Hilangnya Pesawat Boeing 777-200 Milik Malaysia Airlines (Bagian Kedua)

Oleh BUTONet 2

malaysiaAzharudd Abdul Rahman (Kepala Departemen Penerbangan Sipil Malaysia /. DCA): Area pencarian pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines telah diperluas di Laut China Selatan. Operasi pencarian semula dipusatkan pada kawasan dengan radius 50 mil laut (92 kilometer) dari titik posisi terakhir pesawat yang terekam di Laut China Selatan di antara pesisir timur Malaysia dan Vietnam. Wilayah pencarian kini diperluas dengan radius 185 kilometer dari titik itu.  Operasi pencarian juga dilakukan di daratan Semenanjung Malaysia, perairan Selat Malaka, hingga perairan di sebelah utara Pulau Sumatera, Indonesia. (Kompas, 11/3/2014).

Hadi Tjahjanto >>> Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto (Kepala Dinas Penerangan. TNI Angkatan Udara)Pesawat intai Boeing 737-200 dari Skuadron 5 di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar akan membantu operasi pencarian pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines di Laut China Selatan. Pesawat akan ditempatkan sementara di Pangkalan Udara Ranai di Kepulauan Natuna selama operasi berlangsung. (Kompas, 11/3/2014).

 

Imigrasi  >>> Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia : (Memerintahkan) Pengetatan pemeriksaan dokumen imigrasi di seluruh tempat pemeriksaan imigrasi (TPI), baik di pelabuhan udara maupun laut. Direktur Dokumen Perjalanan, Visa, dan Fasilitas Keimigrasian Ditjen Imigrasi Asep Kurnia, Senin (10/3) mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan edaran soal itu. Ditjen Imigrasi belum terhubung ke basis data Interpol dan baru merintis kerjasama. Mudah-mudahan ke depan bisa terkoneksi semua. (Kompas, 11/3/2014).

 

Marty Natalegawa  (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia): Sebagian besar keluarga warga Negara Indonesia(WNI) yang berada di dalam pesawat Malaysia Airlines(MAS) telah tiba di Kuala Lumpur.  Kurang lebih 5 keluarga dari 7 WNI yang menjadi penumpang berada di Kuala Lumpur.  Saya sudah meminta perwakilan kita di Kuala Lumpur untuk memberikan dukungan, jangan sampai mereka kekurangan satu hal apa pun.(Kompas, 11/3/2014).

 

Moeldoko >>> Jenderal Moeldoko (Panglima Tentara Nasional Indonesia /. TNI):  (Di Kantor Presiden menyatakan) Segera memenuhi permintaan bantuan dari Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia dua hari lalu.  Selain lima kapal perang Komando Armada RI Kawasan Barat  (Koarmabar) TNI Angkatan Laut dan satu pesawat intai maritim, TNI juga mengerahkan satu pesawat intai strategis TNI Angkatan Udara, Senin (10/3/2014) — Kompas, 11/3/2014.

Najib Razak  (Perdana Menteri Malaysia): (Mengatakan) Akan meninjau kembali protokol kemanan penerbangan dan meningkatkannya jika dibutuhkan. (Kompas, 11/3/2014).

Ronald Noble  (Sekretaris Jenderal Interpol)Kita menyayangkan lolosnya dua pemegang paspor curian ke dalam pesawat Malaysia Airlines(MAS) tersebut. Padahal, data paspor curian itu ada dalam basis data Interpol.  Hanya segelintir negara yang mengakses basis data itu. (Kompas, 11/3/2014).

 

Sutarman  >>> Jenderal Sutarman (Kepala Kepolisian Republik Indonesia): (Mengingatkan) Petugas Imigrasi, Bea dan Cukai, petugas keamanan Bandar udara (bandara), polisi, dan petugas maskapai penerbangan perlu meningkatkan pengamanan di Bandara. Petugas di bandara perlu lebih teliti mengecek identitas dan barang bawaan penumpang (Kompas, 11/3/2014).

Vietnam  >>> Kementerian Perhubungan Vietnam : (Memerintahkan) Pengamanan diperketat di bandar-bandar udara (bandara) utama, seperti Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City dan Bandara Internasional Noi Bai di Hanoi. (Kompas, 11/3/2014).

 

Marty Natalegawa  (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia): Sebagian besar keluarga warga negara Indonesia(WNI) yang berada di dalam pesawat Malaysia Airlines(MAS) telah tiba di Kuala Lumpur.  Kurang lebih 5 keluarga dari 7 WNI yang menjadi penumpang berada di Kuala Lumpur.  Saya sudah meminta perwakilan kita di Kuala Lumpur untuk memberikan dukungan, jangan sampai mereka kekurangan satu hal apa pun.(Kompas, 11/3/2014).

