Para Peneliti Iran Merancang Biosensor Elektrokimia yang Baru untuk Virus Hepatitis B

1817019TEHERAN (MNA) — Sekelompok peneliti yang dipimpin Dr MH Mashhadizadeh, dari Universitas Kharazmi Iran, mengembangkan biosensor elektrokimia yang baru untuk virus Hepatitis B (HBV-DNA).

Dengan didanai Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional Iran (Iran National Science Foundation /INSF), biosensor tersebut dirancang dalam dua fase/tahap.

Pada fase pertama, elektroda dari pasta karbon dimodifikasi dengan partikelnano (nanoparticles) magnetik, para-nitroaniline, dan fragmen DNA+) (deoxyribonucleic acid / asam deoksiribonukleat) virus Hepatitis B. Penempatan fragmen DNA pada permukaan elektroda dilakukan melalui interaksi kovalen antara kelompok NH2 pada permukaan elektroda dan kelompok fosfat DNA yang diaktivasi. Untuk pekerjaan ini digunakan Methylene Blue sebagai indikator elektrokimia, sedangkan penentuan kuantitatif dilakukan dengan metoda DPV (Differential Pulse Voltammetry / voltametri pulsa diferensial).

Pada tahap kedua, elektroda emas dimodifikasi dengan partikelnano emas dan mercaptobenzaldehyde. Fragmen DNA virus Hepatitis B yang telah difungsikan dengan NH2 ditempatkan pada permukaan elektroda tersebut melalui interaksi kovalen dengan kelompok aldehyde. Penempatan dan hibridisasi fragmen DNA pada elektroda yang dimodifikasi itu diteliti/diamati dengan DPV melalui penggunaan ferricyanide sebagai fragmen penunjuk.

Dari evaluasi kinerja biosensor terbukti adanya sensitivitas dan selektivitas yang tepat untuk menentukan jumlah DNA virus Hepatisis B pada sampel. Selanjutnya, biosensor tersebut dikembangkan hingga tercapai kestabilan yang kukuh dan reproduktifitas yang diinginkan.[**]

Catatan Redaksi

+) “DNA probe” adalah suatu fragmen DNA (RNA) atau protein pelacak target gen. “DNA probe” yang telah dilabel akan berkomplementasi dengan target melalui hibridisasi sehingga dapat mendeteksi keberadaan gen tertentu. Ada dua macam probe, yaitu “homologus” dan “heterologus”. “Homologus” adalah probe yang diperoleh dari DNA dengan sumber yang sama dengan DNA yang akan dilacak, sehingga ikatan komplemen probe dengan DNA target cenderung lebih kuat dan presisi. Sedangkan “heterologus” adalah adalah probe yang diperoleh dari sumber organisme yang berbeda atau dibuat secara sintetik, sehingga ikatannya kurang presisi dengan gen target.

______________________

Diterjemahkan dan diedit dari http: //en.mehrnews.com (Rabu, 2/9/2015) oleh Wa Ode Zahra Zilullah dan La Ode Zulfikar Toresano (www.sorotparlemen.com, Rabu, 9/9/2015).

Facebook Comments

Topik Tarkait

26 thoughts on “Para Peneliti Iran Merancang Biosensor Elektrokimia yang Baru untuk Virus Hepatitis B

  1. Pingback: CBD oil UK
  2. Pingback: CBD oils
  3. Pingback: Blessed CBD
  4. Pingback: CBD products
  5. Pingback: best CBD oil UK
  6. Pingback: best CBD oil
  7. Pingback: best CBD oil UK
  8. Pingback: best CBD oil UK
  9. Pingback: Blessed CBD
  10. Pingback: best CBD oils
  11. Pingback: kratom near me
  12. Pingback: make money online
  13. Pingback: backlink
  14. Pingback: knight rider kitt
  15. Pingback: vape shop near me

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen + 8 =