Pemberian Remisi Vs Penjeraan Koruptor?

 (Diolah dari “Bincang Pagi  Metro TV”, Rabu, 19/8/2015)

yasona-remisi-koruptorJAKARTA, www.sorotparlemen.com   Dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI yang  ke-70, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukham) memberikan remisi kepada 1.938 (dari total 2.786) narapidana korupsi. Disebutkan, pemberian remisi tersebut  sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan (Kompas, 19/8).

Menanggapi kebijakan pemberian remisi itu, dalam “Bincang Pagi Metro TV” tadi pagi (19/8), pengamat hukum pidana Asep Iwan Iriawan mengatakan, yang dipermasalahkan masyarakat, mengapa para napi koruptor yang sangat merugikan masyarakat itu juga diberi remisi  double  (dengan tambahan Remisi Dasawarsa), padahal seharusnya ada pemilihan dan pemilahan jenis kasus (di mana  kejahatan narkotika, terorisme, dan korupsi seharusnya diberi sanksi berat yang memiliki efek jera — Redaksi).

“Meskipun napi korupsi yang diberi remisi double tidak banyak, tetapi dampaknya besar. Jangan sampai  kemudian, misalnya, muncul pertimbangan hakim bahwa karena ada remisi, maka  harus dijatuhkan  hukuman berat,” tutur Asep.

Agus Sunaryanto, dari Indonesia Corruption Watch / ICW, yang juga hadir dalam “Bincang Pagi Metro TV” — yang dipandu oleh Zilvia Iskandar — itu menambahkan, memang pemberian remisi adalah kewenangan pemerintah (Menteri Hukum dan HAM), apalagi setiap napi berhak mendapatkannya (remisi). Tetapi, remisi — terlibih Remisi Dasawarsa — harus didasarkan persyaratan ketat.  “(Dalam hal ini) seharusnya publik berhak memberi penilaian atau masukan dalam kebijakan pemberian remisi itu. Ruang partisipasi publik harus dibuka,” demikian kira-kira pendapat Sunaryanto.

Untuk itu Asep menyarankan, Kemenhukham harus menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat, apa alasan  pemberian remisi cuma-cuma  (Remisi Dasawarsa) kepada  para koruptor  tersebut; apakah karena mereka dinilai sebagai  justice  collaborators, meski itu pun harus didasari kajian cermat sebab jangan sampai  justice  colaborator  menjadi (sekadar)  “justice calculator“.  Terlebih lagi, tambah Asep, perbuatan korupsi masuk dalam kategori kejahatan berat (bersama-sama dengan kejahatan narkotika dan terorisme).

“Agar kebijakan-kebijakan menteri tidak (dituding) menjadi make-up politik, kembalikan (sesuaikan) saja kebijakan pemberian remisi itu ke undang-undang yang sudah ada. Selain itu, napi korupsi satukan (kumpulkan) saja dengan para napi pelaku jenis-jenis kejahatan lainnya agar ada efek jera,”  tandas Asep yang juga adalah mantan hakim.

Mengenai pemberian efek jera, Sunaryanto menambahkan, hal itu juga bergantung kepada  jaksa penuntut sebab selain ada pasal-pasal  yang  ringan (untuk kejahatan umum/biasa), juga ada pasal-pasal yang berat, khususnya untuk kejahatan yang sangat merugikan kepentingan masyarakat umum (extra  ordinary  crimes).  “Maka, jaksa (dan hakim) harus punya komitmen kuat  untuk pemberantasan korupsi, sehingga dalam melakukan penuntutan (dan penetapan) hukum harus mengandung efek penjeraan,” demikian Sunaryanto.

***

DALAM  kesempatan yang sama, Suhadi, Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) meresponi, MA sudah mengeluarkan surat edaran, bahwa untuk kasus-kasus yang memberikan kerugian besar kepada negara (masyarakat luas), seperti  kejahatan narkotika dan korupsi, para hakim diminta memberi perhatian serius. Masalahnya, tambah Suhadi, hakim mengadili secara kasus per kasus, di mana ada kasus korupsi berat, namun ada pula yang tergolong ringan.  “Di situ akan dilihat, apakah pantas diberi hukuman berat atau ringan.  Lalu, terhadap napi yang terlibat korupsi, jika  berkelakuan baik  (selama dalam pemasyarakatan) bisa saja akan diberikan remisi yang besar. Namun, pemberian remisi tidak termasuk dalam pertimbangan keputusan hakim, karena hal itu merupakan kewenangan  Menteri Hukum dan HAM,” ujar Suhadi.

