Reaktor Nuklir Bushehr Tahap II: Agenda Iran-Rusia

bushehrnuclearTeheran, Sabtu— Pada hari Sabtu (1/3), Press TV melansir pernyataan seorang pejabat tinggi nuklir (Iran) bahwa pada bulan April mendatang Iran akan memulai pembangunan tahap kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (baca: reaktor nuklir) Bushehr yang terletak di Iran Bagian Selatan.

Asghar Zare’an, Wakil Direktur Proteksi dan Keamanan pada Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), mengatakan bahwa pembangunan tahap kedua reaktor nuklir Bushehr akan dimulai bersamaan dengan Hari Teknologi Nuklir Nasional yang jatuh pada tanggal 9 April mendatang. Ia menambahkan, pada tanggal tersebut Iran juga akan meluncurkan teknologi baru “vaccine separator centrifuge machine”.

Menurut pemberitaan YJC, Duta Besar Iran untuk Rusia Mehdi Sanaee menyatakan bahwa Iran akan melanjutkan penyelesaian proyek-proyek pada reaktor nuklir tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pantauan IRIB, sejak bulan lalu perusahaan asal Rusia, Rosatom State Nuclear Energy Corporation mengumumkan bahwa Iran dan Rusia melakukan negosiasi soal pembangunan tahap kedua reaktor Bushehr.

Sanaee bertemu dengan Deputi Rosatom Nikolai Spassky pada hari Jumat (28/2). Pejabat Rusia itu memandang bahwa pembangkit listrik Bushehr sangat penting bagi kedua negara.

YJC juga melaporkan, pemerintah Iran dan Rusia senantiasa mengupayakan penguatan hubungan, salah satunya melalui kerjasama ini.

“Tahap kedua pembangunan pembangkit listrik Bushehr merupakan agenda kedua negara, dan diputuskan setelah delegasi kami berkunjung ke Rusia dalam rangka  pembicaraan proyek tersebut,” ujar Sanaee.

Senada dengan Sanaee, Spassky menyatakan bahwa Iran dan Rusia berada di “panggung kerja” yang sama untuk membangun unit baru reaktor nuklir Bushehr.

Rusia merupakan salah satu negara yang secara tegas mendukung proyek nuklir Iran untuk tujuan damai. “Pengoperasian pembangkit listrik Bushehr sangat penting tidak hanya untuk kedua pemerintah, tetapi juga bagi kedua negara. Tahap pertama Bushehr adalah bukti kerjasama yang baik antara Iran dan Rusia,” tambah Spassky.

Tahap pertama pembangunan reaktor Bushehr dimulai tahun 1975 oleh beberapa perusahaan Jerman, namun terhenti ketika terjadi revolusi tahun 1979. Pembangunan dilanjutkan kembali tahun 1995 oleh Rusia, meski sempat beberapa kali terhenti karena masalah teknis dan finansial.

Reaktor tersebut secara resmi beroperasi pada September 2011 dengan tingkat produksi energi listrik sebesar 40 persen dari kapasitasnya.

Pembangkit listrik 1.000 megawatt ini beroperasi di bawah pengawasan penuh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang kapasitas maksimumnya tercapai pada bulan Agustus 2012.

Pada September 2013, Iran secara resmi mengambil alih sepenuhnya pengelolaan dan pengoperasian reaktor tersebut dari Rusia. (Wa Ode Zainab Z Toresano : Press TV / IRIB / yjc.ir)

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 4 =