Ledakan Dahsyat di Gudang Amunisi Komando Pasukan Katak (TNI Angkatan Laut), Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara Pada Hari Rabu, 5 Maret 2014

Oleh BUTONet 2

ledakanLaksamana Marsetio  (Kepala Staf TNI Angkatan Laut): Kejadian ini tidak ada unsure sabotase. Ada indikasi asap sehingga alarm berbunyi dan semua perwira berkumpul, berusaha memadamkannya. Karena itu, banyak korban akibat kejadian ini. Sumber asap masih diselidiki. TNI Angkatan Laut (TNI AL) membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kejadian (Kompas, 6/3/2014). Lokasi gudang amunisi yang meledak masih ditangani untuk keamanan (Kompas, 7/3/2014).

Imam Nahrawi (Anggota Komisi V DPR Imam Nahrawi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa / PKB): Kami minta kasus itu diusut tuntas dan dibuka kepada publik hasilnya mengenai penyebab meledaknya gudang. Pengungkapan ini sangat penting untuk menghindari dugaan dan prasangka soal penyebab meledaknya gudang amunisi.

Karena di mata publik, tetap ada pertanyaan benarkah hal itu benar-benar karena insiden, atau karena kelalaian atau bahkan karena sabotase.

Penjelasan ini penting disampaikan kepada publik agar tidak menjadi pertanyaan dan kecurigaan yang akhirnya berujung pada ketidakpercayaan.

Oleh karena itu, TNI perlu lebih waspada dan berhati-hati. Karena kini Indonesia sudah masuk tahun politik. Sekecil apapun upaya gangguan dan ancaman bagi keamanan dan kenyamanan rakyat harus diantisipasi bersama.
Tidak hanya oleh polisi, tapi juga dibantu pihak TNI.  PKB ikut prihatin dan berbelasungkawa atas kejadian yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka itu. (Merdeka.com, 6/3/2014)

Laksamana Madya Iskandar Sitompul  (Kepala Pusat Penerangan Umum TNI): Perlu digarisbawahi, tidak ada sabotase. Dugaan sementara, terjadi kebakaran. Akibatnya, semua anggota datang ke lokasi. Saat mereka hendak memadamkan api, gudang meledak sehingga korban begitu banyak. Di gudang disimpan amunisi kaliber kecil. Dalam istilah TNI amunisi ringan, yaitu senjata laras panjang dan pendek. (Kompas, 6/3/2014). Dugaan awal ledakan adalah korsleting. Jadi untuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara kita cooling down selama 3 hari untuk memastikan tidak ada ledakan lanjutan. Setelah itu akan dilanjutkan tindakan investigasi untuk mengetahui kepastian ledakan tersebut. Tim investigasi tersebut sendiri nantinya akan terdiri dari berbagai kesatuan dan keahlian bahan peledak. Kemungkinan juga kami bekerja sama dengan pihak kepolisian terutama Puslabfor Mabes Polri dalam penyelidikan.

Penyebab terjadinya ledakan besar tersebut tidak terlepas dari banyaknya cadangan bahan peledak Trinitrotoluena (TNT) di gudang amunisi. Jadi diduga ledakan utama di gudang amunisi itu karena banyak berisikan TNT. (Merdeka.com, 6/3/2014).

Gunawan (Pedagang di kantin Pusat Pendidikan Kepolisian Perairan, sekitar 200 meter dari lokasi ledakan): Setelah ledakan besar sekali, diikuti ledakan kecil berkali-kali selama sekitar lima menit. Kami semua ketakutan. Di lokasi, orang-orang berteriak, kami diminta tiarap. Sejumlah orang terkapar dan terluka. (Kompas, 6/3/2014).

Kolonel Laut Dokter Syarief Hidayatullah (Wakil Kepala Bidang Pembinaan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo): Saat ini korban masih kritis dan sedang ditangani di ruang ICU.  Korban mengalami trauma tumpul di organ dalam dan saluran pernapasan. (Kompas, 6/3/2014).

TB Hasanuddin (Wakil Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat / DPR): Tempat itu (Gudang Amunisi Komando Pasukan Katak TNI AL, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara) bagian strategis dalam fungsi pertahanan bagi AL. Karenanya perlu segera dilakukan perbaikan atas hancur dan rusaknya instalasi militer tersebut. Komisi I DPR juga merekomendasikan reklamasi lahan di sebelah area penyimpanan yang sudah ada. Sebab areanya masih terlalu sempit. Lahan untuk penyimpanan amunisi yang berupa pulau kecil (1 kilometer persegi) tersebut juga dibagi untuk perkantoran dan tempat latihan menembak. Di sisi lain, reklamasi ini bertujuan agar ada akses langsung bagi TNI AL untuk menuju gudang penyimpanan amunisi dan tidak bercampur dengan akses ke dermaga sipil. Anggaran perbaikan akan dibicarakan oleh Komisi I DPR, terutama mengenai kemampuan pembiayaan oleh negara. Anggaran kemungkinan akan diusahakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Gudang penyimpanan amunisi AL di Pondok Dayung sudah terlalu tua karena telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kondisi itu membuat gedung rentan terbakar jika terjadi hubungan pendek arus listrik. (Kompas, 6/3/2014).

Kapten Arifin (Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok): Kejadian itu sempat mengganggu aktivitas di pelabuhan.

