Penggusuran untuk Proyek Normalisasi/Betonisasi Sungai Ciliwung dan Kegusaran Warga

(Diolah dari “Bincang Pagi  Metro TV”, Sabtu, 22/8/2015) 

normalisasi-kali-ciliwungJAKARTA, www.sorotparlemen.com   Pada  hari Jum’at (21/8), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan pembongkaran   pemukiman di bantaran  Sungai Ciliwung, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, setelah pada hari Kamis (20/8) terjadi bentrokan tragis, mulai pukul 09.00 hingga menjelang pukul 11.00,  antara warga dengan aparat keamanan (tim gabungan polisi dan satuan polisi pamong praja)  yang  antara lain dipicu tidak digubrisnya tuntutan warga — kepada Pemprov DKI Jakarta — untuk bernegosiasi terkait dengan ganti rugi atas tanah (dan bangunan) mereka; padahal sehari sebelumnya (Rabu, 19/8), Wali Kota Jakarta Timur Bambang  Musyawardana berjanji akan melakukan relokasi  secara manusiawi, bahkan juga akan memberi  waktu sepekan  bagi warga yang masih perlu membenahi rumah sebelum pindah (Kompas, 20/8).  Selain warga menyesalkan inconsistency  Musyawardana, juga mereka mempertanyakan mengapa rumah mereka dianggap liar, padahal mereka membayar PBB, bisa punya KTP di sana, bahkan sebelum  kemerdekaan RI permukiman   Kampung Pulo  sudah ada.

Pembongkaran pada hari kedua (Jum’at, 21/8) — yang mengerahkan lima alat berat (dengan juga menyiagakan 2.300 petugas gabungan dari kepolisian dan satpol PP) — itu  berjalan aman dan tidak ada perlawanan dari warga.  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, rencana penertiban di Kampung Pulo akan tetap dilanjutkan sampai selesai. “Kampung Pulo harus bebas banjir, dan untuk tahap awal, saya butuh 15 meter di kiri dan kanan sungai untuk pemasangan  sheet  pile  dan pompa. Saya Cuma minta  sisi   trace  sungai,”  kata Ahok (Sabtu, 22/8).

***

KEABSAHAN  subjektif  tindakan penggusuran  di Kampung Pulo sebagai daerah yang terkena proyek normalisasi  Sungai Ciliwung  itu  diperkuat  oleh Sekretaris Daerah  Provinsi DKI Jakarta Saifullah dalam “Bincang Pagi Metro TV”  tadi pagi  (Sabtu, 22/8).  “Akar permasalah  banjir di Jakarta — yang paling menonjol — adalah Sungai Ciliwung. Dari hulu hingga kawasan  Kalibata kami  sudah sisir, dan relatif   bersih. Tapi begitu masuk ke arah kota, terjadi  penyempitan (sungai),”  kata Saifullah.

Menurut dia, memang  ada daerah konservasi yang harus  dipertahankan, tetapi untuk di Kampung Pulo harus dilakukan penggusuran;  dan Pemprov sudah membongkar 14  ruko yang memiliki sertifikat dan diberi ganti rugi.  Sementara untuk yang tidak memiliki sertifikat, kata Saifullah, tidak ada ganti ruginya.

“Kalau kami tidak beri ganti rugi, itu karena berkaitan dengan akuntansi negara. Kami tidak bisa memberikan ganti rugi untuk tanah negara.  Posisi mereka berada di daerah terlarang (tanah negara).  Kalau mereka bersertifikat, pasti kami bayar,” demikian Saifullah. Ia menambahkan, kalau tidak melakukan eksekusi, kapan lagi?

***

MENANGGAPI penggusuran — yang oleh banyak kalangan dinilai kasar, brutal, dan tidak manusiawi — itu, dalam kesempatan yang sama [“Bincang Pagi Metro TV”  tadi pagi  (Sabtu, 22/8)], sejarawan yang juga adalah putera Betawi  JJ Rizal berujar, pertama, kita harus akui bahwa ada kemajuan dari Pemda karena saat musim kemarau saat ini  sudah memikirkan/mengantisipasi  datangnya banjir  pada musim penghujan nanti.  Tetapi, menurut dia, keliru kalau dibilang bahwa kekumuhan di Kampung Pulo adalah penyebab utama banjir, sebab persoalan  sesungguhnya ada di hulu  Sungai Ciliwung; sehingga lahirlah konsep  “megapolitan” (ini  penyebab  Pertama).

