KTT OKI Luar Biasa, Fokus Isu Palestina

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT OKI Luar Biasa yang akan berlangsung pada 6-7 Maret 2016.

Isu penting yang ditekankan pada perhelatan ini adalah Palestina dan al-Quds, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Dalam KTT ini, kita ingin meletakkan isu Palestina ini kembali menjadi perhatian dunia Internasional,” kata Retno saat acara diskusi di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/3).

Retno menyatakan dunia selama ini abai terhadap persoalan konflik Palestina. Kini saatnya OKI sebagai organisasi negara-negara Islam mengambil peran untuk mengangkat kembali isu Palestina di ranah global yang tertelan isu lainnya, seperti ‘Arab Spring’. “Isu Palestina yang sekarang belum terselesaikan tersebut kembali ke radar perhatian dunia. Oleh karena itu KTT ini sangat penting,” paparnya. Retno juga berharap dalam KTT ini melahirkan persatuan antar faksi-faksi di Palestina serta anggota OKI agar perdamaian segera terwujud.

Sementara itu, utusan Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab menyatakan OKI harus memberikan penyadaran kepada dunia tentang pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan yang dilakukan Israel.

“Tentu OKI berupaya untuk membuka mata dunia soal kekejaman Israel terhadap Palestina. Ini kesempatan untuk menyuarakan ini,” kata Alwi seusai menjadi pembicara pengajian di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (4/3).

Alwi menekankan salah satu pekerjaan rumah besar bagi anggota OKI adalah persoalan kesamaan visi negara-negara Islam terkait Palestina, selain perpecahan di dalam otoritas Palestina.

“Tentu ada imbauan agar kedua kelompok di dalam Palestina ini supaya bisa menahan diri. Jadi, jangan umat Islam lain memperjuangkan Palestina, tetapi mereka itu sendiri tidak menunjukkan keseriusan untuk bersatu,” katanya.

(Wa Ode Zainab Z.T.)

Facebook Comments

You May Also Like