Wacana tentang Koalisi Partai-partai Islam (Seri 2)

Oleh BUTONet 2

koalisipartaiislamMardani Ali Sera (Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera / PKS):

Hubungan PKS dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) masih sebatas penjajakan.

Kami masih penjajakan. Dengan partai-partai politik Islam juga jalan terus, peluangnya masih ada. Karena masih sebatas penjajakan, PKS masih belum sampai tahap menyodorkan opsi calon wakil presiden (cawapres) untuk pendamping Prabowo Subianto. Bab yang lain harus bareng-bareng dengan parpol yang ikut koalisi.

Penjajakan dengan Gerindra masih sebatas membahas kerangka umum dan arah kebijakan dalam pemerintahan nanti. PKS, belajar dari pengalaman selama sepuluh tahun terakhir mengenai platform koalisi. Dari pengalaman, kalau transaksional akan banyak masalah.

Selain penjajakan dengan Gerindra, PKS juga terus menjalin komunikasi dengan parpol-parpol islam, seperti PKB, PPP, PAN, dan PBB. Harapannya bisa membentuk Poros Islam, peluangnya masih ada.

Peluang itu masih terbuka lebar karena PKS maupun partai-partai islam lainnya hingga kini masih belum menetapkan koalisi. Belum ada pengumuman, lima parpol ini intensif menjalin komunikasi (TEMPO.CO, Jakarta, 1/5/2014).

 ________________________________________________

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra):

Saya sangat yakin, peluang Partai Gerindra menggandeng tiga partai politik (parpol) berbasis massa Islam itu dapat terwujud. Ini semuanya proses. Pembicaraan itu (soal peluang Partai Gerindra menggandeng tiga parpol berbasis massa Islam: PAN, PKS, dan PPP untuk berkoalisi) berlangsung setiap hari. Jadi, tidak harus selalu diberitakan.

Partai Gerindra tidak sedang tersandera lantaran belum memenuhi persyaratan 20 persen kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Proses pendekatan terus dikomunikasikan untuk mencapai kesepakatan resmi. Karena itu, salah besar kalau sejumlah pengamat menilai Gerindra tersandera karena tidak ada parpol lain yang mendekat.

Tiga parpol berbasis massa Islam juga tidak sedang memposisikan diri dalam artian jual mahal. Kami menghormati setiap mekanisme internal calon mitra koalisi sebelum mengambil keputusan. Karena itu, kami tidak melihat ada upaya bagi PKS, PAN, dan PPP untuk berpaling.

Bahkan, proses penjajakan bisa dilanjutkan untuk menggandeng Partai Golkar dan Partai Hanura. Sama PPP kita saja tetap optimis. PAN, PKS juga lah. Rencana ada tiga parpol yang kita usahakan bicara finalisasi itu (REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta, 02/5/2014).

________________________________________________

Facebook Comments

Topik Tarkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sixteen − five =