Kasus Pemilihan Calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (Bagian X)

23 Januari 2015

1. Ahmad  Syafi’i Ma’arif  (Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah):

Mari kita berpikir jernih (dalam menyikapi kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini terkait dengan penetapan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi atas calon Kapolri Komjen Budi Gunawan oleh KPK), utamakan akal sehat. Jangan larut dalam emosi karena itu justru menyulitkan penyelesaian masalah (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com :

Buya Syafi’i  mengatakan hal itu kemarin, Kamis (22/1) saat dihubungi Kompas dari Jakarta.  Sebagaimana diketahui, akibat penetapan Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka (13/1) oleh KPK, Presiden Joko Widodo menunda pelantikan BG sebagai Kepala Polri menggantikan Jenderal (Pol) Sutarman.

 

2. Bambang Widodo Umar (Pengajar Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia):

(Kisruh di internal Polri seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dulu akan kembali terulang bila Polri dibiarkan berlama-lama dipimpin seorang Pelaksana Tugas/Plt seperti saat ini) Saat itu (2001), Gus Dur tak meminta  izin parlemen (memecat Kapolri Bimantoro dan mengangkat Wakapolri Chairuddin Ismail sebagai Plt.). DPR justru mempertahankan Kapolri yang lama. Sekarang, mungkin DPR satu suara mendukung Komisaris Jenderal Budi Gunawan. (Tapi, bila Jokowi membiarkan penunjukkan Kapolri terkatung-katung seperti saat ini, DPR akan bereaksi dan) Bisa saja DPR malah balik meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi (TEMPO.CO, Jum’at, 23/1/2015 — 04:41 WIB).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com :

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo diminta segera melakukan seleksi ulang calon Kapolri yang baru agar tidak terjadi kisruh di tubuh Polri.  Sebagaimana kita ketahui, akibat pengangkatan Chairudin — sebagai Plt. Kapolri di masa Pemerintahan Presiden Gus Dur — keributan antara Dewan (DPR) dan Pemerintah  tak  terhindarkan.  Maka, terjadilah dualisme kepemimpinan di  tubuh Polri. Chairuddin yang diangkat Presiden Gus Dur tidak bisa menjalankan tugasnya  dengan baik.  DPR kemudian meminta pertanggungjawaban Presiden Gus Dur.

 

3. Franz Magnis Suseno / Romo Prof Franz Magnis Suseno (Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara):

Saya masih punya harapan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan mengecewakan masyarakat Indonesia pada umumnya (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com :

Romo Magnis juga menyatakan, Presiden Jokowi jangan hanya cukup melakukan revolusi mental. Tetapi juga harus melakukan reformasi di tingkat kehidupan elite dan birokrasi, yang salah satu bentuknya adalah jangan pernah mengangkat tersangka kasus korupsi untuk duduk di jabatan politik dan pemerintahan.

 

4. Hasto Kristiyanto  (Pelaksana Tugas Sekjen PDI-P):

Berita dalam kisah “Rumah Kaca Abraham Samad” itu sebagian besar benar, sehingga pernyataan Abraham Samad bahwa semua itu fitnah sangat tidak tepat. Kepada Bapak Abraham Samad  yang memimpin institusi begitu besar dan dipercaya publik, kami harap berani mengakui  (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com :

Menurut Hasto, ada banyak pertemuan yang dilakukan Abraham Samad, sekurang-kurangnya dengan petinggi dua parpol, yakni PDI-P dan Partai Nasdem, terkait pencalonannya (Abraham) sebagai calon wakil presiden.  Pertemuan itu atas inisiatif tim sukses Abraham yang berinisial D.  Ada dua orang berinisial D yang aktif memfasilitasi pertemuan.

Selain itu, Hasto  juga mengatakan, Ketua KPK Abraham Samad punya dendam pribadi kepada Komjen Budi Gunawan. “Yang menggagalkan saya jadi cawapres adalah Pak Budi Gunawan. Ada saya dan ada saksi di situ,” ujar Hasto menirukan ucapan Samad (TEMPO.CO, Jum’at, 23 Januari 2015 | 13:55 WIB).

 

5. Johan Budi SP (Deputi Pencegahan KPK):

Kami para (pegawai) structural di KPK, meminta penjelasan ke Pak Abraham Samad karena, meski menyangkut pribadi Pak Abraham, tak bisa dilepaskan bahwa beliau adalah Ketua KPK. Dari penjelasan Pak Abraham, mengenai tuduhan (atas) sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak yang lalu diindikasikan sebagai hal-hal terkait pencalonan Pak Abraham sebagai cawapres waktu itu, semua yang disampaikan adalah fitnah belaka. Pak Abraham membantah keras apa yang dituduhkan Pak Hasto cs (Hasto Kristiyanto adalah Pelaksana Tugas Sekjen PDI-P).  Penanganan perkara dengan tersangka BG (Komisaris jenderal Budi Gunawan) tidak berkaitan dengan apa yang disampaikan Pak Hasto dan kawan-kawan (antara lain tuduhan bahwa penetapan tersangka BG sangat politis karena Abraham tak terpilih menjadi calon pendamping Joko Widodo sebagai calon wakil presiden). Apa yang diputuskan lembaga KPK dalam penanganan perkara tentu didasarkan atas bukti-bukti (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com : 

Hasto merekomendasikan KPK — dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/1) — agar  membentuk komite etik untuk menyelidiki perilaku Abraham Samad sebagai langkah menyikapi pengaduan publik ke KPK terhadap isu  yang muncul akibat tulisan “Rumah Kaca Abraham Samad” yang termuat dalam situs Kompasiana.com pada 17 Januari 2015.

