Perempuan dalam Persepsi Ayatullah Khomeini

Pengantar Redaksi:

“Kita menyaksikan rakyat dibodohi dengan dicekoki omongan bahwa pembangunan yang dibiayai dari utang itu wajar, dan utang itu sekarang sudah menyengsarakan rakyat,” demikian Kwik Kian Gie dalam pernyataannya pada acara deklarasi pendirian Pernasindo (Perhimpunan Nasionalis Indonesia).

Lebih lanjut, menurut Kwik, untuk melawan pembodohan tersebut akan dimulai kampanye penyadaran. Kampanye ini akan mengajak media yang ada. Jika tidak mendapat sambutan, maka akan membuat media sendiri, misalnya dengan menyebarkan pidato penyadaran dalam kaset rekaman seperti yang dilakukan Imam Khomeini di Iran (Kompas, 10 / 6 / 2006).

***

“Dunia Islam berada dalam keadaan yang buruk disebabkan perpecahan di antara berbagai kelompok, dan satu-satunya harapan dalam kegelapan ini ialah Imam Khomeini,” demikian Haidir Faruq Maududi (1 / 8 / 1982), seorang ulama Pakistan, putera Maulana Abul A’la Maududi  (pendiri Jamaat Islami, Pakistan). Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Imam Khomeini telah mampu menolak hegemoni dua  super power (Amerika Serikat dan Uni Soviet), dan telah membuat bangsa Iran menjadi suatu bangsa yang bebas merdeka. (Dikutib dari majalah Yaum al-Quds, Rabiul Awal 1403 H).

***

“Seandainya iman itu terletak di bintang tsurayya (Kejora), orang-orang dari kalangan penduduk Parsi (Iran) akan dapat menggapainya.” [Hadits Rasulullah Muhammad Shalallahu  alaihi  wa  âlihi  wassalam (Saww) yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawiyah dari Qais bin Sa’ad bin Ubadah;  juga lihat riwayat Bukhari dalam kitab  Alu’lu Wal Marjan, jilid I].

***

DIJADIKANNYA Imam Khomeini (pencetus Revolusi Islam di Iran) sebagai inspirator perjuangan oleh banyak tokoh pejuang pembebasan dan penegakkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan hakiki menggelitik kita untuk terus menyelami corak dan substansi perjuangan Sang Imam, termasuk murid-murid beliau.

***

DARI perspektif Al-Qur’an menarik untuk menyimak ayat sebagai berikut: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.”(Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat, ayat 13).

***

BUKANKAH substansi hakiki dari suku-suku itu adalah adat-istiadat dan kebudayaannya? Bukankah suatu bangsa terbentuk dari interaksi (komunikasi) dan kerjasama konstruktif (produktif) antara berbagai suku-adat yang ada? Bukankah “kerjasama konstruktif dan produktif” (juga lihat QS 5 : 2) merupakan makna hakiki dari “saling kenal-mengenal” seperti dinyatakan dalam ayat Al-Qur’an tersebut?

Sungguh, agama telah memberi ruang yang lapang bagi berbagai adat-istiadat dan kebudayaan untuk mengartikulasikan dirinya demi kemaslahatan bersama. Selain itu, kita juga sepakat bahwa  “amar ma’ruf wa nahiy munkar” merupakan kewajiban religius yang harus diamalkan bagi setiap Muslim. Namun, bila dicermati, “al-ma’ruf” dapat diartikan sebagai nilai-nilai kebaikan yang akarnya tumbuh dari tradisi masyarakat; sedangkan “al-khair” adalah nilai-nilai kebaikan yang bersumber dari wahyu Ilahi. Realitas ini menunjukkan betapa Islam menghargai pluralitas (beda dengan “pluralisme”) dan eksistensi multikultural (beda dengan “multikulturalisme”).

