Konsep Minoritas dan Mayoritas dalam Islam

Oleh Dr Abul Fazl Ezzati, MA

http//www.kompasiana.comAdalah lebih baik terlebih dahulu kita definisikan istilah yang digunakan dalam literatur Islam untuk kelompok minoritas, kemudian menguraikan konsep Islam dalam memandang hal tersebut, dan akhirnya melakukan justifikasi serta pembahasan atas konsep-konsep ini.

Kata “minoritas” (al-Aqaliyyat) sebagai lawan dari “mayoritas (al-Akthariyat) yang diistilahkan bagi agama-agama minoritas dan mayoritas adalah selundupan pihak Barat ke dalam literatur modern kaum Muslimin, dan merupakan hasil dari pengaruh Barat (westernization) atas ummat Islam. Istilah yang digunakan dalam Al-Qur’an untuk ummat Yahudi, Nasrani dan beberapa lainnya yang juga menganut agama-agama monoteis — termasuk kaum Muslim — adalah “Ahli Kitab” (the people of scripture) — lihat Al-Qur’an Surah (QS) 3 : 23, 64, 75, 98 -100, 113, 199; QS 4 : 44, 51, 153 -162, 171; QS 5 : 5, 12 – 19, 59, 61, 65, 69, dan sebagainya. Jadi Al-Qur’an tidak memandang apakah mereka berada dalam posisi minoritas atau mayoritas.

Pemilihan istilah “Ahli Kitab” mengandung makna bahwa: (a) Tidak ada diskriminasi dalam penggunaan istilah tersebut, baik untuk ummat Yahudi, Nasrani, dan Islam; (b) Istilah “Ahli Kitab” bukan hanya menolak inferioritas, tetapi juga mengandung makna adanya respek atau penghargaan; (c) Istilah tersebut tidak memunculkan perbedaan antara mayoritas dan minoritas, sehingga dengan demikian tidak menyatakan kewajiban dan hak-hak mereka dalam ukuran angka statistik atau persentase yang bisa berubah terus; (d) Penganut agama-agama tersebut dipandang sebagai satu komunitas, dan sehingga kehidupan ummat Yahudi, Nasrani, dan Islam berada dalam suatu lingkungan yang berbeda dari komunitasnya masing-masing; dan ini dipandang sebagai bagian dari sikap saling pengertian dan penghormatan mereka terhadap komunitas yang dibangun secara bersama-sama itu; (e) Penggunaan istilah yang sama untuk penganut agama-agama monoteis sangat sesuai dengan prinsip monoteisme (Ke-Esa-an Tuhan atau “Tawhid”) yang secara kodrati mensyaratkan kesatuan pesan dan ajaran-Nya, pengabdian kepada Allah SWT yang merupakan spirit  aqidah tawhid, dan anjuran tentang pentingnya kesatuan dan persatuan bagi siapa pun yang meyakini serta menyebarkan misi (mission) Ilahi (QS 16 : 36; QS 10 : 47-49; QS 61 : 9; QS 57 : 25); dan (f) Pemakaian istilah tunggal bagi semua penganut agama tersebut menunjukkan adanya kesatuan agama-agama, dan itu merupakan wahyu Ilahi yang bersifat universal.

Istilah yang digunakan dalam literatur Islam bagi komunitas non-Muslim dalam pemerintahan Islam adalah “Ahl al-Dzimmah” (komunitas yang dilindungi) yang dapat dipahami sebagai berikut: (a) Pemilihan istilah “dilindungi” memberikan konsekuensi kewajiban bagi Pemerintahan Islam untuk melindungi (bahkan melayani — Penerjemah) warga non-Muslim, dan dengan demikian kata “dzimmi” (dilindungi) memberikan kepastian terjaminnya keamanan serta keselamatan mereka; dan ini tidak bisa diartikan sebagai “ketidakberdayaan” atau “inferioritas”; (b) Istilah “dilindungi” berkaitan dengan kehidupan kelompok non-Muslim dalam Pemerintahan Islam, di mana negara bertindak sebagai pelindung serta pemegang mandat yang patuh, dan tak boleh berkhianat atas kewajiban serta tanggung jawab ini; (c) Istilah “dzimmi”, yang tidak bisa dipersamakan dengan kata “minoritas”, bukan menempatkan komunitas non-Muslim dalam komunitas Muslim pada suatu posisi antagonis (saling berhadap-hadapan), dan dengan demikian hubungan di antara mereka tidak didasarkan pada kebencian atau permusuhan, tetapi justru persaudaraan dan kasih sayang.

