KISAH – Wahai Emas dan Perak, Perdayalah Selain Aku!

Oleh Wa Ode Zainab Zilullah Toresano

shaklee-mlm-haram-1Sya’bi menuturkan:

Saya, sebagaimana para pemuda lainnya, datang ke lapangan besar yang ada di Kufah.

Sementara Sayyidina Ali berada di hadapan dua bejana yang penuh dengan emas dan perak. Di tangan beliau memegang cambuk kecial yang digunakan untuk memerintahkan orang-orang yang berkumpul agar mundur ke belakang.

Setelah berkeliling dan mengatur orang yang berkumpul, beliau segera kembali dan melakukan pembagian harta kepada masyarakat, sehingga tak ada yang tersisa.

Akhirnya, beliau kembali ke rumah dengan tangan hampa.

Saya (Sya’ib) berkata kepada ayah saya, “Hari ini saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Saya tak mengerti apakah dia adalah sebaik-baik manusia ataukah bukan?”

Ayah saya bertanya, “Anakku, apa yang telah kau saksikan?”

Saya kemudian menceritakan apa yang saya lihat. Setelah mendengar kisah itu, ayah saya menangis seraya berkata, “Anakku, engkau telah menyaksikan orang baik yang tak cinta dunia.”

Selanjutnya, dia bercerita:

Saya pernah berjalan bersama Qanbar untuk menemui Ali bin Abi Thalib. Qanbar berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ikutlah bersama saya, maka akan saya tunjukkan harta yang saya simpan untuk Anda.

Ali bertanya, “Harta apa?” Qanbar menjawab: “Marilah saya tunjukkan kepada Anda!”

Ali bangkit, lalu pergi bersama ke rumah Qanbar.

Sesampainya di rumah, Qanbar segera mengambil sebuah karung besar yang di dalamnya penuh dengan kantong-kantong yang berisi kepingan emas dan perak seraya berkata, “Wahai Ali, saya tahu Anda takkan mengambil sepeser pun dan akan membagikan semuanya. Oleh karena itu, saya menyisihkan sebagian untuk Anda.”

Dia menjawab, “Saya lebih senang jika engkau membakar rumah ini dengan seisinya.”

Lalu beliau menghunus pedan dan menebas karung itu, sehingga keluarlah darinya kepingan emas dan perak. Beliau berkata, “Bagikanlah semua ini kepada masyarakat.”

Kemudian, kami menuruti perintah Ali. Beliau berkata, Saksikanlah, saya tidak mengambil sepeser pun untuk pribadi saya, dan saya tidak melakukan kecurangan dalam pembagian kepada masyarakat.”

Lalu beliau menambahkan, “Wahai emas dan perak, perdayalah selain Ali!”

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one + 20 =