WAWANCARA dengan Dra Hj Ida Fauziyah, anggota DPR (2004-2009 dan 2009-2014) dari Fraksi PKB >> “Pemberdayaan Perempuan : Antara Kebijakan Pemerintah dan MDGs”

Berikut ini ditampilkan hasil wawancara Jurnal Parlemen OnlineJurnal ParlemenO  (cikal bakal BUTONet 2) — yang didukung oleh Forum SPTN  (Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional) — dengan Dra Hj Ida Fauziyah, anggota DPR (2004-2009 dan 2009-2014) dari Fraksi PKB, bertema  “Pemberdayaan  Perempuan: Antara Kebijakan Pemerintah dan MDGs“. 

Wawancara tersebut pernah dimuat dalam www.jurnalparlemenonline.wordpress.com pada tahun 2009.

***

Tanya (Jurnal ParlemenO / Forum SPTN): 

Diskursus tentang relasi antara syariat dan konstitusi tidak akan redup di negeri ini, dan meski sejatinya “perempuan” mengambil peran penting dalam hubungan keduanya, namun sayang terkesan ia (perempuan) terperangkap dalam paradigma strukturalisme, bahwa perannya yang inferior  selama ini lebih disebabkan oleh sistem yang timpang.

Anehnya, ketika dibuka keran kuota 30 persen calon anggota legislatif untuk perempuan, perempuan justru tidak siap memenuhi kuota tersebut. Ini belum lagi jika dilakukan gugatan terhadap kualitas mereka. Apa komentar Ibu?

Jawab (Dra Hj Ida Fauziyah)

Menurut saya, kita semua harus mengakui bahwa termarjinalkannya perempuan yang diakibatkan oleh struktur dan kultur yang berlangsung lama itu telah membentuk karakter dan mental perempuan dalam posisi yang tidak setara dengan kaum laki-laki. Karena itu ketika keran kebebasan di era reformasi terbuka, ada semacam “ketidaksiapan” dalam mengisi panggung keterbukaan itu.

Ibaratnya orang lomba lari, posisi start perempuan itu berada pada posisi orang yang belum melakukan pemanasan setelah sekian puluh tahun jarang melakukan latihan olahraga. Jadi begitu peluit tanda mulai berlari dibunyikan, kaum perempuan harus melakukan penyesuaian terlebih dahulu dengan pelari laki-laki yang sudah terbiasa dengan olahraga ini.

Terkait dengan kuota 30 persen calon anggota legislatif, bagi saya itu merupakan hutang peradaban yang harus dibayar. Jadi ini bukan persoalan siap atau tidak siap. Negara (masyarakat) memiliki kewajiban mendorong terwujudnya keseimbangan keterwakilan perempuan, terutama pada proses-proses pengambilan keputusan.

Affirmative action  sudah mulai diakomodir ketika perubahan undang-undang (UU) politik dari UU Nomor 31  Tahun 2003 menjadi UU Nomor 2 Tahun 2008, dan juga perubahan UU Nomor 12 Tahun 2003 menjadi UU Nomor 10 Tahun 2008; dan di sana tersirat harapan bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) 2009 akan banyak menghadirkan perempuan di legislatif. Tapi kemudian muncul kekhawatiran yang kuat, akankah semua harapan itu bisa terwujud ketika Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 214 UU Nomor 10  Tahun 2008 yang berarti bahwa penentuan calon legislatif  (caleg) berdasarkan suara terbanyak.

Rumusan Pasal 55 UU Nomor 10 Tahun 2008 yang menempatkan perempuan pada nomor “cantik” karena satu di  antara tiga caleg itu harus perempuan, itu menjadi tidak bermakna; dan berarti pula tidak ada lagi  affirmative action  buat perempuan. Perempuan harus bersaing keras dengan caleg laki-laki yang pada umumnya lebih siap dibandingkan perempuan.

