Inisiatif Dewan Perwakilan Daerah dalam Pembuatan RUU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU-KMIP)?

www.batamtoday.comDi antara kriteria untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) adalah adanya transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektifitas, produktifitas, dan inovasi. Maka, pengesahan Rancangan Undang-Undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU-KMIP) menjadi penting karena ia merupakan alat kontrol untuk mewujudkan kriteria-kriteria seperti yang diharapkan oleh sebuah tata pemerintahan yang baik.

Sayangnya, pembahasan RUU-KMIP yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) itu makin memperlihatkan kemunduran, sehingga membuat kita bertanya-tanya, apakah pemerintah khawatir dengan penerapan undang-undang tersebut karena akan mengungkap pola birokrasi di Indonesia yang banyak didominasi budaya lamban, bertele-tele, koruptif, tertutup, dan kurang inovatif.

Sementara itu, mungkinkah ada kebenaran sinyalemen pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali, bahwa DPR seperti bagian dari eksekutif (Kompas, 23 / 12 / 2006), sehingga — sebagai konsekuensinya — RUU-KMIP (yang seharusnya sudah disahkan pada tahun 2005) menjadi terhambat pembahasannya. Seandainya sinyalemen tersebut benar, bukankah wajar bila — untuk sementara — DPR kita tempatkan dalam satu kamar dengan pemerintah? Dan jika kamar itu kita sebut sebagai benda, bukankah di situ berlaku Hukum Newton I, bahwa setiap benda akan cenderung mempertahankan keadaannya semula (keadaan lembamnya) apabila tidak ada gaya yang bekerja padanya (benda itu).

Karenanya, dalam hal ini, bukankah wajar bila berkembang anggapan bahwa pemerintah dan DPR merupakan dua institusi yang menyatu mempertahankan kelembaman dan enggan merubah paradigma penyelenggara negara dari penguasa menjadi pelayan publik?

Kembali pada Hukum Newton I di atas, lalu siapa yang layak memberikan gaya luar untuk menggerakkan benda lembam (pemerintah dan DPR) itu? Tentu saja, selain rakyat, institusi yang lebih dekat dengannya juga pantas untuk mentransformasikan kelembaman tersebut; dan ini tiada lain adalah DPD, apalagi — sejauh ini — DPD belum memiliki rekam jejak (track record) yang buruk.

***

SESUNGGUHNYA, DPD juga sangat berkepentingan dengan terbitnya UU-KMIP itu mengingat penataan daerah — yang terwujud dalam sistem Peraturan Daerah (Perda) — sangat memerlukan transparansi karena hanya dengan itu birokrat lokal bisa dinilai akuntabilitasnya.

Oleh karena itu, bukankah sebaiknya DPD segera berinisiatif membuat RUU-KMIP dan kemudian mensosialisasikannya? Dengan demikian, nantinya, DPR dan pemerintah akan berkaca pada diri sendiri sambil tersipu malu — bak gadis rimba — dan ditonton ramai-ramai oleh seluruh rakyat Indonesia. [**]

_______________

La Ode Zulfikar Toresano (Aba Zul) adalah Koordinator Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN)  dan sejak Maret 2014 belajar mengabdikan diri  sebagai Pemimpin Redaksi  BUTONet 2.

Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnal DPD Plus Digital  Nomor 4 / Tahun Ke-1, 27 Desember 2006 dan juga  Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) / 2007.

Facebook Comments

You May Also Like

25 thoughts on “Inisiatif Dewan Perwakilan Daerah dalam Pembuatan RUU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU-KMIP)?

  1. Although it usually can’t be completely cured, there are treatments that will allow you to get an erection so you can have sex.

  2. El pene se hincha de tal modo que comprime sus venas impidiendo que la sangre retorne hacia el resto del organismo. Hablar de ellos con nuestra pareja o buscar tratamiento de un médico son pasos importantes para lograr superarlo.

  3. Medicines for erection problems should be obtained only from an authorised Australian prescriber, such as your doctor, specialist nurse or erectile specialist.

  4. This is the most common type of hair loss, affecting both men and women as they age. If a product causes an allergic reaction, it is important to stop using it and try switching to a different brand if necessary.

  5. It may take much longer before a second erection is possible compared to when the man was younger, and usually the erection is not as firm. Millions of men struggle with it but shockingly few ever seek treatment. Sometimes, the culprit is another health issue. https://cialis.fun/

  6. Sexual dysfunction is more common as men age. According to the Massachusetts Male Aging Study, about 40% of men experience some degree of inability to have or maintain an erection at age 40 compared with 70% of men at age 70. And the percentage of men with erectile dysfunction increases from 5% to 15% as age increases from 40 to 70 years. Buy cialis online eu. It is common for men with erectile dysfunction to have an underlying physical basis for it, particularly in older men. However, psychological factors may be present in 10% to 20% of men with erectile dysfunction.

  7. The researchers found a stronger correlation between smoking and illicit drug use and ED in men under 40 than among older men. That suggests that lifestyle choices may be a main contributing factor for ED in younger men. Buy cialis online hong kong. An analysis of research on ED in men under 40 found that smoking was a factor for ED among 41 percent of men under the age of 40. Diabetes was the next most common risk factor and was linked to ED in 27 percent of men under 40. Your doctor will ask you questions about your symptoms and health history.

  8. Para definir que es disfuncion erectil, podemos decir que se trata de la imposibilidad de tener una erección adecuada para mantener una relación sexual. Veamos ahora de cerca cada una de estas causas para la DE psicológica. Comprar Viagra generico envio rapido. Además se desarrollan otras enfermedades comúnmente relacionadas con la obesidad, como la hipertensión, el colesterol, diabetes, etc. Los investigadores han estudiado este efecto y le han dado a la condición su propio nombre: disfunción eréctil inducida por pornografía (PIED).

  9. Puedo Comprar Levitra sin receta. Otra de las causas que pueden desencadenar este trastorno es padecer alguna enfermedad no diagnosticada que necesite un tratamiento. El tratamiento de la disfunción eréctil requiere una consulta franca y honesta entre el paciente y el médico y de ser posible, la pareja. La obesidad no solo afecta a las erecciones, sino también al deseo sexual. Los hombres a partir de los 40 son más propensos a sufrir problemas de impotencia durante las relaciones sexuales, algo que es meramente físico.

Leave a Reply

Your email address will not be published.