Perjalanan Penanganan Perkara Bail Out Bank Century??? — Bagian II (Babak Baru Penanganan Perkara Bank Century: Sidang Perdana, Kamis 6 Maret 2014)

7 Maret 2014

 

Abdul  [Koordinator lapangan Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Indonesia] :

Mengapa Wakil Presiden (Boediono) ini tidak pernah menghadiri panggilan Timwas (Tim Pengawas)Century? Apakah dia takut karena punya kesalahan? Mengapa baru sekarang Boediono menembak presiden dan ingin menyeret Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pusaran skandal Century. Apakah ini bertanda bahwa Boediono sama halnya dengan Sri Mulyani tidak mau dikorbankan sendiri?  Kasus Century sudah sangat jelas siapa yang harus bertanggung jawab dan bisa dipastikan bahwa pelaku intelektual dalam hal ini adalah mereka yang memiliki kekuasaan pada waktu itu. Yakni, Gubernur Bank Indonesia Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), di mana dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah Presiden. Kami berharap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tarik ulur dan tidak pilah pilih dalam membongkar kasus ini. Siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus bertanggung jawab, baik presiden maupun yang lainnya. Tangkap dan adili Boediono. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Abraham Samad  (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK):

Mantan Gubernur Bank Indonesia / BI Boediono bisa dipanggil untuk memberikan keterangan di persidangan jika Majelis Hakim Tipikor (tindak pidana korupsi) memandang itu diperlukan. Tergantung majelis hakim, apakah berani memanggil Boediono atau tidak. Jika majelis hakim memutuskan akan memanggil, KPK akan menyiapkan pemanggilannya. Penetapan nama-nama yang disebut sebagai tersangka, juga bergantung pada keterangan para saksi di persidangan. (Kompas, 7/3/2014).

Al- Muzamil Yusuf  [anggota Komisi III DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)]:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimunculkan sebagai superbody harus berani kepada siapa saja, tidak kroco-kroco. Di hadapan hukum, semua warga negara memiliki persamaan (equality before the law), untuk mematuhinya, tidak terkecuali Boediono yang menjabat sebagai wakil presiden. Beberapa artis yang disebut terkait kasus suap impor daging sapi mantan Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Luthfi Hasan Ishaaq juga memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, dan menjadi saksi di Pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi). Kalau Boediono disebut, artis disebut dan dipanggil, masak Pak Boediono tidak dipanggil? Pimpinan DPR harus menghormati sikap Timwas (Tim Pengawas) Century yang melakukan pemanggilan ketiga terhadap Boediono. Pimpinan DPR harus menghormati semua yang berbeda sikap. Terlepas setuju atau tidak setuju. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Badan Kebijakan Fiskal / BKF Kementerian Keuangan[yang menolak penilaian Bank Indonesia (BI) agar Bank Century yang dinilai sebagai “Bank Gagal yang Ditengarai Berdampak Sistemik” dinaikkan statusnya menjadi “Bank Gagal yang Berdampak Sistemik”]:

Analisa risiko sistemik yang diberikan BI belum didukung data yang cukup dan terukur untuk menyatakan bahwa Bank Century dapat menimbulkan risiko sistemik. Analisa BI lebih bersifat analisa dampak psikologis. (Rakyat Merdeka Online/ROML,7/3/2014).

Badan Pengawas Pasar Modal / Bapepam (yang menolak penilaian Bank Indonesia / BI agar Bank Century yang dinilai sebagai “Bank Gagal yang Ditengarai Berdampak Sistemik” dinaikkan statusnya menjadi “Bank Gagal yang Berdampak Sistemik”):

Dengan mempertimbangkan ukuran Bank Century yang tidak besar, secara finansial ia (Bank Century) tidak akan menimbulkan risiko yang signifikan terhadap bank-bank lain. Sehingga risiko sistemik lebih kepada dampak psikologis. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Bambang Soesatyo (Anggota Tim Pengawas Kasus Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat; Politikus Partai Golkar):

Setelah sidang perdana [yakni persidangan kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) dengan terdakwa Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulya — Redaksi BUTONet 2] kemarin itu hal penting yang harus digali Hakim Tipikor dari terdakwa maupun dari para saksi nanti adalah menemukan aktor utama yang berada di balik kasus bailout  Bank Century senilai Rp 6,7 triliun itu.
Karena bisa jadi Boediono hanyalah pemain figuran.

