Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Golongan Karya / Partai Golkar (Seri 3)

Oleh BUTONet 2

golkarYuddy Chrisnandi (Ketua DPP Partai Hanura):

Yang saya tahu, Wiranto sudah bertemu Ical (Aburizal Bakrie) dua kali, dan dari PDI-P sudah dua kali juga, yang satu dengan Jokowi dan satu lagi dengan Tjahjo Kumolo (Sekretaris Jenderal PDI-P).

Meski demikian, Hanura belum menjatuhkan putusan mengenai dukungan capres ataupun koalisi untuk pemilu presiden. Wiranto tidak ingin memutuskan sendiri sehingga harus dibicarakan terlebih dahulu di internal partai.

Keputusan mengundang jajaran pengurus dan pimpinan di daerah untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Hanura yang akan digelar hari Selasa (6/5) di Jakarta, agar ada kkesamaan sikap untuk pemilu presiden mendatang. Hanura secara kelembagaan dan Wirano sebagai ketua umum tidak ingin memunculkan keputusan yang tak sejalan dengan aspirasi dari daerah, yang justru berpotensi menimbulkan perpecahan.

Partai pemenang pemilu adalah PDI-P dan hingga saat ini capres yang berpeluang besar terpilih adalah Jokowi. Selain berpeluang besar terpilih, Jokowi sudah hamper pasti memilih cawapres, tidak seperti capres lainnya yang belum jelas pendampingnya siapa.

Dengan dasar semua itu, baik untuk masa depan Hanura jika berkoalisi dengan PDI-P dan mendukung Jokowi sebagai capres pada pemilu (pilpres) mendatang (KOMPAS, Jakarta, 5/5/2014).

______________________________________________________________

Akbar Tandjung (Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar):

Sejauh ini belum ada wacana untuk menurunkan grade Ical (Aburizal Bakrie) dari calon presiden menjadi calon wakil presiden (cawapres). Aburizal sejak awal diposisikan sebagai calon presiden.

Penetapan Ical sebagai calon presiden dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 2012. Dewan Pertimbangan tetap mendorong pencalonan Aburizal. Kalau memang ada perubahan seyogianya di Rapimnas, sejauh ini tak ada.

Kita mendorong DPP Golkar mengajak partai lain berkoalisi menghadapi pemilu presiden. Jika tak ada partai yang mau berkoalisi, Ical seharusnya mengembalikan permasalahan ini ke forum Rapimnas. Forum nanti yang akan memutuskan langkah politik apa yang sebaiknya ditempuh partai. Keputusan menjadikan Ical sebagai calon presiden adalah keputusan organisasi. Karena itu, setiap perubahan yang dilakukan partai mesti menempuh mekanisme organisasi (TEMPO.CO, Jakarta, 6/5/2014).

Catatan:

Kemarin (Senin, 5 April), Ical bertemu dengan calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Hambalang (kediaman Parabowo), Bogor, Jawa Barat. Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya setelah pekan lalu Prabowo bertandang ke kediaman Ical. Setelah pertemuan, Ical mengatakan dirinya dan Prabowo bisa saling bertukar posisi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden.

______________________________________________________________

Prof Dr Indria Samego (Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia / LIPI):

Kemungkinan besar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan berkoalisi dengan partai Golongan Karya (Golkar). Pasalnya, parpol yang terang-terangan mendekati Partai Golkar hanya Partai Gerindra saja.

Hingga saat ini, hanya Gerindra saja yang terang-terangan mendekati partai Golkar untuk berkoalisi. Tidak terlihat partai politik (parpol) lainnya mendekati partai Golkar.

Jika keduanya benar-benar berkoalisi, maka calon presiden (capres) Partai Golkar, ARB (Aburizal Bakrie), akan menurunkan statusnya menjadi calon wakil presiden (cawapres) dan mendampingi capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Partai Golkar tidak memiliki figur pemersatu sehingga capresnya, Aburizal Bakrie (ARB), hanya di atas kertas saja menjadi Ketum Partai Golkar. Apalagi petinggi-petinggi partai di sekitarnya adalah orang-orang baru yang tidak memiliki akar pendukung dan basis massa di tingkat bawah.

