Presiden Iran Hassan Rouhani dan Paus Fransiskus Mengadakan Pembicaraan di Vatikan

TEHERAN (ISNA) — Pada Selasa (26/1) petang, Presiden Iran Hassan Rouhani mengadakan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus di Vatikan sebagai bagian dari rangkaian lawatannya ke tiga negara Eropa (Italia, Vatikan, dan Perancis).

Pertemuan tersebut diselenggarakan secara tertutup pada hari kedua rangkaian lawatan Rouhani.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 40 menit itu keduanya saling bertukar pandangan mengenai nilai-nilai spiritual seraya menyoroti pentingnya hubungan baik antara Tahta Suci (Vatikan) dan Iran.

Mereka juga membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan kedua belah pihak untuk mempromosikan pemuliaan martabat manusia serta kebebasan beragama.

Paus Fransiskus meminta Iran dan negara-negara di Timur Tengah untuk menemukan solusi politik atas berbagai problem yang sedang menerpa Timur Tengah dan juga pentingnya mengatasi penyebaran terorisme serta pasokan senjata terhadap kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di kawasan tersebut.

Selain itu Rouhani dan Paus juga menyoroti pentingnya dialog (rutin) antaragama dan penguatan tanggung jawab komunitas-komunitas agama dalam mempromosikan rekonsiliasi, toleransi, serta perdamaian.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu Rouhani menghadiahkan karpet Persia dengan tenunan/anyaman tangan beserta sebuah buku bergambar (berukuran besar) yang dikerjakan  pelukis Iran ternama, Mahmoud Farshchian.

Kantor Kepresidenan Iran menginformasikan, Presiden Rouhani dan Paus Fransiskus memiliki pandangan yang sama bahwa agama-agama samawi (divine religions) mempromosikan perdamaian dan menentang kekerasan serta ekstrimisme. Keduanya menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan upaya-upaya komprehensif dalam membangun perdamaian global (dunia).

Selain itu kedua pemimpin juga mendesak negara-negara di dunia dan organisasi-organisasi internasional untuk membantu meringankan penderitaan manusia serta berusaha agar secepatnya menghentikan perang dan bentrokan di berbagai tempat.

Pada hari yang sama (Selasa), Presiden Rouhani mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Vatikan, yang antara lain membahas perkembangan regional dan internasional.

***

DALAM lawatannya ke Vatikan itu Presiden Rouhani disambut oleh Kepala Rumah Tangga Keuskupan (the prefect of the papal household bishop) Georg Gaenswein saat turun dari pesawat.

Pertemuan antara pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan Presiden Iran  tersebut adalah yang pertama kali dilakukan sejak 1999, yakni ketika  Paus Yohanes Paulus II bertemu Presiden Iran (waktu itu) Mohammad Khatami di Vatikan.

***

PRESIDEN Rouhani tiba di Roma pada hari Senin (25/1) dengan memimpin delegasi bisnis berjumlah lebih dari 100 pengusaha dan menteri pada bagian awal dari rangkaian kunjungannya ke tiga negara di Eropa pasca pencabutan embargo atau setelah Iran dan Kelompok Negara P5+1 mengimplementasikan perjanjian nuklir pada 16 Januari lalu, yang disebut “Joint Comprehensive Plan of Action” (JCPOA).

Selama berada di Roma, Presiden Iran mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan juga rekan sejawatnya, Presiden Italia Sergio Mattarella. Ia juga menghadiri forum bisnis Iran-Italia.

Senin malamnya (25/1) Iran dan Italia menandatangani kontrak bernilai multi-miliar dolar yang meliputi berbagai sektor, di antaranya kesehatan, transportasi, pertanian, dan energi.

Dalam kaitan itu, kontrak senilai 17 miliar euro (18,4 miliar dolar AS) ditandatangani  dalam sebuah seremoni di Roma yang dihadiri Presiden Iran dan Perdana Menteri Italia.

Selanjutnya, Presiden Rouhani  melanjutkan lawatannya ke Paris pada hari Rabu (27/1) untuk mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pejabat penting Perancis. [**]

______________________

Diterjemahkan dan diedit dari  http: //isna.ir  oleh Wa Ode Zainab Zilullah Toresano dan La Ode Zulfikar Toresano (www.sorotparlemen.com, Sabtu, 30/1/2016). Judul asli: “Iranian President Rouhani, Pope Francis Meet  at Vatican” (Rabu, 27/1/2016).

Facebook Comments

You May Also Like