Kasus Hukum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (1): “Aksi Pengamanan Dokumen di Kantor KPK?”

bambang1Pada Jum’at malam (23/1), beberapa jam setelah Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi di Depok, Jawa Barat (dengan tuduhan dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam  sidang Mahkamah Konstitusi untuk sengketa Pemilu Kepala Daerah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010), sebuah stasiun TV swasta menyiarkan secara  langsung  (live) aksi sejumlah relawan atau aktifis masyarakat sipil yang menunggui Kantor KPK untuk menjaga kemungkinan pengambilan/penghilangan paksa dokumen-dokumen penting — yang ada di Kantor KPK —  oleh pihak-pihak tertentu.

Karena penangkapan Bambang itu hanya berselang sepuluh hari setelah calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi olek KPK (Selasa, 13 Januari), apakah dokumen yang dikhawatirkan para aktifis itu termasuk pula dokumen transaksi keuangan yang disebutkan Bambang pada Senin lalu (19/1), yakni antara lain berkaitan dengan aliran dana mencurigakan yang diduga terkait dengan BG atau kerabatnya?  Apakah dalam dokumen itu termasuk  pula dokumen real time gross settlement (RTGS) atau sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian transaksinya dalam waktu seketika ke rekening milik BG dan kerabatnya?

Karena  dalam penyidikan kasus korupsi yang diduga dilakukan BG — saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia  Polri — KPK  juga mulai memeriksa sejumlah petinggi kepolisian (baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun), adakah benang merah keduanya sehingga kasus BG itu berpotensi untuk bereskalase luas (besar)?  Kalau asumsi ini dapat dianggap ada benarnya, dan juga adanya dokumen lain miliki BG yang jauh lebih penting (karena dalam TEMPO.CO, Selasa, 20/1/2015, Bambang menginformasikan bahwa tim penyidik KPK telah menyita berbagai dokumen  milik Komjen BG), apakah hal itu pula yang antara lain dikhawatirkan oleh sejumlah aktifis termaksud atas keamanan dokumen-dokumen di Kantor KPK, sehingga mereka rela bergotong-royong  menungguinya sambil berorasi, meski (alhamdulillah) memasuki Sabtu dini hari (24 Januari, pukul 01.30), penahanan Bambang oleh Polri akhirnya ditangguhkan setelah dua Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain, menemui Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti?  (La Ode Zulfikar Toresano / Aba Zul)

Facebook Comments

Topik Tarkait

3 thoughts on “Kasus Hukum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (1): “Aksi Pengamanan Dokumen di Kantor KPK?”

  1. Thanks on your marvelous posting! I truly enjoyed reading
    it, you could be a great author.I will be sure to bookmark
    your blog and definitely will come back later on. I want to encourage one to continue
    your great work, have a nice holiday weekend!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × five =