Tanya:

Kembali pada relasi antara syariat dan konstitusi, untuk konteks Indonesia, setidaknya ada tiga pandangan yang sangat kontras: (1) Paradigma fundamentalistik atau skripturalistik, yang meyakini bahwa konstitusi harus berdasarkan Islam, sebagaimana diterapkan Nabi dan para sahabatnya di Madinah, 15 abad lampau; (2) Paradigma sekularistik (mungkin bisa juga disebut “neoliberalistik”), yang menganggap Islam sebagai ajaran yang hanya patut diterapkan dalam ranah privat dan individual dengan argumen bahwa — dalam Al Qur’an dan Hadits — tidak ada perintah eksplisit dan mengikat perihal penegakkan negara Islam; dan (3) Paradigma moderat (the third way paradigm), bahwa Islam harus dipahami (secara substantif) sebagai nilai, kebajikan (virtue), kemaslahatan bersama (al mashlahah  al am / common good), dan tatanan moral.

Tanpa bermaksud memarginalkan dua paradigma yang disebutkan pertama, dalam perbincangan kali ini izinkan kami membatasi diri pada paradigma yang ketiga (moderate paradigm), bahwa Indonesia bukanlah negara sekular, tetapi bukan pula negara Islam (harap tak usah dikomparasikan seperti sejenis binatang hermaprodit yang dikenal dalam literatur biologi, di mana jenis kelaminnya tidak jelas, apakah “jantan” ataukah “betina” alias binatang ambivalen atau  munafiqun). Sebagai konsekuensinya, Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 harus dijadikan rujukan dalam praktik bermasyarakat dan bernegara, terutama karena keduanya merupakan hasil komitmen seluruh rakyat Indonesia (common platform / kalimatin sawâ). Itu juga dapat dimaknai bahwa, bagi kalangan (mayoritas) Muslim, Pancasila sejalan dengan tujuan-tujuan utama syariat, yang dikenal dengan  maqashid al-syariah.

Dengan pemahaman seperti ini tentu saja ajaran Islam senantiasa mampu memberikan kontribusi yang lentur terhadap pelestarian lingkungan hidup, penegakkan demokrasi, hak asasi manusia, pluralitas, dan seterusnya; bukan saja di tingkat nasional (inward looking), tapi juga dalam tataran global (outward looking).

Dalam hubungan itu memang Indonesia telah meratifikasi “MDGs Declaration” (MDGs / Millenium Development Goals = Sasaran Pembangunan Milenium), yang telah disepakati oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium pada bulan September 2000. Dan kalau kita sepakat bahwa penegakkan demokrasi, pelestarian lingkungan hidup, penguatan pluralitas, peningkatan kesejahteraan perempuan, dan lain-lain, berbanding lurus dengan “Pemberdayaan Perempuan” (Gender Empowerment), bagaimana (menurut Ibu) strategi pelibatan agar kaum perempuan — apalagi yang berada pada level suprastruktur politik — dengan semangat tinggi bahu membahu mewujudkan pengimplementasian MDGs itu?  Mengapa? Karena Pemberdayaan Jender merupakan salah satu butir dari delapan target MDGs, bahkan dianggap sebagai “titik berat” (center of gravity) penyelesaian persoalan-persoalan universal. Salah satu contoh, kita berani mengatakan bahwa keberhasilan pengimplementasian “butir pertama” MDGs (yakni “penanggulangan kemiskinan dan kelaparan”) sangat bergantung pada keberhasilan penerapan “butir ketiga” MDGs (yakni “mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan”), karena perempuanlah yang paling bertanggung jawab terhadap pengaturan ekonomi keluarga sebagai unit organisasi masyarakat yang terkecil.

Oleh karena itu, dengan perempuan yang berdaya, maka praktis akan terjadi pendekatan aksi yang sistematis terkait dengan penanggulangan kemiskinan yang didasarkan atas pemenuhan hak-hak dasar (right based approach), yaitu hak atas: (1) pangan; (2) kesehatan; (3) pendidikan; (4) pekerjaan dan berusaha; (5) perumahan; (6) air bersih dan sanitasi; (7) tanah; (8) sumber daya alam dan lingkungan hidup; (9) rasa aman; dan (10) partisipasi dalam pengambilan keputusan publik.

Disadari, untuk memenuhi kesepuluh hak dasar tersebut, Indonesia tidak saja telah menetapkan Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan / RAPK (untuk tahun 2005-2009), bahkan melengkapi pendasaran RAPK itu pada “Aksi Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Jender” (AMK2J), “Aksi Pengelolaan Ekonomi Makro” (APEM), dan “Aksi Pengembangan Kawasan Pendukung Pemenuhan Hak-hak Dasar” (APKP2HD).