Paparan di atas merupakan sari pati yang dapat kita cerna dari pemikiran-pemikiran para murid Imam Khomeini seperti Ayatullah Mutahhari, Ayatullah Ali Khamenei, dan Ayatullah Hashemi Rafsanjani. Sungguh, mereka telah memperkenalkan indahnya menjalin interaksi kemanusiaan yang setara atas dasar saling pengertian (beda dengan “toleransi”) dalam rangka membangun peradaban universal (lebih luhur dari “globalisasi”) yang berkeadilan dan bermartabat.

Perlu ditambahkan bahwa istilah “ummat” (ummah) yang digunakan dalam “Seruan Imam Khomeini untuk Persatuan Ummat” ditujukan kepada orang-orang non-Muslim di daerah-daerah atau negeri-negeri Islam, dan juga kelompok minoritas atau pun individu yang hidup di negeri-negeri non-Muslim.

_____________________

Perempuan dalam Persepsi Ayatullah Khomeini

Di antara banyak hal yang diperjuangkan oleh Ayatullah Khomeini adalah masalah kaum perempuan. Ia dengan serius memikirkan hak-hak dan kewajiban mereka dalam masyarakat, baik sebelum maupun sesudah Revolusi Islam di Iran (1979). Beliaulah yang secara intent memprakarsai dan mengaktifkan kembali partisipasi perempuan dalam segala aspek kehidupan. Sebagaimana kita ketahui, selama kekuasaan despotik Syah Iran — yang didukung oleh Amerika Serikat — dipropagandakan dogmatisme sesat tentang kehidupan kaum perempuan, yang menjadikan mereka sangat statis dan berada dalam posisi  rendah (inferior); atau sebaliknya, sering dijumpai sekelompok perempuan yang memiliki peran sosial, tetapi tidak mematuhi ajaran Islam. Dulu kaum perempuan Iran tidak dapat memahami kepribadiannya yang sejati, dan bahkan tak bisa menjalankan perannya secara tepat dalam masyarakat. Lalu, melalui “revolusi”, Ayatullah Khomeini menyuntikkan kekuatan baru dalam kehidupan kaum perempuan yang tertindas itu.

Mari kita tengok kembali sejarah dalam rangka memahami status perempuan sebelum datangnya Islam. Al-Qur’an menyatakan, “Dan apabila seseorang dari mereka diberi khabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?” …… [Al-Qur’an Surah (QS) 16 : 58-59].

Islam membebaskan kaum perempuan dari penderitaan. Ajaran Islam menempatkan mereka setara dan hidup berdampingan dengan kaum laki-laki. Sepanjang sejarah, kita dapati dua kelompok yang sering merendahkan kaum perempuan. Kelompok Pertama adalah yang memanipulasi mereka dengan menggunakan cara-cara khusus (canggih). Termasuk dalam kelompok ini adalah para cendekiawan culas (dan “pemilik modal”). Ketika mereka memperjuangkan “kebebasan perempuan”, sesungguhnya yang mereka maksudkan adalah agar kaum perempuan hidup dalam “budaya telanjang”, yang tentu saja memiliki nilai ekonomi. Sesungguhnya, mereka tidak memiliki belas kasih, dan hanya menjadikan perempuan sebagai komoditas dagang.

Kelompok Kedua adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang bodoh, yang seringkali melakukan pemerasan terhadap perempuan dengan berlindung pada slogan-slogan palsu, seperti  “demi mempertahankan tradisi dan kesucian atau martabat perempuan”.

Jelas, kedua kelompok tersebut merupakan agen yang menghancurkan hak-hak perempuan. Dalam banyak pernyataannya, Ayatullah Khomeini sering mengungkapkan tentang pentingnya “kebebasan perempuan”. Menurutnya, Islam tidak pernah menentang kemerdekaan perempuan, dan bahwa mereka harus dipandang setara dengan laki-laki dalam menentukan tugas-tugas dan masa depannya. Perempuan bebas aktif dalam memilih peran sosial-politik mereka. Mereka berhak mengambil bagian dalam jabatan-jabatan ekonomi, kebudayaan atau pun politik. Tidak seorang pun yang dapat merintangi hal ini.