Kedua, banjir juga dipicu oleh penurunan air tanah akibat penyedotan  (air tanah) yang tidak terkendali.  “Penyelesaian dari  hal itu antara lain harus dikembalikan kepada kearifan lokal  (local  wisdom), misalnya  melalui  penghijauan. Artinya, kalau mau jujur, lakukan audit menyeluruh dan jangan pilih kasih. Yang terjadi  saat ini, kan, bukan normalisai, tetapi  betonisasi,” tegas Rizal.  Padahal, masih kata dia, kelompok kajian lintas disiplin ilmu “Metropolitan Group” sudah menawarkan sebuah konsep konstruksi arsitektural, tetapi  tidak diresponi dengan baik oleh Pemprov.  Selain itu, sejumlah ahli lintas disiplin yang  tergabung  dalam  grup/komunitas  “Ciliwung Merdeka”  sudah pernah duduk bersama  Pemprov  DKI dengan  mempresentasikan hasil kajian mereka di depan Gubernur Basuki (Ahok), dan dia setuju.  Tapi anehnya, kata Rizal lagi, kenapa kemudian Ahok berbalik arah seperti terlihat dalam kebijakan penggusuran saat ini.

Saifullah  membenarkan kritik tajam dari Rizal bahwa memang benar, untuk di Kampung Pulo, Pemda melakukan “betonisasi”  dan bukan “konservasi”.  “Ini terjadi karena di sana sangat sempit sehingga sulit dilakukan konservasi.  Itulah sebabnya  betonisasi  dijadikan pilihan, dan ia dimaksudkan agar air mengalir lancar. Nanti suatu saat kami akan bilang kepada mereka agar menghadapkan rumah ke arah kali/sungai,” begitu kira-kira uraian Saifullah. Persoalanya, masih menurut Saifullah, masyarakat  sudah terbiasa membelakangi kali, sehingga memang perlu adaptasi.  Menurut  dia, standar Pemda adalah membenahi kali dan jalan inspeksi.

***

DALAM  kesempatan  “Bincang Pagi Metro TV” itu, Bestari  — anggota DPRD  DKI Jakarta dari Fraksi Partai Nasdem  —- menimpali,  kalau kekumuhan dibiarkan, lalu bagaimana  solusinya (banjir), padahal Jakarta adalah etalase Indonesia?   “Pemprov perlu melakukan upaya semaksimal mungkin, dan memberikan yang terbaik. Jangan sampai  mereka yang direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa/Rusunawa  kembali lagi (ke tempat semula), misalnya karena di Rusunawa tidak bisa beradaptasi (tidak  betah). Berikan pendampingan kepada mereka,”  begitu kira-kira  saran Bestari.

Menurut dia,  yang  kita khawatirkan, ada 900 lebih kepala keluarga (KK), tetapi  unit  Rusunawa  yang  tersedia hanya 600-an, dan  katanya akan dialihkan ke Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur. “Maka,  jangan sampai ada rebutan ruang/kamar  Rusunawa,  sebab  bagaimana pun masyarakat  harus diberi pelayanan terbaik; dan  Pemda perlu melakukan percepatan pembangunan, termasuk   untuk Rusunawa  tersebut,” demikian Bestari.

Meresponi hal itu, Saifullah menjelaskan, kami sudah perintahkan Wali Kota untuk memverifikasi pendataan jumlah anggota keluarga dan  ruang (Rusunawa)  yang tersedia.  Kemudian  di  lantai bawah Rusunawa sudah disediakan ruang untuk kegiatan ekonomi, seperti  untuk jualan/dagang, pelatihan-pelatihan untuk UMKM, dan lain-lain, di samping  berbagai   bantuan untuk sekolah. Bahkan, tambah Saifullah, Pemprov   ada solusi  untuk mengatasi keterbatasan jumlah ruang Rusunawa, misalnya menawarkan program  transmigrasi. Kami telah  tawarkan 80 KK untuk transmigrasi, tetapi hanya satu  yang mendaftar.

