Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura (Seri 4)

Oleh BUTONet 2

Hanura 1Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Beberapa hari lalu ada pertemuan antara Prabowo dan Hatta Rajasa untuk membahas platform dan persiapan koalisi. Termasuk pembicaraan tentang cawapres. Selain dengan Partai Golkar dan PAN, selama ini Partai Gerindra juga melakukan pembicaraan intensif dengan PKS, Hanura, Golkar, dan PPP. Dengan Partai Demokrat juga akan segera bertemu(KOMPAS, 8/5/2014).

____________________________________________

Refrizal (Anggota Majelis Syura PKS):

Sudah ada pembicaraan untuk membangun koalisi besar yang terdiri atas Partai Gerindra, PKS, Golkar, Hanura, serta kemungkinan ditambah PAN, dan PPP(KOMPAS, 8/5/2014).

________________________________________

Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura):

Hingga kini, lobi-lobi politik masih terus berlangsung. Belum bisa diramalkan berapa pengelompokan partai yang bisa mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Jadi terlalu prematur jika membuat keputusan saat ini. Selain memutuskan untuk menyerahkan arah koalisi kepada saya, Rapimnas mempersilakan saya melanjutkan komunikasi politik dengan partai-partai lain (KOMPAS, 8/5/2014).

Catatan :

Wiranto menyampaikan hal itu seusai Rapimnas, di Jakarta, Selasa (6/5) malam.

________________________________________

Saleh Husin (Ketua DPP Partai Hanura):

Pada kesempatan (dalam Rapimnas) memberikan masukan terkait arah koalisi Partai Hanura ke depan, pendapat para kader Hanura bervariasi. Ada yang meminta agar Hanura berkoalisi dengan PDI-P yang telah mengusung Joko Widodo sebagai capres, ada pula yang berharap Hanura berkoalisi dengan Gerindra yang mengusung Prabowo menjadi capres.

Ada pula kader yang meminta agar Hanura menanti langkah Partai Demokrat. Hal itu karena tidak tertutup kemungkinan Demokrat berkoalisi dengan sejumlah partai politik (parpol) yang telah menjadi mitra koalisi dalam lima tahun terakhir, untuk mengusung capres dan cawapres.

Selain itu, belum adanya cawapres yang ditetapkan para capres yang kini sudah ada juga menjadi salah satu pertimbangan. Belum tuntasnya hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum pun menjadi pertimbangan lain(KOMPAS, 8/5/2014).

________________________________________

Yuddy Chrisnandi (Ketua DPP Partai Hanura):

Partai Hanura sangat berhati-hati dalam memilih arah koalisi. Itu karena Hanura tidak ingin lagi menjadi oposisi dan ingin terlibat dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Jadi, pilihan koalisi akan diputuskan berdasarkan pada capres/cawapres yang memiliki prospek kemenangan terbesar. Dan untuk memutuskan ini, tidak bisa diputuskan dalam waktu satu-dua hari. Harus menunggu perkembangan politik selanjutnya.

Jika nantinya ada dua capres/cawapres yang sama-sama memiliki prospek kemenangan besar, yang selanjutnya akan menjadi pertimbangan bagi Hanura adalah tawaran dari capres/cawapres itu Hanura jika mereka terpilih.

Tawaran itu bisa berupa jumlah menteri dari Hanura yang akan masuk dalam kabinet(KOMPAS, 8/5/2014).

_____________________________________________

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Pertemuan sehari sebelumnya antara Partai Gerindra dengan PKS tinggal membahas butir-butir kesepakatan yangbersifat normative. Dari Gerindra ada lima orang dan dari PKS ada lima orang.

Hal-hal normative yang dibahas tersebut terkait dengan platform, seperti soal kesepakatan dan mengedepankan Pancasila. Setelah hal-hal normatif itu dirumuskan, pekan depan menurut rencana aka nada deklarasi resmi. Kami tidak membicarakan soal cawapres dengan PKS.

Selain dengan PKS, kerucut koalisi Partai Gerindra telah terlihat dengan PAN. Selain dengan PKS dan PAN, Gerindra berharap juga koalisi dengan Partai Hanura. Tadi malam Pak Prabowo bertemu lagi dengan Pak Wiranto. Ini berarti sudah tiga kali mereka ketemu untuk urusan ini (KOMPAS, 11/5/2014).

_____________________________________________

Eriko Sotarduga (Wakil Sekjen PDI-P):

Kita ingin membangun bangsa bersama. Kita terima dengan syarat memiliki kesepahaman ideologi dan platform kerja sama. Ada kemungkinan Partai Hanura juga menjalin kerja sama dengan PDI-P, menyusul NasDem dan PKB. Kami menunggu. Diharapkan, dapat diputuskan oleh Hanura (KOMPAS, 12/5/2014).

_________________________________________

Sarifuddin Sudding (Ketua DPP Partai Hanura):

Sesuai keputusan Rapimnas, putusan koalisi sepenuhnya berada pada kewenangan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Pada saat yang tepat, ketua umum akan menyampaikannya (KOMPAS, 12/5/2014).

_____________________________________________

Facebook Comments

Topik Tarkait

One thought on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Hati Nurani Rakyat / Partai Hanura (Seri 4)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × one =