Hakim Tipikor juga perlu menelusuri ke mana uang triliunan rupiah itu mengalir. Pihak-pihak mana yang mengambil keuntungan. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pernah mengungkapkan sejumlah nama. Dan Timwas (Tim Pengawas) Century sedang mendalami informasi tersebut.

Lebih dari itu, Hakim Tipikor juga harus dapat menemukan jawaban, apakah ada keterlibatan partai politik dalam skandal keuangan terbesar pasca-reformasi dengan modus penyelamatan bank. Rangkaian transaksi dan peristiwanya, menurut analisis Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Bambang Widjojanto, terjadi menjelang pemilihan legislatif (Pileg) April 2009 dan pemilihan presiden (Pilpres) Juli 2009.

Publik tentu masih ingat laporan PPATK di Pansus Century di DPR dulu. PPATK sempat menemukan puluhan miliar dana bailout mengalir ke sejumlah nama. Setelah dicek alamat tersebut tidak jelas. Banyak temuan di lapangan atas profil penerima aliran dana yang tidak jelas atau palsu.

Kita masih ingat, PPATK juga melaporkan PT Asuransi Jiwa Proteksi (AJP) yang sempat melakukan transaksi penarikan Rp.4,054 miliar pada Desember 2008. Belakangan AJP diketahui sebagai donatur pasangan calon presiden dan wapres SBY-Boediono. AJP menyumbang kepada tim sukses capres (tertulis resminya di laporan Komisi Pemilihan Umum / KPU) sebesar Rp.1,4 miliar melalui dua kali transaksi pada 25 Juni 2009, masing-masing Rp 600 juta dan Rp 850 juta. Tak hanya itu, Hakim Tipikor juga harus menanyakan apa latar belakang dan fakta hukum kenapa mantan Boediono tiba-tiba menuding LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas membengkaknya dana bailout dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut dari KPK kemarin sama sekali tidak ada disebut keterlibatan LPS secara mendalam. (Rakyat Merdeka Online / ROML, 7/3/2014).

Bambang Widjojanto (Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK):

Masyarakat mengikuti jalannya proses persidangan terdakwa Budi Mulya. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Heru Lelono (Staf Khusus Presiden Bidang Informasi):

(Terkait dengan nama Boediono — yang sekarang menjabat Wakil Presiden — yang disebut dalam dakwaan) Presiden menyerahkan kepada aparat hukum untuk bekerja secara profesional. Bisa saja nama Boediono tertulis di dalam dakwaan. Namun, hal itu tidak boleh diartikan langsung seolah Boediono terlibat atau bersalah. Sebuah kebijakan tidak boleh langsung dianggap kejahatan kecuali di dalam pelaksanaannya ada pihak yang menyelewengkan kebijakan itu. Biarlah proses hukum berjalan secara benar, tanpa ada intervensi opini, apalagi politik. (Kompas, 7/3/2014).

KMS Roni [Koordinator tim jaksa penuntut umum untuk penyidangan Budi Mulya di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Jakarta]:

Budi Mulya (Deputi Gubernur Bank Indonesia / BI — 2008) bersama Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Fadjrijah selaku Deputi Gubernur BI, dan Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur BI terlibat dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek / FPJP [nilai FPJP adalah Rp 689,39 miliar; namun dalam persidangan juga ada dakwaan pemberian dana talangan (bail out ) berupa penyertaan modal sementara (PMS) sebesar Rp 6,76 triliun, sehingga keseluruhan (dugaan) kerugian negara adalah Rp 7,45 triliun — Redaksi BUTONet 2]. Sementara Hartadi Sarwono selaku Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad selaku Deputi Gubernur BI, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur BI dianggap bersama-sama Budi Mulya terlibat dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Atas perbuatannya, terdakwa Budi Mulya diancam pidana Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. Hesham al-Warraq, Rafat Ali Rizvi (beserta pihak-pihak yang terkait dengan kedua orang ini, telah mengalir dana sebesar Rp 3,115 triliun — Redaksi BUTONet 2), dan Robert Tantular (beserta pihak-pihak yang terkait dengan Robert, telah mengalir dana sebesar Rp 2,75 triliun; sedangkan sisanya, sebesar Rp 1,58 triliun, masih ada di Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara — Redaksi BUTONet 2) sebelumnya telah dijatuhi hukuman pidana dalam tindak pidana perbankan. Robert Tantular kini mendekam di penjara, sedangkan Hesham dan Rafat yang berkebangsaan asing masih buron. (Kompas, 7/3/2014).