Selain tidak adanya figur pemersatu, Partai Golkar pasca (Pemerintahan) Orde Baru terus-menerus mengalami “Psikologi Orang Kalah” atau “The Losers”. Kita bisa lihat tampilnya Wiranto sebagai capres dari partai Golkar, pada pemilihan umum (pemilu) presiden 2004.

Secara tiba-tiba, Wiranto mengalahkan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar saat itu, Akbar Tandjung. Lalu dalam pemilu 2009, Partai Golkar tiba-tiba berkoalisi dengan Partai Demokrat. Bahkan kader internalnya, Agung Laksono, secara mengejutkan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Selain ketiadaan figur pemersatu dan psikologi “The Losers” yang dialami Partai Golkar, Partai ini secara historis selalu ingin berada di dalam birokrasi atau pemerintahan. Jadi, hampir tidak ada jiwa “pejuang” di kalangan elit-elit Partai Golkar, termasuk untuk memenangkan kompetisi politik dalam pemilu presiden 2014 ini.

Kita bisa lihat tiga kino utama pendiri Partai Golkar yang tidak tegas sikapnya untuk mendukung ARB sebagai capres, baik Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), maupun Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 6/5/2014).

______________________________________________________________

Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra):

Kami (saya dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie) optimistis bisa mendapatkan bentuk yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Pembicaraan lebih serius soal koalisi akan dilanjutkan pada hari-hari mendatang. Secara formal, koalisi itu akan diumumkan dalam waktu dekat, yaitu sebelum 18 Mei (KOMPAS, Bogor, 6/5/2014).

Catatan:

Prabowo mengungkapkan itu dalam konferensi pers seusai pertemuan empat mata — selama sekitar satu jam — dengan Aburizal Bakrie (ARB) di rumah Prabowo, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pada hari Senin (6/5).

Hadirin mendampingi ARB adalah Ketua Umum Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komaruddin, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Bendahara Umum Golkar Setya Novanto, dan Ketua DPP Partai Golkar Yusuf Mashyur.

______________________________________________________________

Hashim Djojohadikusumo (Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra):

Partai Gerindra masih melirik beberapa cawapres untuk dipasangkan dengan Prabowo. Ada tiga-empat nama. Mungkin dengan Pak Hatta, tapi kita lihat saja nanti (KOMPAS, Bogor, 6/5/2014).

Catatan:

Hashim mengungkapkan hal itu saat ditemui seusai konferensi pers Aburizal dan Prabowo Subianto di kediaman Prabowo , Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pada hari Senin (6/5). Beberapa nama yang dapat dipasangkan dengan Prabowo, selain Aburizal Bakrie, adalah Mahfud MD, dan Hatta Rajasa.

______________________________________________________________

Idrus Marham (Sekretaris Jenderal Partai Golkar):

Komunikasi politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Golkar, termasuk dengan Ketua Umum Gerindra, akan dilaporkan dalam Rapimnas Partai Golkar. Keputusan tentang koalisi, termasuk pasangan calon presiden atau cawapres akan diambil dalam Rapimnas.

Rapimnas akan digelar segera setelah hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum selesai dilakukan (KOMPAS, 6/5/2014).

________________________________________________________________

Yoris Raweyai (Ketua DPP Partai Golkar; Ketua Angkatan Muda Partai Golkar):

Ketua Umum Partai Golkar tidak boleh mengambil keputusan secara sepihak. Penentuan capres atau cawapres harus diambil secara resmi dalam Rapimnas (KOMPAS, 6/5/2014).

_____________________________________________________________

Ade Komaruddin (Ketua DPP Partai Golkar):

Prinsipnya, kami ingin maksimal mengabdikan diri(jadi tak mempersoalkan penentuan capres  atau cawapres harus diambil secara resmi dalam Rapimnas — Redaksi BUTONet 2)KOMPAS, 6/5/2014.