Harian Tentara Pembebasan Rakyat  (China): Sepuluh satelit resolusi tinggi yang dikendalikan dari Xian di China utara akan digunakan untuk navigasi, pantauan cuaca, cuaca, dan berbagai aspek operasi SAR lainnya. Pemerintah China juga terus menekan Malaysia untuk mempercepat operasi pencarian. (Kompas, 12/3/2014)

 

Ronald K Noble  (Sekretaris Jenderal Interpol): [Mengatakan kepada wartawan di markas besar Interpol di Lyon, Perancis, Selasa,(11/3) bahwa] Dua penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang menggunakan paspor curian diyakini tak memiliki hubungan dengan jaringan teroris. Makin banyak informasi yang kami dapatkan, kami makin cenderung menyimpulkan bahwa ini bukan insiden teroris.  Mereka berdua  [warga negara Iran, yakni Pouri Nour Mohammad (18) dan Delavar Seyed Mohammad Reza (29)] lebih mungkin menjadi bagian jaringan imigran ilegal daripada teroris. Dua warga Negara Iran ini diyakini masuk ke Malaysia dari Doha, Qatar, secara legal dengan paspor Iran.  Begitu tiba di Kuala Lumpur, mereka menggunakan paspor warga Italia dan Austria yang hilang dicuri di Thailand lebih dari setahun lalu. Mereka menggunakan paspor itu untuk ikut penerbangan MH370 ke Beijing dalam upaya masuk Eropa. Salah satu pria Iran itu berniat pergi ke Frankfurt, Jerman, untuk menyusul ibunya. Ini adalah bagian dari kasus penyelundupan manusia, bukan isu terorisme. (Kompas, 12/3/2014)

 

Rodzali Daud  (Kepala Staf Angkatan Udara Malaysia): (Seperti dikutip dalam surat kabar Malaysia, Berita Harian) Pesawat itu terdeteksi radar militer Malaysia pada Sabtu pukul 02.40 atau sekitar satu jam setelah pesawat itu hilang dari layar radar menara kendali lalu lintas udara. Posisi terakhir pesawat, menurut radar militer, berada di dekat Pulau Perak di ujung utara Selat Malaka. Pesawat terdeteksi terbang pada ketinggian 9.000 meter. (Kompas, 12/3/2014)

 

Umar Fathur  >>> Kolonel Penerbang Umar Fathur(Asisten Operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Medan)Hari ini(Selasa, 11/3/2014) pencarian (dengan mengerahkan pesawat intai strategis Boeing 737-200) fokus di Selat Malaka bagian utara. Besok, pencarian kami lanjutkan dengan menyisir daerah Selat Malaka yang agak ke selatan. (Kompas, 12/3/2014).

Vo Van Tuan  >>> Letnan Jenderal Vo Van Tuan (Deputi Kepala Staf Tentara Rakyat Vietnam): Tentara diperintahkan menyisir hutan-hutan pedalaman untuk mencari kemungkinan pesawat jatuh di kawasan hutan atau pegunungan tak berpenghuni.  Tentara di kawasan perbatasan dengan Laos dan Kamboja juga diperintahkan melakukan pencarian. Masalah terbesar adalah mengetahui di mana harus mulai mencari, terutama pada malam hari. (Kompas, 12/3/2014).

Adil Priyanto >>> Kapten Adil Priyanto [Nakhoda Kapal Negara SAR Purworejo yang dikirim oleh Badan SAR Nasional di Selat Malaka untuk membantu pencarian pesawat Boeing 777-200ER milik MAS (Malaysia Airlines)]: Kapal didatangkan dari Batam dan akan bergerak pada Rabu (12/3) malam menyisir laut antara Medan, Langkawi, dan Aceh. Kemungkinan kami akan bersandar di Aceh jika perlu isterahat. Kami akan terus mencari sampai ada perintah berhenti. (Kompas, 13/3/2014)

 

Bambang Sudewo  >>> Letnan Kolonel Bambang Sudewo  (Pilot pesawat intai strategis dan Komandan Skuadron Udara 5 Wing 5 TNI Angkatan Udara)Kami menyisir wilayah Selat Malaka di bagian selatan. Belum ada hasil. Bahkan, kami menduga pesawat MH370 itu tidak jatuh di Selat Malaka. Di Selat Malaka bagian selatan banyak sekali kapal pengangkut minyak (tanker) dan nelayan tradisional.  Jika memang pesawat milik MAS (Malaysia Airlines) itu jatuh di sana, tentu para nelayan sudah menemukan tanda-tanda.  Selain itu, selama pencarian tim kami sama sekali tidak menemukan jejak-jejak pesawat hilang itu. (Kompas, 13/3/2014).

