Rusia : Kebijakan AS Soal Iran Tidak Cermat

JAKARTA, www.sorotparlemen.com Perwakilan tetap Rusia untuk PBB di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan dengan tegas, kebijakan AS soal Iran tidak diperhitungkan dengan cermat.

“Karena Washington sudah keluar dari  Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA, maka dengan sendirinya ia tidak bisa lagi mengajukan pemberlakuan Protokol Tambahan. Konsekuensinya, program nuklir Iran akan lebih transparan. Lalu, apa lagi yang hendak dituntut (dicapai) AS? Dan untuk apa?” demikian Ulyanof dalam Tweet-nya.

Dengan kata lain, lanjut dia, sesuai definisinya, pihak manapun yang tidak mematuhi  ketentuan penutup pada Lampiran B Resolusi 2231 (Resolusi PBB) tidak lagi diakui sebagai peserta JCPOA; dan ini merupakan titik akhir penyelesaian pertikaian yang berlaku permanen.

“AS berambisi mempertahankan hak-haknya sebagai peserta JCPOA. Tentu saja hal itu adalah sebuah klaim yang tidak berdasar karena AS telah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran. Menurut Lampiran B Resolusi 2231, keikutsertaan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, dan AS dalam JCPOA bergantug pada kepatuhan terhadap ‘ketentuan-ketentuan penutup’; yang juga mengatur soal embargo senjata,” tulis Ulyanov dalam tweet-nya.

Ia menggarisbawahi, Lampiran B Resolusi 2231 bisa menjadi jebakan bagi AS. Karena AS bukan lagi peserta JCPO, maka ia tidak berhak mengajukan ketentuan-ketentuan terbaru mengenai embargo senjata. Bila AS bersikeras merevisi ketentuan tentang embargo senjata, tentu hal itu adalah klaim yang konyol karena ia bukan lagi peserta perjanjian nuklir. [**]

————————–

Diterjemahkan oleh La Ode Zulfikar Toresano (www.news.sorotparlemen.com) dari https://iranpress.com/en/europe-i147431-us_policy_on_iran_isn%E2%80%99t_well_calculated_russian_top_official

Sumber Gambar: https://thumb.netz.id/image/2017/02/07/7bd8b3bdff20add6722be4820dec01ac.jpg?w=640

Facebook Comments

Topik Tarkait