or tips
    for new aspiring bloggers. Thankyou! natalielise plenty of fish

  10. Howdy! This is my first visit to your blog! We are a collection of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche.
    Your blog provided us beneficial information to work on. You have
    done a marvellous job!

  11. Esto lo hacemos para relajarnos, para no sufrir de stress cuando sintamos la aproximación del momento cumbre, de la penetración. Los problemas de falta de erección o de impotencia pueden impedir la penetración en la vagina y la consiguiente emisión del semen dentro de ella, por lo que esta disfunción puede ser causa de ciertos casos de infertilidad.

  12. Every weekend i used to pay a quick visit this site, for the reason that i wish for enjoyment, for
    the reason that this this site conations really pleasant funny information too.

  13. Wonderful beat ! I would like to apprentice while you amend your site, how could i subscribe
    for a blog web site? The account aided me a acceptable deal.

    I had been a little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear idea

  14. Hi, I think your website might be having browser compatibility issues.
    When I look at your blog in Opera, it looks fine
    but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up! Other then that,
    fantastic blog!

  15. Hi, I do think this is a great blog. I stumbledupon it 😉 I may come back yet again since i have book marked it.

    Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to help others.
    pof natalielise

  16. Hello this is kind of of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if you have to
    manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding knowledge
    so I wanted to get guidance from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!

  17. Do you have a spam problem on this blog; I also am a blogger, and I
    was wanting to know your situation; we have developed some nice practices and
    we are looking to swap techniques with other folks, be sure
    to shoot me an e-mail if interested.

  18. Excellent post. Keep writing such kind of info on your blog.

    Im really impressed by it.
    Hello there, You’ve done an excellent job.
    I will certainly digg it and personally recommend to my friends.
    I am sure they will be benefited from this website.

  19. I love your blog.. very nice colors & theme.
    Did you design this website yourself or did you
    hire someone to do it for you? Plz reply as I’m looking to design my own blog
    and would like to find out where u got this from. many thanks

  20. Hey there! I’m at work surfing around your blog from my new iphone 3gs!
    Just wanted to say I love reading through your blog and look forward
    to all your posts! Carry on the superb work!

  21. Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that
    it is really informative. I’m gonna watch out for brussels.
    I will appreciate if you continue this in future. Lots of people will be benefited
    from your writing. Cheers!

  22. Howdy just wanted to give you a quick heads up. The text
    in your article seem to be running off the screen in Ie.
    I’m not sure if this is a format issue or something to
    do with internet browser compatibility but I thought I’d post to let you know.
    The design look great though! Hope you get the issue resolved soon. Many thanks

  23. Hey there I am so happy I found your blog page, I really found
    you by error, while I was looking on Askjeeve
    for something else, Nonetheless I am here
    now and would just like to say thanks a lot for a remarkable post and a all round interesting blog (I also love the theme/design),
    I don’t have time to look over it all at the minute but I have book-marked
    it and also added your RSS feeds, so when I have time
    I will be back to read a great deal more, Please do keep up the superb job.

  24. Hi! I just wanted to ask if you ever have any trouble with hackers?

    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing many months of hard work
    due to no backup. Do you have any solutions to protect against hackers?

  25. whoah this blog is fantastic i love studying your posts.
    Stay up the great work! You recognize, a lot of people are searching round for this information, you can help them greatly.

  26. Good day! I simply would like to give you a big thumbs up for your excellent information you have here on this post.

    I will be returning to your website for more soon.

  27. Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any
    widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest
    twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this
    for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy
    reading your blog and I look forward to your new updates.

  28. Just want to say your article is as amazing. The clarity in your
    post is just spectacular and i could assume you’re an expert
    on this subject. Fine with your permission allow me to
    grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post.

    Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  29. Your style is very unique in comparison to other folks I
    have read stuff from. Thank you for posting when you’ve
    got the opportunity, Guess I’ll just book mark this web site.

  30. Hi! This post couldn’t be written any better! Reading this
    post reminds me of my good old room mate! He
    always kept chatting about this. I will forward this post to
    him. Fairly certain he will have a good read. Thanks for sharing!