Islam memandang bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara. Keduanya memiliki “sifat-sifat kemanusiaan”, dan dalam “kemanusiaan” itu mereka tidak ada perbedaan. Tidak satu pun pihak yang berhak mengklaim bahwa merekalah yang paling unggul. Penilaian atas kedudukan dan martabat keduanya hanyalah didasarkan pada “ketakwaan”. Dan ini merupakan standar (acuan) Islam.

Lalu, apa arti “kebebasan perempuan”? Kebebasan mereka sama dengan pencapaian martabat manusia. Dalam hal ini Islam tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Al-Qur’an menyatakan, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49 : 13).

***

PADA hari pertama kedatangan Ayatullah Khomeini di Teheran (dari tempat pengasingannya di Paris), banyak yang berjejalan menemuinya untuk menyatakan kesetiaan (bai’at). Di antara peserta banyak sekali kelompok-kelompok perempuan. Dan mereka tampak berapi-api sekali, sehingga ada yang meminta (kepada Ayatullah Khomeini) agar kaum perempuan tersebut tidak diikutsertakan. Tetapi, Ayatullah Khomeini mengatakan, “Kaum perempuan banyak berperan dalam perjuangan Islam. Apakah kalian akan melenyapkan kekuatan aktif yang menopang perjuangan kaum laki-laki?”

Sejak berdirinya Republik Islam Iran, kaum perempuan telah menyumbangkan sejumlah prestasi gemilang. Menurut Ayatullah Khomeini, laki-laki dan perempuan harus maju dan berkembang bersama-sama. Dalam salah satu ceramahnya — pada hari peringatan kelahiran Fathimah az-Zahra (puteri Rasulullah Muhammad Saww) — Ayatullah Khomeini membahas hal ini. Ia mengatakan, “Ada berbagai dimensi kehidupan yang bisa dimasuki secara aktif oleh kaum laki-laki dan juga perempuan karena manusia adalah makhluk dinamis.” Dalam berbagai pidatonya ia juga selalu menekankan tentang pentingnya “revolusi manusia”; dan juga memikirkan sisi politik setiap masalah. Tetapi bersamaan dengan itu, Ayatullah Khomeini memberikan pula perhatian pada sisi spiritual (gnostik) dan kemanusiaan atas masalah-masalah tersebut. Ia mengatakan: “Bila kita ingin mencapai kebahagiaan di akhirat, kita harus mulai dari sini (dunia).”  Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad Saww, “Dunia ini adalah ladang untuk akhirat.”

Dari sini dengan mudah kita dapat memahami pernyataan Saydina Ali  karamallahu  wajhah (kw) dalam kitab “Nahjul Balagha”, “Dunia adalah masjid para sahabat (kekasih) Allah.”  Dunia — yang merupakan ciptaan tingkat terendah — oleh Saydina (Imam) Ali disebut sebagai “masjid para sahabat Allah”; dan ia juga adalah tempat turunnya wahyu. Dunia juga sebagai tempat usaha (ibadah) para sahabat atau kekasih Allah. Sehingga kita harus memperbaiki dan memakmurkannya. Kita harus lakukan semua itu untuk “akhirat”.

Al-Qur’an mengatakan bahwa Allah akan memberikan manusia kehidupan mulia dan pahala atas amal-amal yang dikerjakannya. Dan kehidupan yang diberikan kepada orang beriman di akhirat akan berbeda dengan orang yang tidak beriman.

***

AYATULLAH Khomeini menganggap laki-laki dan perempuan setara dalam segi kemanusiaan. Demikian pula dalam dimensi hukum. Ia mengatakan, “Secara hukum tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Jika ada sejumlah perbedaan fisiologi (fisik) di antara mereka, hal itu tidak akan mempengaruhi status hukum dan kemanusiaan mereka.” Jadi, pada dasarnya, keduanya tidak berbeda.