Luhut MP Pangaribuan (Penasehat hukum Budi Mulya):

Penyediaan data yang tidak akurat (data yang digunakan Bank Indonesia untuk menghitung kebutuhan dana dianggap tidak akurat dan tidak menggunakan data terbarusehingga nilai penyertaan modal sementara / PMS terus membengkak dalam kurun waktu 24 November 2008 hingga 24 Juli 2009, dari semula Rp 632 miliar menjadi Rp 6,76 triliun — Redaksi BUTONet 2) bukanlah sesuatu yang melanggar hokum. Itu kan soal teknis karena memang situasinya saat itu begitu cepat dan mendesak. Penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik juga tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang melanggar hukum. Jaksa melihatnya dalam situasi normal, padahal situasinya saat itu, kan, sedang abnormal karena krisis global sedang berlangsung. Karena itu dakwaan jaksa tidak tepat. (Kompas, 7/3/2014).

Marzuki Alie (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat / DPR yang berasal dari Partai Demokrat):

Pemimpin (DPR) itu kolektif kolegial. Saya punya pendapat lain karena pemanggilan (yakni pemanggilan ketiga terhadap Wakil Presiden Boediono oleh Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR, yang dijadwalkan pada Mei 2014 — Redaksi BUTONet 2) menyimpang dari hasil sidang paripurna. (Kompas, 7/3/2014).

Puan Maharani (Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDI-P; anggota Komisi I DPR)

PDI-P menginginkan skandal Bank Century dapat dituntaskan sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku.  Untuk menuntaskan skandal perbankan yang merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun itu tak perlu adanya intervensi politik, seperti upaya pemakzulan atau impeachment kepada Wapres Boediono. Jangan dipolitisasi seperti dengan adanya pemakzulan. Semua pihak dapat mengikuti penanganan mega skandal itu yang kini berada di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)_. Sikap kami tetap berkeinginan agar berproses sesuai aturan hukum yang sedang berjalan. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Rizal Ramli >>> DR. Rizal Ramli (Ekonom senior; mantan Menteri Koordinator Perekonomian):

Seharusnya Wakil Presiden Boediono malu hati. Boediono adalah orang paling bertanggung jawab terhadap perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Saya berpengalaman memimpin Bulog (Badan Urusan Logistik) dan kementerian; yang paling bertanggung jawab itu pimpinan. Dalam militer yang ambil keputusan itu jenderal, prajurit tak pernah salah. Jadi Boediono mawas diri dan tahu malulah, dia yang bertanggung jawab.
Seharusnya mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono harus tunjukkan sikap ksatria. Boediono harus mundur dan tanggung jawab secara hukum. Berhenti lempar tanggung jawab kepada anak buah, pemimpin kok  nyalahin  anak buah. Beri contoh ksatria Jawa. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Ruhut Sitompul (Jurubicara Partai Demokrat):

Pemanggilan Boediono oleh Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengganggu proses hukum kasus tersebut, serta situasi pemerintahan.
Saya tetap minta dia jangan datang. Apa tidak rusak negara ini kalau dia datang. Ya sudah biarkan saja, kalau saya tetap minta dia tidak datang.
Penyebutan nama Boediono dalam dakwaan terdakwa kasus Bank Century Budi Mulya jangan dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat.
Jangan dikaitkan, kok Demokrat yang disalahkan. Boediono itu siapa, janganlah dibawa-bawa Demokrat. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Susilo Bambang Yudhoyono / SBY — Presiden Republik Indonesia(dalam pertemuan SBY dengan para Pemimpin Redaksi media massa nasional di Istana Negara, malam hari tanggal 22 November 2009):