_____________________________________________________________

Priyo Budi Santoso (Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong / MKGR):

(Soal penentuan capres atau cawapres melalui Rapimnas) Lebih baik juga jika DPD tingkat II se-Indonesia diajak dalam Rapimnas. Jadi, nanti ada rasa memiliki setelah Golkar berkoalisi karena dilibatkan (KOMPAS, 6/5/2014).

______________________________________________________________

Victor Silaen (Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan):

Keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi jika Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie (Ical) benar-benar berpasangan sebagai capres dan cawapres 2014: Bagi Prabowo, secara politik, ini sebenarnya menguntungkan, karena dia mendapat mitra dan dukungan dari mesin politik yang kuat dan besar.

Jika duet itu tercipta, Prabowo akan “selamat” sampai ke tenggang waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres ke KPU 18-24 Mei nanti.

Selama ini Prabowo terlihat kesulitan mendapatkan mitra koalisi yang pasti untuk mendampingi partainya maju dalam pilpres. Selama ini Prabowo kesulitan mendapatkan mitra koalisi yang pasti sekaligus yang mau dan pas untuk diposisikan sebagai cawapresnya.

Di sisi lain, duet itu juga merugikan Prabowo karena elektabilitas Ical yang — tak bisa disangkal — sangat rendah dan akan berdampak negatif terhadap elektabilitas Prabowo.

Posisi Aburizal Bakrie sebagai cawapres akan membuat elektabilitas Prabowo sebagai capres yang sebelumnya cukup bagus kelak jadi melorot cukup signifikan, karena — tak bisa disangkal — elektabilitas Aburizal Bakrie memang rendah sekali.

Selain itu, pencalonan Aburizal Bakrie sebagai cawapres Gerindra juga akan mendapatkan tekanan dari internal Golkar, lantaran mandat Ical sejak awal adalah menjadi capres.

Aburizal Bakrie pasti banyak “dipersoalkan” dalam Rapimnas karena mandat sebagai capres mendadak diubah menjadi cawapres secara sepihak oleh dirinya sendiri.

Ini akan rawan konflik internal, dan beritanya tentu mempengaruhi publik, sehingga makin membuat publik tidak berselera untuk memilih Aburizal Bakrie di posisi manapun dia berada (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 6/5/2014).

Catatan :

Pada Senin (5/5), Aburizal Bakrie melakukan kunjungan balasan ke kediaman Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor untuk membicarakan prospek koalisi antara Partai Golkar dengan Partai Gerindra.

Belum jelas betul apa wujud koalisi yang akan terjadi antara kedua partai karena kedua tokoh sudah secara resmi dideklarasikan sebagai capres oleh partainya masing-masing.

_____________________________________________________________

Mahadi Sinambela (Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar):

Partai Golkar sudah jauh-jauh hari menentukan Ical (Aburizal Bakrie) sebagai calon presiden. Ical tak bisa mengubah keputusan sendiri dengan menjadikan diri sebagai calon wakil presiden. Karena itu, Rapimnas yang akan menentukan perubahan yang dipilih Partai Golkar. “Partai ini bukan milik ketua umum (TEMPO.CO, Jakarta, 6/5/2014).

______________________________________________________________

Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar):

Mau di nomor satu (presiden) atau dua (wakil presiden), buat kami berdua (saya dan Prabowo Subianto, Ketua dewan Pembina Partai Gerindra) tidak masalah. Saya sering katakan, presiden atau wakil itu hanya instrumen (KOMPAS, Bogor, 6/5/2014).

Catatan

Aburizal mengungkapkan itu dalam konferensi pers seusai pertemuan empat mata — selama sekitar satu jam — dengan Prabowo Subianto di rumah Prabowo, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pada hari Senin (6/5).

Hadirin mendampingi ARB adalah Ketua Umum Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komaruddin, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Bendahara Umum Golkar Setya Novanto, dan Ketua DPP Partai Golkar Yusuf Mashyur.