Namun, jujur saja, pemenuhan kesepuluh hak dasar itu masih jauh dari harapan. Indikator paling sederhana adalah semakin besarnya informalisasi pasar kerja pada setahun terakhir (Kompas, 13 / 9 / 2008), padahal perlindungan terhadap pekerja sektor informal (yang sebagian besar adalah wirausaha dan buruh tani / nelayan) masih lemah; dan juga tidak maksimalnya manfaat yang didapat dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat atau PNPM Mandiri Penguatan (sebagai pelengkap dari PNPM Mandiri Inti) akibat kekurangan dana Rp 7 triliun. Kekurangan ini terjadi karena 12 departemen dan 355 kabupaten / kota (dari 470 kabupaten / kota di seluruh Indonesia) belum memberikan dukungan berupa penyediaan dana partisipasi (Kompas, 4 / 11 / 2008). Menurut Ibu, apa kira-kira penyebab utama dari kurangnya dukungan tersebut, dan adakah faktor politis yang bermain di situ terutama terkait dengan Pemilu 2009? Kemudian, jika dari PNPM Mandiri didapatkan hasil yang tidak maksimal, apakah hal yang sama juga bisa akan dialami Program GPP (Gerakan Penanggulangan Pengangguran) — yang dicanangkan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) — mengingat program ini seperti dibiarkan berjalan sendiri tanpa sistem pengawasan yang terintegrasi, dan itu diakui oleh Direktur Pengembangan Kesempatan Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Bina Penta) Depnakertrans Muller Silalahi. Muller menyatakan,”Begitu dana GPP diserahkan ke Pemda, kami tak bisa lagi mengawasinya karena adanya otonomi daerah”. (Kompas, 13 / 9 / 2008). Bukankah “otonomi daerah” seharusnya menjadi salah satu instrumen pemberdayaan rakyat dan penguat pembangunan nasional?

Ditambah lagi dengan efek penjalaran (contingency effect) krisis ekonomi yang mengguncang Amerika Serikat, baru-baru ini, maka diprediksikan bahwa keberhasilan gender empowerment di Indonesia akan sulit terwujud. Apakah itu juga dapat dimaknai bahwa target pencapaian MDGs pada tahun 2015 akan semakin sulit?

Jawab:

Menurut saya setidaknya ada dua jalur yang harus sinergis di antara level suprastruktur politik dan level sosial kemasyarakatan. Pada level supratruktur politik ada banyak pilihan, di antaranya:

  • Mendesak partai politik dan lembaga-lembaga / ormas lainnya untuk mendukung dan  mengakomodir perempuan.
  • Men-support   perempuan yang telah duduk dalam posisi-posisi startegis pembuat keputusan partai.
  • Membuat jaringan kerja sama antara kelompok-kelompok perempuan, baik di tingkat lokal,  nasional, maupun internasional.
  • Mendesak pemerintah dan lembaga-lembaga formal  (negara) lainnya untuk mendukung angka strategis untuk perempuan.

***

Sementara pada level sosial kemasyarakatan point pentingnya di antaranya:

  • Memberikan nilai / pandangan kepada lingkungan masyarakat dan keluarga sejak dini, tentang    pentingnya peran perempuan dalam politik.
  • Mensosialisasikan pentingnya partisipasi politik perempuan dalam pembuatan keputusan politik kepada masyarakat dan keluarga.
  • Desakralisasi budaya panggung politik yang patriarkhis dan mendorong perempuan untuk berani mengisi jabatan-jabatan strategis dalam politik.
  • Peningkatan kualitas SDM kaum perempuan melalui pelatihan-pelatihan dan kegiatan pemberdayaan lainnya.

***

Saya pikir dalam pola hubungan Pusat dan Daerah terkait program PNPM Mandiri & GPP kuncinya adalah komunikasi dan sosialisasi. Komunikasi dan sosialisasi diperlukan agar daerah merasa ikut memiliki. Meski program ini diinisiasi oleh Pemerintah Pusat, tetap diharapkan Pemerintah Daerah bisa berkreasi dengan program-program pemberdayaan dan tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik saja sebagaimana laporan kunjungan kerja (Kunker) Komisi II ke Jawa Timur bulan November 2008 kemarin.