Saya sengaja memilih diam dan tidak berkomentar banyak mengenai megaskandal Bank Century karena tak mau memperkeruh keadaan. Namun demikian, saya mendukung hak angket Bank Century yang saat itu sedang bergulir di DPR. Selama ini saya menghormati Badan Pemeriksa Keuangan yang sedang melakukan audit investigatif seperti yang diminta DPR. Kasus Bank Century ini memiliki tiga dimensi dan setiap dimensi memiliki penanggung jawab masing-masing. Ketiga dimensi itu adalah wilayah kewenangan Bank Indonesia (BI), wilayah kewenangan Pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan, dan wilayah Bank Century. Siapapun yang bertanggung jawab harus bisa menjelaskan. Siapapun yang berbuat kriminal, harus mendapatkan hukuman yang adil. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Syarifuddin Sudding(Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat / DPR; Ketua Fraksi Hanura di DPR):

Sekali saja turut bersama-sama dengan terpidana mengindikasikan ada dua alat bukti. Apalagi 65 kali, ini menjadi terang benderang. Sudah jelas siapa yang paling bertanggungjawab atas skandal perbankan yang merugikan keuangan negara tersebut. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan segera menindaklanjuti fakta-fakta yang mencuat di persidangan. Yakni dengan melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Presiden Boediono.
Ini menyangkut kredibilitas KPK untuk mendapat dukungan publik saya kira betul-betul dipertaruhkan. KPK memasukkan nama Boediono, KPK punya alat bukti. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Taslim Chaniago (Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat; politisi Partai Amanat Nasional / PAN):

Kalau sudah disebut [maksudnya nama Boediono yang disebut-sebut sebanyak 67 kali dalam sidang perdana kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) dengan terdakwa Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulya pada hari Kamis (6/3) — Redaksi BUTONet 2] mestinya hasus diseret ke pengadilan. Timwas Century di DPR dapat mencari jalan untuk membawa Boediono memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor.
Timwas harus pikirkan langkah yang bisa dilakukan secara politik. Kalau hukum hanya pengadilan. Kebijakan dana talangan untuk Bank Century pada 2008 lalu — yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun — tidak hanya melibatkan Budi Mulya dan Siti Fajriyah selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia. Tetapi juga melibatkan pihak lain di atasnya seperti Boediono yang kala itu menjabat Gubernur BI dan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan.
KPK harus berani menyeret itu. Karena korupsi tersebut tidak mungkin hanya dilakukan seorang diri.(Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Uchok Sky Khadafi (Koordinator Advokasi dan Investigasi “Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran” / Fitra):

Wakil Presiden Boediono diharapkan dapat mengungkap kasus Bank Century maupun kasus-kasus lainnya secara jujur. Boediono bisa dianggap sebagai whistle blower  karena sebagai orang yang lama duduk dalam pemerintahan tentunya mengetahui banyak seluk beluk anggaran di Indonesia. Dia sudah disebut 62 kali dalam dakwaan persidangan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya. Saya rasa ini bisa dimanfaatkan Boediono dengan mengungkapkan fakta-fakta sebenarnya yang terkait kasus Bank Century maupun berbagai kasus lainnya. Sebagai mantan Menteri Keuangan dan juga Menko Ekuin di era Pemerintahan Megawati, Boediono tahu persis tentang kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara ribuan triliun rupiah yang masih ditanggung negara sampai saat ini. Dia harus mengungkapkan alasan pengambilan keputusan release and discharge bagi pengemplang BLBI yang dikeluarkan di masa Pemerintahan Megawati. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

Yopie Hidayat (Juru Bicara Wakil Presiden Boediono):

Penyebutan nama Boediono dalam surat dakwaan terhadap Budi Mulya (sebanyak 67 kali — Redaksi BUTONET 2) tidak berarti (Boediono) melanggar hukum. Jangan membuat kesimpulan yang melompat. Penyebutan nama Boediono hanya untuk merekonstruksi kejadian saat itu. Disebutkan “bersama-sama”, tetapi siapa yang melanggar hukum? (Kompas, 7/3/2014).