______________________________________________________________

Mahyudin (Ketua DPP Partai Golkar):

Niat Aburizal Bakrie (ARB) maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingin Prabowo Subianto sudah mendapat restu pengurus daerah Golkar.

Tentu sebelum menyampaikan itu kami sudah berkonsultasi dengan semua pengurus DPD. Pembicaraan tentang opsi menjadi cawapres itu sudah dibahas dalam beberapa kali pertemuan Aburizal dengan pengurus DPD di kediamannya, jalan Mangunsarkoro, Jakarta Pusat. Selain dengan DPD, Aburizal juga sudah berkonsultasi dengan sejumlah pengurus sayap Golkar.

Dari konsultasi itu mayoritas pengurus menyerahkan mandat penuh penetapan capres dan cawapres pada Aburizal. Apakah jadi capres atau cawapres silakan ditentukan oleh ketua umum berdasarkan dinamika yang ada.

Bahkan, dalam pertemuan itu Aburizal sempat melontarkan wacana untuk mengusung kader Golkar lainnya untuk diajukan menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Dari konsultasi tersebut, ARB mengusulkan beberapa nama sebagai cawapres Prabowo. Ternyata, tawaran Aburizal itu ditolak oleh pengurus daerah. Mereka sampaikan, kalau memang bisanya cuma jadi cawapres, maka orangnya harus Aburizal.

Memang, opsi Aburizal maju sebagai cawapres itu tak sejalan dengan hasil rapat pimpinan nasional ketiga yang menetapkan Aburizal sebagai capres partai. Namun, mandat itu tetap memberi ruang pada Aburizal untuk menetapkan capres dan cawapres. Ketua Umum diberi mandat penuh untuk membuat keputusan strategis berdasarkan dinamika politik yang berkembang. Politik itu dinamis, dan berdasarkan trend survei, Aburizal bisa ambil posisi sebagai wapres. Itu normatif saja.

Keputusan maju sebagai cawapres ini memang baru akan ditetapkan pada Rapimnas yang akan berlangsung pekan depan. Hingga Rapimnas, posisi Aburizal tetaplah sebagai capres dari Golkar. Sedangkan opsi cawapres baru dalam tahap penjajakan.

Golkar pun belum yakin apakah Aburizal bisa menjadi cawapres mendampingi Prabowo. Posisinya bisa terbalik, atau bisa jadi tidak jadi.Sekarang kami baru bangun komunikasi, keputusan tetap nanti di Rapimnas (TEMPO.CO, Jakarta, 7/5/2014).

Catatan:

Dalam suatu konsultasi antara Aburizal dengan para pengurus DPD dan sejumlah (pengurus) sayap Golkar di kediaman Aburizal, jalan Mangunsarkoro, Jakarta Pusat, Aburizal sempat melontarkan wacana mengusung kader Golkar lainnya untuk diajukan menjadi cawapres Prabowo Subianto. “Kalau harus jadi wapres kenapa harus saya, mungkin ada nama lain,” ujar Aburizal seperti diutarakan kembali oleh Mahyudin, Ketua DPP Partai Golkar.

______________________________________________________________

Suhardi (Ketua Umum Partai Gerindra; mantan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada):

Partai Gerindra membentuk tim bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar. Tim yang bekerja dengan PKS sudah sepekan bekerja, sementara tim yang menjalin hubungan dengan Golkar baru dibentuk pada Selasa (6/5).

Kedua parpol tersebut dilibatkan dalam penentuan siapa cawapres Prabowo. Mereka sekarang sedang bekerja menyiapkan itu semua.

Hingga kini, tim bentukan Gerindra masih bekerja untuk mencari figur yang pas untuk menjadi cawapres Prabowo. Gerindra masih memiliki waktu hingga 19 Mei untuk mengambil keputusan final terkait koalisi dan siapa sosok pendamping Prabowo.