Harus diakui bahwa efek dari krisis keuangan global sedikit banyak akan mempengaruhi pencapaian target MDGs di tahun 2015. Namun, bagi saya, sulit dan tidaknya pencapaian target MDGs, khususnya dalam konteks gender empowerment, sangat tergantung pada tekad dan kemauan kita sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan proses pemberdayaan kaum perempuan yang sedang berlangsung dengan capaian peningkatan tiap tahunnya, baik dari segi keberhasilan pencapaain legislasi yang pro-perempuan maupun semakin tingginya kesadaran kaum perempuan, saya optimistis bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi perempuan untuk menggapainya.

Tanya:

Agar tidak terlalu muluk (over estimate), bisakah Ibu mengomentari implementasi satu atau beberapa butir saja dari hak-hak dasar di atas. Mungkin sebagai pembanding, kami berikan beberapa ilustrasi: Pertama, sebagian kalangan menilai bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), beberapa saat lalu, berarti telah terjadi marginalisasi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena UU BHP itu mengandung asas lex specialis  yang dapat menjadi acuan bagi semua aktifitas pendidikan. Bukankah ada kaidah hukum yang berlaku universal:Ius  postiriori  derogat  ius  priori” [undang-undang (yang berlaku) belakangan menghapus undang-undang (yang berlaku) lebih dahulu]?

Selain itu, UU BHP dapat pula mengancam upaya pencerdasan kehidupan bangsa karena — bercermin pada perjalanan beberapa Perguruan Tinggi Negeri sebelumnya yang berubah status menjadi Perguruan Tinggi (PT) Badan Hukum Milik Negara / BHMN — substansi atau semangat sistem pendidikan kita seolah terjerumus ke dalam kubangan sistem neoliberalisme (liberalisasi kebijakan pendidikan), di mana “pendidikan” telah dijadikan sebagai komoditas dagang (ekonomi), yang antara lain dapat dilihat dari semakin dominannya bangku universitas diduduki oleh orang kaya, dan terbukanya jalan bagi pihak asing untuk memegang saham hingga 49 persen untuk tiap satuan pendidikan tingkat menengah dan universitas (ini sebelumnya telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 76 dan 77 Tahun 2007 tentang kriteria usaha di bidang penanaman modal).

Pertanyaan kami kepada Ibu, bukankah masalah pendidikan merupakan syarat utama (conditio sinequanon) bagi “national survival”, dan kalaupun masih juga ada yang berapologi bahwa UU BHP tetap memerhatikan kepentingan rakyat banyak (yang berekonomi pas-pasan), tidakkah pantas jika dikatakan bahwa UU tersebut kerugiannya lebih besar daripada manfaatnya (itsmuhuma  akbaru  min  naf’ihima).

Terkait dengan uraian di atas, seandainya ada yang berpendapat bahwa sebelum disahkannya UU BHP, seharusnya Pemerintah digugat karena belum melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi untuk menyediakan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBN dan APBD 2008, apa komentar Ibu?  Dan, menghadapi kasus demikian, bagaimana seharusnya sikap atau kebijakan terbaik partai politik (Parpol) terhadap kadernya yang kebetulan adalah Menteri Pendidikan Nasional? Bukankah publik juga berhak mengetahui sikap Parpol tersebut sebagai salah satu wujud dari  public accountibility  yang diembannnya?

Kedua, dengan adanya rencana pembangunan infrastruktur jalan tol trans-Jawa, praktis akan mengakibatkan terjadinya pengkonversian tanah atau lahan-lahan pertanian secara besar-besaran, yang semakin mengancam kelestarian lingkungan hidup (banjir besar) dan berpotensi mengakibatkan terjadinya “krisis pangan nasional” di masa datang.

Jawab:

Terkait UU BHP, saya mengapresiasi atas ketentuan Pasal 46 yang menyebutkan adanya kewajiban bagi BHP untuk menjaring dan mengalokasikan beasiswa bagi WNI yang memiliki potensi akademik dan kurang mampu secara ekonomi sekurang-kurangnya 20% dari jumlah keseluruhan peserta didik.

