Presiden Jokowi dan DPR Belajar dari Kitab Asfâr (Mulla Sadra) untuk Pemulihan Ekonomi?

jokowi-pidato_1Dibandingkan dengan krisis ekonomi pada tahun 1998 dan 2008, sejumlah variabel ekonomi makro atau kondisi  indikator ekonomi  saat ini  (2015) adalah lebih baik. Hal itu terlihat dari  pertumbuhan ekonomi YOY (persen), inflasi (persen), cadangan devisa, depresiasi rupiah posisi terendah (persen),  index harga saham gabungan/IHSG, kredit bermasalah/NPL (persen), suku bunga acuan Bank Indonesia (persen), rasio utang pemerintah terhadap PDB (persen), dan rasio utang luar negeri terhadap cadangan devisa (kali).

Indikator yang suram hanya terlihat pada nilai tukar rupiah terhadap dollar, yakni Rp 14.123 (September 2015) dibandingkan dengan Rp 12.650 pada 2008 dan Rp 16.650 pada 1998; dan juga total utang luar negeri pemerintah dan swasta, yakni 304,3 miliar dollar AS pada 2015, sementara pada  2008 dan 1998 masing-masing sebesar  155.08 miliar $ AS dan 150,8 miliar $ AS.

Pertanyaannya, mengapa variabel ekonomi makro yang relatif baik itu justru menimbulkan kelesuan ekonomi di semua tingkatan? Apakah variabel ekonomi makro yang ada sekarang ini  sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi mikro, atau dengan kata lain apakah yang terjadi  saat ini lebih disebabkan pengaruh psikologis pasar?  Atau juga, apakah faktor eksternal (keterpurukan perekonomian Tiongkok) lebih absah dijadikan kambing hitam kelesuan ekonomi Indonesia, sehingga indikator positif dari variabel ekonomi yang disebutkan tadi tidak lebih dari omong kosong alias bualan di siang bolong?

Namun, jika benar faktor psikologislah yang dominan pengaruhnya, bagaimana strategi pemerintah — bersama DPR yang konon adalah pemegang amanat rakyat — bisa memberikan rasa percaya kepada para investor dan pelaku usaha sektor riil, yang diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian?

Hingga saat ini — dan insya Allah seterusnya (hingga masa jabatan para pejabat publik itu  berakhir) — kita memang optimis pemerintah dan DPR masih punya “kepercayaan diri” sehingga bisa memberikan/membagi rasa percaya tersebut. Masalahnya, bagaimana cara menimbulkan kepercayaan itu kepada para investor dan masyarakat luas?  Apakah pemerintah cukup sekadar menyampaikan rencana dan target-targetnya yang dikesankan realistis? Atau dengan kondisi seperti saat ini di mana nyaris seluruh kehidupan bangsa dikuasai para mafia, mulai dari mafia “daging sapi” hingga para pelaku (mafia) “politik dagang sapi“, apakah perlu kita merekonstruksi (mengamandemen) lagi konstitusi kita/UUD 1945 — dengan penekanan pada Pasal 33 — yang kemudian dijabarkan dalam desain (grand  design) pengelolaan kekuasaan negara yang bermartabat “[bukan ber-“martabak” (baca: “kue martabak”)], yang dalam pengimplementasiannya dilengkapi dengan payung-payung antara lain “Undang-Undang Perekonomian” (untuk mewadahi semua perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan ekonomi dan sumber daya) dan Undang-Undang Supremasi Hukum  (bukan untuk membudikreatifkan “Supremasi Penegak Hukum” yang seolah menjadi berhala baru akhir-akhir ini).

***

KALAU  memang  dianggap bahwa faktor psikologislah yang paling berkontribusi terhadap  keloyoan ekonomi Indonesia saat ini, lalu apakah solusi awalnya adalah (perlu dilakukan) “Revolusi Mental/Jiwa”, seperti dianjurkan Presiden Joko Widodo?  Namun, bukankah hal itu (revolusi mental) terkait erat dengan aspek “kultural”, sementara dimensi kultural harus  ditopang oleh kekuatan “struktural”? Selanjutnya, bisakah sebuah struktur  berdiri tegak/kukuh (tanpa malu-malu meong) tanpa “inti” (substansi) — atau “kejatidirian” — berupa “nilai hakiki” [cermati premis Nabawiah: Man ‘arafa  nafsahu  faqad  ‘arafa  Rabbahu  (barang siapa mengenal dirinya niscaya mengenal Tuhan-nya)]?