Penghargaan Allah — di dalam Al-Qur’an — kepada ummat Yahudi dan Nasrani, dengan memberikan sebutan “Ahli Kitab”, dapat diperluas (oleh kaum Muslimin) hingga kepada penganut agama-agama lainnya, seperti Hindu, Budha, dan sebagainya (lihat buku-buku sejarah Islam) — juga QS 2 : 62; QS 5 : 69; QS 22 : 17 (Penerjemah).

Sebaliknya, komunitas Muslim yang berada di negeri-negeri non-Muslim seharusnya juga tidak boleh diperlakukan sebagai kelompok minoritas. Istilah yang digunakan bagi kaum Muslimin di seluruh dunia adalah “ummah”  yang merupakan konsep multidimensi yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, ikatan ras, dan sebagainya. Istilah “ummah” tersebut paling tidak memiliki empat dimensi: (a) Ia meliputi kaum Muslimin yang hidup di setiap zaman dan babakan sejarah, sejak datangnya Islam hingga alam  baqa (dimensi “panjang”); (b) Ia mencakup kaum Muslimin di seluruh dunia tanpa memandang batasan geografi (dimensi “lebar”); (c) Ia meliputi segala ras, warna kulit atau pun bentuk tubuh (dimensi “luas” atau “volume”); dan (d) Ia memperkokoh ikatan kerjasama di antara berbagai kelompok dan anggota masyarakat yang meliputi segala bidang kehidupan manusia, baik itu bersifat fisik, spiritual, keuangan, sosial, dan sebagainya (dimensi “tinggi”).

Oleh karenanya, istilah “ummah”  yang dipahami kaum Muslimin terdiri dari orang-orang non-Muslim di daerah-daerah atau negeri-negeri Islam, dan juga kelompok minoritas atau pun individu yang hidup di negeri-negeri non-Muslim. Mereka semuanya membentuk “ummah”  yang mengikat mereka dalam suatu prinsip kesetaraan.

Tentu saja topik ini tidak harus menyimpangkan kita pada pemahaman bahwa Islam tidak mengenal pembagian aspek-aspek kemanusiaan ke dalam berbagai bentuk pengertian minoritas dan mayoritas karena Islam justru memperkenalkan konsepnya yang khas. Sebagaimana telah diketahui Keesaan Tuhan merupakan satu-satunya landasan bangunan Islam yang bisa mengantarkan kepada: (1) Kesatuan Ajaran-Nya (dan oleh karenanya menolak dengan tegas sektarianisme agama yang didasarkan atas pengelompokan minoritas dan mayoritas); (2) Kesatuan manusia (dan karenanya menolak rasialisme minoritas dan mayoritas); dan (3) Kesatuan sumber otoritas, kekuasaan, dan kedaulatan (dan sehingga menolak politik minoritas dan mayoritas); juga kesatuan-kesatuan lainnya (dan karenanya menolak segala bentuk pengelompokan yang didasarkan pada sisi tinjau minoritas dan mayoritas).

Kendati demikian, hampir sepertiga dari satu milyar ummat Islam di dunia tinggal di negeri-negeri non-Muslim. Dengan demikian, wajar bagi kaum Muslimin memperkenalkan sebuah konsep logis tentang minoritas-mayoritas sehingga kelompok-kelompok agama, sosial, dan politik minoritas — baik Muslim maupun non-Muslim — dapat dilindungi dengan nilai-nilai keadilan.

Karena Islam tidak mengenal rasialisme minoritas dan mayoritas, maka kaum Muslimin tidak mengharapkan dilindungi dengan berdasarkan ketidakadilan. Islam tidak mendukung praktik-praktik kehidupan nasional yang didasarkan pada pengelompokan minoritas dan mayoritas.