Pasal ini merupakan langkah positif dan harus didukung oleh semua pihak sebagai bagian untuk melakukan pemerataan pendidikan. Tentunya ini harus dibarengi ketegasan aparat penegak hukum untuk menindak BHP yang tidak melaksanakan ketentuan ini (Pasal 62).

Tentang kekhawatiran komersialisasi dan liberalisasi lembaga pendidikan, khususnya terkait Pasal 42 yang menyebutkan BHP dapat melakukan investasi dalam bentuk portofolio dan mendirikan suatu badan usaha dengan modal paling banyak 25% dari seluruh kekayaan netto BHP, maka saya berpendapat, perlu ada kehati-hatian dalam menjalankannya. Perlu diatur secara cermat, efektif, efisien dan dikelola secara profesional. Jangan sampai hal ini akan menghilangkan fungsi dan tujuan didirikannya BHP. Ini penting, karena kalau gagal dalam melakukan investasi dan usaha, maka yang dirugikan adalah peserta didik. Terlebih dalam UU ini tidak ada sanksi apapun yang mengatur apabila mengalami kerugian. [**]

Facebook Comments

329 thoughts on “WAWANCARA dengan Dra Hj Ida Fauziyah, anggota DPR (2004-2009 dan 2009-2014) dari Fraksi PKB >> “Pemberdayaan Perempuan : Antara Kebijakan Pemerintah dan MDGs”

  1. Howdy would you mind letting me know which hosting company you’re utilizing?
    I’ve loaded your blog in 3 different browsers
    and I must say this blog loads a lot faster then most.
    Can you recommend a good web hosting provider at a honest
    price? Thanks, I appreciate it!

  2. That is a great tip particularly to those new
    to the blogosphere. Brief but very accurate information… Thank you for sharing
    this one. A must read article!

  3. I’m very happy to find this site. I need to to thank you for ones time just for this wonderful read!! I definitely appreciated every little bit of it and i also have you bookmarked to see new information in your web site.

  4. Can I just say what a comfort to uncover a person that actually understands what they’re discussing on the net. You actually know how to bring an issue to light and make it important. More people really need to look at this and understand this side of your story. I can’t believe you’re not more popular since you surely possess the gift.

    http:///www.manulescu.com – manumanu

  5. Hey are using WordPress for your site platform?

    I’m new to the blog world but I’m trying to get started and
    create my own. Do you need any coding knowledge to
    make your own blog? Any help would be greatly appreciated!

  6. Fine way of explaining, and fastidious piece of writing
    to get facts concerning my presentation topic, which i am going to present in university.

  7. Pretty section of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  8. Cool blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere?
    A design like yours with a few simple tweeks would really
    make my blog shine. Please let me know where you got your theme.
    Thanks a lot

  9. We’re a group of volunteers and opening a new scheme in our community.
    Your site offered us with valuable info to work on. You have done an impressive job and our entire
    community will be thankful to you.

  10. May I simply say what a relief to uncover someone that
    really understands what they are talking about over the internet.

    You definitely understand how to bring an issue to light and make it important.
    More people must read this and understand this side of your story.
    I can’t believe you are not more popular because you most
    certainly possess the gift.

  11. “Hi, i think that i saw you visited my website thus i came to return the favor.I’m attempting to find things to improve my site!I suppose its ok to use a few of your ideas!!”

  12. I’m now not positive where you are getting your
    information, however good topic. I needs to spend a while learning much more or figuring
    out more. Thanks for fantastic info I was searching for this
    information for my mission.

  13. Hey There. I found your blog the use of msn. This is an extremely neatly written article.
    I will be sure to bookmark it and return to read extra
    of your helpful information. Thanks for the post.
    I will definitely comeback.

  14. An outstanding share! I have just forwarded this onto a co-worker who had been doing a little research
    on this. And he in fact bought me lunch due to the fact that I found
    it for him… lol. So let me reword this…. Thank YOU for the
    meal!! But yeah, thanx for spending the time to talk about this matter
    here on your internet site.

  15. I don’t even know the way I ended up right here, however I believed this submit was once
    great. I do not recognize who you are however certainly you’re going to a well-known blogger in case you aren’t already.
    Cheers!

