Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDI-P (Seri 2)

Oleh BUTONet 2

 

koalisipdipBawano Kumoro (Peneliti “The Habibie Centre”):

Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya tak menggandeng Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres.  Saya kira, JK sebaiknya tidak dipilih menjadi cawapres Jokowi. Karena perbedaan usia 20 tahun antara JK dan Jokowi berpotensi membuat Jokowi, sebagai orang Jawa, bersikap ewuh pakewuh  terhadap JK.

Selain itu, Jokowi dan JK memiliki kemiripan dalam gaya memimpin. Yakni sama-sama suka turun ke lapangan dan bukan administrator.

Kemiripan gaya kepemimpinan itu dapat membuat pemerintahan JK dan Jokowi tidak efektif. Karena dua tokoh nasional itu berpotensi besar menjadi matahari kembar di dalam pemerintahan.

Jadi, tanpa JK, Jokowi tetap Jokowi. Jokowi justru akan menjadi “Oowi” jika berpasangan dengan JK dalam Pilpres 2014 nanti. (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 25/4/2014).

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Mulai hari ini (Jum’at, 26/4), PPP melakukan pendekatan komunikasi secara proaktif mengingat dua pekan terakhir kami berkonsentrasi pada penyelesaian masalah internal. PPP saat ini berada pada kilometer nol untuk berkoalisi.

Dengan demikian, PPP masih menempatkan seluruh poros koalisi pada peluang yang sama. Baik kepada Jokowi-PDI-P, Prabowo-Gerindra, ARB-Golkar, maupun poros keempat bersama Partai Demokrat.

PPP membuka diri pada semua opsi politik, bermodal politik sebesar 45-50 kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dari persyaratan pengusungan calon minimal 112 kursi (Kompas, 26/4/2014).

 

Susilo Bambang Yudhoyono / SBY (Ketua Umum Partai Demokrat):

Kalau memang Tuhan menakdirkan, saya bisa berkomunikasi baik dengan Ibu Megawati, itu bisa menjadi jalan bagaimana bangsa dan negara ini kita majukan bersama-sama. Tidak harus bersatu dalam satu kubu, tetapi paling tidak kita semua menyadari bahwa diperlukan kebersamaan dan kemitraan yang baik di antara elemen bangsa, di antara para pemimpin bangsa, untuk rakyat kita, dan untuk masa depan bangsa dan negara kita. [Ini diungkapkan SBY di kanal Youtube-nya, seperti dilihat Sabtu (26/4)] —Kompas, 27/4/2014.

 

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Pertemuan akan digelar dengan Jokowi, Prabowo, dan semua partai politik (parpol). Pertemuan dengan parpol (partai politik) dan capres bertujuan menyamakan platform dan visi-misi koalisi ke depan.

Kami masih window shopping ke semua parpol dan kandidat sampai akhir pekan depan (Kompas, 28/4/2014).

 

Hamzah Haz (Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan / PPP; mantan Wakil Presiden):

PPP sudah pernah (beker jasama dengan PDI-P). Apa salahnya (bila ada keinginan agar PPP dapat berkoalisi atau beker jasama dengan PDI-P)?

Dalam PPP, ada juga dukungan kepada Joko Widodo sebagai capres (calon presiden) dari PDI-P. Artinya, terbuka kerja sama dengan PDI-P.

Dalam pertemuan dengan Megawati itu saya menyarankan kepada Megawati agar PDI-P sebanyak-banyaknya menerima partai politik (parpol) untuk bekerja sama.

Saya sampaikan, Bu, kalau bisa, sebanyak-banyaknya terima teman-teman yang bekerja sama sehingga pemerintah lebih kuat. Itu saja saran saya (Kompas, 29/4/2014).

 

Puan Maharani (Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P):

Megawati berterima kasih dan menghargai kedatangan Hamzah Haz. Setelah hasil pemilu (pemilihan umum) legislatif diumumkan KPU, PDI-P akan membuka komunikasi lebih luas dengan partai-partai politik.

PDI-P tetap akan membuka komunikasi dan silaturahim dengan parpol (partai politik) serta banyak elemen bangsa. Prinsipnya, kerja sama harus memperkuat sistem pemerintahan presidensial (Kompas, 29/4/2014).

 

Tjahjo Kumolo (Sekretaris Jenderal PDI-P):

Yang saya pahami [terkait dengan keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu Megawati, seperti yang diberitakan Kompas, Minggu, 27/4/2014], Ibu Megawati merasa tidak ada masalah dengan Bapak SBY (Kompas, 29/4/2014).