Atas dasar itu, kaum Muslimin tidak menghendaki perlindungan yang disertai prasangka karena mereka pun tidak menginginkan melakukan hal yang sama. Karena kaum Muslimin tidak menganggap diri sebagai suatu kelompok yang menduduki posisi dominan, meskipun — misalnya — mereka adalah kelompok mayoritas, maka mereka tidak menempatkan diri sebagai yang memiliki privelij dengan hak-hak khusus untuk mengatur kelompok minoritas. Bahkan, dalam keadaan demikian, kaum Muslimin harus berperan sebagai pelindung (beda dengan “pengatur” — Penerjemah) bagi kelompok minoritas.

Sebaliknya, bila kaum Muslimin merupakan kelompok minoritas dalam sebuah negeri (negara), mereka pun mengharapkan kaum non-Muslim — sebagai pihak mayoritas — bisa melindungi mereka dengan perlakuan yang sama.

***

KONSEP Barat tentang minoritas dan mayoritas dalam berbagai bentuknya adalah didasarkan pada konsep Barat tentang demokrasi, kekuasaan, dan politik. Dalam kenyataannya, konsep Barat tersebut — dalam berbagai bentuknya (termasuk pengelompokan agama atas dasar minoritas dan mayoritas) — mengacu pada prinsip-prinsip sekular dan materialistik (tentu saja mengabaikan aspek-aspek spiritual).

Di lain pihak, konsep Islam tentang minoritas dan mayoritas — dalam berbagai bentuknya (termasuk pengelompokan politik minoritas dan mayoritas) — terkait erat dengan aspek-aspek teologi, spiritual, dan agama.

Sementara itu, Barat telah membagi kehidupan ke dalam praktik-praktik spiritual dan sekular, agama dan politik, dan juga bahwa agama telah direduksi menjadi sekadar praktik ritual belaka. Barat juga memperkenalkan praktik politik dalam suatu hubungan otoritarian (ditinjau dari sudut pandang kekuasaan dan otoritas), di mana rakyat dijadikan sebagai sumber otoritas yang merupakan basis demokrasi (dan karenanya menolak kedaulatan Tuhan), serta sistem evaluasi hukum (konsep-konsep legal) yang sepenuhnya didasarkan pada sekularisme (otoritarianisme) dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual (dan moral); dan bahwa demokrasi dimaksudkan sebagai sebuah pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (seraya mencampakkan Tuhan sebagai pemegang atau pemilik kedaulatan sekaligus sebagai sumber segala kekuasaan dan otoritas). Karenanya konsep minoritas dan mayoritas telah disesuaikan dengan berbagai persyaratan hukum-hukum nasional maupun internasional yang merujuk pada prinsip-prinsip sekular.

Dengan demikian dapat dikatakan, karena rakyat (demo) dikenal sebagai sumber otoritas dan kekuasaan (demokrasi), maka sebuah kriteria harus diperkenalkan untuk mengukur opini atau pendapat publik mengingat publik jarang sekali memiliki suara bulat dalam menyikapi berbagai hal.

Oleh karena itu diperkenalkanlah kriteria mayoritas mutlak (di atas 50 persen suara) sebagai standar yang pantas, dan bahwa prinsip demokrasi mutlak — yang terbukti sulit dipraktikkan — kemudian digantikan dengan “kekuasaan mayoritas” (majoritocracy).

Sementara itu, kelompok minoritas (dengan suara kurang dari 50 persen) akan menderita marjinalisasi kekuasaan, otoritas, kedaulatan, dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.

***

TENTU saja ukuran-ukuran di atas berbeda sekali dengan sistem Islam yang tidak menempatkan rakyat sebagai sumber kekuasaan dan otoritas; juga tidak menjadikannya (rakyat) sebagai penentu utama benar atau salah, baik atau buruk yang mengacu pada kekuasaan, dominasi, dan sebagainya.