Lebih dari itu, jika “mental” dipahami sebagai terjemahan dari “jiwa”/”arwah”/”ruh” (soul), apakah pemahaman kita tentang “jiwa” mirip dengan pemahaman filosof Iran Mulla Sadra Shirazi  dalam Bab I Volume VIII kitab ensiklopedi  filsafatnya: “Al-Hikmat al-Muta’aliyya  fî al-Asfâr  al-Aqliyya  al-Arba’a“/”Asfâr” (The Transcendent  Philosophy  in  Four  Intellectual  Journey) — 1571 Masehi?

Pada Bab I  Bagian 1 Volume VIII dan IX edisi Inggiris buku  ini (jumlah halaman: 747) dibahas mengenai “jiwa” (soul), sedangkan dalam Bab XI Bagian 34 (terakhir) pembahasannya diberi judul: On the manner of the continuous renewal of the states for the people  of  the Paradise and Hell.  Mungkin buku ini tepat sekali dibaca dan dihayati oleh Presiden Joko Widodo — dan juga Tuan-tuan dan Puan-puan anggota DPR yang terhormat — sebagai pengimbang filsafat Jawa (local wisdom/local genius) yang dipahaminya, sehingga “Revolusi Mental” yang dicanangkannya — untuk menopang agenda Trisakti yang terjabarkan dalam Nawacita tidak terkesan jalan di tempat (untuk menghindari pemakaian kata: “utopia”), sebab bagaimanapun juga praktik/amal  yang baik (tepat) hanya dapat terlahir dari pemahaman yang baik pula.[**]

_____________________________

JAKARTA, www.sorotparlemen.com (Selasa, 1/9/2015). Oleh: La Ode Zulfikar Toresano.

Facebook Comments

You May Also Like

46 thoughts on “Presiden Jokowi dan DPR Belajar dari Kitab Asfâr (Mulla Sadra) untuk Pemulihan Ekonomi?

  1. You really make it appear so easy with your presentation but I to find this topic to be really one thing
    which I feel I would by no means understand. It seems
    too complicated and very large for me. I’m having a look forward for your
    next publish, I will try to get the dangle of it!

  2. You actually make it seem so easy with your presentation however I to find this topic to be actually one thing that
    I believe I’d never understand. It seems too complex and
    very broad for me. I am having a look ahead in your subsequent post,
    I will attempt to get the hold of it!

  3. Its like you read my mind! You seem to know so much about this,
    like you wrote the book in it or something. I think that you could do with some pics to drive
    the message home a bit, but instead of that, this is wonderful blog.
    A great read. I’ll certainly be back.

  4. Hi there! This post couldn’t be written much better!
    Looking through this post reminds me of my previous roommate!
    He always kept talking about this. I will send this post to
    him. Fairly certain he’s going to have a great read.
    Many thanks for sharing!

  5. Hey there I am so delighted I found your webpage,
    I really found you by mistake, while I was browsing on Yahoo for something else,
    Anyways I am here now and would just like to say kudos for a marvelous post and a
    all round interesting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to browse it
    all at the moment but I have book-marked it and also included
    your RSS feeds, so when I have time I will be back to read more, Please
    do keep up the awesome job.

  6. Hello, i feel that i saw you visited my site thus i came to
    go back the choose?.I am trying to find issues to
    enhance my website!I assume its adequate to use a few of your ideas!!

  7. I’ve been exploring for a little bit for any high-quality articles or weblog posts in this sort of area .
    Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this web site.
    Studying this information So i’m happy to express that I’ve an incredibly good uncanny
    feeling I found out exactly what I needed. I so much without a
    doubt will make certain to don?t fail to remember this site and provides it a glance regularly.

