Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDI-P (Seri 1)

Oleh BUTONet 2

pdipHasto Kristiyanto (Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P):

PDI-P sudah mengantongi dua nama calon wakil presiden (cawapres). PDI-P juga terus membahas kesepahaman ideologis dengan PKB, program kerja, dan sosok cawapres. Cawapres sudah mengerucut pada dua nama (Kompas, 24/4/2014).

Tjahjo Kumolo (Sekretaris Jenderal PDI-P):

Terlalu dini capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) dideklarasikan saat ini karena rekapitulasi penghitungan suara masih dilakukan. Cawapres Jokowi akan disampaikan pada saat yang tepat dan diumumkan secara langsung oleh Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan didampingi ketua umum partai pengusung (Kompas, 25/4/2014).

Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi):

Peluang saya menjadi cawapres (calon wakil presiden) untuk Jokowi masih terbuka. Namun, tidak menutup kemungkinan saya menjadi cawapres bagi capres (calon presiden) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Untuk Golkar, ditinggal saja dulu. Bukan kami tak mau. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) tak bisa menjawab hari ini. Golkar ingin cepat, padahal situasi cepat berubah (Kompas, 25/4/2014).

Al Araf (Direktur Program Imparsial):

Kita berharap PDI-P tidak terjebak dalam wacana militer-sipil saat menetapkan calon wakil presiden (cawapres). Dalam era demokrasi, isu pasangan sipil-militer dalam bursa capres dan cawapres merupakan isu klasik yang sudah seharusnya ditinggalkan.

PDI-P tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kudeta jika pasangan Joko Widodo (Jokowi) yang telah ditetapkan sebagai capres bukan dari militer. Dalam era demokrasi, militer tunduk pada supremasi sipil. Dengan demikian, meski pasangan wapres Jokowi bukan berlatar belakang militer, tidak aka nada masalah bagi Jokowi dalam mengontrol militer karena prinsip supremasi sipil yang diakui konstitusi dan Undang-Undang TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Dalam waktu yang tersisa sekitar 2,5 bulan sebelum Pemilu Presiden 9 Juli 2014, seharusnya PDI-P segera memutuskan cawapres bagi Jokowi. Dengan demikian, waktu dan energi tidak lagi disibukkan dengan diskusi pasangan cawapres Jokowi berlatar belakang sipil atau militer (Kompas, 25/4/2014).

 

Tjahjo Kumolo (Sekretaris Jenderal PDI-P):

Rencana koalisi PDI-P dengan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) telah memasuki tahap akhir. Dalam tahap ini, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan memberikan mandat kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Jodoh atau tidak belum tahu. Tuhan yang tahu (Kompas, 26/4/2014).

 

Joko Widodo (Calon Presiden dari PDI-P; Gubernur Provinsi DKI Jakarta):

Grafik impor bahan pangan terus melonjak. Ini harus diselesaikan. Jika tidak, risikonya akan dihadapi 5-10 tahun ke depan.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menekan lonjakan impor, akan kita lakukan sejumlah kebijakan. Pertama, tanah pertanian yang produktif harus dijaga agar tidak dokonversi menjadi kegunaan lain.

Ada lahan pertanian yang dijadikan permukiman, industri, atau jadi lahan tambang. Ini harus dihentikan.

Kedua, mendorong kemandirian para petani agar tidak menggunakan produk impor, seperti pupuk atau pestisida impor. Petani dapat mengolah sendiri pupuk kompos yang dapat menekan biaya produksi. Selain itu, petani juga harus diberi pendampingan agar lahan dengan luas berapa pun dapat produktif.

Ketiga, infrastruktur pertanian, seperti bendungan dan saluran irigasi harus dibenahi.

Keempat, mengawasi kualitas air dan limbah.

Kelima, terkait dengan mengatur mekanisme pasar yang saat ini belum memberikan keuntungamn kepada petani. Selama ini rantai distribusi dari petani ke pasar terlalu panjang.

[Lima kebijakan yang merupakan visi dan misi capres Jokowi di bidang pertanian tersebut disampaikannya saat mengunjungi petani di Desa Tanjung Rasa, Jonggol, Bogor pada Ahad (27/4) kemarin — Redaksi BUTONet 2] — Kompas, 28/4/2014.

 

Akbar Tandjung (Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar):

Pertemuan dengan Jokowi [di kediaman Akbar Tandjung pada Ahad malam (27/4) — Redaksi BUTONet 2] hanya membicarakan masalah-masalah umum dan saling bertukar pandangan. Kami sempat makan bakmi bersama.

Jokowi juga sempat menanyakan soal Rapimnas Partai Golkar yang akan digelar awal Mei nanti. Calon presiden Partai Golkar tetaplah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Namun, Dewan Pertimbangan Partai Golkar juga telah mengusulkan tiga nama cawapres, yaitu Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, dan Luhut Pandjaitan. Kami sepakat untuk komunikasi lebih lanjut (Kompas, 28/4/2014).

 

Marwan Ja’far(Ketua Fraksi PKB di Dewan Perwakilan Rakyat):

Ada kemajuan bagus. PKB dan PDI-P sudah menemukan kesepahaman bersama, terutama terkait dasar-dasar koalisi dan platform serta visi-misi membangun bangsa ke depan.

Kesepahaman tersebut merupakan hasil komunikasi yang intensif di antara kedua partai politik beberapa waktu belakangan. Keduanya telah membicarakan program pemerintah untuk lima tahun ke depan. Soal ekonomi, misalnya, bakal mengarah pada ekonomi kerakyatan dengan menekan impor sambil memberdayakan petani. Pemerintahan mengacu pada sistem presidensial yang diperkuat.

PKB lebih condong untuk berkoalisi dengan PDI-P. Komunikasi sudah terjalin dengan baik dan sudah ada beberapa titik temu. Terkait dengan posisi calon wakil presiden untuk Joko Widodo, hal itu juga sedang dibicarakan (Kompas, 28/4/2014).

 

Hasto Kristiyanto (Wakil Sekretari Jenderal PDI-P):

Hubungan kami dengan PKB semakin positif (Kompas, 28/4/2014).

 

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Pertemuan akan digelar dengan Jokowi, Prabowo, dan semua partai politik (parpol). Pertemuan dengan parpol (partai politik) dan capres bertujuan menyamakan platform dan visi-misi koalisi ke depan.

Kami masih window shopping ke semua parpol dan kandidat sampai akhir pekan depan (Kompas, 28/4/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

5 thoughts on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDI-P (Seri 1)

  1. Great post. I used to be checking continuously this blog and I’m impressed!

    Extremely useful info specifically the last
    section 🙂 I maintain such information much. I was seeking this
    particular information for a very long time. Thanks and best of luck.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 5 =