Dalam suatu kesempatan, Ayatullah Khomeini pernah ditanya tentang partisipasi perempuan dalam masyarakat. Ia menjawab, “Dalam masyarakat Islam, kaum perempuan memiliki kebebasan dan boleh berperan serta dalam segala jenis pekerjaan.” Tetapi yang perlu ditekankan, bahwa ada kira-kira tiga atau empat macam pekerjaan yang tidak pantas dilakukan (dikerjakan) oleh kaum perempuan. Dalam kaitan ini, Ayatullah Khomeini memberikan nasehat penting bahwa, “Kaum perempuan boleh berperan serta dalam segala jabatan sosial dan politik, namun harus tetap menjaga nilai-nilai etika dan moral (akhlak).”

Apa yang ditekankan dalam aktifitas-aktifitas perempuan? Aspek moral !! Bila seorang perempuan pekerja mengabaikan nilai-nilai Islam, maka amalnya akan ditolak. Islam lebih mendahulukan upaya pencegahan. Oleh karena itu, pernyataan Ayatullah Khomeini bahwa perempuan boleh berperan serta dalam semua jabatan sosial tidak berarti perempuan diperbolehkan melanggar etika Islam. Dan norma-norma Islam dalam kaitannya dengan peran perempuan tersebut harus dirinci dan disebarluaskan di kalangan masyarakat.

Seorang ulama mengatakan, Islam tidak pernah melarang perempuan untuk bekerja. Namun, dalam kaitan ini, salah satu hal penting yang patut diperhatikan adalah hijab (busana muslimah)”. Karena topik bahasan kita adalah “Perempuan dalam Persepsi Ayatullah Khomeini”, maka masalah hijab ini perlu dikemukakan sedikit. Ketika Ayatullah Khomeini ditanya tentang hijab, ia mengatakan, “Kaum perempuan Iran (seluruh Muslimah) wajib mengenakan  hijab.”  Dan  “hijab”  tidak sama dengan cadar.

Ayatullah Khomeini juga sangat memerhatikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak-anak. Ia mengatakan, “Kesempurnaan manusia hanya mungkin tercapai dengan kemampuan perempuan.’’  Dalam kesempatan lain, ia mengatakan, “Bila dada bersih para Ibu tidak ada, semua harapan manusia akan sia-sia.”  Ia juga menambahkan, “Menjadi seorang Ibu, mendidik dan mengasuh anak dapat disandingkan dengan pekerjaan para Nabi.”  Bila para Nabi datang untuk mendidik manusia, para Ibu mendidik anak-anak. Dengan demikian, kendati seorang Ibu meninggalkan rumahnya untuk bekerja, ia tidak boleh mengabaikan kewajibannya merawat dan mendidik anak-anaknya.

Pemerintah Islam harus menyiapkan undang-undang dan berbagai fasilitas pendukungnya untuk membantu program pemberdayaan perempuan. Dan salah-satu hal terpenting dalam kaitan ini adalah “pendidikan anak”. Mengapa? Karena pengabaian terhadap pendidikan anak merupakan kezaliman terbesar. Diriwayatkan dari para Imam Suci  bahwa belajar di masa kecil ibarat mengukir di atas batu, hasilnya abadi. Pendidikan pada usia muda membentuk jiwa anak. Bila orang tua melakukan kesalahan di masa usia seperti ini, akan mengakibatkan bahaya fatal. [**]

______________________________

Tulisan ini diolah dari Majalah Yaum Al-Quds Nomor 38 Dzulhijjah 1413 H oleh Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional (Forum SPTN ) dan diedit kembali oleh BUTONet 2.  Juga pernah dimuat dalam Jurnal ISLAM LiBeRaL?  edisi Juni 2004.

Facebook Comments

You May Also Like

43 thoughts on “Perempuan dalam Persepsi Ayatullah Khomeini

  1. I think this is among the most important info for me.

    And i am glad reading your article. But should remark
    on some general things, The web site style is perfect, the articles is really nice
    : D. Good job, cheers

  2. I’m extremely impressed with your writing skills as smartly as with the layout on your blog.
    Is that this a paid topic or did you modify it yourself?
    Either way stay up the nice high quality writing, it is uncommon to peer a nice blog
    like this one these days..

