Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Golongan Karya / Partai Golkar (Seri 1)

Oleh BUTONet 2

icalgolkarMasduki Baidlawi (Wakil Sekretaris Jenderal PB NU):

Pertemuan terakhir antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD menyepakati bahwa PKB tidak akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Basis massa pemilih kedua partai itu juga tidak sama (Kompas, 23/4/2014).

Tantowi Yahya (Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar):

Koalisi (partai politik) itu ibarat perkawinan. Koalisi terjadi apabila ada kesesuaian, kecocokan, dan kesamaan dalam banyak hal. Apabila tidak ada (kecocokan), maka tidak dapat dipaksakan.

Pencarian mitra koalisi Partai Golkar belum mencapai kata final [pernyataan Tontowi ini merupakan respons atas pernyataan Sekjen PB NU Masduki Baidlawi bahwa PKB tidak akan berkoalisi dengan Golkar (Kompas, 23/4/2014)] — Kompas, 23/4/2014.

 

Mahadi Sinambela (Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar):

Saya telah mengusulkan kepada Aburizal (Ketua Umum Partai Golkar) agar mengubah posisinya dari calon presiden menjadi calon wakil presiden, tetapi tidak disepakati.

Kalau Pak Ical (Aburizal) mau maju, silakan. Tetapi nek ora entuk, ojo marah (kalau tidak berhasil, jangan marah) — Kompas, 23/4/2014.

 

Bambang Soesatyo (Politisi Partai Golkar; anggota DPR 2009-2014):

Hanya Aburizal yang dapat merevisi posisinya sebagai capres Golkar. Ini karena penetapan Aburizal sebagai capres sudah harga mati dan ditetapkan dalam rapat pimpinan nasional (Kompas, 23/4/2014).

Erwin Aksa (Wakil Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu Partai Golkar):

Calon wakil presiden (cawapres) pendamping Aburizal besar kemungkinan dari kalangan internal (Kompas, 23/4/2014).

 

Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi):

Peluang saya menjadi cawapres (calon wakil presiden) untuk Jokowi masih terbuka. Namun, tidak menutup kemungkinan saya menjadi cawapres bagi capres (calon presiden) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Untuk Golkar, ditinggal saja dulu. Bukan kami tak mau. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) tak bisa menjawab hari ini. Golkar ingin cepat, padahal situasi cepat berubah (Kompas, 25/4/2014).

 

Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golongan Karya / Partai Golkar):

Sebuah koran menulis Pak Mahfud tak bersedia (dengan saya). Kita membacanya dengan geleng-geleng kepala saja. Cawapres yang mendampingi saya akan diumumkan sebelum Rapat Pimpinan Golkar yang digelar 3 Mei 2014. Kalau kita lihat, cawapres harus bawa dukungan dari partainya (Kompas, 25/4/2014).

 

Akbar Tandjung (Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar):

Pertemuan dengan Jokowi [di kediaman Akbar Tandjung pada Ahad malam (27/4) — Redaksi BUTONet 2] hanya membicarakan masalah-masalah umum dan saling bertukar pandangan. Kami sempat makan bakmi bersama.

Jokowi juga sempat menanyakan soal Rapimnas Partai Golkar yang akan digelar awal Mei nanti. Calon presiden Partai Golkar tetaplah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Namun, Dewan Pertimbangan Partai Golkar juga telah mengusulkan tiga nama cawapres, yaitu Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, dan Luhut Pandjaitan. Kami sepakat untuk komunikasi lebih lanjut (Kompas, 28/4/2014).

 

Mohammad Sohibul Iman (Anggota Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera):

Kami masih terbuka dan siap berkoalisi dengan pihak yang mau berkomunikasi dengan kami. Kami ingin koalisi yang tidak hanya untuk menang, tetapi juga ketika tidak sukses dalam pemilu presiden, kami ingin menjadi koalisi sebagai oposisi di luar pemerintahan.

Sekretariat Gabungan dalam koalisi pada masa lalu seakan hanya menjadi alat stempel kebijakan pemerintah. Ketika partai politik sebagai anggota koalisi mendapat jatah menteri, seolah proses sudah selesai sehingga kadang tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan strategis. Pola koalisi demikian harus diperbaiki pada masa datang. Sejauh ini, Partai Gerindra telah mengirimkan surat serta buku platform partai. Sementara itu, Partai Golkar baru mengirimkan buku program kerja (Kompas, 28/4/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × 5 =