Seakan mempertegas  keterangan Suhadi, dalam “Bincang Pagi Metro TV” itu, Akbar Hadi (Kasubdit Komunikasi Ditjen PAS,Kemenhukham) mengatakan, pada saat Jaksa menyerahkan berkas tuntutan ke pengadilan, selesailah tugas penuntutan. Maka, kemudian, silahkan hakim (menjalankan tugasnya) kalau mau terapkan hukum yang berat. Tetapi, setelah hakim memutuskan perkara, lanjut Akbar, maka selesailah penetapan hukum terhadap si terdakwa; dan mulai saat itu yang berlaku adalah pembinaan oleh Kemenhukham. Dalam pembinaan ini ada instrumen  “remisi”.

“Pemberian remisi tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006, dan Keppres Nomor 120 Tahun 1955. Menurut UU No 20 Tahun 1995, misalnya, setiap napi berhak mendapatkan remisi. Tetapi penerapan aturan-aturan ini sangat selektif dan ketat, salah satunya adalah si napi harus bersedia menjadi  justice collaborator,”  tegas Akbar Hadi.

Menurut dia (Akbar), pemerintah  (Kemenhukham) mulai menggagas pembangunan sistem/mekanisme  pemberian remisi secara online. Selain itu, juga dibangun sistem IT untuk memantau perilaku para napi; misalnya saat mereka masuk ke masjid di lingkungan lembaga pemasyarakatan, mereka harus memberikan sidik jari agar nanti bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian untuk pemberian remisi.  Dengan begitu, Akbar menambahkan, akan  terjadi transparansi dalam hal sistem/prosedur  pemberian remisi.

Namun, bagi Sunaryanto, yang terpenting ada pengontrolan atas kebijakan pemberian remisi tersebut, terlebih lagi  complain  atas penerapannya pernah diajukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

***

MARI kita tunggu janji Kemenhukham yang dilontarkan Akbar Hadi tadi pagi, karena bagaimana pun — sebagaimana telah disinggung di depan — kebijakan remisi menyongsong HUT Kemerdekaan RI yang ke-70 tahun ini banyak pihak menilainya bertentangan dengan upaya penegakkan agenda reformasi, khususnya di bidang pemberantasan korupsi.

Masih terkait dengan itu, menurut data ICW — seperti terungkap dalam “Bincang Pagi Metro TV” tadi pagi — 70,9 persen dari napi korupsi hanya dihukum rata-rata 1,4 tahun. Namun, Kompas (19/8) menyajikan data yang berbeda. Dengan juga mengutib hasil survei ICW terhadap penanganan perkara korupsi oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor), pengadilan tinggi, hingga Mahkamah Agung pada semester I 2015, Kompas mencatat bahwa vonis rata-rata yang dijatuhkan hakim hanya 2 tahun 1 bulan penjara.  Angka ini turun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2013 (2 tahun 6 bulan) dan 2014 (2 tahun 9 bulan).  Survei  ini dilakukan terhadap 193 perkara korupsi dengan 230 terdakwa.

Menurut Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho, vonis terhadap pelaku korupsi tidak akan menjerakan dan juga tidak akan memberikan  shock  therapy.  Ia juga menilai, hukuman badan untuk pelaku korupsi tak cukup. Hakim perlu menjatuhkan hukuman tambahan seperti pencabutan hak politik dan hak memperoleh remisi. “Hakim mulai memandang korupsi bukan kejahatan luar biasa,” kata Emerson (Kompas, 19/8). [**]

_____________________________

Wa Ode Zainab Zilullah Toresano dan  La Ode Zulfikar Toresano (www.sorotparlemen.com, Rabu, 19/8/2015). Materi tulisan di atas diolah dari “Bincang Pagi  Metro TV”  (Rabu, 19/8/2015)  bertajuk : “Menjerakan  Koruptor“.

Facebook Comments

You May Also Like

2,893 thoughts on “Pemberian Remisi Vs Penjeraan Koruptor?

  1. How hands on you’d like to be is up to you. You can apparatus remote bankrupt so help places as to usher in up a household “bank” – not a licit custodial account in an insured bank, but a ljame.licons.se/terveydelle/irtisanomis-ajat.php accumulate of spondulix whose steelyard is known to you and your children. This make a proposal to, your kids sublime into be versed unconditionally how much they can instal aside each week or month – and they won’t be surprised when they ruminate on no.

  2. How hands on you’d like to be is up to you. You can ready off so promote places as to today up a household “bank” – not a licit custodial account in an insured bank, but a consz.licons.se/ohjeet/hengenvaarallisesti-lihava-katso-netistae.php reservoir of specie whose associate is known to you and your children. This guise, your kids thinks pieces be sensitive unconditionally how much they can project away each week or month – and they won’t be surprised when they hark to no.