  16. When someone writes an article he/she keeps the image of a user in his/her brain that how
    a user can understand it. So that’s why this article is outstdanding.

    Thanks!

  17. Appreciating the hard work you put into your site and in depth information you offer.
    It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t the same outdated rehashed material.
    Fantastic read! I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds
    to my Google account.

  18. Greetings! I’ve been reading your web site for some time
    now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Austin Tx!
    Just wanted to say keep up the good job!

  19. Thanks for the marvelous posting! I seriously enjoyed reading it, you’re a great author.I will
    be sure to bookmark your blog and will eventually come
    back at some point. I want to encourage you continue your great work, have a nice weekend!

  20. Si eres de los afortunados que su pareja le comprende y le ayuda, y no le ha importado esperar, enhorabuena. Existen también algunos aparatos que actúan creando vacío, favoreciendo la circulación de la sangre hacia el pene.

  21. Thanks for ones marvelous posting! I genuinely
    enjoyed reading it, you could be a great author. I will remember to bookmark your blog and will eventually come back
    down the road. I want to encourage yourself to continue your
    great posts, have a nice weekend! natalielise pof

  22. This piece of writing provides clear idea for the new users of blogging,
    that in fact how to do blogging. plenty of fish natalielise

  23. Thanks for any other informative site. Where else may just I am getting that type
    of info written in such a perfect manner? I have a mission that I am just now running on, and I have been on the glance out for such info.

  24. Greate post. Keep writing such kind of information on your
    blog. Im really impressed by your site.
    Hi there, You’ve performed an incredible job. I will definitely digg it and individually recommend to my friends.
    I’m confident they’ll be benefited from this web site.

  25. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point.

    You definitely know what youre talking about, why throw away your intelligence
    on just posting videos to your weblog when you could be giving us something
    informative to read?

  26. I know this if off topic but I’m looking into starting my own weblog and was curious what all is required to get set up?
    I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
    I’m not very internet savvy so I’m not 100% certain. Any tips or advice would be
    greatly appreciated. Appreciate it

  27. Quando necessário, o médico pode também pedir a realização de exames de laboratório para avaliar os níveis dos lípidos, açúcares e do hormônio testosterona no organismo, pois esses valores podem ajudar a identificar o possível problema. En estos casos, es importante hablar sobre el problema lo antes posible.

  28. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as
    though you relied on the video to make your point. You obviously
    know what youre talking about, why throw away your intelligence
    on just posting videos to your blog when you could be giving us
    something informative to read?

  29. Cual Es El Precio De Viagra En Mexicali Propecia Side Effects Spots Acquistare Cialis Generico Overseas Prescription Drugs Online

  30. Hi there! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine
    Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted
    keywords but I’m not seeing very good gains. If you know of any
    please share. Thanks!

  31. Eb Virus And Amoxicillin No Prescription Meds Drugs Cheap Buy Accutane Online Forum vardenafil Get Isotretinoin Mastercard Accepted Discount Fedex Shipping Price Cialis E Varicocele Actu Viagra Medicament

  32. Amazing! This blog looks just like my old one!
    It’s on a entirely different topic but it has pretty much the same page layout and design. Superb choice of colors!

  33. Can I simply say what a comfort to discover someone who truly knows what they’re discussing online.
    You certainly realize how to bring an issue to light and make it important.
    More people need to read this and understand
    this side of the story. It’s surprising you are not more popular given that you certainly
    have the gift.

  34. Oh my goodness! Impressive article dude! Thank you so much, However I
    am encountering troubles with your RSS. I don’t know why I am unable to subscribe to it.
    Is there anyone else getting similar RSS problems? Anybody who knows the solution can you kindly
    respond? Thanx!!

  35. Thanks for finally writing about >WAWANCARA dengan Dra Hj Ida
    Fauziyah, anggota DPR (2004-2009 dan 2009-2014) dari Fraksi PKB
    >> “Pemberdayaan Perempuan : Antara Kebijakan Pemerintah dan MDGs” – Sorot Parlemen <Liked it!

