Ilmuwan Iran Menemukan Cara Pengurangan Penggunaan Antibiotik untuk Infeksi Perut

1434360479782_12TEHERAN (ISNA) — Ilmuwan Iran Reza Asgari bersama koleganya di Virginia School of Medicine, Amerika Serikat (AS), dan 22 lembaga lainnya menemukan bahwa jangka waktu pemberian antibiotik untuk infeksi-infeksi perut yang cukup parah dapat dikurangi separuhnya dan keefektifannya sama dalam mencegah perkembangbiakan kuman yang  tahan (resisten terhadap) antibiotik.

Para peneliti yang dipimpin Tim UVA itu  mengamati pengobatan infeksi setelah sumbernya  (sumber infeksi) ditangani, seperti dengan menghilangkan peradangan. Mereka menemukan bahwa pemberian antibiotik selama empat hingga delapan hari  cukup efektif untuk pengobatan.

“Masih minim sekali acuan berapa lama pengobatan infeksi-infeksi di dalam perut dengan antibiotik  setelah sumber infeksinya ditangani,” kata Christopher Guidry dari Bagian Bedah UVA.

Para peneliti tersebut telah memberikan jawaban atas pertanyaan penting dan pelik: Berapa lama antibiotik benar-benar diperlukan?  Setiap tahun ada 300.000 kasus radang usus buntu di AS, dan kira-kira dua kali lipat dari itu masih banyak lagi kasus-kasus infeksi perut lainnya. Sehingga, penting sekali bagi para dokter untuk memiliki informasi memadai  dalam menangani penyakit-penyakit tersebut, apakah penggunaan antibiotiknya efektif atau hanya seperti yang terjadi selama ini (konservatif).

Sejauh ini para dokter biasanya memerlukan waktu satu atau dua minggu dalam memberikan antibiotik hingga semua gejala-gejalanya (infeksi perut) hilang. Namun, dengan  penanganan terbaru lebih singkat, yakni hanya empat hingga tujuh hari.  Sayangnya masih banyak dokter yang enggan berubah dan terus memberikan antiobiotik selama 10 hingga 14 hari.

“The Study to Optimize Peritoneal Infection Therapy / STOP-IT (Studi untuk Mengoptimalkan Terapi Infeksi Perut) telah diluncurkan untuk memfasilitasi penyediaan informasi yang dibutuhkan para dokter. Studi ini dilakukan terhadap 517 pasien di AS dan Kanada yang menderita infeksi perut dan bersedia untuk berpartisipasi.  Setelah sumber infeksi ditangani, separuh dari mereka diberi antibiotik selama dua hari hingga gejala-gejala penyakitnya hilang. Sementara itu  separuhnya lagi  hanya diberi antibiotik selama empat hari. Hasilnya: keduanya sama.

“Penting sekali bagi dokter untuk menyadari bahwa aspek terpenting dari manajemen para pasien adalah pengontrolan sumber infeksi,” ujar Robert Sawyer, MD, dari “Bagian Bedah dan Ilmu Anestesi (Anesthesiology) UVA”. Data tersebut menunjukkan  bahwa  jika dilakukan operasi yang baik, hanya sedikit saja dibutuhkan antibiotik.

“Ini merupakan khabar baik bagi pasien berisiko terkena sepsis,”+) ujar Sarah Dunsmore, PhD yang mengelola  dana hibah untuk sepsis dari ‘National Institutes of Health’s National Institute of General Medical Sciences’.

***

DARI penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, infeksi perut dapat dikontrol jauh lebih cepat daripada yang berlangsung selama ini. Secara esensial, STOP-IT menghemat separuh pemberian antibiotik, yang berarti  lebih sedikit  efek sampingnya  bagi pasien, dan biayanya pun jauh lebih murah. [**]

 

Catatan Redaksi:

+) Sepsis adalah kondisi medis yang serius, di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi. Ia juga dikenal sebagai penyakit yang dapat mengancam kehidupanan (yang dapat menyebabkan kematian) dan dapat terjadi saat seluruh tubuh bereaksi terhadap infeksi. Kondisi ini mengarah ke  overdrive  dari sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan serangkaian reaksi yang dapat menyebabkan peradangan luas serta pembekuan darah.

______________________

Diterjemahkan dan diedit dari  http: //isna.org (Senin, 3/8/2015) oleh Wa Ode Zahra Zilullah  dan La Ode Zulfikar Toresano  (www.sorotparlemen.com, Senin, 10/8/2015).

Facebook Comments

Topik Tarkait

90 thoughts on “Ilmuwan Iran Menemukan Cara Pengurangan Penggunaan Antibiotik untuk Infeksi Perut

  1. Pingback: Kratom near me
  2. Pingback: 5euros
  3. Pingback: Escort amsterdam
  4. Pingback: حزن و الم
  5. Pingback: حلوه
  6. Pingback: الخيانة
  7. Pingback: عزة
  8. Pingback: غرور
  9. Pingback: Handlateknik
  10. Pingback: buy CBD
  11. Pingback: casino bonus 300
  12. Pingback: Courses
  13. Pingback: 5euros
  14. Pingback: consultant seo
  15. Pingback: Sonia Randhawa
  16. Pingback: Sonia Randhawa
  17. Pingback: Sonia Randhawa
  18. Pingback: 5euros
  19. Pingback: Sonia Randhawa
  20. Pingback: Sonia Randhawa
  21. Pingback: maeng da kratom
  22. Pingback: Sonia Randhawa
  23. Pingback: cbd cats
  24. Pingback: cbd oil for pain
  25. Pingback: Amsterdam escorts
  26. Pingback: kratom near me
  27. Pingback: Sonia Randhawa
  28. Pingback: Sonia Randhawa
  29. Pingback: Buy fake money
  30. Pingback: Research
  31. Pingback: job search
  32. Pingback: pc app
  33. Pingback: Sonia Randhawa
  34. Pingback: AC Repair Dubai
  35. Pingback: Jed Fernandez
  36. Pingback: Umzugsfirma Wien
  37. Pingback: kratom
  38. Pingback: bitcoin slots
  39. Pingback: Online jobs
  40. Pingback: Earn Money Online
  41. Pingback: Earn Money Online
  42. Pingback: industry
  43. Pingback: websites
  44. Pingback: File share
  45. Pingback: Blessed CBD
  46. Pingback: best CBD oils
  47. Pingback: CBD oil UK
  48. Pingback: CBD
  49. Pingback: CBD oil
  50. Pingback: buy CBD oils
  51. Pingback: CBD oil UK
  52. Pingback: CBD
  53. Pingback: CBD oils
  54. Pingback: CBD oil UK
  55. Pingback: best CBD oil
  56. Pingback: kratom near me
  57. Pingback: knight rider
  58. Pingback: make money online

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 − eighteen =