 

Saiful Bahri Anshori (Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB):

Hampir dapat dipastikan koalisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapat terwujud. Meski tidak matematis, bisa dibilang arah PKB untuk berkoalisi dengan PDI-P mungkin sekitar 90 persen (Kompas, 29/4/2014).

 

Joko Widodo (Calon Presiden dari PDI-P):

Saya optimis dua partai itu (PKB dan PPP) akan merapat. Bisa dua partai itu. Semua memang sangat bergantung pada kesamaan langkah (Kompas, 29/4/2014).

 

Irman Gusman (Peserta Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat; Ketua Dewan Perwakilan Daerah):

Partai Demokrat juga masih mencoba membangun poros sendiri. Meski demikian, saya berharap PDI-P dan Demokrat dapat berkoalisi (Kompas, 29/4/2014).

 

Suryadharma Ali (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan / PPP):

Di internal PPP banyak perbedaan pandangan terkait keinginan berkoalisi ataupun dukungan terhadap calon presiden tertentu.

Saya tidak mempersoalkan langkah Hamzah Haz menemui Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Senin (28/4) lalu karena pada akhirnya keputusan untuk berkoalisi atau mendukung capres tertentu akan ditentukan sebelum 10 Mei 2014 (Kompas, 30/4/2014).

 

Hamzah Haz [Sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP); mantan Wakil Presiden]:

Sebaiknya capres-cawapres mendatang memenuhi unsur nasionalis-Islam dan Jawa-luar Jawa. Kombinasi tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan semua aspek pembangunan bangsa.

Ini diperlukan oleh bangsa Indonesia yang saat ini menghadapi kemiskinan ekonomi dan kemiskinan akhlak (Kompas, 30/4/2014).

 

Yuddy Chrisnandi (Ketua DPP Partai Hanura):

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto juga sudah menemui semua capres. Mengingat perolehan Hanura hanya 5-6 persen, lebih tepat jika Hanura bergabung dengan koalisi PDI-P-Nasdem yang sudah memastikan dapat mengusung capresnya. Dengan demikian, akan terbuka peluang bagi Hanura untuk terlibat dari awal bersama-sama menyusun format pemerintahan ke depan.

Ini pilihan yang rasional bagi kepentingan Hanura ke depan. Terlebih jika PDI-P memilih JK (Jusuf Kalla) sebagai calon wakil presiden pendamping Pak Jokowi. Hanura memiliki argumentasi historis untuk berada di dalam barisan koalisi tersebut (Kompas, 30/4/2014).

 

Tjahjo Kumolo (Sekretaris Jenderal PDI-P):

Koalisi PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan Partai Nasdem (Partai Nasional Demokrat) sekarang sedang merencanakan detail strategi (menghadapi pemilu presiden). (Hal ini diungkapkan Tjahjo usai bertemu Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem — Redaksi BUTONet 2) — Kompas, 30/4/2014.

 

Joko Widodo / Jokowi (Calon Presiden dari PDI-P):

Saya tidak pernah membicarakan soal posisi calon wakil presiden (cawapres) dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sudah sering ketemu (dengan Pak Mahfud).

Kami lebih banyak membicarakan masalah kenegaraan. Saya tidak mau dibawa ke suasana itu (membicarakan soal jabatan).

Wajar jika hari ini Mahfud melakukan kunjungan ke kantor Partai NasDem yang merupakan mitra koalisi PDI-P. Ya, ketemu-ketemu saja, tidak masalah.

Kandidat cawapres mengerucut ke dua nama. Masih dua kandidat. Tidak ada tiga kandidat. (Mahfud MD santer diberitakan sebagai salah satu kandidat calon pasangan Jokowi. Selain Mahfud, nama lain yang juga sering disebut adalah Jusuf Kalla dan Ryamizard Ryacudu — Redaksi BUTONet 2)TEMPO.CO, Jakarta, 30/4/2014.

 

Akbar Faisal (Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat / Partai NasDem):

Yang tahu (memilih sosok calon wakil presiden) hanya tiga, yaitu Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo, dan Tuhan.

Posisi NasDem ini menampik sejumlah kabar adanya upaya fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan para calon tersebut di hadapan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Kunjungan para calon pendamping Jokowi lebih sebagai upaya komunikasi dengan partai pengusung.

