Peranan Big Data bagi Institusi Pemerintah

La Ode Zulfikar Toresano (JAKARTA, www.sorotparlemen.com, 24/7/2018) — Perkembangan yang sangat pesat dalam pemanfaatan teknologi berbasis internet dan data memicu munculnya pembahasan mengenai “Big Data”; dan itu terkait dengan berbagai bidang kehidupan. Hingga kini masih banyak orang yang bertanya, apa yang dimaksud dengan “Big Data”?  Untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai hal itu (Big Data), simaklah pemaparan di bawah ini.

Mari kita kutib definisi (dasar) “Big Data” menurut Andrea De Mauro et.all. dalam tulisan yang berjudul “A Formal Definition of Big Data Based on its Essential Features”, yang dimuat dalam jurnal Library Review, Vol. 65 Iss: 3, pp.122 – 135, DOI: 10.1108/LR-06-2015-0061, bahwa :

Big Data is the Information asset characterized by such a High Volume, Velocity and Variety to require specific Technology and Analytical Methods for its transformation into Value“.

Terkait dengan ini, melalui website resmi ORACLE, sebuah corporate yang bergerak di bidang Database Platform  (pada https://www.oracle.com/big-data/guide/what-is-big-data.html), dijelaskan tentang 3 (tiga) elemen penting dalam Big Data, yakni :

  1. Volume : menekankan pada jumlah data yang cukup besar, bisa berkisar ratusan petabyte yang merupakan data tidak terstruktur (unstuctured data) dan harus diproses dengan tingkatan high-volume of low-density. Sebagai contoh, data unknown value tersebut bersumber dari data feeds  Twitter, clickstreams dari webpage, dan MobileApps berbagai  perangkat teknologi (equipment) yang dilengkapi dengan aneka sensor (juga masih banyak contoh lainnya).
  2. Velocity : Sifat kecepatan tinggi dari proses penerimaan (received) dan (mungkin juga) dapat melakukan penindaklanjutan (acted on) data yang ada. Proses ini umumnya mengalirkan data langsung ke memori (lebih cepat dibandingkan disk) dan akan selalu dievaluasi secara real-time.
  3. Variety : mengacu pada banyaknya jenis data yang tersedia. Data tradisional disusun dan di-fit pada relational database. Dengan kemunculan teknologi Big Data, data hadir dalam model yang tidak terstruktur (unstructured data). Model/jenis data unstructured dan semi-unstructured  mencakup jenis data seperti : teks, audio, dan video; di mana data tersebut memerlukan (proses) preprocessing tambahan agar mendapatkan meaning (arti/maksud/makna) dan support (dukungan) dari metadata yang ada.

***

TIGA elemen yang disebutkan di atas merupakan dasar pengenalan (ruang lingkup) “Big Data”. Data yang diolah dan diproses sangat penting untuk dianalisa agar didapatkan suatu pandangan yang bermanfaat bagi aneka bidang strategis, terutama institusi pemerintah.

Berikut ini adalah beberapa ulasan mengenai prospek pemanfaatan “Big Data”, yang sudah menjadi target/program pemerintah (Indonesia) :

  •  Dalam “Konferensi Internasional tentang Revolusi Data untuk Perumus Kebijakan”, yang bertema “Mendorong Kebijakan Berbasis Data: Kebutuhan Pemerintah Indonesia untuk Analisis Data yang Lebih Maju di Indonesia” (diselenggarakan pada 21-22 Februari 2017), Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memaparkan pentingnya penggunaan Big Data untuk perumusan kebijakan pemerintah Indonesia.
    (lihat https://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/implementasi-big-data-untuk-perumusan-kebijakan-publik/).
  •  Pihak yang mampu mengolah dan memanfaatkan data-data yang sangat besar, cepat, variatif, dan kompleks dapat mengambil keuntungan besar. Hasil kajian tersebut menginformasikan bahwa pengimplementasian teknologi Big Data di Indonesia akan semakin meluas, khususnya di institusi pemerintah.
    (lihat https://jurnal-ppi.kominfo.go.id/index.php/jppi/article/view/060201).
  • Big Data dapat mengubah sudut pandang pembuat kebijakan dalam melihat suatu masalah dan bisa menjadi masukan untuk mengambil keputusan strategis. (lihat https://www.indotelko.com/kanal?c=id&it=pemerintah-big-data-kebijakan-publik).
  •  Dengan pemanfaatan Big Data diharapkan dapat memperkuat proses pengambilan keputusan bank sentral, baik pada sektor moneter, pasar keuangan, stabilitas sistem keuangan (SSK), sistem pembayaran, dan pengelolaan uang rupiah.
    (https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/09/114850626/ini-3-tantangan-bi-gunakan-big-data).
  •  Dengan penyediaan data statistik yang baik, pembuat kebijakan akan bisa lebih bijaksana dalam membuat kebijakan.(lihat https://ekonomi.kompas.com/read/2017/03/22/085348726/boediono.penggunaan.big.data.penting.dalam.pembuatan.kebijakan).

***

DARI ulasan singkat di atas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :

  •  Pemanfaatan Big Data pada institusi pemerintah berpotensi besar dalam perumusan kebijakan yang lebih baik dan meminimalisir risiko yang merugikan sektor-sektor lainnya, terlebih lagi bila sektor-sektor tersebut saling terkait. Dengan demikian, setiap keputusan yang dirumuskan dapat meminimalisir kepentingan subjektif pihak tertentu.
  •  Big Data dapat bermanfaat dalam berbagai sektor di institusi pemerintahan, misalnya bidang keuangan, perbankan, penelitian, pengolahan aset sumber daya negara, monitoring atas stabilitas sistem keuangan, dan aneka kemanfaatan lainnya yang mencakup banyak bidang kehidupan.
  •  Apabila pengolahan data statistik berjalan baik, niscaya dapat menciptakan banyak manfaat di berbagai sektor dalam institusi pemerintah. Seluruh aspek pengembangan di aneka sektor harus didukung oleh data yang berkualitas agar terwujud strategi pengembangan daerah (dan negara) yang berbasis data; dan tentu saja hal ini akan dapat menunjang tujuan utama yang telah diprogramkan/ditargetkan oleh pemerintah.

 

Facebook Comments

You May Also Like