Karena itu, mesti menunggu hasil investigasi, pembicaraan dan hasil diskusi tim itu untuk (menghadapi) kemungkinan berbagai hal yang terjadi (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 7/5/2014).

Catatan:

Partai Gerindra masih mengevaluasi wacana duet Prabowo Subianto dengan Aburizal Bakrie (Ical). Termasuk menganalisis anggapan kalau Ical malah hanya akan menjadi beban bagi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Prabowo Subianto) tersebut.

Suhardi menepis anggapan bahwa Prabowo pasti akan berduet dengan Ical. Selain status sebagai capres Golkar, kedua parpol pun belum menjalin koalisi secara resmi. Itu yang (berpotensi) mementahkan wacana Prabowo berdampingan dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

______________________________________________________________

Ade Komaruddin (Ketua DPP Partai Golkar):

Pertemuan politik (antara Parabowo dan Ical di rumah Prabowo, Hambalang, Bogor, pada Senin 5 April) itu nyaris tak menyoal siapa yang menjadi capres atau cawapres, ARB / Ical (Aburizal Bakrie) atau Prabowo, andai kedua partai resmi berkoalisi.

Karena itu, kita berani menyimpulkan bahwa kedua tokoh rela apabila harus bertukar posisi. Soal capres atau cawapres, itu tidak menjadi masalah. Di bolak-balik juga bisa. Posisi capres dan cawapres dinilainya tidak menjadi pembicaraan penting.

Politik berjalan dinamis dan terbuka untuk segala kemungkinan. Begitu juga Partai Golkar. Semuanya fleksibel. Tetap mempertahankan ARB sebagai capres, tapi tak memungkiri apabila menjadi cawapres lebih berpeluang.

Pada prinsipnya, Golkar ingin maksimal mengabdi pada bangsa dan negara. Mengabdi bisa saja berperan sebagai capres atau cawapres. Yang penting maksimal (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 7/5/2014).

Catatan:

Pertemuan Prabowo dengan Ical — yang disebutkan di atas — berlangsung sangat cair dan penuh keakraban. Ade menuturkan, pertemuan politik tersebut nyaris tak menyoal siapa yang menjadi capres atau cawapres, ARB atau Prabowo, andai kedua partai resmi berkoalisi.

______________________________________________________________

Ahmad Albert (Sekretaris Golkar Kalimantan Timur):

Sampai sekarang, kami konsisten dukung ARB (Aburizal Bakrie) sebagai calon presiden. Kami tetap solid mendukung Aburizal sebagai calon presiden meski santer kabar bahwa Aburizal sudah menurunkan tawaran menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto. Kan keputusan itu (yakni keputusan hasil Rapimnas kedua dan ketiga untuk mencalonkan ARB sebagai presiden) belum dicabut.

Sikap ini tetap akan dibawa ke Rapat Pimpinan Nasional Golkar VI pada 10 Mei 2014. Memang ada alternatif ke figur Akbar Tandjung, tapi semuanya akan dibahas pada Rapimnas nanti.

Kalau memang nanti ada perubahan keputusan, tentu kami akan kerjakan(TEMPO.CO, Jakarta, 7/5/2014).

Catatan :

Ahmad Albert tak mau mengomentari elektabilitas Aburizal yang tak kunjung mengalahkan calon presiden lainnya.

______________________________________________________________

Siti Hediati Hariyadi / Titiek Soeharto (Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar):

Karena baik Aburizal Bakrie (capres dari Partai Golkar) maupun Prabowo Subianto (capres dari Partai Gerindra) sama-sama berasal dari (dibesarkan di) Golkar, elite Golkar berharap ego keduanya dikesampingkan. Jadi, lupakan ego masing-masing. Yang penting, Golkar jangan sebagai penonton saja (KOMPAS, 7/5/2014).

 ______________________________________________________________

Idrus Marham (Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar):

Partai Golkar sangat rasional, sehingga tak akan ada “tarik-menarik” dukungan atas Aburizal Bakrie (untuk maju sebagai calon presiden). Tidak akan seperti PPP.

