Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Kebangkitan Bangsa / PKB (Seri 1)

Oleh BUTONet 2

pkbMarwan Ja’far [Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa]:

Dukungan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terhadap calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin meyakinkan bahwa partai-partai Islam dan berbasis massa Islam sulit untuk bersatu.

Sejak awal kami yakin itu (koalisi partai Islam) tidak akan terwujud. PAN (Partai Amanat Nasional) sudah punya calon (calon presiden), PKS (Partai Keadilan Sejahtera) juga. PPP baru pembicaraan awal saja sudah lari duluan. Karena itu, prediksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) bahwa koalisi partai Islam sulit terwujud, meski pada Kamis malam kemarin tokoh-tokoh partai Islam sudah melakukan pembicaraan awal, menemukan pembenaran.

Apa yang dikatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, “Kami sudah kapok” ada betulnya. Itu sinyal awal. Unsur larinya lebih tinggi. Kalau PKB, santai-santai saja, istiqomah dengan garis perjuangan. Mereka yang laru duluan.
[Sebelumnya, Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali menegaskan (di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jum’at 18 April), “Saya khawatir partai-partai Islam tidak bisa mengambil kata sepakat ketika menentukan capres dan cawapres dari partai Islam].(Rakyat Merdeka Online / RMOL, Jum’at, 18 April).

 

Masduki Baidlawi (Wakil Sekretaris Jenderal PB NU):

Pertemuan terakhir antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD menyepakati bahwa PKB tidak akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Basis massa pemilih kedua partai itu juga tidak sama (Kompas, 23/4/2014).

Saifullah Mashum (Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB):

Kami ajukan banyak nama (calon wapres) kepada capres PDI-P karena kami tak ingin menyandera atau memaksakan satu nama. Biar capres pemimpin koalisi leluasa mempertimbangkan, siapa dari nama-nama itu yang lebih pas.

Sejauh ini, Joko Widodo sudah melakukan kunjungan resmi ke kantor PKB, dan kami menunggu respons selanjutnya dari PDI-P (Kompas, 24/4/2014).

KH Salahuddin Wahid (Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur):

Diputuskan pertemuan (para kiai pemimpin pondok pesantren yang berkomitmen mendukung tokoh NU, Mahfud MD, sebagai cawapres) diundur beberapa hari ke belakang, dan diputuskan akan berlangsung di Sarang, Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, yang diasuh KH Maimun Zubair, yang juga adalah ulama karismatik PPP [semula, pertemuan yang kedua itu akan diadakan pada hari Rabu (23/4), di Pondok Pesantren Al Aziziyah, Denanyar, Jombang, Jawa Timur] — Kompas, 24/4/2014.

 

Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi):

Peluang saya menjadi cawapres (calon wakil presiden) untuk Jokowi masih terbuka. Namun, tidak menutup kemungkinan saya menjadi cawapres bagi capres (calon presiden) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Untuk Golkar, ditinggal saja dulu. Bukan kami tak mau. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) tak bisa menjawab hari ini. Golkar ingin cepat, padahal situasi cepat berubah (Kompas, 25/4/2014).

 

Abdul Kadir Karding (Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB):

PKB makin intensif berkomunikasi untuk membangun koalisi dengan PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Dalam koalisi ini, kami sepakat tidak pakai jatah-jatahan. Kami tidak mensyaratkan calaon wakil presiden (cawapres) atau menteri. Kami ajukan beberapa nama, silakan PDI-P yang menangkap, kami tidak memaksa (Kompas, 26/4/2014).

 

Anna Muawanah (Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB):

Terkait pembentukan poros keempat, PKB masih membangun komunikasi secara informal dengan Partai Demokrat. Komunikasi dengan seluruh partai politik (parpol) secara formal ataupun informal juga dilakukan PKB (Kompas, 27/4/2014).

 

Marwan Ja’far (Ketua Fraksi PKB di Dewan Perwakilan Rakyat):

Ada kemajuan bagus. PKB dan PDI-P sudah menemukan kesepahaman bersama, terutama terkait dasar-dasar koalisi dan platform serta visi-misi membangun bangsa ke depan.

Kesepahaman tersebut merupakan hasil komunikasi yang intensif di antara kedua partai politik beberapa waktu belakangan. Keduanya telah membicarakan program pemerintah untuk lima tahun ke depan. Soal ekonomi, misalnya, bakal mengarah pada ekonomi kerakyatan dengan menekan impor sambil memberdayakan petani. Pemerintahan mengacu pada system presidensial yang diperkuat.

PKB lebih condong untuk berkoalisi dengan PDI-P. Komunikasi sudah terjalin dengan baik dan sudah ada beberapa titik temu. Terkait dengan posisi calon wakil presiden untuk Joko Widodo, hal itu juga sedang dibicarakan (Kompas, 28/4/2014).

Hasto Kristiyanto (Wakil Sekretari Jenderal PDI-P):

Hubungan kami dengan PKB semakin positif (Kompas, 28/4/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 − 11 =