Posisi NasDem dalam koalisi dengan PDIP adalah pengusung Jokowi. Sebagai pengusung, NasDem selalu berupaya memposisikan diri di belakang Jokowi dan Megawati, sehingga menerima dan mendukung seluruh keputusan dua orang tersebut. Kita tak pernah minta bagi-bagi kekuasaan. (Tiga nama yang dikabarkan diusung menjadi pendamping Jokowi sebagai calon wakil presiden telah dan akan bertemu dengan Surya Paloh. Ketiganya adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu — Redaksi BUTONet 2) — TEMPO.CO, Jakarta, 01/5/2014.

 

Suryadharma Ali / SDA [Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan / PPP]:

Saya tak tahu kedatangan Hamzah Haz (mantan Ketua Umum PPP) — pada Senin lalu (28 April 2014) — ke rumah Megawati (Ketua Umum PDI-P). Saya berprasangka baik saja, kedatangan beliau itu nostalgia sebagai mantan wakil presiden Mega.

Saya sudah lama tak bertemu Pak Hamzah, sejak Idul Fitri tahun lalu. Pertemuan Hamzah dan Mega tak akan membahas perihal koalisi dan politik karena PPP memiliki mekanisme legal sendiri. Dalam legalitas nanti, sikap saya tetap ke Prabowo. Saya istiqomah dukung Prabowo.

Seluruh pembicaraan Hamzah dan Mega tak akan menentukan arah koalisi PPP. Pilihan sudah bisa diterka, untuk apa lagi komunikasi politik kalau akhirnya tak ke sana arahnya. Dari etika politik kurang pas.

Setiap petinggi PPP bebas untuk bertemu dan berbicara dengan banyak tokoh. PPP sendiri tak memberikan batasan bagi kadernya untuk berkomunikasi dan menjalin relasi.

Semua langkah tersebut tak menggambarkan keputusan akhir PPP. Keputusan akhir koalisi akan ditempuh PPP melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di pekan kedua Mei.(TEMPO.CO, Jakarta, 01/5/2014).

 

Budiman [Pengamat Politik Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting]:

Prestasi Abraham Samad di bidang hukum membuat sejumlah tokoh ingin menyandingkannya dengan Joko Widodo.

Dalam survei kami, salah satu tokoh yang menyebut Abraham pantas mendampingi Joko Widodo adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof. Komarudin Hidayat. Menurut Komarudin, masalah penegakan hukum menjadi persoalan utama bangsa saat ini. Pemimpin yang akan datang diharapkan dapat fokus di bidang itu.

Komarudin menyebut Abraham Samad sebagai sosok yang bisa diandalkan dalam penegakan hukum.(TEMPO.CO, Jakarta, 01/5/2014).

Eva K Sundari [Sekretaris Nasional Pemenangan Jokowi]:

Sarat utama menentukan pendamping calon presiden dari PDI-P adalah memiliki elektabilitas yang bagus. Kemampuan komunikasi politik dan kemampuan mengelola teknokrasi di Indonesia, sehingga dapat terus mendukung sistem presidensial juga menjadi pertimbangan utama. (TEMPO.CO, Jakarta, 01/5/2014).

 

Bawono Kumoro (Pengamat Politik “The Habibie Centre” / THC):

Dukungan PKB ke PDI-P tidak akan solid jika PKB tidak mendapatkan konsesi politik sebagai  cawapres dari Jokowi. Saya agak pesimis koalisi PDI-P dan PKB akan solid, jika PKB tidak mendapatkan konsesi politik sebagai RI-2 untuk mendampingi Jokowi.

Pasalnya, posisi tawar PKB jauh lebih kuat dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Apalagi perolehan suara PKB dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif 2014 meraih sekitar 9,5 persen suara.

PKB, juga memiliki basis massa yang konkrit, yakni warga Nahdliyin. Jadi, kader PKB berpeluang besar mendampingi Jokowi sebagai cawapres dari PDI-P.

Sesuai dengan kriteria umum pemimpin ideal dari pendiri THC, Prof. Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, 40 s/d 60 tahun, maka lebih baik Mahfud MD yang mendampingi Jokowi sebagai cawapres daripada mantan wakil presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK).

Usia Jokowi dan Mahfud MD. Mereka masih berada di kisaran 40 sampai dengan 60 tahun. Sehingga, kerjasama kedua pemimpin itu akan jauh ebih efektif (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

 

Imam Nahrawi (Sekretaris Jenderal DPP PKB):

Kerja sama PKB dan PDI-P tinggal peresmian saja. Soal cawapres (calon wakil presiden), kami serahkan sepenuhnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Pak Jokowi (Joko Widodo) untuk menentukan.