Islam juga tidak mengenal bentuk-bentuk jumlah persentase dan statistik sebagai sarana untuk mengevaluasi benar atau salahnya sesuatu. Sebagaimana diketahui bahwa seluruh bangunan atau sistem Islam — termasuk di dalamnya adalah prinsip-prinsip hukum dan politik — di dasarkan pada prinsip “Keesaan Allah” (Tawhid) yang menggerakkan seluruh aspek ajaran Islam. Konsep ajaran Islam tentang mayoritas, minoritas, massa, rakyat, dan sebagainya, tidak dikecualikan dari ketentuan dasar ini.

Oleh karena itu, semuanya harus diuji dan dievaluasi berdasarkan prinsip  Tawhid  tersebut. Atas dasar ini, pengenalan konsep mayoritas, minoritas, massa, dan rakyat dalam perspektif otoritarian, seperti yang mengandalkan pendekatan kekuasaan dan kekuatan, tidak sesuai dengan ajaran Tawhid.

Dalam Islam, otoritas harus mengacu pada “kebenaran” (al-Haq), dan Allah SWT adalah pemilik mutlak kebenaran. Islam menolak keabsahan mutlak kekuasaan de facto  yang kerab dijadikan sebagai prinsip politik modern (Barat) seraya menganjurkan bahwa “kebenaran” (al-Haq) merupakan satu-satunya sumber otoritas. Maka, kedaulatan dan otoritas hanyalah milik Allah semata.Pemerintahan Islam bukanlah pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sehingga, ia (Islam) tidak mengukur kebenaran dan otoritas dengan berdasarkan pada jumlah atau persentase suara semata (mayoritas dan minoritas).

Pemerintahan Islam adalah pemerintahan Allah, oleh rakyat, dan untuk Allah SWT, sebagai tujuan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Dengan demikian, ia bukanlah pemerintahan demokratik ataupun theokratik dalam pengertian biasa (seperti yang umum dikenal). Karena pemerintahan Islam tidak mengambil otoritasnya (dan raison d’etre) dari rakyat; dan karena cita-cita atau visinya tidak dibiarkan untuk ditentukan oleh rakyat, maka Islam tidak mengenal demokrasi, majoritocracy, dan hubungan mayoritas-minoritas.

Kendati otoritas konsensus atau “kesepakatan bersama” dikenal dalam Islam, namun itu tidak semata didasarkan pada kehendak orang banyak. Dalam Islam, konsensus (ijma  atau musyawarah) bisa mengarahkan kepada sebuah otoritas dengan syarat bahwa ia harus mengandung dan merefleksikan kebenaran Ilahi. Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi  wa âlihi  wassalam  (Saww)  bersabda, “Ummatku tidak bersepakat dalam kebatilan.”

Dalam Islam, hubungan antara pemerintah dan rakyat bukanlah hubungan kekuasaan dan pengaruh (kekuatan). Relasi antara kelompok mayoritas dan minoritas pun bukanlah di dasarkan pada kekuasaan dan dominasi; dan kekuasaan tidak boleh mengantarkan kepada superioritas.

Dengan demikian, kelompok mayoritas bukanlah bagian masyarakat yang harus menempati posisi superior, lengkap dengan kekuasaan dan pengaruhnya. Di lain pihak, kelompok minoritas bukanlah kelompok  inferior  yang tidak diberi peran dalam masyarakat.

***

KARENA kedaulatan dan otoritas hanyalah milik Allah, maka ummat Islam — baik sebagai mayoritas, minoritas, maupun individual — hanya bertanggung jawab melaksanakan perintah Allah, menyebarkan kebenaran, dan menegakkan keadilan. Tentu saja, setiap orang harus bertanggung jawab tanpa memandang apakah ia merupakan bagian dari kelompok mayoritas atau minoritas.

Ummat Islam yang berada dalam posisi mayoritas dalam suatu negeri bukanlah  the ruling majority  karena otoritas mutlak hanyalah milik Allah semata. Maka, hubungan mereka dengan yang non-Muslim — sebagai kelompok minoritas — bukanlah hubungan yang didasarkan pada kekuasaan dan kekuatan. Hal yang sama seharusnya juga berlaku dalam hubungan antara ummat Islam yang berada dalam posisi minoritas dalam negeri-negeri non-Muslim.

