Matematika dan Islam

Oleh : Dr Sayid Mujtaba Rukni Musawi Lari

matematikaBaron Carra de Vaux, penulis bab “Astronomi dan Matematika” pada buku “The Legacy of Islam” (“Warisan Islam”), menunjukkan bahwa kata “algebra” (Indonesia: “aljabar” – Penerjemah) merupakan peng-Latin-an istilah Arab, “Al-jabr” (yang berarti “reduksi”, yakni bilangan-bilangan rumit yang dirubah atau dijabarkan menjadi bahasa sederhana dalam bentuk simbol-simbol). Sehingga, jelas bahwa dunia sangat berhutang budi kepada bangsa Arab.

Bilangan-bilangan yang digunakan oleh bangsa Arab itu bukan sekadar nama, tetapi juga faktual atau berwujud. Sebagai misal, simbol nol yang dikenal oleh orang Hindu, mereka (orang-orang Arab) jadikan sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata “zero”, seperti juga saudara kembarnya: ”cipher” merupakan transliterasi bahasa Arab:sifr”.

De Vaux menyatakan:Dengan menggunakan bilangan nol secara bermakna (cipher), mereka (orang-orang Arab) mewujudkan aljabar sebagai ilmu pasti dan mengembangkannya secara mengesankan. Mereka telah meletakkan   dasar – dasar  geometri analitis, dan  tidak  dapat   dipungkiri   juga trigonometri   bidang   dan    sferis (ruang).

Patut pula dicatat bahwa  Al-Zarqali (di Barat  dikenal  sebagai Arzachel), yang hidup di Spanyol tahun 1029-1087 M, merupakan pencipta ilmu perbintangan. Kata ‘algorism’ (Indonesia: ‘Algoritma’ — Penerjemahadalah peng-Latin-an dari nama yang berkaitan dengan penemunya yang tinggal di Khiva, yakni suatu daerah di provinsi Al-Khawarizmi. [Penemu algoritme adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al-Kahwarizmi (780-850 M). Ia menulis kitab  Hisab  al-Jabr wal  Muqabala  (Aturan-aturan tentang Restorasi dan Reduksi) — Penerjemah]. Bangsa Arab telah  mempraktikkan  kehidupan  intelektual  yang  tinggi  dan mempelajari sains ketika orang-orang Kristen di Barat sibuk berjuang untuk keluar dari perangkap kebodohan.

Patut ditambahkan bahwa kalender Jalali yang disusun oleh Umar Khayyam (ahli matematika dan penyair Persia — Penerjemah) merupakan kalender yang dilengkapi dengan formula penghitungan tepat perihal waktu peredaran bumi mengelilingi matahari. (Khayyam adalah salah seorang yang telah berjasa dalam mengembangkan ilmu-ilmu yang ditelorkan oleh Al-Khawarizmi — Penerjemah).[**]

_________________________________

Artikel  ini diterjemahkan oleh Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN) —dan diedit kembali oleh BUTONet 2 — dari buku “Western Civilization Through Muslim Eyes” (1977) yang ditulis oleh Dr Sayid Mujtaba Rukni Musawi Lari  (Intelektual Iran).  Forum SPTN  adalah  mitra kerja  BUTONet 2.

Artikel ini juga pernah dimuat dalam  Jurnal ISLAM LiBeRaL?  edisi Juni 2004.

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve − 8 =