Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura (Seri 2)

Oleh BUTONet 2

hanuralagiProf Asep Warlan Yusuf (Pengamat Politik Universitas Parahyangan, Bandung):

Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto — dua hari yang lalu di kediaman Wiranto — sangat mungkin berujung pada koalisi kedua partai. Tapi, untuk menduetkan Prabowo-Wiranto, tidak mungkin terjadi.

Menduetkan capres-cawapres yang dua-duanya dari tentara agak susah. Resistensi dan penolakannya akan besar. Akan banyak black campaign juga.

Jadi, andaipun berkoalisi, cawapres bukan Wiranto. Apalagi, penggabungan Gerindra-Hanura belum cukup untuk mengajukan capres-cawapres. Untuk mengusung Prabowo sebagai capres mungkin akan dicari dari dua partai lain yang saat ini didekati Gerindra, yaitu PAN dan PPP.

Wiranto juga akan sangat menerima skenario itu. Wiranto juga sadar diri. Apalagi partainya cuma meraih 5 persen suara. Dia mungkin hanya ingin tampil untuk mendorong, tidak untuk maju cawapres (Rakyat Merdeka Online, Sabtu, 26/4/2014).

 

Yuddy Chrisnandi (Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura):

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto juga sudah menemui semua capres. Mengingat perolehan Hanura hanya 5-6 persen, lebih tepat jika Hanura bergabung dengan koalisi PDI-P-Nasdem yang sudah memastikan dapat mengusung capresnya. Dengan demikian, akan terbuka peluang bagi Hanura untuk terlibat dari awal bersama-sama menyusun format pemerintahan ke depan.

Ini pilihan yang rasional bagi kepentingan Hanura ke depan. Terlebih jika PDI-P memilih JK (Jusuf Kalla) sebagai calon wakil presiden pendamping Pak Jokowi. Hanura memiliki argumentasi historis untuk berada di dalam barisan koalisi tersebut (Kompas, 30/4/2014).

 

Saleh Husin (Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura):

Partai Hanura masih menanti rekapitulasi penghitungan hasil suara pemilu legislatif tingkat nasional oleh KPU tuntas sebelum memutuskan koalisi untuk pemilihan presiden.

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga di pemilu legislatif belum bisa dijadikan dasar kuat menjalin koalisi (Kompas, 3/5/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

3 thoughts on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura (Seri 2)

  1. I blog frequently and I truly thank you for your content.
    Your article has truly peaked my interest. I’m going to book
    mark your website and keep checking for new details about once a week.
    I opted in for your RSS feed as well.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sixteen − fourteen =