  8. I am extremely impressed along with your writing
    skills as neatly as with the format on your weblog.
    Is that this a paid theme or did you customize it your self?
    Either way keep up the excellent high quality writing,
    it’s uncommon to peer a nice weblog like this one nowadays..

  9. Ya en los años 1970 Masters y Johnson reconoció que el tratamiento para la impotencia tiene lugar más en homosexuales. Cualquier disturbio en uno de esos sistemas puede causar problemas de erección.

  10. podemos encontrar otras opciones de tratamiento, o una combinacion de varias. Un mejor control de las enfermedades crónicas, del ambiente hormonal y la suspensión, en la medida de lo posible, de drogas que puedan causar dificultades, son importantes en el tratamiento de la disfunción eréctil. https://comprarcialis.online/

  11. Este neurotransmisor es el que relaja los vasos sanguíneos del cuerpo cavernoso, facilitando la entrada de sangre en el mismo. Una gran variedad de medicamentos recetados, como los medicamentos para la hipertensión, los medicamentos antidepresivos y contra la ansiedad, las gotas oculares para el glaucoma y los agentes quimioterapéuticos contra el cáncer son únicamente algunos de los muchos medicamentos asociados a la impotencia.

  12. Several antidepressant or anti-anxiety medications can help with this condition. In most mild cases, patients can easily cover up or comb over the affected areas.

  13. This test checks for the presence of erections at night by seeing if postage stamps applied around the penis before sleep have snapped off overnight.

  14. A impotência sexual, também conhecida como disfunção erétil, é a incapacidade e dificuldade em ter ou em manter uma ereção do pênis que permita ter um contato intimo.

  15. Buy cialis online. Experts say stress, depression, poor self-esteem, and performance anxiety can impair the ability to have an erection. These factors can also make erectile dysfunction worse in men whose sexual dysfunction stems from something physical. While popularized in the media, Viagra is not the only erectile dysfunction drug. These drugs work by improving blood flow to the penis during arousal and are taken 30 to 60 minutes before sexual activity.

  16. In rare cases, a man may always have had ED and may never have achieved an erection. This is called primary ED, and the cause is almost always psychological if there is no obvious anatomical deformity or physiological issue. Less commonly, psychological factors cause or contribute to ED, with factors ranging from treatable mental health illnesses to everyday emotional states that most people experience at some time. Buy cialis online hong kong.

  17. Problemas persistentes para mantener la erección. Si sufre de impotencia psicológica, probablemente tenga muchas cosas en mente y la idea de compartir sus problemas con su médico, por no hablar de nadie más, puede ser abrumadora. п»їComprar Viagra generico. En el caso del alcohol, además puede producir menor testosterona en el organismo, la disfuncion erectil por alcohol puede darse tanto en quienes consumieron ocasionalmente pero en grandes cantidades, como en aquellos hombres que tienen alcoholismo crónico. Entre las causas psicológicas destacan el estrés, ansiedad, depresión, complejo de culpa y temor al fracaso sexual.

  18. Facilitado por un terapeuta, este tipo de tratamiento lo ayuda a identificar y cambiar patrones malsanos de pensamiento y acción que pueden estar contribuyendo a sus problemas de erección. En la mayoría de los pacientes, estos trastornos son anteriores al inicio de la disfunción sexual, lo que sugiere que los trastornos pueden haber sido un factor contribuyente. Donde Comprar Levitra 60 mg. En algunos hombres, la terapia farmacológica es ineficaz y entonces se opta por implantar una prótesis de pene. En muchos sentidos, la ansiedad por el rendimiento se convierte en una profecía autocumplida en la que te pones nervioso por poder satisfacer a tu pareja y los nervios conducen a una disfunción sexual.

  19. The Tadalafil becomes attached to the PDE5. This means that blood is allowed to have increased circulation and a man who takes a Cialis will discover that there is plenty of blood to create an erection. The binding mechanism of action with Tadalafil is highly effective, working in approximately four out of five men with erectile dysfunction or impotence.

Leave a Reply

Your email address will not be published.