The Palestinian Center of Human Rights Kecam Aksi Kejahatan Israel terhadap Rakyat Gaza

perangisraelpalestinaGAZA, MINGGU — The Palestinian Center of Human Rights mengecam rezim Israel terkait dengan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina yang  dikepung  di Jalur Gaza. Pada hari Sabtu (15/2), organisasi ini menyerukan kepada masyarakat internasional agar menekan Tel Aviv  menghentikan kejahatan tersebut.

Press TV melansir (Minggu,16/2) bahwa pasukan Israel telah menewaskan satu   pekerja Palestina dan melukai seorang lainnya. “Serangan Israel menewaskan Ibrahim Mansour (36) dan melukai Rafiq Herokli (21),” ujar delegasi organisasi yang berbasis di Gaza itu dalam sebuah konferensi pers.

Diberitakan, pasukan tersebut  memperlemah  kehidupan masyarakat dengan mengumpulkan batu-batu di sebelah timur kota Gaza dalam beberapa hari terakhir ini. “Ratusan warga pengangguran Palestina  mencari uang dengan cara mengumpulkan dan menjual batu untuk keperluan konstruksi,” ungkapnya.

Organisasi itu juga menyatakan bahwa pasukan Israel menyerang sekelompok anak-anak dan pemuda di dekat pagar pemisah pada Jum’at (14/2), yang melukai sekitar 20 orang. Dan hal ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang bertentangan dengan hukum internasional. “Kejahatan Israel sama saja dengan kejahatan perang berdasarkan Pasal 147 Konvensi Jenewa keempat mengenai perlindungan warga sipil,” tambah delegasi  organisasi tersebut  kepada Press TV.

Ketua Parlemen Uni Eropa Martin Schultz di forum Knesset (Parlemen Israel) Rabu lalu (12/2) mengkritik pembangunan permukiman Yahudi dan aksi blokade Israel atas Jalur Gaza, seperti dikutip harian The Jerusalem Post.  “Adalah hak rakyat Palestina untuk hidup damai dan menikmati kebebasan dengan beraktifitas tanpa hambatan,” kata Schultz.

Sementara itu, Profesor bidang hukum internasional pada Universitas Birzeit, Tepi Barat, Yasser al-Amouri —  seperti dikutip harian Al Hayat — mengatakan bahwa, setelah resmi menjadi anggota peninjau Majelis Umum PBB pada November 2012,  sebenarnya Palestina bisa segera mengajukan diri untuk menjadi anggota Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) yang berkedudukan di Denhag, Belanda.

Rezim Tel Aviv mendirikan “buffer zone” (zona penyangga) di sepanjang perbatasan dengan Gaza pada tahun 2008 dengan alasan untuk keamanan. Dan hal itu merusak sebagian besar lahan pertanian masyarakat Palestina di sana. Zona resmi membentang 300 meter ke wilayah Gaza, dan menurut Press TV, rezim Israel telah memaksakan pemberlakuan zona yang lebih luas.

Pengepungan Israel telah mengubah Gaza  — yang merupakan wilayah padat penduduk  berjumlah sekitar 1,7  juta warga Palestina — menjadi penjara terbuka paling besar di dunia. (Wa Ode Zainab Z Toresano : Press TV / Jerusalem Post / Al Hayat)

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen − 7 =