Kaum Muslimin harus senantiasa bertanggung jawab menegakkan keadilan dan menentang kelaliman, baik tatkala mereka merupakan kelompok mayoritas maupun minoritas dalam sebuah negeri. Diskriminasi dan penindasan terhadap ras, agama, keyakinan, bangsa, warna kulit, aliran politik (dan / atau ideologi), atau kelompok minoritas harus ditentang oleh setiap Muslim, tidak perduli apakah ia kelompok mayoritas ataupun minoritas, berkuasa ataupun tidak sedang memegang kekuasaan.

Rasulullah Muhammad Saww meganjurkan setiap Muslim agar senantiasa menebarkan kedamaian kepada siapa pun. Sejarah telah membuktikan bahwa kaum Muslimin mampu hidup rukun dengan kelompok-kelompok minoritas. Ini menegaskan bahwa, dalam Islam, harkat dan martabat seseorang sebagai khalifah Allah di muka bumi (planet) tak boleh dinistakan hanya karena ia adalah bagian dari kelompok minoritas, misalnya (hubungan mayoritas-minoritas).

Dalam hubungan itu penting sekali kita kaitkan dengan variabel perubahan, misalnya saja digunakan acuan jumlah persentase dan ukuran-ukuran statistik. Dalam kitab-kitab sejarah, tidak satupun agama yang tidak mengutuk kelompok agama lain, terkecuali agama Islam. Hanya Islamlah yang memperkenalkan humanisme universal (Ilahiah) dan kesatuan agama-agama yang didasarkan pada agama fitrah (Din al-Fitra) dan manusia fitrah (al-Insan al-Fitri).

Keesaan Allah mengantarkan kepada kesatuan Rasul-Nya (universalisme wahyu Ilahi) dan kesatuan manusia yang akan menjalankan perintah-Nya. Dalam pandangan Islam, seluruh manusia secara esensial dan kodrati adalah Muslim, karena setiap ciptaan pastilah tunduk pada hukum-hukum penciptaan yang dibuat oleh Sang Pencipta. Islam sendiri mengandung arti: “penyerahan (diri)” atau “kepatuhan kepada Sang Pencipta”, Allah Rabbal ‘Alamin.

***

PEMERINTAHAN Islam adalah Pemerintahan Allah yang dibentuk oleh masyarakat Islam termasuk kelompok-kelompok minoritas non-Muslim yang tinggal di negeri-negeri Muslim yang mendukung penegakkan keadilan dan kebenaran sebagai tujuan utama dibentuknya Pemerintahan Islam. Pemerintahan Ilahiah tersebut juga meliputi kelompok-kelompok (minoritas) Muslimin yang tinggal di wilayah kekuasaan non-Muslim. Islam memperkenalkan kebebasan dan pentingnya membangun saling pengertian seraya mengutuk kediktatoran yang merupakan anak sah dari politeisme atau kemusyrikan. Karena Allah adalah satu-satunya sumber otoritas, maka — secara teologis — tidak seorang pun (atau kelompok, kelas, ras, bangsa, negara mana pun) yang berhak menobatkan diri sebagai sumber otoritas, dan dengan demikian segala bentuk kediktatoran — berikut aneka variannya masing-masing [seperti kediktatoran individual, kelas, rasial, partai politik, kelompok minoritas (politisi, pemikir, “kelompok penekan”, atau organisasi-organisasi profesi), kelompok mayoritas (organisasi-organisasi massa, atau keagamaan)] — harus dilaknati, dicampakkan, dan dijadikan musuh bersama (common  enemy).

Islam memberi peluang seluas-luasnya kepada kelompok-kelompok minoritas agar mereka memiliki kedudukan yang setara dengan kelompok mayoritas, dan ini dipandang sebagai kedudukan yang bertanggung jawab dan bukan didasarkan pada otoritas dengan tanpa memandang apakah itu mayoritas atau minoritas, juga apakah itu Muslim atau non-Muslim. Tentu saja ini didasarkan pada pandangan bahwa otoritas dan kekuasaan mutlak hanyalah milik Allah semata, dan bukan di tangan individu, kelas, ras, kelompok, mayoritas, atau minoritas. Ini sangat berbeda dengan kaum Yahudi yang menetapkan “Negeri Suci” mereka hanya untuk Bani Israil dan juga para penganut rasisme Zionis.