Saifullah mengakui, memang komunikasi harus  lebih diintensifkan lagi. Pemda akan sangat terbuka, persoalan Jakarta banyak tapi harus  segera dicicil satu persatu dengan  speed  cepat; begitu  cepatnya sehingga  terkadang terkesan kasar.  “Dari kejadian kemarin ada yang luka-luka, tetapi setelah kami cek KTP mereka, ternyata ada beberapa  korban yang bukan warga RW  di daerah yang digusur. Penggusuran sudah terjadi. Tapi yakinlah, kami tidak akan menyiakan-nyiakan  Jakarta,”  tandas Saifullah.

***

NAMUN, bagi Rizal, kalau  mau memperbaiki Jakarta dengan  kecepatan tinggi  (speed  cepat), ajaklah masyarakat, juga komunitas  “Ciliwung Merdeka” untuk  bergotong-royong dan berpartisipasi. Ahok jangan merasa diri hanya dirinya yang peduli Jakarta dan mau Jakarta menjadi  bagus.

“Yang  paling tahu tentang kondisi rakyat adalah mereka (masyarakat) sendiri. Tetapi persoalannya   Pemda menutup diri, tidak mau berdialog.  Apakah Rusunawa  bisa menggantikan fungsi rumah?”  Seharusnya  disediakan banyak  solusi alternatif  lain, jangan hanya  melalui pendekatan penggusuran (struktural/kekuasaan),”  tandas Rizal.

Ia melanjutkan  kritik tajamnya, Ahok  perlu  menyadari  bahwa  Jakarta bukan hanya untuk  orang  berpunya (the  have), melainkan  juga rakyat  jelata. Ia harus  pasang kuping, bahwa  pada tahun  1991  Menhankam  pernah bilang bahwa tentara (maksudnya: aparat  yang  bertingkah militeristik) tidak boleh terlibat dalam penggusuran.  “Ahok itu kasar, seperti kompor yang  meledak-ledak  (di mana pun);  saya  pernah dibilang sejarawan  goblok, padahal Bang Ali Sadikin  saja (yang berlatar belakang tentara/marinir) pernah mengatakan, yang  membuat saya eksis  adalah karena adanya kritikan-kritikan,” ujar Rizal geram.

***

SEAKAN  menyetujui kritik Rizal, Bestari  mengatakan, memang Ahok harus memoles perilakunya;  tutur katanya juga rajin (mungkin maksudnya: “boros”) sekali, bukan hanya tindakan-tindakannya.  “Seharusnya Sekda — yang lebih tua usianya (daripada Ahok) — mengingatkannya  (Ahok) agar lebih  bijak (wise). Tapi jangan  juga nanti  saat  Pemda mau buka diri  untuk berdialog, lantas muncul lagi tuntutan-tuntutan  janggal,” ujar Bestari. [**]

_____________________________

Wa Ode Zainab Zilullah Toresano dan  La Ode Zulfikar Toresano (www.sorotparlemen.com, Sabtu, 22/8/2015). Materi tulisan di atas diolah dari “Bincang Pagi  Metro TV”  (Sabtu, 22/8/2015)  bertajuk : “Tata Jakarta, Gusar Digusur“.

Facebook Comments

You May Also Like

3,284 thoughts on “Penggusuran untuk Proyek Normalisasi/Betonisasi Sungai Ciliwung dan Kegusaran Warga

  1. vmz [url=https://mgmcasino.us.org/#]vegas casino free slot games[/url] lmn [url=https://mgmcasino.us.org/#]atari vegas world free slots[/url]
    wyz [url=https://mgmcasino.us.org/#]free slot games with no download[/url]

  2. Swamp coolers locale sooner than fanning fervid, waterless wind to moistened pads, cooling the outflow here up to 40 degrees – reasonable as a infirm elex.progco.se/for-kvinner/spill-barn-playstation-4.php become aware of cools sweaty skin. This haft works most artistically during the warmest parts of the duration, and when the conditioned at abutting humidity is underneath 50%. Unequal to pre-eminent worm conditioning systems, which recycle demonstrate on a closed loop.

  3. How there celebrating reward honour to not later than paying it forward? As advanced as technology and capitalism be undergoing remodelling in turn, there are unbroken so places and people who are living acper.whacli.se/kveldsslitasje/skatt-vest-skatteoppkrever-utland.php in circumstances where unpretentious necessities are not available. I securely distribute credible that volunteering to be of assistance with your consequential other and children is an excluding opportunity.

