Media Sosial Mengubah Dunia: Pemuda Pasti Bisa!

BUTONet 2, Jakarta— Pada era postmodernisme, media adalah penguasa dunia. Apapun yang disuguhkan media akan bergulir bak bola salju yang bisa memengaruhi opini publik. Pemuda, sebagai generasi penerus bangsa, harus memiliki pemahaman komprehensif  mengenai media. Atas dasar itu, KIBAR (Komunitas Indonesia Baru) mengusung tema: ‘Peran Media Sosial di Kalangan Pemuda’ dalam diskusi rutin pada Sabtu pekan ini (11/1/2014).

Diskusi internal tersebut dilaksanakan di Sekretariat KIBAR, bilangan Jakarta Selatan. Adapun pengampuh tema ini adalah Bapak Ma’ruf. Ia merupakan praktisi yang berkecimpung dalam media Internasional. “Saya sesungguhnya tidak banyak data mengenai pemetaan media nasional karena saya hingga berkecimpung pada media Internasional,” ungkap Ma’ruf.

Setidaknya ada dua jenis media yang erat dengan keseharian pemuda, yakni media cetak dan media sosial. Pada diskusi ini, pembicara hanya memfokuskan pada media sosial karena menjadi kebutuhan primer di era globalisasi ini. “Adapun yang dimaksud dengan media sosial adalah media online yang membuka ruang bebas bagi masyarakat untuk terlibat di dalamnya, seperti jejaring sosial, blog, forum, wiki dan lain-lain,” ujarnya.

Dengan format dialog, Ma’ruf mengajak peserta diskusi —yang notabene anggota KIBAR— untuk memikirkan fungsi dan dampak media sosial. Mereka sepakat bahwa fungsi media sosial adalah sebagai hiburan, penyedia informasi, kontrol sosial , dan edukasi. “Nah, begitu banyaknya fungsi media sosial, maka dampak yang kita rasakan tergantung dengan bagaimana kita menggunakan media tersebut,” ucapnya. Jadi, dampak media sosial bagi pemuda tidak hanya dampak positif , tapi juga negatif.

Setelah dialog bergulir, akhirnya pembicara mengerucutkan pada pembahasan mengenai jejaring sosial. Pada awalnya, jejaring sosial menjadi tren setelah peluncuran Facebook pada Februari 2014. Padahal cikal bakal layanan jejaring sosial adalah eksistensi Friendster, tapi tidak berkembang signifikan.

Pada awalnya, pendirian Facebook hanya memiliki anggota terbatas. Ma’ruf mengungkapkan, “Mark Zuckerberg melihat kebutuhan teman-temannya untuk saling berkomunikasi, terlebih lagi Harvard kala itu belum memiliki data berisi foto dan informasi dasar mahasiswa yang bisa diakses.” Pada akhirnya, Facebook diperluas ke beberapa universitas. Kemudian, jejaring sosial ini merambah ke seluruh dunia.

Selain sebagai media untuk komunikasi efektif, tercermin bahwa jejaring sosial mengarah pada open society. “Kita harus menyikapi pembentukan open society dengan bijak. Ketika masyarakat dibebaskan memiliki kekuasaan, maka itu akan berimplikasi secara signifikan terhadap tatanan sosial dunia,” tegas Ma’ruf. Pemuda seyogyanya mengambil peran penting dalam penggunaan media atau jejaring sosial untuk berkontribusi positif bagi dunia.

“Kita bisa meniru langkah Usman Hamid yang menggunakan media sosial untuk mengumpulkan petisi perubahan sosial yang mampu menggerakkan pemuda bernama change.org Indonesia,” ungkapnya dengan semangat berapi-api.

Lebih lanjut, pembicara menuturkan pandangan Usman Hamid bahwa ada keterasingan antara persepsi publik dengan berita di media. Fenomena itu tak dapat dielakkan karena setiap media memiliki hidden agenda. “Di setiap media, ada yang namanya ‘berita permukaan’; pada permukaan ada ‘berita tersembunyi’. Media terkadang tidak mengetahuinya, tapi pengamat pasti menyadarinya dengan melakukan pembongkaran, baik tersirat maupun tersurat,” ujar Ma’ruf.

Sebagai langkah awal, sulit bagi kita untuk membuat website khusus untuk memberikan perubahan masif. Walaupun, kita tak dapat menutup kemungkinan itu dapat terwujud. Namun, langkah awal yang relevan bagi pemuda adalah pemanfaatan media sosial untuk menggugah kesadaran orang lain.

“Media sosial itu bersifat eksistensial, serta tidak membutuhkan biaya. Oleh karena itu, kalangan pemuda bisa melakukan penegakkan kebenaran dengan menyebarkan informasi positif . Sesungguhnya, pembentukan opini publik sangat dipengaruhi oleh media. Sementara, mayoritas penguasa yang merajai dunia media adalah pemangku kepentingan yang acap kali bertentangan dengan kebenaran dan keadilan,” ucapnya dengan geram. Jadi, wahai pemuda, mulailah membangun kesadaran orang-orang dengan optimalisasi media sosial!  (Wa Ode Zainab ZT)

Facebook Comments

Topik Tarkait

5 thoughts on “Media Sosial Mengubah Dunia: Pemuda Pasti Bisa!

  1. Can I just say what a relief to find somebody who genuinely understands what they are
    discussing on the web. You actually understand how to bring an issue to light
    and make it important. More people ought to look at this and understand this
    side of your story. I was surprised you are not more popular given that you surely possess the gift.

  2. My partner and I stumbled over here by a different web address
    and thought I may as well check things out. I like what I see so now i am following you.

    Look forward to finding out about your web page again.

  3. We’re a group of volunteers and starting a new scheme in our
    community. Your web site provided us with valuable info to work
    on. You’ve done a formidable job and our entire community will be grateful to you.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 + six =