Islam juga tidak mengakui pembagian masyarakat berdasarkan kasta-kasta seperti pada agama tertentu. Islam juga tidak seperti masyarakat modern (?) yang mengkultuskan nasionalisme sempit yang didasarkan pada ras, warna kulit, latar belakang sejarah, batasan geografi, eksklusifisme kebudayaan, dan paham politik atau ideologi sempit (parsial).

Masyarakat Islam adalah masyarakat yang terbuka (Ummah) yang meliputi seluruh Muslimin di seluruh penjuru dunia dan juga kelompok-kelompok non-Muslim yang tinggal di negeri-negeri Muslim dengan tanpa diskriminasi sedikit pun, apalagi mempertentangkan kelompok mayoritas dan minoritas.

Oleh karena itu, siapa pun yang masuk Islam — termasuk yang mengakui model Ummah — praktis menjadi bagian utuh dari masyarakat Muslim tanpa mempersoalkan ras, kebangsaan, kebudayaan yang dianutnya, dan seterusnya. Sejarah Islam telah membuktikan bahwa kaum non-Muslim diterima oleh kaum Muslimin dan diperlakukan secara adil dan terhormat sejak awal-awal datangnya Islam [lihat teks “Perjanjian” yang dilakukan antara Umar bin Khatab dan Komunitas Kristen Aelia, seperti telah dicatat oleh sejarawan At-Tabari dalam kitab Tarikh al-Rasul  wa  al-Mulûk (1879-1901), Volume I].

Pemerintahan Islam yang benar tidak mentolerir diskriminasi, baik terhadap kaum Muslimin yang tinggal di luar wilayahnya maupun non-Muslim yang hidup dalam wilayahnya. Pemberlakuan pajak  Jizya  bagi kaum non-Muslim — yang memenuhi persyaratan bela negara — akan dikembalikan untuk kepentingan perlindungan atas diri mereka sendiri, di samping sebagai bentuk partisipasi dalam penguatan anggaran pertahanan. [**]
__________________________
Tulisan ini diterjemahkan dari buku:The Revolutionary Islam and The Islamic Revolution” oleh Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional (Forum SPTN) dan diedit kembali oleh  BUTONet 2.  Pernah dimuat dalam Jurnal ISLAM LiBeRaL?  edisi Juni 2004.

Facebook Comments

You May Also Like

75 thoughts on “Konsep Minoritas dan Mayoritas dalam Islam

  1. I’m not that much of a internet reader to be
    honest but your sites really nice, keep it up!

    I’ll go ahead and bookmark your website to come back in the future.

    Cheers

  2. I’ve been exploring for a little bit for any high quality articles or
    weblog posts in this sort of area . Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this web site.

    Reading this information So i am happy to express that I’ve an incredibly good uncanny feeling I came upon exactly
    what I needed. I such a lot unquestionably will make sure
    to do not disregard this website and provides it a glance regularly.

  3. My programmer is trying to persuade me to move to .net
    from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses.

    But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on several websites for about a year and am nervous about switching to another platform.
    I have heard good things about blogengine.net.
    Is there a way I can transfer all my wordpress content into it?
    Any help would be really appreciated!

  4. I think this is one of the most significant info for me.
    And i am happy studying your article. However wanna remark on some
    basic things, The web site taste is wonderful,
    the articles is in reality excellent : D.
    Good task, cheers

  5. Does your blog have a contact page? I’m having trouble locating it but,
    I’d like to shoot you an e-mail. I’ve got some recommendations
    for your blog you might be interested in hearing. Either way, great blog and I look forward to seeing it grow over time.

  6. certainly like your website but you have to test the spelling on quite a few of your posts.
    Many of them are rife with spelling issues and I find
    it very troublesome to inform the truth however I will surely come back again.