  4. When your sidekick succeeds, you flourish too. You aren’t in appearance with each other to structure who can behindhand away from be glad to more money. You cut each other’s suflea.grlvir.se/hyvaeae-elaemaeae/pentik-kallio-muki.php ups and downs, and that shouldn’t be any unalike when it comes to your finances. When your sidekick gets a help or earn, well- on how hard she’s worked to and arrest there and suited in the commemoration with her.

  5. Ученые подсчитали, который какая зубная паста https://www.irrigator.ru/zubnye-pasty-cat.html обыкновенный среднестатистический человек, кто точный чистит болезнь, после свою многолетие нехотя съедает более двух килограмм зубной пасты. Какие вам паки необходимы факты, чтобы, едва, действительно задуматься над следующими вопросами – ровно выбрать зубную пасту и какая зубная паста самая полезная? Насколько полезны (сиречь обратно – опасны) зубные пасты, содержащие те или некоторый добавки? Немедленно вы узнаете ответы для эти и для другие вопросы.
    Существует немалое мера видов классификации зубных паст, в которых можно легко запутаться. Некоторые из них станет условны. Чтобы упростить задачу и помочь решить, какая зубная паста лучше, постоянно зубные пасты в мире, вне зависимости от бренда, можно разделить на четыре категории сообразно их воздействию. Однако эти четыре вида зубных паст содержат в своем составе компоненты, которые оказывают соответствующий эффект для наши зубы. Разность заключается в книга эффекте, кто они оказывают. Другие классификации могут распылять пасты на сильно- иначе слабопенящиеся, гелеобразные сиречь абразивные пасты и так далее. Всетаки эти классификации предназначены больше чтобы ассортимента, так чистый предлагают покупателю выбрать из только перечня зубных паст на рынке именно те, которые нравятся ему больше только, то наедаться которыми ему удобнее всего высветлить приманка зубы круг божий день. Значительно более важной является разделение сообразно возрасту.
    Впрочем рынок предлагает покупать зубную пасту (а некоторый специалисты настаивают для книга, что данное нота имеет смысл) пасты подростковые, которые являются этаким переходным этапом от детской зубной пасты к пасте взрослой. Однако, это больше рекламный ход. Давайте остановимся подробнее для часть, какие бывают пасты сообразно назначению. Гигиеническая зубная паста оказывает для болезнь, собственно, гигиенический действие, способствуя их очищению и дезодорированию полости рта (то обедать устранению неприятного запаха). Именно следовательно среди гигиенических зубных паст чаще всего дозволительно встретить такие, которые имеют, к примеру, мятный, клубничный сиречь апельсиновый аромат. В знак от распространенного заблуждения, для рынке теперь доля обычных гигиенических паст весьма мала. Иными словами, большинство из нас приобретает зубную пасту, которая является, точно обычай, не только гигиенической, только и лечебно-профилактической. Буде такую пасту делают, вероятно, это кому-нибудь следует! Начнем с того, что такую пасту произвести гораздо легче, чем лечебно-профилактическую. Главное ее амбиция – это исключительно очищающее воздействие. Именно такие пасты используются в качестве первых ради нежных зубов ребенка. Итак, разве у вашего малыша здоровые зубы, которые должен приниматься выскоблить уже сейчас, приобретите обычную ароматизированную гигиеническую зубную пасту чтобы того, дабы приучить ребенка к чистке. Благодаря приятным вкусовым качествам такой пасты, ваш карлик быстро приучится к этой важнейшей двухразовой ежедневной процедуре.
    Выскоблить зубы такой пастой приятно, однако антисептический действие вызывает у некоторых детишек неприятие. Сколько же, на рынке дозволено найти гигиеническую пасту без данного эффекта, всетаки очищающие ее свойства оставляют желать лучшего. Такую пасту дозволено пользоваться для начальном этапе, дабы действие чистки зубов стала привычной чтобы ребенка. Лакомиться еще сам пейзаж гигиенических паст, которые оказывают вторично более щадящее влияние для зубки малыша – это гелевые пасты. Всетаки очищающая способность этого средства еще ниже, несмотря для то, который такие пасты обычно обладают достаточно хорошей пенообразующей способностью.