 

6. Mochtar Pabottinggi / Prof Mochtar Pabottinggi (Profesor Riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia):

(Terkait dengan munculnya sebagian lembaga penegak hukum berada di satu kubu untuk melemahkan lembaga penegakan hukum lainnya, menyusul kegaduhan politik yang terjadi pasca penetapan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi atas calon Kapolri Komjen Budi Gunawan oleh KPK) Ada semacam konsolidasi lembaga penegak hukum agar tidak tercipta negara hukum di Indonesia. Bahaya ini harus disadari oleh kita semua. (Maka, Presiden Joko Widodo harus fokus mengutamakan penegakan hukum dan tetap berkomitmen memberantas korupsi) Lupakan argument-argumen yang lain. Jaga komitmen untuk memberantas korupsi. Jangan sampai menyerah pada kekuatan yang melemahkan hukum.  Rencana-rencana bagus soal tol laut, irigasi, dan pertanian akan ambruk jika penegakan hokum runtuh. Nawa Cita (program Jokowi) akan sia-sia, menguap begitu saja, kalau lembaga hukum dikuasai orang-orang yang tidak menginginkan hukum tegak. Jangan biarkan ada persekongkolan menjegal negara hukum  (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com : 

Menurut Mochtar, fenomena tersebut ditunjukkan dari adanya sejumlah kelompok dan elite politik yang membela Budi Gunawan (BG) dan menyerang KPK.  Ini memperlihatkan ada elite politik yang berusaha melindungi kepentingan dan masa lalunya yang tak benar agar tidak disentuh KPK.

 

7. Salahuddin Wahid / KH Salahuddin Wahid / Gus Sholah (Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng
Jombang):

Intinya (kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini, pasca penetapan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi atas calon Kapolri Komjen Budi Gunawan oleh KPK), jangan sampai mengorbankan kepentingan bangsa dan negara hanya demi kepentingan pribadi dan golongan. Semua harus menahan diri. Jika di antara lembaga Negara saja sudah tidak saling percaya, bagaimana mereka bisa membuat masyarakat luas memercayai mereka? (Terkait dengan pernyataan Pelaksana Tugas Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto tentang sejumlah dugaan aktivitas politik Ketua KPK Abraham Samad menjelang Pemilu Presiden 2014) Jika memang Abraham terbukti menyalahgunakan wewenangnya, dia harus nonaktif sebagai Ketua KPK (Kompas, Jum’at, 23/1/2015).

Catatan Redaksi  sorotparlemen.com :

Fenomena saling menyerang — yang dipicu oleh  kasus Budi Gunawan (BG) itu  — antara DPR, Polri, KPK, dan sejumlah partai politik merupakan indikasi menurunnya saling percaya antarinstitusi negara.

Facebook Comments

You May Also Like

4,274 thoughts on “Kasus Pemilihan Calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (Bagian X)

  1. BJ방송 |bj방송다시보기 |bj부들이다시보기 |사이트좀알려줘 |스트리밍사이트ㅊㅊ |스트리밍사이트정리2019 |스트리밍사이트정리2018 |사이트공유한다 |사이트공유좀 |미니언-bj |미니언tv |홍구미니언 |악어사건 |악어얼굴 |악어해신 |악어노가리 |악어해신13회차 |재밌는BJ |재밌는토크 |재밌는애니 |재밌는게임 |재밌는BJ방송 |재밌는토크방송 |재밌는애니방송 |재밌는게임방송 |무서운BJ |무서운토크 |무서운애니 |무서운게임 |무서운BJ방송 |무서운토크방송 |무서운애니방송 |무서운게임방송 |야한BJ |야한토크 |야한애니 |야한게임 |야한BJ방송 |야한토크방송 |야한애니방송 |야한게임방송 |예쁜BJ |예쁜토크 |예쁜애니 |예쁜게임 |예쁜BJ방송 |예쁜토크방송 |예쁜애니방송 |예쁜게임방송 |인기BJ |인기토크 |인기애니 |인기게임 |인기BJ방송 |인기토크방송 |인기애니방송 |인기게임방송 |먹방BJ |먹방토크 |먹방애니 |먹방게임 |먹방BJ방송 |먹방토크방송 |먹방애니방송 |먹방게임방송 |최신BJ |최신토크 |최신애니 |최신게임 |최신BJ방송 |최신토크방송 |최신애니방송 |최신게임방송 |재밌는BJ스트리밍 |재밌는토크스트리밍 |재밌는애니스트리밍 |재밌는게임스트리밍 |무서운BJ스트리밍 |무서운토크스트리밍 |무서운애니스트리밍 |무서운게임스트리밍 |야한BJ스트리밍 |야한토크스트리밍 |야한애니스트리밍 |야한게임스트리밍 |예쁜BJ스트리밍 |예쁜토크스트리밍 |예쁜애니스트리밍 |예쁜게임스트리밍 |인기BJ스트리밍 |인기토크스트리밍 |인기애니스트리밍 |인기게임스트리밍 |먹방BJ스트리밍 |먹방토크스트리밍 |먹방애니스트리밍 |먹방게임스트리밍 |최신BJ스트리밍 |최신토크스트리밍 |최신애니스트리밍 |최신게임스트리밍 |음악BJ |게임BJ |스포츠BJ |토크BJ |성인BJ |음악토크 |게임토크 |스포츠토크 |토크토크 |성인토크 |음악BJ스트리밍 |게임BJ스트리밍 |스포츠BJ스트리밍 |토크BJ스트리밍 |성인BJ스트리밍 |음악토크방송 |게임토크방송 |스포츠토크방송 |토크토크방송 |성인토크방송