  3. Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it.
    Look advanced to far added agreeable from you! By the way,
    how could we communicate?

  4. Please let me know if you’re looking for a writer for your site.

    You have some really great articles and I feel I would be a good asset.

    If you ever want to take some of the load off, I’d really like to write some material for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please blast me an e-mail if interested. Many thanks!

  5. When some one searches for his required thing, thus he/she wants to be available
    that in detail, therefore that thing is maintained over here.

  6. I like the valuable information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here frequently.

    I am quite sure I will learn lots of new stuff right here! Best of luck for
    the next!

  7. Muchos médicos sugieren que la elección de los tratamientos para la impotencia o disfunción eréctil que han de seguirse deberían ir de menos a más invasivo.

  8. Since the discovery that the drug sildenafil, or Viagra, affected penile erections, most people have become aware that ED is a treatable medical condition.

  9. Otras causas para el daño se encuentran en el consumo de alcohol excesivo y en enfermedades de metabolismo que van acompañadas de Neuropatias. Puede haber varios factores que contribuyen a la impotencia.

  10. Entre las pruebas más usuales se encuentran los análisis de sangre para comprobar el nivel de hormonas masculinas, la posible presencia de azúcar alto en la sangre, niveles de homocisteína y exploraciones físicas para detectar cualquier posible tumor o anomalía genital. Consiste sencillamente en inyectar en el pene una sustancia vaso dilatadora para producir la erección.

  11. Kamagra Oral Jelly Francia Generic Clomid Fluoxetine Want To Buy Virginia Viagra Us Pharmacy Fedex Delivery Generic Viagra Online Paypal

  12. Alprostadil is injected into the side of penis with a very fine needle. PDE5 inhibitors improve on normal erectile responses helping blood flow into the penis. ” Similar efficacy has been observed with vardenafil, although studies are fewer. However, remember that a healthy sex life is part of a healthy life. During sexual arousal, nerves release chemicals that increase blood flow into the penis. http://buycialis.online/blog/know-the-basics-of-cialis-before-you-start-taking-this-ed-drug.html

  13. All in all, sildenafil is popular for a reason – it works. For most men, sildenafil makes it easier to develop and maintain an erection and acts as a reliable, safe treatment for erectile dysfunction. Developed in the 1990s and approved by the FDA in 2003, tadalafil is a longer-lasting ED drug that provides similar effects to sildenafil. Buy cialis online hong kong.

  14. Las causas de disfuncion erectil son variadas y dependen de cada hombre en particular, presentándose una gran diferencia entre aquellas orgánicas (relacionadas con algún trastorno o enfermedad), psicológicas (relacionadas con trastornos psicológicos) y las relacionadas con el consumo de sustancias. El efecto se alcanza a los 30-120 min viéndose retrasado por la ingestión de alimentos, por lo que se toma 1 h o más antes de la actividad sexual en dosis única. https://comprarlevitra.com/

  15. La clave para tratar la disfunción eréctil es identificar la causa subyacente. Tener problemas de erección de vez en cuando no es necesariamente un motivo para preocuparse. Como puede imaginar, estos síntomas pueden dificultar el placer de casi todo, y mucho menos del sexo. Comprar Viagra generico en malaga. Por ejemplo, un hombre con baja autoestima puede creer que no es capaz de satisfacer a una mujer y, como resultado, se vuelve incapaz de actuar en el dormitorio. Si no puede iniciarse la erección, se puede aplicar en el pene un dispositivo de vacío manual para la erección.

  16. Es una patología que se padece generalmente cuando se sufre un accidente y se necesita extenso reposo. La ED psicológica puede ser particularmente dañina para su confianza, pero puede ayudarlo a conocer sus problemas. Comprar Levitra en bilbao. Atrofia muscular: Meditación: solo diez a quince minutos de meditación al día pueden reducir drásticamente su estrés y ansiedad. Debido a que una erección requiere una secuencia precisa de eventos, la DE puede presentarse cuando cualquiera de tales eventos se interrumpe.

Leave a Reply

Your email address will not be published.