Tapi tak berpengaruh banyak. Aktivitas hanya terganggu sebentar. Kapal masih bisa keluar masuk ke pelabuhan. Pihaknya sudah mengirimkan bala bantuan ke arah Pondok Dayung. Tim SAR beserta Pemadam Kebakaran Tanjung Priok juga sudah datang ke mengerahkan mengarah ke sana.(Tempo.com, 5/3/2014)

Laksamana Pertama, Untung Suropati (Kepala Dinas Penerangan / Kadispen TNI Angkatan Laut): “Situasinya sudah rusak. Sehingga untuk beberapa kesatuan yang di Pondok Dayung dipindahkan ke tempat lain. Yang pasti mencari tempat yang aman termasuk kegiatan Pasukan Katak. Selama tiga hari ke depan terhitung sejak ledakan tersebut terjadi, pihaknya akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan di gudang amunisi itu. (Merdeka.com, 6/3/2014)

Komisaris Jenderal Suhardi Alius  (Kepala Badan Reserse Kriminal Polri): Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menunggu permintaan dari Polisi Militer dan TNI untuk memeriksa barang-barang. Hasil pemeriksaan Puslabfor juga akan disampaikan kepada Polisi Militer TNI. Akan dibentuk tim gabungan. Nanti ada undangan dari Angkatan Laut, baru tim kami bersiap. (Kompas, 7/3/2014).

Laksamana Pertama TNI Nelson Pandaleke  (Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut): Para korban akan dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut / RSAL hingga kondisi mereka membaik, lebih kurang satu pekan. (Kompas, 7/3/2014).

Laksamana (Purnawirawan) Achmad Sutjipto (Mantan Kepala Staf TNI Angkatan laut  Periode 1999-2000):  Pondok dayung dirancang untuk menjadi pangkalan siaga.  Tempat itu menjadi satu-satunya pangkalan laut di Jakarta untuk kebutuhan darurat dan tugas-tugas khusus.  Oleh karena itu, hanya dua unsur yang seharusnya mengisi pangkalan tersebut, yaitu markas divisi kapal cepat dan markas pasukan katak. Divisi kapal cepat digunakan jika ada kebutuhan darurat bagi kepala negara untuk meninggalkan Jakarta lewat laut. Sementara pasukan katak berguna untuk melaksanakan tugas-tugas khusus yang berhubungan dengan pengamanan Jakarta. Namun, sekarang Pondok Dayung sangat padat. Di sana ada kapal patroli, fasilitas pemeliharaan, kapal bantu, dan lainnya. Kondisi terjadi karena belum tersedianya pangkalan yang memadai bagi Armada Barat (Armabar) TNI AL.  Pembuatan pangkalan induk Armabar di Teluk Ratai, Lampung, yang disusun sejak 1998 belum juga direalisasikan. Akibatnya, kapal-kapal dan fasilitas yang seharusnya dibangun dalam bentuk pangkalan induk dibebankan pada Pondok Dayung. Sebagian kapal Armabar juga dititipkan ke Armada Timur (Armatim). Akibatnya, pangkalan Armatim di Surabaya juga jadi sangat padat. Jika Pondok Dayung kembali menjadi pangkalan siaga, tak hanya membuat fungsi dan unsurnya bersifat khusus, namun juga membuat penanganannya lebih fokus dan hati-hati. Fasilitas yang ada juga bisa lebih ditingkatkan kualitasnya karena pangkalan tidak padat. Gudang amunisi di Pondok Dayung hanya untuk kebutuhan sesaat karena gudang besarnya di pangkalan induk. Dengan demikian, kemungkinan meledaknya gudang amunisi, seperti yang terjadi Rabu lalu, juga dapat lebih mudah diantisipasi atau dicegah. (Kompas, 7/3/2014).

Laksamana Madya (Purnawirawan) Didik Heru Purnomo:  Dibutuhkan evaluasi dari segi material, sumber daya manusia, dan prosedurnya agar peristiwa meledaknya gudang amunisi tidak terjadi lagi. Evaluasi ini misalnya menyangkut bagaimana bahan-bahan material bangunan dan alat yang ada? Apakah instalasi alat sudah sesuai dengan ketentuan? Selain itu perlu dievaluasi juga prosedur pemeliharaan gudang amunisi. Pangkalan TNI Angkatan Laut Pondok Dayung bertugas mengamankan Ibu Kota dan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai urat nadi ekonomi. Untuk iu kapal cepat dan pasukan katak bisa digerakkan dengan segera kalau ada masalah keamanan di pelabuhan (Kompas, 7/3/2014).

Letnan Jenderal Marinir (Purnawirawan) Nono Sampono:  Fasilitas Angkatan Laut di Pondok Dayung dan Komando Lintas Laut Militer di kawasan itu harus dipertahankan karena fungsinya sangat strategis dan saling menunjang dengan sarana pelabuhan. Fasilitas tersebut ada sejak zaman Hindia-Belanda. Gudang masih dalam keadaan kukuh seperti bangunan zaman  Belanda pada umumnya. Masalahnya adalah sarana listrik dan pipa yang yang sudah berusia lanjut. Kawasan sekitar fasilitas itu juga berkembang pesat tanpa mengikuti disiplin tata ruang. Di negara lain, fasilitas pelabuhan dan sarana militer bisa saling menunjang. (Kompas, 7/3/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

One thought on “Ledakan Dahsyat di Gudang Amunisi Komando Pasukan Katak (TNI Angkatan Laut), Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara Pada Hari Rabu, 5 Maret 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 4 =