  7. Hi there just wanted to give you a quick heads up.

    The text in your post seem to be running off the screen in Opera.
    I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with browser compatibility but I thought
    I’d post to let you know. The design and style look great though!
    Hope you get the issue solved soon. Cheers

  8. You are so awesome! I don’t believe I have read a single thing
    like that before. So wonderful to discover someone with unique
    thoughts on this topic. Seriously.. thank you for starting this up.
    This site is one thing that is required on the internet, someone with
    a little originality!

  9. auto like, autolike, Photo Auto Liker, Status Liker, Auto Like, Working Auto Liker, Autoliker, Increase Likes, Autolike International, ZFN Liker, autoliker, auto liker, Autolike, Photo Liker, Autoliker, Status Auto Liker, Auto Liker

  10. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you
    relied on the video to make your point. You clearly know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving
    us something enlightening to read? pof natalielise

  11. Hello there, You’ve done an excellent job. I’ll certainly digg
    it and personally recommend to my friends.
    I am sure they will be benefited from this web site.

  12. What’s up, this weekend is pleasant designed for me, because this time i am reading this enormous informative paragraph here at my
    residence.

  13. I’m extremely impressed along with your writing abilities and also with the format on your blog.

    Is this a paid topic or did you customize it your self? Either way keep up the excellent quality writing, it’s rare to peer a great blog like this one
    today..

  14. Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my
    comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways,
    just wanted to say great blog! plenty of fish natalielise

  15. I’m not sure where you are getting your info, but good topic.

    I needs to spend some time learning more or understanding
    more. Thanks for excellent information I was looking for this info for my mission.

  16. Acheter Cialis Internet Avis Problems Of Propecia KamagraРІВ® viagra Achat Propecia En Ligne France Antidepressant Drug Philippines Jelly Kamagra

  17. Wow that was unusual. I just wrote an really
    long comment but after I clicked submit my comment didn’t show
    up. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways,
    just wanted to say superb blog!

  18. Thank you, I have just been searching for information about this topic for ages and
    yours is the greatest I have came upon till now.
    However, what concerning the conclusion? Are you positive about the source?

  19. What’s Happening i’m new to this, I stumbled upon this I have found It absolutely useful and it has
    helped me out loads. I’m hoping to give a contribution & assist other customers like its
    helped me. Good job.

  20. Excellent items from you, man. I have understand your stuff prior to
    and you are simply extremely excellent. I really
    like what you’ve bought right here, certainly like what you are
    saying and the way through which you are saying it.
    You are making it enjoyable and you still care for to keep it sensible.

    I cant wait to learn far more from you. That is really a wonderful website.

  21. hello!,I like your writing so so much! percentage we keep in touch more
    about your article on AOL? I need an expert in this area
    to unravel my problem. Maybe that is you! Having a look forward to look
    you.

  22. Ahora que sabemos algunas de las causas de esta enfermedad, es necesario conocer algunos remedios que pueden ayudarte a mejorar esta condición y gozar de una vida sexual sana. Aunque ocurre varias veces durante el sueño, es difícil saber cuándo ocurrirá justo en el momento que nos despertamos.

  23. Definitely believe that which you stated. Your favorite reason seemed to be on the web the easiest
    thing to be aware of. I say to you, I certainly get annoyed while people think about worries that
    they just do not know about. You managed to hit the nail upon the
    top and defined out the whole thing without
    having side-effects , people can take a signal.
    Will probably be back to get more. Thanks

  24. Greetings! I’ve been reading your web site for some time now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Kingwood Texas!
    Just wanted to mention keep up the fantastic
    work!

  25. Hey there! Someone in my Myspace group shared this site
    with us so I came to check it out. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers!
    Exceptional blog and wonderful design and style.

  26. Hi, i believe that i saw you visited my site thus i got here to return the favor?.I
    am trying to find issues to enhance my website!I suppose its adequate
    to make use of some of your ideas!!

  27. Hey there just wanted to give you a quick heads up and
    let you know a few of the images aren’t loading properly.
    I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve tried it in two different browsers
    and both show the same outcome.

