Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Keadilan Sejahtera / PKS (Seri 2)

Oleh BUTONet 2

PKS1Suhardi (Ketua Umum DPP Partai Gerindra):

Pendekatan Partai Gerindra ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan kemajuan berarti.

Meski belum tahu kapan finalisasi koalisi dilakukan, namun pendekatan Gerindra sudah menunjukkan kabar menggembirakan.

Tentang koalisi (dengan PKS), mungkin sekali. Tunggu sehari dua hari sudah ada perkembangan. Koalisi dengan PKS, mantap !!! (Manuver Gerindra mendekati PKS memang tampak serius.Setelah bertemu dengan Presiden PKS Anis Matta, capres Prabowo Subianto juga sudah bertandang ke rumah Ketua Majelis PKS Syuro Ustaz Hilmi Aminuddin — Redaksi BUTONet 2).

Pendekatan Gerindra ke partai lain juga menunjukkan hasil menggembirakan. (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 26/4/2014).

_____________________________________________________________

Sohibul Iman [Anggota Tim Khusus (penjajakan) Koalisi PKS-Partai Gerindra (yang dibentuk oleh Majelis Syuro PKS)]:

Tim [yakni Tim Khusus (penjajakan atau kajian soal) Koalisi PKS-Partai Gerindra] bertugas merumuskan poin-poin yang akan dibicarakan dengan tim calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ada banyak hal yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi, terutama yang akan menjadi agenda bersama kalau PKS dan Gerindra jadi berkoalisi. Kalau tak kami konfirmasi, kan, kami tidak tahu.

Prinsipnya, PKS siap berkoalisi dengan pihak-pihak yang mau membangun komunikasi dengan PKS. Sejauh ini, kami nilai Partai Gerindra yang paling serius karena itu kami balas juga dengan keseriusan. Mudah-mudahan dalam waktu singkat [ada pertemuan dengan Prabowo Subianto, karena pada Senin sore (28/4) tim baru menggelar rapat untuk merumuskan bahan-bahan pembicaraan nanti — Redaksi BUTONet 2] — Kompas, 29/4/2014.

_____________________________________________________________ 

Tifatul Sembiring (Anggota Majelis Syuro Partai keadilan Sejahtera / PKS):

Belum ada keputusan final mengenai hal itu (kemungkinan PKS berkoalisi dengan Partai Gerindra). Keputusan PKS akan berkoalisi atau mendukung calon presiden (capres) tertentu akan diumumkan sebelum 18 Mei mendatang. Jika koalisi yang dibangun untuk mendukung capres tertentu itu kalah, PKS juga siap mengambil pilihan politik untuk beroposisi (Kompas, 30/4/2014).

_____________________________________________________________

Mardani Ali Sera (Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera / PKS):

Hubungan PKS dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) masih sebatas penjajakan.

Kami masih penjajakan. Dengan partai-partai politik Islam juga jalan terus, peluangnya masih ada. Karena masih sebatas penjajakan, PKS masih belum sampai tahap menyodorkan opsi calon wakil presiden (cawapres) untuk pendamping Prabowo Subianto. Bab yang lain harus bareng-bareng dengan parpol yang ikut koalisi.

Penjajakan dengan Gerindra masih sebatas membahas kerangka umum dan arah kebijakan dalam pemerintahan nanti. PKS, belajar dari pengalaman selama sepuluh tahun terakhir mengenai platform koalisi. Dari pengalaman, kalau transaksional akan banyak masalah.

Selain penjajakan dengan Gerindra, PKS juga terus menjalin komunikasi dengan parpol-parpol islam, seperti PKB, PPP, PAN, dan PBB. Harapannya bisa membentuk Poros Islam, peluangnya masih ada.

Peluang itu masih terbuka lebar karena PKS maupun partai-partai islam lainnya hingga kini masih belum menetapkan koalisi. Belum ada pengumuman, lima parpol ini intensif menjalin komunikasi. (TEMPO.CO, Jakarta, 1/5/2014).

_____________________________________________________________

Suhardi [Ketua Umum DPP Partai Gerindra;Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta itu]:

Dalam waktu dekat ini bakal ada sebuah kabar baik terkait koalisi. Kelihatannya sudah tampak semakin bagus, kedekatannya sudah sangat tinggi.

Petinggi Partai Gerindra secara intensif melakukan diskusi dengan PKS dan PAN. Hanya saja, hingga kini belum ada langkah pembicaraan terkait posisi calon wakil presiden (cawapres). Meski PKS berpeluang menyodorkan Anis Matta dan PAN memiliki Hatta Rajasa, pendamping Prabowo akan diputuskan bersama.