Rencana koalisi dengan PDI-P sudah dikomunikasikan dengan semua jajaran pengurus tingkat pusat hingga wilayah PKB. Rencana kerja sama itu didasari kesaaan platform visi misi dan tujuan pembangunan (Kompas, 2/5/2014).

 

Abdul Kadir Karding (Ketua DPP PKB Bidang Organisasi):

Peresmian keputusan koalisi diumumkan setelah Muhaimin (Ketua Umum PKB) bertemu dengan Megawati. Siapa pun yang diusung jadi cawapres, kami terima (Kompas, 2/5/2014).

 

Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (Mantan Kepala Staf Angkatan Darat):

Jika ada yang menghendaki saya (untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2014), tentu saya akan bersedia (Kompas, 2/5/2014).

 

Surya Paloh (Ketua Umum Partai Nasional Demokrat / Partai NasDem):

Partai Nasdem dan PDI-P sepakat bersinergi dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014 dengan mendukung Joko Widodo (Jokowi).

Pertanyaan berikut tentu siapa cawapresnya. Sebetulnya sudah ada, tetapi sedang menunggu hari baik (Kompas, 3/5/2014).

 

Joko Widodo / Jokowi (Calon Presiden dari PDI-P):

Dengan manajemen organisasi yang baik, yang muncul adalah figure Jokowi dan wakilnya yang sudah ada di Ibu Megawati (Ketua Umum PDI-P), Bang Surya, dan saya. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memunculkannya.

Waktu yang tersisa hingga Pemilu Presiden 9 Juli 2014 hanya sekitar 60 hari. Saat ini, timnya sudah siap (Kompas, 3/5/2014).

 

Marwan Ja’far (Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa / PKB):

Nanti deklarasi dulu (baru ada kepastian koalisi PKB dengan PDI-P). Dari internal PKB semua solid berkoalisi dengan PDI-P. Mayoritas ulama NU telah mendukung Jokowi sebagai capres. Kami sudah konsultasi dengan PBNU dan para Kyai. Kehadiran beliau menunjukkan kyai NU mensuport beliau.

Kunjungan Jokowi ke sejumlah ulama Muhammadiyah dan NU menunjukkan hubungan baik Jokowi dengan para ulama. Deklarasi koalisi PKB dengan PDIP akan disampaikan setelah rekapitulasi suara pemilu legislatif di KPU 9 April (REPUBLIKA.CO.ID, Yogyakarta, 03/5/2014).

Catatan :

Marwan mengatakan hal seperti di atas di Yogyakarta saat menemani calon presiden (capres) PDI-P Joko Widodo (Jokowi) yang bersilaturahim ke sejumlah tokoh ulama Muhammadiyah dan NU.

Menurut jadwal Jokowi akan mengisi libur akhir pekan dengan bersilaturahim ke sejumlah tokoh alim ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Tokoh pertama yang akan ditemui Jokowi adalah sesepuh Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif, di Yogyakarta, pada hari Sabtu (3/5).

Selanjutnya ia akan berkunjung ke Museum Taman Siswa. Di tempat ini sedianya dia akan memberikan pernyataan politik kepada para wartawan.

Usai dari Taman Siswa Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur, yakni Kota Surabaya. Di kota pahlawan ini Jokowi dijadwalkan menggelar makan siang bersama dengan tokoh muslimat NU, Khofifah Indarparawansah.

Dari kediamana Khofifah, Jokowi dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Pacul Gowang asuhan K.H. Anwar Mansur di Jombang. K.H. Anwar merupakan salah satu guru dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Usai dari Jombang, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Tebu Ireng. Di sini Jokowi akan bertemu dengan Sholahudin Wahid dan berziarah ke makam Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Masih di hari yang sama, Jokowi selanjutnya mengunjungi Pondok Pesantren Putri al-Lathifiyah di Tambak Beras, Jombang. Di sini dia akan bertemu dengan Hajah Mahfudhoh Ali Ubaid dan KH Hasib Wahab Hasbullah.

Dari Jombang Jokowi akan kembali ke Surabaya. Dia jadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pengurus DPD dan kepala daerah PDI-P di Jawa Timur (REPUBLIKA.CO.ID, Yogyakarta, 03/5/2014)..

 

Joko Widodo / Jokowi (Calon Presiden dari PDI-P):

Kami sudah kerap menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai untuk menghimpun dukungan. Namun komunikasi tersebut tidak untuk membahas rencana bagi-bagi kursi.

