Jakarta Bebas Banjir : Akankah Terwujud?

banjirkanalbaratBUTONet 2, Jakarta — Hujan adalah anugerah Tuhan bagi semesta, tapi jika turun dalam curah  berlebih, ia akan menjadi bencana. Hingga kini, penduduk ibu kota masih harus terus mengalami bencana banjir, padahal sudah silih berganti  kepemimpinan.

Banjir memang tak dapat terelakkan melanda sejumlah wilayah di Jakarta karena hujan deras yang terus mengguyur sejak Sabtu (11/1/2014). Akibatnya, tidak hanya jalanan yang tergenang banjir, tapi juga terjadi kemacetan di berbagai titik. Bahkan, banjir telah menghambat aktivitas masyarakat ibu kota.

Kompas.com melansir peta sebaran banjir di Jakarta yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta. Dengan merujuk  peta ini, masyarakat  dapat mengetahui titik-titik banjir.  Dari data tersebut, hingga Senin (13/1/2014) pukul 07.00, sebanyak 276 RT dan 75 RW di 31 kelurahan dan 18 kecamatan terendam banjir. Dan yang terparah adalah Cawang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Sungguh, banjir menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai selama bertahun-tahun. Setiap musim hujan, Jakarta tak pernah absen dari banjir. Padahal, selama kepemimpinan Jokowi-Ahok sudah dilakukan berbagai terobosan penaggulangannya. Sehingga, gebrakan pasangan pemimpin ini patut  diapresiasi. Memang, butuh waktu yang lama untuk merasakan hasilnya: “Jakarta bebas banjir”.

Terkait dengan itu, setidaknya ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan atau ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta, antara lain: perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai secara signifikan, revitalisasi waduk dan situ, perbanyakan atau perluasan daerah resapan air,  dan sosialisasi kesadaran masyarakat Jakarta.

Selain itu, penting kiranya ditingkatkan terus untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, tidak saja antarperangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tapi juga dengan pemerintah pusat karena masalah banjir tersebut berkaitan dengan kondisi di beberapa provinsi lainnya yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta. Dan penanganan kondisi itu berkaitan dengan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya dalam penanganan sungai-sungai di setiap daerah.

Bila segenap elemen, baik itu pemerintah maupun masyarakat, bahu-membahu menanggulangi banjir, maka impian Jakarta bebas banjir niscaya bisa terwujud. Harus diakui, memang langkah yang dilakukan pemerintahan Jokowi-Ahok cukup signifikan membenahi masalah krusial tersebut, meski belum optimal.  Tentu saja, kita pun harus mengakui bahwa menyelesaikan kerumitan permasalahan di Jakarta, khususnya “banjir”, tak semudah membalikkan telapak tangan.  (Wa Ode Zainab Z Toresano)

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 + fifteen =