  31. Very nice post. I just stumbled upon your blog and
    wanted to say that I have truly enjoyed browsing your blog posts.
    After all I will be subscribing to your rss feed
    and I hope you write again very soon!

  32. Hello there! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a new initiative in a community in the same
    niche. Your blog provided us valuable information to work on.
    You have done a extraordinary job!

  33. Entre el 35 y el 50 % de los varones con diabetes padecen DE. Sintomas de Disfuncion Erectil. Se cuenta con información reciente sobre el riesgo de neuropatía óptica isquémica no arterítica asociada con el uso de los inhibidores de la fosfodiesterasa-5 para el tratamiento de la disfunción eréctil.

  34. If you must stay on the drug that is causing the problem, there are ED treatments that can help. Getting an erection is a complicated chain of events that involves your heart, lungs, blood vessels, hormones, nerves, brain, and a dozen other important systems. If blood flow to the penis is insufficient or if it fails to stay inside the penis, it can lead to erectile dysfunction. https://cialis.fun/

  35. Erectile dysfunction has many causes, most of which are treatable, and it is not an inevitable consequence of aging. Doctors once believed that erectile dysfunction was an emotional or psychological issue alone. But awareness of ED has been growing and today they know that physical factors are just as important as psychological ones, such as disease, injury, or side effects of drugs. Buy cialis online hong kong. As a result, more men have been seeking treatment and returning to normal sexual activity.

  36. Because of this, it’s important to talk to an experienced, qualified doctor before using sildenafil. Sildenafil comes in a variety of doses, ranging from 20mg to 100mg. Higher doses are typically used to treat more serious cases of erectile dysfunction for people that don’t respond to the 20 or 50mg tablets. Buy cialis online uk.

  37. El producto ataca la problemática del bajo rendimiento sexual de muchos hombres, así que el tema principal sería impotencia o disfunción eréctil. Los problemas de disfunción eréctil o impotencia son muy comunes entre los hombres. Por un lado podrás encontrar los ejercicios de relajación y respiración; luego la actividad física para favorecer el funcionamiento del organismo, como por ejemplo las rutinas cardiovasculares; y finalmente tenemos los ejercicios directos para la disfunción erectil como los Kegel, que deben hacerse en al menos 30 repeticiones por día, comprimiendo y luego relajando los músculos de la pelvis. https://comprarlevitra.com/

  38. Si alguno de estos sistemas se ve comprometido, puede causar ED. Aunque las causas psicológicas de la disfunción eréctil pueden ser más complejas que las causas médicas, aún son tratables. Consumo de tabaco y alcohol: El consumo del tabaco no solo puede generar impotencia por si mismo, sino que además afecta a las venas y al sistema circulatorio, otro desencadenante de la DE. Este síndrome es curable en más de 70 por ciento de los casos. Comprar Viagra generico barcelona. Por lo general, la erección inicia por diversos estímulos sensoriales como la vista, audición olfato y tacto, los cuales envían impulsos desde el cerebro y la médula espinal al pene, que a su vez relajan los músculos lisos del cuerpo cavernoso (dos cámaras situadas dentro del pene), para hacer fluir la sangre, lo cual no sucede de manera normal en la disfunción eréctil.

  39. La disfunción eréctil, mejor conocida como impotencia sexual, es un síndrome que afecta a uno de cada dos hombres de entre 40 y 70 años de edad; pero sólo 10 por ciento acude a solicitar atención médica. La incidencia aumenta con la edad: alrededor del 5% de los hombres de 40 años de edad y entre el 15 y el 25 % de los hombres de 65 años de edad experimentan DE. Comprar Levitra original bayer.

  40. In a normal man, this PDE5 works in conjunction with cGMP to ensure proper blood flow to the organ when there is a sufficient level of sexual stimulation. However, when the balance between these two substances becomes upset, the PDE5 can begin to lower the amounts of blood that make it to the penis. This is where the main component of Cialis, called Tadalafil, comes in.

  41. As any man would do while combating impotence I chose to purchase cialis oral ED med for the treatment of this terrible and unwanted condition.

Leave a Reply

Your email address will not be published.