  28. Doctors tend to divide hair loss not related to age into two major categories: scarring and non-scarring hair loss. This is an overall hair thinning without specific bald spots or patterns. No treatment is 100% effective.

  29. I was curious if you ever considered changing
    the structure of your website? Its very well written;
    I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better.
    Youve got an awful lot of text for only having 1 or
    2 pictures. Maybe you could space it out better?

  30. Amazing! This blog looks just like my old one! It’s on a totally different subject but it has pretty
    much the same layout and design. Outstanding choice of colors!

  31. Greetings from Florida! I’m bored to death at work so I decided to check out
    your website on my iphone during lunch break. I enjoy the information you present here and can’t wait to
    take a look when I get home. I’m surprised at how quick your
    blog loaded on my mobile .. I’m not even using WIFI, just 3G ..
    Anyways, awesome blog!

  32. If you must stay on the drug that is causing the problem, there are ED treatments that can help. Getting an erection is a complicated chain of events that involves your heart, lungs, blood vessels, hormones, nerves, brain, and a dozen other important systems. If blood flow to the penis is insufficient or if it fails to stay inside the penis, it can lead to erectile dysfunction. https://cialis.fun/all-you-need-to-know-about-the-ultimate-ed-pill-cialis.html

  33. Both of these will bring on an erection within five to 15 minutes without sexual stimulation. Men can judge themselves pretty harshly when it comes to their performance in between the sheets. The unsettling fear of not being able to rise to the occasion becomes a reccurring nightmare for men that is often equated with failure, loss of dignity, and masculinity. Buy cialis online 20 mg. If you suffer from erectile dysfunction (ED), don’t be so hard on yourself, since impotence can almost always be improved with treatment, without having to rely on Viagra or other medications.

  34. These methods provide limited information but can help guide a doctor’s choice of further tests. About 20 million American men are affected by erectile dysfunction, or ED. Interestingly, while ED is often thought of as a condition that affects middle aged and older men, around a quarter of all men under 40 experience ED on a regular basis. Buy cialis online. Luckily, a range of treatments are available to treat the effects of ED and help you develop and maintain an erection without any problems. The three most popular erectile dysfunction treatments on the market are sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra) and tadalafil (Cialis).

  35. Cremas: Continuamos con los iniciadores de erección, y en este caso mencionamos las cremas, son tópicos de aplicación externa, sobre los cuerpos cavernosos; ayudan a la dilatación de las venas y a la erección. La eyaculación precoz es la aparición de una eyaculación prematura en el hombre, puede presentarse segundos después de la penetración o incluso antes de la misma. Los síntomas de la disfunción eréctil (DE) incluyen poder conseguir una erección a veces, pero no siempre; poder tener una erección pero no tenerla dura lo suficiente como para tener relaciones sexuales; y no poder obtener una erección en cualquier momento. https://comprarlevitra.com/

  36. Diabetes: Se trata de una enfermedad crónica muy común en el mundo y es una de las enfermedades que tiene mayor incidencia en la disfunción eréctil, especialmente en aquellos pacientes que sufren Diabetes Mellitus, de tipo endócrina. La exploración física se enfoca especialmente al pene para comprobar si existen anomalías tales como nódulos o fibrosis, además de valoración general del estado de salud, la función neurológica y los caracteres sexuales secundarios. Comprar Viagra generico preГ§o.

  37. Remedios caseros: Se pueden preparar en casa o comprarse en sitios naturistas, generalmente están hechos en base a semillas, hierbas, vegetales, etc. Si bien la depresión puede causar sentimientos de tristeza, es mucho más profunda y tiende a persistir mucho más allá de cualquier causa o desencadenante específico disfunciГіn erГ©ctil 30. Comprar Levitra sin receta en madrid. Los tres implican sistemas corporales específicos que incluyen hormonas, músculos, vasos sanguíneos, sistema nervioso y emociones. Las investigaciones en este ámbito han sido intensas y han empezado a dar resultados bastante satisfactorios y cada vez existen en el mercado más tratamientos y alternativas que permiten tratar esta patología con bastante éxito y sin entrañar riesgos para la salud.

Leave a Reply

Your email address will not be published.