Yang dikomunikasikan dengan partai-partai tersebut lebih banyak pada persoalan penyamaan visi dan misi capres. Kita membahas kesamaan program dan visi misi untuk rakyat, bukan bagi-bagi kursi.

Kami tidak sepakat dengan kebiasaan bagi-bagi kursi pada setiap kali komunikasi untuk koalisi dilakukan. Yang dibahas pertama harusnya bagaimana nasib rakyat, bukan malah bagi-bagi kursi (KOMPAS.com, Surabaya, 03/5/2014)..

Catatan :

Jokowi mengungkapkan hal di atas saat menemui Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansah, di kediamannya di Surabaya, Sabtu (3/5/2014).

Kedatangan Gubernur DKI Jakarta ke kediaman Khofifah di Jemursari Surabaya itu disambut ratusan kader NU dari berbagai elemen seperti Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Gerakan Pemuda Ansor, hingga kalangan mahasiswa PMII Jatim. Di forum pertemuan terbuka itu bahkan beberapa kali terdengar teriakan “Jokowi-Khofifah Yess”.

Setelah berkunjung ke kediaman mantan menteri pemberdayaan perempuan itu, Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Ponpes Tebu Ireng Jombang, bertemu KH Solahuddin Wahid, diteruskan bertemu dengan Ketua Dewan Syuro PKB KH Azis Mansyur di Ponpes Pacul Gowang Jombang.

Terakhir, Jokowi akan bertemu dengan pengurus dan kader PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang.

 

Marwan Ja’far (Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa / PKB):

PKB sudah pasti akan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Namun, keputusan itu memang belum diumumkan secara formal. Secara teknis dan formal tentu ada tanda-tangan tertulis. Ini yang semuanya belum ada. Nanti, kan semua sama-sama ke KPU untuk tanda tangan. Secara prinsip saya kira sudah (berkoalisi).

Sebetulnya dengan kehadiran saya di sini [yakni saat menemani Jokowi sowan ke sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai utusan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar], secara tidak langsung telah diputuskan bahwa memang kami berkoalisi dengan PDI-P.

Selain bertemu dengan Buya Syafi’i Ma’arif dan Khofifah Indarparawansa (Ketua Muslimat NU), Jokowi juga akan bertemu Ketua Dewan Syuro DPP PKB di Jombang. Selain itu, Jokowi berencana ziarah ke makam para tokoh bangsa, salah satunya makam Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid.

Ini bagian dari safari politik yang mencerminkan PKB berlabuh kepada PDI-P. PKB dan PDI-P tinggal menunggu waktu dan momentum yang tepat untuk mendeklarasikan koalisi tersebut. PKB dan PDI-P memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun pemerintahan ke depan.

Dalam koalisi ini tidak ada kesepakatan bagi-bagi kursi menteri. PKB pun menyerahkan sepenuhnya penentuan cawapres kepada pimpinan koalisi dan Jokowi (KOMPAS.com, Yogyakarta, 03/5/2014)..

 

Khofifah Indar Parawansah (Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama / NU; mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur):

Silsilah ajaran ini (yakni piagam yang berisi silsilah ajaran NU yang dihadiahkan Khofifah kepada Jokowi saat Jokowi sebagai capres berkunjung di kediamannya pada Sabtu, 3 Mei 2014) berhulu kepada Nabi Muhammad Saw dan turun-temurun hingga ke KH Hasyim Asy’ari sebagai tokoh pendiri NU. Pak Jokowi jangan khawatir, ajaran NU ini juga memiliki nilai-nilai cinta Tanah Air, dan menanamkan jiwa nasionalisme kepada kadernya.

Kedatangan Gubernur DKI Jakarta ke kediamannya itu hanyalah silaturahim biasa (KOMPAS.com, Surabaya, 03/5/2014).

Catatan :

Terkait dengan silatrahim tersebut, Khofifah tidak menjawab dengan tegas apakah kedatangan Jokowi itu menandakan bahwa Muslimat NU akan mendukung Jokowi pada Pilpres 9 April mendatang.

Namun demikian, Khofifah hanya mengiyakan bahwa dirinya secara personal ditunjuk oleh Jokowi sebagai juru bicara tim pemenangan Jokowi. Kedatangan Jokowi ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, itu, disambut ratusan kader NU dari berbagai elemen seperti Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Gerakan Pemuda Ansor, hingga kalangan mahasiswa PMII Jatim.