 

China : Atas permintaan China telah diaktifkan Piagam Internasional Antariksa dan Bencana.  Dengan aktivasi piagam tersebut, 15 badan luar angkasa nasional dari seluruh dunia setuju untuk mengaktifkan satelit pemantau permukaan bumi untuk merekam data di lokasi hilangnya pesawat. (Kompas, 13/3/2014)

 

India >>> Angkatan Udara India : Siap mengrahkan pesawat-pesawat apabila diminta. Sementara, penjaga Pantai India telah menebangkan satu pesawat patrol untuk menyisir perairan di sebelah barat Kepulauan Andaman dan Nikobar. (Kompas, 13/3/2014)

SM Handoko  >>> Kolonel SM Handoko (Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Suwondo, Medan): Kami akan menunggu informasi lebih lanjut dari Jakarta dan Malaysia untuk tindak lanjut. Hari ini pencarian untuk sementara kami hentikan sambil menunggu perkembangan. (Kompas, 13/3/2014).

Untung Surapati >>> Laksamana Pertama Untung Surapati (Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut): Pencarian pesawat Boeing 777-200ER milik MAS (Malaysia Airlines) tersebut terkendala sinyal darurat pesawat yang tidak tertangkap tim pencari. Bisa dikatakan ini anomali. Seharusnya jika pesawat kecelakaan, termasuk di laut, sinyal  emergency otomatis terpancar. Sinyal itu sampai hari ini tidak pernah ditemukan oleh pihak manapun. Saat ini lima kapal perang Indonesia, yakni 1 kapal korvet dan 4 kapal patrol cepat, beserta pesawat intai maritime yang dikerahkan TNI Angkatan Laut masih membantu pencarian pesawat.  Pencarian dilakukan di utara Selat Malaka atau perairan di sekitar Pulau Penang, Malaysia.  Di sana ada tiga tim SAR, yakni dari TNI Angkatan Laut Indonesia, Angkatan Laut Malaysia, dan Angkatan Laut Thailand. Lama pencarian korban bencana sesuai standar SAR adalah satu minggu.  TNI Angkatan Laut belum akan menambah jumlah armada untuk membantu operasi pencarian itu. Kecuali kalau ada perintah lain dari komandan lapangan atau dari SAR Mission Coordinator, baru nanti diperpanjang. (Kompas, 13/3/2014).

Amerika Serikat / AS >>> Pejabat Amerika Serikat di Washington: Para penyelidik AS telah mendapatkan rekaman radar, baik sipil maupun militer, dari Malaysia. (Kompas, 14/3/2014)

 

Hishammuddin Hussein (Menteri Pertahanan dan Pejabat Menteri Transportasi Malaysia): Dua informasi/laporan  yang muncul pada hari Kamis (13/3) “tidak akurat”. Transmisi data terakhir dari pesawat itu dikirim pada pukul 01.07 yang mengindikasikan semua sistem berjalan normal. Kami telah mengonfirmasi kepada perwakilan Boeing dan Rolls-Royce yang sudah berada di Kuala Lumpur dan mereka tidak membenarkan informasi itu. [Informasi pertama adalah munculnya tiga citra satelit China yang memperlihatkan tiga benda berukuran besar di perairan Laut China Selatan dekat Vietnam. Tiga obyek tersebut sempat diduga serpihan pesaat, tetapi setelah dicek ke lokasi, ternyata tak ditemukan apa-apa. Sementara, informasi kedua adalah laporan yang dimuat surat kabar  The Wall Street Journal (Amerika Serikat / AS), Kamis (13/3), yang mengutip dua sumber tanpa identitas bahwa “para penyelidik penerbangan dan pejabat keamanan nasional” meyakini pesawat Malaysia Airlines (MAS) itu terbang hingga empat jam setelah hilang dari radar.  Para sumber The Wall Street Journal  tersebut mengambil kesimpulan itu berdasarkan data yang dikirim secara otomatis oleh dua mesin Rolls-Royce Trent 800 di pesawat tersebut. Mesin turbofan itu dilengkapi system yang secara otomatis akan mengirimkan data teknis operasi ke pusat pemantau di Derby, Inggris]. Tentu saja kami tak mengesampingkan kemungkinan apa pun. Itu sebabnya kami memperluas area pencarian. Kami memperluas area pencarian hingga Laut Andaman. (Kompas, 14/3/2014)

Pakistan: Kami siap membantu Malaysia dalam pencarian ini. (Kompas, 14/3/2014)

Tony Tyler (Ketua Asosiasi Transportasi Udara Internasional / IATA): Ini sungguh luar biasa, dengan semua teknologi (satelit dan komunikasi) bisa ada pesawat yang hilang begitu saja seperti ini. (Kompas, 14/3/2014)

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × two =