Yusril Ihza Mahendra(Pakar Hukum Tata Negara; Ketua Dewan Syura Partai Bulan Bintang / PBB):

Keterangan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) kemarin telah menggarisbawahi bahwa keputusan bailout Bank Century merupakan keputusan kolektif dan kolegial.
Jadi, Dewan Gubernur Bank Indonesia harus bertanggung jawab.
Secara hukum Boediono tidak harus mundur dari kursi Wakil Presiden (Wapres). Semua pihak harus bersabar sampai bukti cukup. Jika sudah cukup, akan tiba saatnya nanti Boediono akan dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Secara moral ya mundur. Tapi, karena memang persoalan menyangkut Wapres Boediono, maka tidak semudah itu. Semua pihak sebaiknya bersabar sampai bukti cukup. Tentang keterlibatan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, bailout Century merupakan tanggung jawab penuh Gubernur BI. Fokus kebijakan publik dana Bank Century, kewenangannya penuh pada BI termasuk Boediono, bukan pemerintah; jadi bukan Sri Mulyani. (Rakyat Merdeka Online/ROML, 7/3/2014).

_________________________________

11 Maret 2014

Hendrawan Supratikno(Anggota Tim Pengawas DPR untuk penuntasan kasus Bank Century):

Kita sepakat bahwa hukum harus dikedepankan dalam kasus Bank Century. Saya meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya niat jahat dalam kasus Bank Century (Kompas, 11/3/2014).

Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia):

Kasus pemberian dana talangan untuk Bank Bank Century saat ini sudah masuk dalam tahap hukum. Hukum jangan dicampuradukkan dengan politik. Kebijakan tidak bisa diadili. Jika kebijakan dapat diadili, akan membuat tidak ada yang berani mengambil kebijakan. Namun, jika ada implementasi dari kebijakan itu yang menyimpang untuk beragam kepentingan, termasuk kepentingan sendiri, bisa dipidanakan. Jika ada elemen-elemen yang menyimpang, itu harus ditindak secara adil. Saat keputusan penyelamatan Bank Century diambil pada November 2008, saya sedang berada di Peru dan tidak dilapori atau diminta pendapat. Yang ada di Jakarta, Pak Kalla. Tidak mengapa saya tidak dilapori dan tidak diminta pendapat karena mereka memang sudah punya otoritas akan hal itu berdasarkan undang-undang dan dan hukum. Hal yang dilakukan Gubernur Bank Indonesia (Boediono) dan pejabat terkait terhadap Bank Century pada tahun 2008 semata untuk mengatasi dampak krisis ekonomi global di Indonesia. Tahun 2008 dan 2009 terjadi krisis ekonomi global. Saya tidak setuju jika ada yang mengatakan, saat itu kita tidak terkena dampaknya. (Kompas, 11/3/2014).

Facebook Comments

You May Also Like

43 thoughts on “Perjalanan Penanganan Perkara Bail Out Bank Century??? — Bagian II (Babak Baru Penanganan Perkara Bank Century: Sidang Perdana, Kamis 6 Maret 2014)

  1. Yesterday, while I was at work, my sister stole my iphone and tested
    to see if it can survive a thirty foot drop, just so she
    can be a youtube sensation. My iPad is now broken and she has 83
    views. I know this is completely off topic but I had to share
    it with someone!

  2. Good day! Do you know if they make any plugins to assist with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Many thanks!

  3. Simply wish to say your article is as astonishing.

    The clearness in your post is simply nice and i could assume you’re an expert on this subject.

    Fine with your permission let me to grab your RSS
    feed to keep up to date with forthcoming post.
    Thanks a million and please continue the rewarding work.

  4. Appreciating the persistence you put into your site and detailed information you provide.
    It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t the same out of date rehashed information. Excellent read!

    I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS
    feeds to my Google account.

  5. I’ve been browsing online more than 3 hours as of late, but I
    by no means discovered any fascinating article like yours.
    It is lovely price enough for me. In my view, if all site owners and bloggers made good content material as you
    did, the internet will probably be much more helpful than ever before.

  6. Aw, this was a really good post. Spending some time and actual effort
    to generate a very good article… but what can I say… I procrastinate a whole lot and don’t manage
    to get anything done.