Di forum pertemuan terbuka itu bahkan beberapa kali terdengar teriakan “Jokowi-Khofifah Yes”. Setelah berkunjung ke kediaman mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Ponpes Tebuireng, Jombang, bertemu KH Salahuddin Wahid, diteruskan bertemu dengan Ketua Dewan Syuro PKB KH Azis Mansyur di Ponpes Pacul Gowang, Jombang.

Terakhir, Jokowi akan bertemu dengan pengurus dan kader PDI-P se-Kabupaten Jombang.

 

KH Sholahuddin Wahid / Gus Sholah (Tokoh Nahdlatul Ulama):

Kami sarankan bakal calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo atau Jokowi agar memilih calon wakil presiden yang menguasai bidang hukum. (Saran atau pendapat Gus Sholah itu disampaikan langsung kepada Jokowi saat Jokowi bersilaturahim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014) malam. Atas pernyataan itu, Jokowi pun menduga Gus Sholah menginginkan cawapresnya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD — Radaksi BUTONet 2) —KOMPAS.com, Jombang, 4/5/2014.

Joko Widodo / Jokowi (Calon Presiden dari PDI-P):

Gus Sholah (KH Sholahuddin Wahid) tidak menyampaikan secara eksplisit nama calon wakil presiden   [yang disarankannya secara langsung kepada Jokowi saat Jokowi bersilaturahim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014) malam — Redaksi BUTONet 2], tetapi kalau tadi ia sebutkan masalah penegakan hukum, masalah reformasi, kok feeling saya mengarah ke sana (Mahfud MD)KOMPAS.com, Jombang, 4/5/2014.

Catatan:

Jokowi enggan menjawab apakah ia bersedia jika dipasangkan dengan Mahfud di Pemilu Presiden 2014 nanti. Sebelumnya, Gus Sholah — yang juga adalah adik kandung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur — mengatakan, masalah utama bangsa yang harus dibenahi ialah penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).

Kemudian, yang kedua adalah masalah reformasi . Untuk itu, Jokowi bersama cawapresnya nanti harus memiliki misi mengatasi masalah tersebut. Mahfud MD sendiri merupakan salah satu kandidat capres maupun cawapres dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Seperti diketahui, PKB juga telah menyatakan ingin berkoalisi dengan PDI-P. Ketua DPP PKB Marwan Ja’far bahkan mengatakan sebenarnya kedua partai tersebut telah menjalin koalisi. Hanya saja belum diumumkan secara resmi. Koalisi yang terbangun di antara keduanya terbukti ketika Marwan dan Wasekjen PKB Fathan Subchi menemani Jokowi sowan ke sejumlah tokoh NU dan Muhammadiyah.

Menurut Marwan, ia mendapat perintah dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menemani safari politik Jokowi hingga Minggu (4/5/2014). Selain Gus sholah, Sabtu siang hingga malam Jokowi telah bertemu mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Ma’arif, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdul Aziz Manshur.

Gubernur DKI Jakarta itu juga melakukan ziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Ansyari, makam Wahid Hasyim, dan Gus Dur yang terletak di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng.

 

Marwan Ja’far (Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa):

Saya hadir dalam rombongan ini (yakni rombongan capres Jokowi yang mengunjungi sejumlah tokoh Islam di Yogyakarta dan Jawa Timur pada Sabtu, 3 April) resmi mewakili PKB. Kehadiran saya sebagai salah satu wujud koalisi antara PKB dan PDI-P dalam pilpres mendatang. (Koalisi antara PKB dan PDI-P) Tinggal ketok palu saja (Kompas, 4/5/2014).

 

Joko Widodo / Jokowi (Capres dari PDI-P):

Beberapa kali saya bertemu Buya Syafi’i (Prof Dr Syafi’i Ma’arif mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah) selalu diisi dengan pembicaraan tentang bagaimana memperbaiki masalah bangsa (Kompas, 4/5/2014).

 

Bawono Kumoro (Pengamat Politik The Habibie Centre / THC):

 

Blusukan Jokowi ke tokoh NU dan Muhammadiyah tidak serta merta menjamin soliditas grass root memberikan dukungan kepadanya.

Silaturrahim dan blusukan itu baru benar-benar efektif apabila Jokowi menjadikan tokoh berlatar-belakang NU sebagai cawapres. Kalau tidak, blusukan itu justru tidak efektif. Padahal saat ini belum jelas figur yang akan digandengnya di Pilpres 2014 nanti.