Saya sangat yakin banyak partai yang akan merapat ke Gerindra. Selain PKS dan PAN, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura, serta Partai Golkar juga masih bisa bergabung. Karena itu, figur cawapres yang diusung nantinya merupakan pilihan bersama mitra koalisi.

Pertemuan sudah sangat sering, dari berbagai level. Belum bicara soal cawapres.

Kami tidak khawatir dengan peluang pencapresan Prabowo karena masih ada waktu. Kami tidak akan terburu-buru untuk mendaftarkan diri ke KPU. Kami juga tidak khawatir dengan wacana poros keempat yang digawangi Partai Demokrat. Menurut kami, partai yang disebut bakal merapat ke Demokrat memiliki kedekatan dengan Gerindra.

Atas dasar itu, kami yakin tiket pendaftaran Prabowo tidak akan terancam. Kalaupun gagal menggandeng banyak partai, koalisi dengan satu partai juga sudah lebih dari memenuhi persyaratan. PAN saja sudah cukup, PKS cukup, apalagi kedua-duanya dari segi kursi. Saya optimistis (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

_____________________________________________________________ 

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Saya sangat yakin, peluang Partai Gerindra menggandeng tiga partai politik (parpol) berbasis massa Islam itu dapat terwujud. Ini semuanya proses. Pembicaraan itu (soal peluang Partai Gerindra menggandeng tiga parpol berbasis massa Islam: PAN, PKS, dan PPP untuk berkoalisi) berlangsung setiap hari. Jadi, tidak harus selalu diberitakan.

Partai Gerindra tidak sedang tersandera lantaran belum memenuhi persyaratan 20 persen kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Proses pendekatan terus dikomunikasikan untuk mencapai kesepakatan resmi. Karena itu, salah besar kalau sejumlah pengamat menilai Gerindra tersandera karena tidak ada parpol lain yang mendekat.

Tiga parpol berbasis massa Islam juga tidak sedang memposisikan diri dalam artian jual mahal. Kami menghormati setiap mekanisme internal calon mitra koalisi sebelum mengambil keputusan. Karena itu, kami tidak melihat ada upaya bagi PKS, PAN, dan PPP untuk berpaling.

Bahkan, proses penjajakan bisa dilanjutkan untuk menggandeng Partai Golkar dan Partai Hanura. Sama PPP kita saja tetap optimis. PAN, PKS juga lah. Rencana ada tiga parpol yang kita usahakan bicara finalisasi itu (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

_____________________________________________________________ 

Tifatul Sembiring (Politisi Partai Keadilan Sejahtera; Menteri Komunikasi dan Informatika):

Kemajuan di bidang IT (Information Technology) adalah salah satu dalam program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dalam bidang connectivity.

“Semangka muda dicicipi kelinci. Semoga kita berkoalisi lagi”. (KOMPAS.com, Jakarta, 4/5/2014).

Catatan :

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dikenal gemar melontarkan pantun yang membuat banyak orang tertawa saat berbicara di depan umum.

Pantun berbau politis yang diucapkannya secara spontan seperti di atas (yakni : “Semangka muda dicicipi kelinci. Semoga kita berkoalisi lagi”) — saat memberikan sambutan di sebuah acara peluncuran identitas baru stasiun televisi swasta, Sabtu (3/5/2014) malam — mampu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpingkal mendengarnya. Awalnya, Tifatul didaulat memberikan sambutan soal kemajuan perkembangan teknologi pertelevisian di Indonesia. Secara panjang lebar ia menjabarkan capaian pemerintahan di bawah kepemimpinan SBY-Boediono di bidang teknologi informasi atau information technology (IT).

Beberapa hal yang disorotnya seperti program desa berdering, penetrasi internet ke desa melalui program PLIK/MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan), bisnis IT yang omsetnya mencapai Rp 400 triliun, efektivitas pemblokiran konten negatif di internet yang mencapai 1 juta situs, dan jumlah ponsel yang beredar mencapai 250 juta.

Indikator-indikator itu diklaim Tifatul sebagai betapa pesatnya kemajuan masyarakat Indonesia di bidang IT.

Saat menutup sambutannya, Tifatul pun tak lupa memberikan dua buah pantun seperti dikutib di atas. Lucunya, pantun ini bernuansa “politis” dan jauh sekali di luar konteks sambutan Tifatul.

Tentu saja pantun tersebut sontak membuat hadirin tertawa, tidak terkecuali Presiden SBY (yang tertawa lepas). Selain SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono pun tak kuasa menahan tawanya. Dia juga menyikut SBY dan tertawa  geli atas ulah Tifatul itu.

_____________________________________________________________ 

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + 9 =