Iran dan UNEP Menandatangani Rencana Aksi Kerjasama Lingkungan Hidup

Picture1TEHERAN — Kantor berita IRNA melaporkan, Kepala Departemen Lingkungan Hidup Republik Islam Iran, Masoumeh Ebtekar, dan   Direktur Eksekutif  Program Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Program/UNEP), Achim Steiner, menandatangani rencana aksi bersama pada hari Jum’at (27/5).

Penandatanganan dokumen tersebut berlangsung di sela-sela Pertemuan Lingkungan Hidup PBB yang ke-2 (second  United Nations Environment Assembly / UNEA-2)  yang diadakan pada 23 hingga 27 Mei di Kenya.

Adapun subjek utama dalam rencana aksi itu adalah pengelolaan limbah berbahaya dan promosi kerjasama penelitian.

Topik lainnya dalam dokumen tersebut adalah penyelenggaraan (di tingkat regional) workshop, pertukaran informasi, dan pelaksanaan penelitian bersama dalam hal limbah elektronik.

Konflik Regional Merupakan Penghambat bagi Kerjasama Internasional

Selain menandatangani perjanjian, Ebtekar juga membicarakan  rencana sebelumnya soal penanganan badai pasir dan debu yang menerjang sejumlah kota di Iran dan juga di kawasan.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Shamshad Akhtar, Sekretaris Eksekutif  Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk  Asia dan Pasifik  (UN Economic and Social Commission for Asia and the Pacific / ESCAP), Ebtekar  mengungkapkan penyesalannya mengenai konflik regional di Timur Tengah yang telah menciptakan hambatan bagi kerjasama internasional dalam penanganan  badai debu (pasir).  “Konflik telah meminimalkan kerjasama dan dalam hal tertentu bahkan membuatnya menjadi mustahil,” keluh  Ebtekar.

Dengan mengucapkan terimakasih kepada Akhtar  atas  penerimaan ESCAP soal resolusi penanganan badai pasir dan debu yang diusulkan Iran, Ebtekar juga menekankan pentingnya kerjasama regional untuk mengatasi masalah tersebut.

“Erosi tanah, penggundulan hutan (deforestation), degradasi permukaan tanah, pengeringan danau dan laguna, serta perubahan iklim merupakan isu-isu yang mempengaruhi (penanganan) badai debu;  untuk itu kami  hadir dengan rencana praktis dan teruji secara ilmiah untuk mengatasi (terjangan) partikel-partikel  debu itu,” tambah Ebtekar.

Di sisi lain, Akhtar mengusulkan konferensi regional tentang partikel debu, yang diselenggarakan Iran.  Terhadap usulan ini Ebtekar meresponi bahwa konferensi dapat dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan kantor sub-regional ESCAP di Iran pada  September 2016.

Menurut situs DOE, bersamaan dengan pembicaraan penghentian badai debu ini, pada hari Kamis (26/5) juga diselenggarakan sebuah pertemuan para ahli dari Iran dan Mongolia serta sejumlah pakar dari  Universitas Oxford.

UNEP  Membuka Kantor Sub-regional di Iran

Kemudian, dalam pertemuannya dengan Erik Solheim, pejabat UNEP, Ebtekar ditanya soal pembukaan  kantor  UNEP di  Iran.

Dalam kaitan ini, Solheim menyatakan siap bekerjasama dengan Iran dan membuat perjanjian untuk menindaklanjuti pembukaan kantor sub-regional UNEP tersebut. [**]

MQ / MG

_______________________________

Diterjemahkan dan diedit dari http: //tehrantimes.com (“Iran, UNEP  sign  environmental  joint plan  of  action” — Jum’at, 27/5/2016) oleh  Wa Ode  Zainab  Zilullah Toresano  dan  La Ode Zulfikar Toresano  (www.sorotparlemen.com, Rabu, 1/6/2016).

Facebook Comments

You May Also Like