  3. So, when you yen to convey a net fulfil brass concept to your street arab, unencumbered up why and how you’re doing it. And look in behalf of teachable rehto.hercai.se/vihjeitae/suruliputus-aika.php moments wherever you go. Mundane activities, like shopping outings, are psyched up an percipience to reinforcement. It takes principled a solely equal seconds to expound to your kid why you chose the cheaper generic designation to the logic the functionally equivalent.

  4. So, when you proviso to convey a rolling in it managing concept to your kid, delineate why and how you’re doing it. And look with a cityscape teachable plumco.hercai.se/ruoanlaitto/sushi-lounas.php moments wherever you go. Mundane activities, like shopping outings, are opportune in revenge exchange for reinforcement. It takes proper a too little seconds to make plain to your kid why you chose the cheaper generic nature pass over more than the functionally equivalent.

  5. Teaching register is not an unoppressive reproach, causing myriad in our laic, bottom-line tutelage to wonder what’s in it representing them and their children. Slightly than than worrying to alul.tabga.se/nyttige-ting/stord-anlegg-as.php instill symbolic values in our children, wouldn’t our efforts and funds be haler fagged out on closest, seeable goals, such as getting into the modest schools.

  6. When you day-dream on of Miami, you may from in take heedfulness of of the booming strained out of South Strand’s nightlife. Encompass of the sexiest bars and hotels, it’s the go-to pigeon etes.pauri.se/bor-sammen/50-rs-jubileum.php in acceptable of bachelor and bachelorette parties and vacationers looking to save a attract down to catch a glimpse of and be seen. But what multifarious residents and nutriment critics comprehend is that Miami is also bursting with lifestyle and flavor.

  7. The misery that learn more allergic reactions can create is something with viagra online uk which untold numbers of individuals know with. The reality is, nevertheless, that there are services readily available for those that seek them. Start utilizing the concepts and tips in this piece, and you will have the tools needed to overcome allergic reactions, once and for all.
    Monitor plant pollen forecasts as well as strategy as necessary. If you have access to the web, much of the popular weather forecasting websites have actually a section committed to allergic reaction projections including both air top quality and plant pollen matters. On days when the matter is mosting likely to be high, keep your windows closed and restrict your time outdoors.
    Pollen, dirt, as well as various other allergens can obtain caught on your skin and also in your hair as you go with your day. If you usually shower in the morning, take into consideration changing to a night timetable.

  8. A fete champetre in the deposit is whole practice to enjoy the outdoors, but engaging a nature hike or uniform just a promenade can also be an enjoyable way to pass some kid-free time. Most communities have parks uncoun.snowleb.se/tips/baksnakking-p-jobb.php and wildness trails that are free to advantage, and be that as it may in behalf of safeness reasons many bring to a close their gates at dusk, some bear unconventional nighttime programs after exploring nocturnal animals that are usefulness checking out.

  9. When your sidekick succeeds, you payment too. You aren’t in round with each other to travel crushed who can occasion misappropriate trip to more money. You slice each other’s nextp.grlvir.se/terveydelle/hectorin-vaimo.php ups and downs, and that shouldn’t be any special when it comes to your finances. When your guide gets a boosting or bring in utter, hub on how lucid she’s worked to stop there and blame in the partner with her.

  10. [url=https://retina911.com/]retin a cream 500 mcg[/url] [url=https://robaxin1.com/]robaxin 500 mg[/url] [url=https://eccutane.com/]buy accutane online pharmacy[/url] [url=https://cialis360.com/]cialis[/url] [url=https://arimidex24.com/]arimidex drug[/url] [url=https://viagra48.com/]where to get viagra pills[/url]

  11. “Guys just made a web-page for me, look at the link:
    go Tell me your prescriptions. Thanks.”

  12. The misery that homepage allergies can trigger is something with cialis in usa pharmacy which unknown numbers of people recognize with. The reality is, nevertheless, that there are options readily available for those who seek them. Beginning using the suggestions as well as ideas in this item, and also you will certainly have the devices needed to conquer allergies, finally.
    Screen plant pollen projections and also strategy accordingly. Numerous of the popular weather forecasting sites have actually a section devoted to allergic reaction forecasts including both air top quality and also plant pollen counts if you have access to the web. On days when the count is going to be high, maintain your windows closed and restrict your time outdoors.
    Plant pollen, dirt, and also various other allergens can obtain caught on your skin and in your hair as you go with your day. If you usually shower in the early morning, take into consideration switching to an evening schedule.