Wacana Koalisi dan Capres-Cawapres di Seputar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pasca Mukernas III (Seri 4)

Oleh BUTONet 2

pppkoalisiLukman Hakim Saifuddin (Wakil Ketua Umum PPP):

Dalam rapat Majelis Musyawarah PPP pada Selasa malam masih muncul dua nama. Pilihannya mengerucut ke Prabowo dan Jokowi (KOMPAS, Kamis, 8/5/2014).

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Beberapa hari lalu ada pertemuan antara Prabowo dan Hatta Rajasa untuk membahas platform dan persiapan koalisi. Termasuk pembicaraan tentang cawapres. Selain dengan Partai Golkar dan PAN, selama ini Partai Gerindra juga melakukan pembicaraan intensif dengan PKS, Hanura, Golkar, dan PPP. Dengan Partai Demokrat juga akan segera bertemu(KOMPAS, 8/5/2014).

 

Refrizal (Anggota Majelis Syura PKS):

Sudah ada pembicaraan untuk membangun koalisi besar yang terdiri atas Partai Gerindra, PKS, Golkar, Hanura, serta kemungkinan ditambah PAN, dan PPP(KOMPAS, 8/5/2014).

 

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Itu (koalisi PPP dan Partai Golkar untuk mengusung Aburizal-Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Umum PPP) salah satu opsi yang muncul sore ini (Jum’at, 9/5).

Rapimnas (rapat pimpinan nasional) akan memutuskan satu dari tiga pilihan koalisi (lihat “Catatan” — Redaksi BUTONet 2) —KOMPAS, 10/5/2014.

Catatan:

Pasangan Aburizal-Lukman menjadi salah satu dari tiga opsi PPP pada pemilu presiden yang akan dibawa ke forum Rapimnas. Dua opsi lain adalah berkoalisi dengan PDI-P untuk mengusung capres Joko Widodo (Jokowi) dan bergabung dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

Lukman Hakim Saifuddin (Wakil Ketua Umum PPP):

Berkoalisi untuk mengusung Jokowi atau Prabowo merupakan hasil rekomendasi yang disampaikan Majelis Musyawarah Partai (MPP) PPP pada Rabu malam lalu (7/5).

Pilihan MPP mengerucut ke Prabowo dan Jokowi. Masing-masing punya plus-minus yang berimbang. Kita berharap, keputusan koalisi dapat diambil melalui musyawarah mufakat. Voting akan dilakukan jika musyawarah tidak menghasilkan kesepakatan(KOMPAS, 10/5/2014).

 

Fadel Muhammad (Wakil Ketua Umum Partai Golkar):

Tidak benar jika Aburizal Bakrie telah memutuskan untuk berduet dengan Lukman Hakim Saifuddin (Wakil Ketua Umum PPP). PPP memang ingin bergabung dengan Golkar. Dulu Suharso (Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Umum PPP) pernah mengajukan hal itu (bergabung dengan Golkar). Cawapres yang akan mendampingi Aburizal harus menunggu Rapimnas Golkar pada 18 Mei (KOMPAS, 10/5/2014).

Catatan:

Senin (28/4), Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi datang ke rumah Aburizal di kawasan Menteng. Saat itu, Emron tidak menjelaskan dengan tegas maksud kedatangannya.

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Sebagai partai Islam, PPP sebenarnya ingin membentuk poros partai-partai Islam. Namun, upaya itu tidak mendapatkan titik temu, terutama mengenai sosok yang layak diusung menjadi capres. Belum ada tokoh Islam yang mampu mempersatukan kepentingan partai-partai Islam (KOMPAS, 11/5/2014).

 

Suryadharma Ali / SDA (Ketua Umum PPP):

Beragamnya pilihan koalisi di internal partai politik mencerminkan tumbuh dan matangnya demokrasi di tubuh PPP. Beragamnya pilihan tersebut tidak menyebabkan perpecahan, tetapi justru memperindah warna demokrasi di PPP.

Putusan koalisi PPP tidak berdasarkan transaksional, tetapi kepentingan bangsa, negara, dan agama (KOMPAS, 11/5/2014).

Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP):

Rapat ini [Rapimnas PPP Minggu (11/5) malam] mencetak waktu terlama sepanjang PPP berdiri. Malam ini juga harus diputuskan. Jika sudah diputuskan, semua anggota harus mematuhinya. Tidak boleh ada anggota yan mencari-cari peluang lainnya (KOMPAS, 12/5/2014).

Catatan:

Meski sudah berlangsung lebih dari 27 jam, hingga Minggu (11/5) malam, Rapimnas PPP belum juga berhasil memutuskan akan mendukung calon presiden Joko Widodo yang diusung PDI-P atau Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra.

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

Rapat (Rapimnas PPP yang mulai diadakan pada Sabtu, 10 Mei) berlangsung alot karena karena unsur pimpinan DPW bersikukuh dengan pilihan masing-masing (yakni kubu yang menukung capres Joko Widodo dan capres Prabowo Subianto). Para peserta juga menolak jika keputusan diambil dengan cara voting. Karena keinginan kami keputusan bulat.

Dalam Rapimnas itu juga dipastikan tidak akan dilakukan koalisi PPP dengan Partai Golkar. Keputusan ini diambil setelah Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin menolak dicalonkan sebagai wakil presiden untuk berpasangan dengan Aburizal Bakrie (KOMPAS, 12/5/2014).

 

Lukman Hakim Saifuddin (Wakil Ketua Umum PPP; Wakil Ketua Umum MPR):

Saya menilai diri saya bukanlah pribadi yang tepat untuk mengemban amanah dan tanggung jawab tersebut (yakni dicalonkan sebagai wapres untuk berpasangan dengan capres Aburizal Bakrie).

Dengan segala hormat, saya harus jujur menyatakan bahwa jabatan tersebut bukan posisi yang layak dan pantas untuk saya duduli. Saya harus bertanggung jawab untuk tidak mengecewakan mereka akibat kelewat kapasitas dan kapabilitas saya (KOMPAS, 12/5/2014).

 

Emron Pangkapi (Wakil Ketua Umum PPP):

Sebagian besar DPW menginginkan PPP tak berkoalisi dengan Gerindra. Ada 22 DPW yang tidak ingin dengan Prabowo, dengan segala pertimbangan politiknya (KOMPAS, 12/5/2014).

Prabowo Subianto (Calon Presiden dari Partai Gerindra):

Saya baru menerima kabar (keputusan Rapimnas II PPP yang secara aklamasi memutuskan berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres) pada Senin (12/5) dini hari, jadi belum tahu (bagaimana) membahas langkah-langkah koalisi. Kita lihat saja nanti (soal cawapres dan koalisi dengan partai lain). Pada saatnya akan kami umumkan (KOMPAS, 13/5/2014).

Catatan:

Prabowo mengatakan hal itu seusai bertemu KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin, Leteh, Kecamatan Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Senin (12/5).

Romahurmuziy (Sekretaris Jenderal PPP):

PPP menyerahkan pemilihan cawapres kepada Prabowo. Siapa yang akan menjadi pendamping (cawapres), itu kami serahkan kepada Pak Prabowo (KOMPAS, 13/5/2014).

 

Hasrul Azwar (Wakil Ketua Umum DPP PPP):

PPP menyerahkan persoalan cawapres kepada Prabowo. Namun, PPP mengingatkan Prabowo untuk memilih cawapres yang bisa melengkapi kekurangan Prabowo. Cawapres terpilih harus bisa diterima masyarakat dan bisa meningkatkan elektabilitas (KOMPAS, 14/5/2014).

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

17 + 9 =