Saya pikir (dijadikannya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sebagai juru bicara tim pemenangan Jokowi, “JKW4P”) bertujuan untuk memaksimalkan dukungan warga NU (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 4/5/2014).

Prof Dr Syafi’i Ma’arif (Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah):

Jika Jokowi terpilih sebagai presiden Indonesia, dia harus mampu menjalankan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkipribadian dalam kebudayaan.

Pemimpin yang sederhana dan apa adanya itulah yang dibutuhkan Indonesia. Pertemuan saya dengan Jokowi tidak otomatis membuat seluruh warga Muhammadiyah pasti mendukung Jokowi (Kompas, 4/5/2014).

 

Joko Widodo (dalam kunjungannya di Museum Dewantara Kirti Griya di Jalan Tamansiswa, Yogyakarta pada Sabtu, 2 April, setelah bersilaturahim ke rumah Buya Syafii):

Model pendidikan ala Ki Hajar Dewantara yang mengedepankan pembentukan karakter dan budi pekerti sangat pantas ditiru. Sayangnya, saat ini, pendidikan budi pekerti itu cenderung terpinggirkan.

Memang pendidikan yang terpenting untuk anak-anak kita itu adalah budi pekerti. Ini yang sekarang kita lupakan karena kita lebih mementingkan nilai mata pelajaran Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, dan sebagainya.

Pendidikan budi pekerti dan moral harus diutamakan dalam kurikulum sekolah Indonesia ke depan. Pendidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan isi kita sebagai manusia, yaitu moral, kejujuran, dan budi pekerti, yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara semuanya masih relevan hingga saat ini (Kompas, 4/5/2014).

 

Joko Widodo (Calon Presiden dari PDI-P):

Saya menjadikan Khofifah (Khofifah Indar Prawansa, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama) sebagai juru bicara terkait pencapresan. Penetapan Khofifah karena ia memiliki rekam jejak yang baik. Ibu Khofifah adalah figure yang dikenal tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia. Jika (Khofifah) bicara, pasti didengar dan dipercaya (Kompas, 4/5/2014).

 

Khofifah Indar Prawansa (Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama):

Tugas saya secara detail sebagai juru bicara akan dibahas dalam pertemuan dengan Pak Jokowi pekan depan. Indonesia membutuhkan presiden yang mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Harus ada yang mampu menyeimbangkan antara pro-poor, pro-growth, dan pro-business (pro-kemiskinan, pro pertumbuhan, dan pro dunia usaha). Saya rasa figur itu ada di Jokowi (Kompas, 4/5/2014).

 

Effendy Choirie (Fungsionaris Partai Nasional Demokrat / Partai NasDem):

Kunjungan Jokowi kali ini (ke sejumlah tokoh Islam di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah) memang untuk mendekati kalangan NU. Sebagai calon presiden, Jokowi harus melakukan pendekatan ke NU sebagai kelompok yang cukup berpengaruh.

Saya kira siapa pun pemimpin di negeri ini harus dekat dengan NU. Meskipun suara warga NU nanti bisa terbagi-bagi, semakin banyak kiai yang didekati, dukungan yang diperoleh bisa semakin kuat (Kompas, 4/5/2014).

Facebook Comments

You May Also Like

42 thoughts on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan / PDI-P (Seri 2)

  1. Hi there! This is my first visit to your blog! We are a team of volunteers and starting
    a new project in a community in the same niche. Your blog provided us
    valuable information to work on. You have done a outstanding job!

  2. Hi there! This post could not be written any better! Reading
    through this post reminds me of my previous room mate!
    He always kept chatting about this. I will forward this post to him.
    Fairly certain he will have a good read.
    Many thanks for sharing!

  3. Howdy, i read your blog occasionally and i own a similar
    one and i was just wondering if you get a lot of spam remarks?
    If so how do you reduce it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me mad so any support is very much appreciated.

  4. Awesome issues here. I am very satisfied to look your article.
    Thanks a lot and I am having a look ahead to touch you.
    Will you please drop me a mail?

  5. I’m impressed, I have to admit. Seldom do I come across a blog
    that’s both equally educative and engaging, and without a doubt,
    you’ve hit the nail on the head. The issue is
    something that not enough people are speaking intelligently about.

    I am very happy I found this during my hunt for something regarding this.