  7. Attractive component of content. I simply stumbled upon your weblog and in accession capital to assert that I acquire actually
    enjoyed account your blog posts. Anyway I will be
    subscribing in your feeds or even I success you access constantly quickly.

  8. Este neurotransmisor es el que relaja los vasos sanguíneos del cuerpo cavernoso, facilitando la entrada de sangre en el mismo. ¿Recuerdas cuando hacias el amor y/o tenías sexo sin problemas? Hay varias opciones a escoger dentro de la amplia gama de medicaciones orales, aunque dependiendo de si hablamos de eyaculacion recoz o incontrolada, impotencia o falta ereccion, falta de apetito sexual, etc.

  9. When hair loss is due to a medical condition, however, it is best to speak to a doctor about appropriate treatments. While people frequently blame alopecia areata on “stress,” in fact, it may be the other way around; that is, having alopecia may cause stress.

  10. Un estudio publicado en una edición de 1998 de Psychosomatic Medicine muestra un vínculo claro entre la depresión y la disfunción eréctil en los hombres.

  11. Los problemas relacionados con la impotencia requieren la intervención del médico quien, a través de una serie de formularios y pruebas, deberá descartar la presencia de alguna enfermedad psicológica o física que pudiera producir el problema.

  12. Finding the cause of your ED will help direct your treatment options. In rare cases, the drug Cialis can cause or increase back pain or aching muscles in the back. When you become aroused, your brain sends chemical messages to the blood vessels in the penis, causing them to dilate or open, allowing blood to flow into the penis. Only take one tablet within a 24-hour period. https://cialis.fun/get-to-know-cialis-better.html

  13. Buy cialis online visa. Experts say stress, depression, poor self-esteem, and performance anxiety can impair the ability to have an erection. These factors can also make erectile dysfunction worse in men whose sexual dysfunction stems from something physical. While popularized in the media, Viagra is not the only erectile dysfunction drug. These drugs work by improving blood flow to the penis during arousal and are taken 30 to 60 minutes before sexual activity.

  14. Men may not always successfully achieve an erection, and if this rarely happens, it is not considered a medical problem. The numerous potential causes of ED mean that a doctor will typically ask a lot of questions and arrange for blood tests to be performed. Such tests can check for heart problems, diabetes, and low testosterone, among other things. Buy cialis online. The doctor will also carry out a physical examination, including of the genitals. Before considering a diagnosis that requires treatment, a doctor will look for symptoms that have persisted for at least 3 months.

  15. Las causas de disfuncion erectil son variadas y dependen de cada hombre en particular, presentándose una gran diferencia entre aquellas orgánicas (relacionadas con algún trastorno o enfermedad), psicológicas (relacionadas con trastornos psicológicos) y las relacionadas con el consumo de sustancias. El efecto se alcanza a los 30-120 min viéndose retrasado por la ingestión de alimentos, por lo que se toma 1 h o más antes de la actividad sexual en dosis única. https://comprarlevitra.com/

  16. También podría darse el caso de que su disfunción eréctil esté creando problemas en la relación; es otro ejemplo del ciclo de la DE que puede afectar muchos aspectos diferentes de su vida. Además, muchos medicamentos comunes -medicamentos para la presión arterial, antihistamínicos, antidepresivos, tranquilizantes, supresores del apetito y cimetidina (un medicamento para la úlcera)- pueden causar DE como efecto secundario. Comprar Viagra generico online entrega 24 horas. La culpa no solo puede afectar su capacidad para desempeñarse sexualmente, sino también la baja autoestima. Lo primero que diremos es que los tratamientos disfuncion erectil dependen de acuerdo al paciente y a la causa de la patología.

  17. Imágenes guiadas: esta práctica consiste en calmar tu mente y ralentizar tu respiración mientras creas imágenes pacíficas en tu cabeza. En algunos casos el interrogatorio y la exploración física pueden ser suficientes para establecer un diagnóstico disfuncion erectil diabetes tratamiento. Comprar Levitra en farmacia. El principal síntoma es sin duda la falta de erección o de una erección correcta para poder mantener un coito exitoso, pero a éste, se le suman otros sintomas de impotencia que puedes o no sufrirlos y te ayudarán a identificar tu problema y la intensidad del mismo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.