Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Keadilan Sejahtera / PKS (Seri 1)

Oleh BUTONet 2

pksIrwan Prayitno (Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera):

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar rapat Majelis Syuro pada Minggu, 27 April pukul Sembilan pagi di Jakarta untuk membicarakan kondisi setelah pemilu legislatif. Dalam kesempatan itu, PKS akan mengambil satu kebijakan dan beberapa keputusan.

Melalui rapat itu, PKS bisa menentukan sikap, khususnya terkait pemilu presiden. Terkait capres, PKS masih akan menetapkan tiga nama sesuai hasil Pemilu Raya PKS, yaitu Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan.

Bisa jadi, rapat memutuskan yang semula capres menjadi cawapres, atau bahkan tidak sama sekali juga bisa terjadi. Di sana juga akan tergambar langkah yang akan dibuat termasuk kemungkinan ke Jokowi, Prabowo, atau Aburizal Bakrie, bahkan ke poros tengah. Apalagi dengan perubahan hasil pemilu, tentu terjadi perubahan sikap (Kompas, 23/4/2014).

 

Tubagus Sunmandjaja (Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera):

PKS akan bersikap pasif dalam wacana pembentukan koalisi. Ini karena kaidah koalisi, parpol (partai politik) dengan perolehan suara lebih besar selayaknya melamar parpol dengan perolehan suara kecil (Kompas, 25/4/2014).

 

Mohammad Sohibul Iman (Anggota Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera):

Kami masih terbuka dan siap berkoalisi dengan pihak yang mau berkomunikasi dengan kami. Kami ingin koalisi yang tidak hanya untuk menang, tetapi juga ketika tidak sukses dalam pemilu presiden, kami ingin menjadi koalisi sebagai oposisi di luar pemerintahan.

Sekretariat Gabungan dalam koalisi pada masa lalu seakan hanya menjadi alat stempel kebijakan pemerintah. Ketika partai politik sebagai anggota koalisi mendapat jatah menteri, seolah proses sudah selesai sehingga kadang tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan strategis. Pola koalisi demikian harus diperbaiki pada masa datang. Sejauh ini, Partai Gerindra telah mengirimkan surat serta buku platform partai. Sementara itu, Partai Golkar baru mengirimkan buku program kerja (Kompas, 28/4/2014).

Ahmad Muzani (Sekretaris Jenderal Partai Gerindra):

Calon Presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah bertemu dan berbicara dengan Ketua Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) KH Hilmi Aminuddin.

Hasilnya, kedua partai mulai menemukan kesamaan pandangan terkait solusi beberapa masalah bangsa ke depan.

Gerindra juga telah mengirimkan surat ke PKS. Surat itu penguatan dari yang sudah dibicarakan (Kompas, 28/4/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty + three =