  6. Somebody necessarily lend a hand to make significantly posts I might state.
    That is the first time I frequented your web page and up to now?
    I surprised with the research you made to make this actual publish incredible.
    Fantastic job!

  7. Hello very nice web site!! Guy .. Beautiful .. Wonderful .. I ll bookmark your website and take the feeds also? I m happy to search out so many useful information here in the publish, we want develop more strategies on this regard, thanks for sharing. . . . . .

  8. Finasteride is used to treat symptoms of BPH such as frequent and difficult urination and may reduce the chance of acute urinary retention (sudden inability to urinate).

  9. Paradojicamente, la depresión puede ser también causa de la impotencia, en cuyo caso se habría que tratar la depresión antes de iniciar un posible tratamiento. La impotencia orgánica afecta a las arterias o venas del pene o a ambas y es la causa más común de la impotencia, sobre todo en los hombres de edad avanzada.

  10. Acquisto Sildenafil 25 Mg Approvedonlinemeds Canadian Viagra Overnight zoloft Climen No Prescription Want to buy isotretinoin free doctor consultation Sky Pharmacy Reviews

  11. Factores numerosos entran en consideración como causas para la disfunción eréctil. Este nerviosismo se transforma en una «bola de nieve», causando nuevos episodios de impotencia, que a su vez conllevan mayor ansiedad. Comprar cialis generico en farmacias..

  12. Los problemas de relación pueden ser una causa de problemas de libido. Condiciones de salud y enfermedades como la presión arterial alta, colesterol alto, la mala circulación de la sangre en el cuerpo, problemas neurológicos, y problemas de tiroides.

  13. Sometimes the evidence lies in your scalp. Because so many things can cause hair loss, a dermatologist acts like a detective.

  14. Men may not always successfully achieve an erection, and if this rarely happens, it is not considered a medical problem. The numerous potential causes of ED mean that a doctor will typically ask a lot of questions and arrange for blood tests to be performed. Such tests can check for heart problems, diabetes, and low testosterone, among other things. Buy cialis online france. The doctor will also carry out a physical examination, including of the genitals. Before considering a diagnosis that requires treatment, a doctor will look for symptoms that have persisted for at least 3 months.

  15. De los 64 participantes, 8 tenían trastornos depresivos comórbidos y 15 tenían trastornos de ansiedad. Jugos y batidos: Pueden realizarse de forma casera o comprarse los batidos, son todos de origen natural. Por resultados casi inmediatos vaya a ereccion total. No debe esforzarse en utilizar palabras técnicas cuyo significado exacto pueda desconocer, por el contrario es conveniente utilizar un lenguaje sencillo. Una erección es resultado de una compleja interacción entre los sistemas nervioso, circulatorio, el equilibrio hormonal y factores psicológicos, y cuando deja de funcionar adecuadamente puede deberse a la disfunción eréctil. https://comprarlevitra.com/

  16. Puede encontrar que el simple hecho de reconocer sus problemas y ser honesto con su pareja le quita parte del peso. Más hombres han buscado ayuda y regresado a la actividad sexual normal debido a tratamientos mejorados y exitosos de la DE. La disfunción eréctil y la enfermedad cardiovascular poseen prácticamente los mismos factores de riesgo, como es hipertensión, arteriosclerosis, obesidad, tabaco, drogas o alcohol. Comprar Viagra generico en andorra. En advertencias: En caso de antecedentes de disminución o pérdida súbita de la visión de uno o ambos ojos, se debe analizar el riesgo del uso del medicamento. La secuencia completa incluye los impulsos de los nervios en el cerebro, en la columna vertebral y en el área alrededor del pene, así como las respuestas de los músculos, los tejidos fibrosos, las venas y las arterias en y cerca de los cuerpos cavernosos. Después de completar un examen físico y revisar su historial médico, su médico le hará algunas preguntas y le realizará algunas pruebas para descartar las causas médicas de su DE.

  17. La frecuencia de esta complicación es muy rara, considerando el gran número de usuarios (38 casos en aproximadamente 30 a 40 millones de usuarios) y puede estar asociada a factores predisponentes de ateroesclerosis. Como comprar Levitra pela internet. Entre los motivos por los que se produce este inconveniente en los hombres se pueden encontrar múltiples condicionantes: problemas de estrés, la toma de medicamentos, padecer alguna enfermedad o factores como la edad son algunas de las razones por las que puede darse este caso.

  18. Although the mechanism of action for a Cialis is the same as other ED solutions, there is one major difference between Cialis and other medications that is leading more men to Buy Cialis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.