Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Kebangkitan Bangsa / PKB (Seri 4)

Oleh BUTONet 2

pkbpdipMarwan Ja’far (Ketua DPP PKB; Ketua Fraksi PKB di DPR):

PKB telah resmi berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem) untuk mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Sudah resmi (TEMPO.CO, Makassar, 10/5/2014).

Catatan:

Marwan mengatakan hal itu saat mendampingi Jokowi pada kunjungan ke Makassar, Sabtu, 10 Mei 2014. Sejak Jumat lalu, Marwan ikut mendampingi Jokowi dalam berbagai kunjungan bersama Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga dan Ahmad Baskara, serta Ketua DPP NasDem Akbar Faisal.

________________________________________________________________

Marwan Ja’far(Ketua DPP PKB; Ketua Fraksi PKB di DPR):

Model / gaya kepemimpinan Joko Widowo menjadi penentu koalisi PKB dengan PDI-P. Hari ini, PKB menyatakan secara resmi berkoalisi dengan PDI-P dan mendukung pencalonan Jokowi menjadi calon presiden. Model pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan rakyat. Kami tanpa pamrih mendukung Jokowi.

Alasan lainnya, keinginan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  memperjuangkan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah, memperjuangan pemerintah yang efektif, efisien, dan berwibawa.

Kesepakatan mengenai koalisi diumumkan setelah menggelar rapat konsultasi internal dengan Ketua Dewan Syuro PKB, KH. Abdul Aziz Mansyur, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan seluruh kyai Nahdatul Ulama di Jawa (TEMPO.CO, Makassar, 10/5/2014).

________________________________________________________________

Joko Widodo(Calon Prsiden dari PDI-P):

Kami mengapresiasi bergabungnya PKB dalam koalisi. Kami bersyukur platform koalisi tanpa pembagian kursi dapat diterima PKB. Kita akui bahwa pembicaraan dengan PKB tidak semulus dengan Nasdem. Saya kira akan menyusul yang lain(TEMPO.CO, Makassar, 10/5/2014).

________________________________________________________________

Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB):

Tujuan koalisi dengan PDI-P adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat kaum marjinal baik dari kalangan nahdliyin maupun marhaen. Kami menyebutnya kerjasama dalam kebersamaan, bukan koalisi, karena proses dan langkah ke depannya nanti semuanya akan didiskusikan bersama antara PDI-P dan PKB.

Kami semua bulat dan sepakat mendukung Jokowi dan kami pilih sebagai capres PKB karena dia menawarkan model kepemimpinan egaliter yang tidak berjarak dengan rakyat. Pola seperti ini sekarang sangat dibutuhkan rakyat karena pembangunan di negeri ini butuh partisipasi rakyat yang bisa muncul kalau tidak ada jarak lagi antara pemimpin dan rakyatnya. Kami mengistilahkan dengan pembangunan bangsa lahir-batin untuk Indonesia yang hebat.

PKB meyakini Jokowi akan mampu menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pelaksanaan Islam ahlusunnah waljamaah, dan peningkatan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia.

Bersatunya PKB dan PDI-P mempermudah mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa ini. Kerja sama dan gotong royong antara pemimpin, elite, serta tokoh dan basisi massa PKB serta PDI-P sudah terjalin sejak zaman revolusi kemerdekaan. Antara para kiai dan tokoh kaum nasionalis, antara para santri dan kaum marhaen, antara PNI dan NU, serta antara Bung Karno dan Mbah Hayim Asyari serta para sesepuh NU lainnya.

Koalisi dan kerja sama PKB dan PDI-P benar-benar lahir-batin dan dari hati terdalam. Tidak hanya didasari platform dan visi-misi yang sama, tetapi juga historisitas yang mengakar (KOMPAS, 11/5/2014).

Catatan:

Keputusan PKB berkoalisi dengan PDI-P diambil dalam rapat pleno — di Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Paculgowang, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (10/5) — yang dihadiri jajaran Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro DPP PKB.

 _______________________________________________________________

Joko Widodo (Calon Presiden dari PDI-P):

Dalam kerja sama atau koalisi ada paradigma baru, yaitu tidak didasarkan kesepakatan berbagi kekuasaan atau kursi, tetapi atas dasar kesepahaman ideologi dan platform untuk membangun Indonesia lebih baik (KOMPAS, 11/5/2014).

_______________________________________________________________

Achmad Basarah (Wakil Sekjen PDI-P):

Dari hati yang dalam, DPP PDI-P mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas dukungan PKB untuk pencalonan Jokowi. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyampaikan salam hangat kepada para kiai dan Dewan Syuro PKB.

Dalam menentukan cawapres, Megawati tentu akan mendiskusikan dengan Jokowi, termasuk Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (KOMPAS, 11/5/2014).

_______________________________________________________________

Abdul Kadir Karding (Ketua DPP PKB):

PKB, setelah resmi berkoalisi dengan PDI-P, menunggu keputusan Jokowi dan Megawati terkait cawapres. Diharapkan cawapres itu sosok yang bisa bekerja sama dengan capres, berpengalaman dan berjaringan luas, serta bisa bersaing dengan cawapres dari koalisi partai lain (KOMPAS, 13/5/2014).

_____________________________________________________________________

Facebook Comments

Topik Tarkait

One thought on “Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Kebangkitan Bangsa / PKB (Seri 4)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 + 5 =