Kami yakin, pada Rapat Pimpinan Nasional VI Golkar, pertengahan Mei, akan lebih banyak suara memihak pada apa pun langkah yang ditempuh Aburizal (KOMPAS, 7/5/2014).

Catatan:

Rapimnas kemungkinan akan membahas posisi Aburizal, apakah tetap sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

______________________________________________________________

Facebook Comments

You May Also Like

41 thoughts on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Golongan Karya / Partai Golkar (Seri 3)

  1. naturally like your web site but you need to test
    the spelling on several of your posts. Several of them are rife with spelling issues
    and I to find it very bothersome to tell the reality then again I will definitely come again again.

  2. Hey there! I’m at work browsing your blog from my new iphone!
    Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your
    posts! Keep up the great work!

  3. Hey There. I discovered your weblog the usage of msn. This is an extremely neatly written article.
    I’ll be sure to bookmark it and return to learn more of your useful information. Thank you for the post.
    I will certainly comeback.

  4. It usually occurs gradually with aging and in predictable patterns — a receding hairline and bald spots in men and thinning hair in women.

  5. En lo que respecta a la información para el paciente que trae el medicamento (inserto), deberá añadirse. ¿Sufres disfunción eréctil? Seguro que si está leyendo estas líneas es porque quieres encontrar la solución, pero ante de hacerlo.

  6. Igualmente los nervios que cubren la musculatura lisa pueden ser perjudicados. Se estima que hasta ¼ de los casos de impotencia son causados por estas drogas.

  7. Hot oil hair treatments and permanents can cause inflammation of hair follicles that leads to hair loss. Hair may simply thin as a result of predetermined genetic factors and the overall aging process.

  8. Ignoring ED symptoms because you’re embarrassed can mean potentially life-threatening health problems down the road. If you have erections during either type of test, it shows that you are physically able to have an erection and that the cause of your ED is more likely a psychological or emotional issue. You will still need a prescription to get these medicines. https://cialis.fun/

  9. It is therefore essential that treatment is administered by a qualified medical professional and that the product itself is genuine. Online trade with often harmful counterfeits has risen sharply in recent years. Even though products purchased online may look identical, more than half of them are identified as counterfeits at customs. They should therefore only be purchased with prescription from registered or reputable pharmacies. Buy cialis online new zealand.

  10. The researchers found a stronger correlation between smoking and illicit drug use and ED in men under 40 than among older men. That suggests that lifestyle choices may be a main contributing factor for ED in younger men. Buy cialis online visa. An analysis of research on ED in men under 40 found that smoking was a factor for ED among 41 percent of men under the age of 40. Diabetes was the next most common risk factor and was linked to ED in 27 percent of men under 40. Your doctor will ask you questions about your symptoms and health history.

  11. Uno de los productos vardenafilo, un medicamento que actúa contra la disfunción eréctil y los problemas de impotencia sexual. También se incluye una evaluación psicosocial: para determinar posibles factores psicosociales relacionados con la Disfunción Eréctil que puedan requerir consulta o tratamiento psicológico. También puede implicar una conversación positiva con uno mismo, darse afirmaciones y disipar los pensamientos negativos. https://comprarlevitra.com/

  12. Comprar Viagra generico en 24 horas. Incluso en casos de impotencia por problemas físicos, muchos hombres la necesitan para poder problemas de autoestima derivados de esta enfermedad. Si urge de resultados vaya a ereccion total. Uno de esos problemas es la llamada disfunción eréctil, una disfunción sexual masculina muy común que se da cuando el varón tiene dificultades para mantener una erección.

  13. Comprar Levitra en gibraltar. Enfermedades cardiovasculares: La erección se genera cuando los cuerpos cavernosos del pene se llenan de sangre, por lo que los problemas presenten en la circulación y las arterias son un fuerte disparador de la disfuncion erectil; por ejemplo los problemas de corazón, colesterol, hipertensión arterial, etc.. disfuncion erectil cie 10.

Leave a Reply

Your email address will not be published.