Tanggap Gempa dan Penciptaan Lapangan Kerja di Sultra

Dialog SULTRA 1

JAKARTA, www.sorotparlemen.com, 1/2/2019 Di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat beberapa lempeng bumi dan sesar/patahan aktif. Sesar-sesar ini sangat potensial mengalami pergeseran atau tekanan (stress) dari satu bagian lempeng terhadap bagian lainnya yang melebihi batas elastisitasnya, sehingga terjadi patahan pada bagian-bagian struktur batuan penyusun lempeng, dan kemudian mengakibatkan gempa; yakni “gempa tektonik” (bukan “gempa vulkanik” karena di wilayah ini tidak ada gunung berapi). Tak heran bila daerah-daerah di wilayah ini intensitas gempa yang terekam cukup banyak. Hanya saja dampak yang diakibatkan tergantung dari struktur tanahnya. Bila berstruktur padat, maka efeknya tidak terlalu besar karena pergeserannya kecil. Sejauh ini, magnitudo atau kekuatan gempa bumi terbesar di Sultra berada pada skala 6,1 SR (skala Richter), yakni yang terjadi pada tanggal 24 Mei 2017 di timur-laut Wanggudu (Konawe Utara), dengan dampaknya yang dirasakan oleh masyarakat Kendari hingga Kolaka, meskipun dengan intensitas atau dampak kecil. Intensitas yang juga tergolong besar pernah terjadi pada 25 April 2011 (dengan magnitudo atau kekuatan 6.0 SR), berpusat di tenggara Kendari; dan ini mengguncang wilayah Kota Kendari dan sekitarnya. Gempa berkekuatan di bawah 5 SR biasanya kurang dirasakan oleh masyarakat, dan hanya menimbulkan retakan-retakan pada gedung/rumah dan jalan.

***

SESAR aktif di Sultra yang berpotensi menimbulkan gempa adalah : (1) Sesar Kendari di sekitar wilayah Kota Kendari; (2) Sesar Tolo di Laut Banda; (3) Sesar Kolaka di Kolaka; (4) Sesar Buton di Pulau Buton; dan (5) Sesar Lawanopo yang membelah daratan utama Sultra.

Selain itu ada satu sesar lainnya yang meski bukan di Sultra, tetapi jika terjadi gempa akan berdampak hingga ke Konawe Utara (Sultra). Sesar termaksud adalah sesar Matano di Sulteng.

***

DALAM catatan, dari tahun 2007 hingga 2017 terjadi 4.544 gempa bumi di Sultra (sepanjang 2017 terjadi 223 gempa); dan 121 yang tergolong besar. Khusus untuk tahun 2018, hingga bulan Agustus tercatat 54 kali gempa, di mana 6 kali yang dirasakan masyarakat.

(Selanjutnya, lihat https://news.sorotparlemen.com/gempa-di-sultra-dan-penciptaan-lapangan-kerja-local-wisdom-paradigm/).

Sumber Kutipan Gambar:
https://kendaripos.co.id/wp-content/uploads/2018/08/ykjyk.gif

PAKET PERTANYAAN 1 (untuk semua peserta dialog).

Tanya (WSPC/www.sorotparlemen.com) :

Merujuk pada fakta dan kondisi aktual di bumi Sultra yang sering terjadi gempa, bisakah Anda mensimulasikan tantangan ini menjadi peluang gerakan masyarakat membangun solidaritas untuk tanggap bencana, sekaligus memicu kreatifitas mereka untuk pemberdayaan ekonomi? Menurut Anda, sejauh mana peran BPBD Sultra (Badan Penanggulangan Bencana Daerah SULTRA) dalam menghadapi serta meminimalisasi kerusakan akibat gempa, dan bagaimana seharusnya peran ideal institusi tersebut?

Jawab :

………………………………………………….

Catatan :
Dengan merujuk pada jawaban untuk “Paket Pertanyaan 1” dari masing-masing peserta “Dialog SULTRA 1”, WSPC kemudian menyiapkan/mengajukan “Paket Pertanyaan 2” yang dimintakan lagi kesediaan untuk menjawabnya. Demikian seterusnya, hingga WSPC dan “Peserta Dialog” masih dapat bersepakat untuk melangsungkan dialog.


Tabel Peserta “Dialog SULTRA 1” (Tanggap Gempa dan Penciptaan Lapangan Kerja di Sultra).

No. Nama Peserta “Dialog SULTRA 1” Status/Jabatan/Peran No. WA dan Alamat Medsos
1 Wa Ode Zainab ZT (Wa Ode Zainab Zilullah Toresano, M.Ud, MA) Caleg DPR-RI Dapil Sultra dari Partai Demokrat
0812-8982-8705
https://www.waode-zainab-zt.com
2  …………………….  …………………….
3  …………………….  …………………….
Facebook Comments