KISAH-Hukuman Hajjaj atas Niat Buruk Penjual Susu

IMG_0359Suatu hari, Hajjaj bin Yusuf (perdana menteri Abdul Malik bin Marwan, khalifah Abbasiyah) berkeliling di pasar. Dia melihat seorang penjual susu yang tengah berbicara sendiri.

Hajjaj duduk di suatu sudut dan mendengarkan apa yang dibicarakan si penjual susu itu.

“Aku akan jual semua ini agar mendapat sejumlah keuntungan. Setelah itu, aku akan gabungkan dengan pendapatan berikutnya hingga cukup untuk membeli seekor domba betina. Kemudian, aku akan memerah susu domba itu dan aku akan beroleh keuntungan lagi. Setelah beberapa tahun, aku akan memiliki cukup uang untuk membeli seekor sapi. Maka, aku akan memiliki domba dan sapi. Lalu, aku akan meminang putri Hajjaj bin Yusuf . Setelah menikah, aku akan menjadi orang terpandang. Jika suatu hari nanti putri Hajjaj tak patuh pada perintahku, maka aku akan menendangnya semacam ini, hingga tulang rusuknya patah…,” gumam sang penjual susu.

Saat menendang, kakinya mengenai belanga yang penuh susu, sehingga seluruh isinya tumpah ke tanah.

Hajjaj segera datang menghampirinya. Dia memerintahkan dua orang pengawalnya untuk membaringkan si penjual susu itu dan mencambuknya seratus kali.

Si penjual susu bertanya, “Kenapa Anda mencambuk saya tanpa alasan?”

Hajjaj menjawab, “Bukankah engkau katakan bahwa engkau akan menendang putriku hingga tulang rusuknya patah? Inilah hukumannya atas niatan tendanganmu itu.”

____________________________

Wa Ode Zainab Z.T. / Sorot Parlemen. Sumber kitab Yeksad Maudhu karya Ali Sadaqat. Foto: lukisanpemandangan77.blogspot.com

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

13 − 7 =