  36. Please let me know if you’re looking for a article writer for your site.
    You have some really great articles and I think I would be
    a good asset. If you ever want to take some
    of the load off, I’d absolutely love to write some content for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please send me an e-mail if interested. Kudos!

  37. Very nice post. I just stumbled upon your blog and wished to say that I’ve really
    enjoyed surfing around your blog posts. In any case I will be subscribing
    to your rss feed and I hope you write again very soon!

  38. I like the helpful info you provide in your articles.

    I will bookmark your blog and check again here regularly.
    I’m quite certain I’ll learn lots of new stuff right here!
    Good luck for the next!

  39. Although they can occur independently, there may sometimes be a link between hair loss and scalp itching. In other cases, scarring on the scalp can cause severe itching because scar tissue can damage the nerve fibers in the skin.

  40. Undeniably believe that which you said. Your favorite justification appeared to be on the web the easiest thing to be aware
    of. I say to you, I definitely get annoyed while
    people consider worries that they plainly do not know about.
    You managed to hit the nail upon the top and also defined out the whole thing without having side-effects , people can take a signal.
    Will probably be back to get more. Thanks

  41. Lo primero que diremos es que los tratamientos disfuncion erectil dependen de acuerdo al paciente y a la causa de la patología.

  42. Se excita la venganza al ver la erección que te produce la idea de otra invasión creíste tener el mundo a tus pies y lloras tu derrota lamiéndote Recuerda lo que aquí un día perdiste yo soy el árbol de la noche triste sé que tu llanto servirá tarde o temprano para no esclavizar jamás a un ser humano Sé que tu llanto servirá tarde o temprano Llora un quetzal y al tiempo rugen lo ríos y el viento a un colibrí ordena ¡vete a buscar! La disfunción eréctil o impotencia es la incapacidad repetida de lograr o mantener una erección lo suficientemente firme como para tener una relación sexual. Comprar cialis barato

  43. I was curious if you ever thought of changing the structure of your blog?
    Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it
    better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or two pictures.
    Maybe you could space it out better?

  44. Experts say stress, depression, poor self-esteem, and performance anxiety can impair the ability to have an erection. These factors can also make erectile dysfunction worse in men whose sexual dysfunction stems from something physical. While popularized in the media, Viagra is not the only erectile dysfunction drug.

  45. Buy cialis online germany. Talk to your doctor about medications you’re taking and whether they could be causing your symptoms. There may be other medications you can take instead. Don’t stop taking medications without first talking to your doctor. A condition like diabetes or stress can affect these parts and functions and can cause ED.

  46. Al disminuir la autoestima de los hombres, entran en estado de angustia y depresión e incluso obsesión; a su pareja, en tanto, le afecta la calidad de vida familiar y el desempeño laboral. La disfunción eréctil (DE) o impotencia erigendi (a veces llamada incorrectamente sólo impotencia) es la incapacidad repetida de lograr o mantener una erección lo suficientemente firme como para tener una relación sexual satisfactoria, una eyaculación o ambas. Donde Comprar Viagra generico con seguridad.

  47. También se relaciona con hipertensión, enfermedades cardiacas, vasculares, cirugía de la próstata, insuficiencia renal, alcoholismo, drogas, tabaquismo y obesidad. Información sobre Medicamentos para la Disfunción Erectil. Tales como la diabetes, afecciones del riñón, alcoholismo crónico, esclerosis múltiple, arteriosclerosis, psoriasis, enfermedad vascular y enfermedad neurológica son responsables de alrededor del 70 % de los casos de DE. Comprar Levitra en usa.

  48. Another factor in my purchasing of Cialis which has been positive is that I have not only had time but I have a also saved money, and the reason why I have saved money is that I place online orders from internet pharmacies which are highly effective and low in cost. – http://cialis.fun/

  49. In a normal man, this PDE5 works in conjunction with cGMP to ensure proper blood flow to the organ when there is a sufficient level of sexual stimulation. However, when the balance between these two substances becomes upset, the PDE5 can begin to lower the amounts of blood that make it to the penis. This is where the main component of Cialis, called Tadalafil, comes in. – http://cialis.fun/

  50. The standard Cialis pill has earned the nickname of the weekend pill because users report that it can last for thirty-six hours on a single dose.

Leave a Reply

Your email address will not be published.